Waktu baca yang dibutuhkan: 3 menit

Ada ungkapan “uang nggak bisa membeli kebahagiaan”. Benarkah? Ini bantahan sainsnya.

Saya yakin kamu pernah membaca ungkapan di atas.
“Uang tidak bisa membeli kebahagiaan”.

Dan pastinya kamu pernah membaca penelitian yang bilang
“gunakan uangmu untuk membeli pengalaman, bukan barang.”

Apa bener pengalaman lebih membahagiakan dibanding barang?
Apa bener travelling ke Raja Ampat pasti lebih bikin bahagia dibanding iPhone 6+?

Penelitian satu dekade terakhir menyimpulkan begini:
“jika kamu mau bahagia, gunakan uangmu untuk beli “pengalaman”, bukan barang.”

Psikolog Leaf van Boven dan Thomas Gilovich melakukan sejumlah survey untuk membuktikannya.

Dan iya, ternyata pengalaman lebih bikin bahagia daripada beli barang.
Temuan ini diterbitkan di Journal of Personality and Social Psychology.

Gilovich, peneliti sekaligus profesor dari Cornell University, menjelaskan hal ini.

Kadang kalo abis beli barang, kadang-kadang ada perasaan nyesel yang muncul.
Misalnya kalo kita beli barang, tapi ternyata pas udah sampe rumah ternyata kita gak suka banget.
Selain itu, barang yang kita miliki cenderung kita bandingin dengan milik orang lain. 
Perilaku seperti ini memengaruhi kebahagiaan kita.

Lebih jauh, kadang kita punya suatu barang. Contoh, sepatu.
Kita punya sepatu yang bagus, dan kita suka. Tapi lama kelamaan sepatu yang kita miliki akan berkurang kualitasnya, bahkan mungkin rusak. Hal ini juga memengaruhi kebahagiaan.

Jadi apakah pergi travelling, ke tempat wisata, dan ke taman hiburan selalu lebih bikin happy daripada membeli barang?

Belum tentu juga.

Michael Norton, pengarang buku Happy Money: The Science of Happier Spending menyebut bahwa membeli barang-barang yang disukai juga bikin bahagia kok.
Kebanyakan orang menghabiskan terlalu banyak uang pada materi, tapi bukan berarti semua materi itu buruk.

Ada barang-barang tertentu yang bisa lebih bikin bahagia daripada pengalaman.

April lalu, sekelompok ilmuwan dari Universitas Yale mencoba membuktikan hal ini. Dalam penelitian ini  ditemukan bahwa orang-orang akan bahagia kalo mereka menggunakan uang untuk beli sesuatu yang pas dengan karakter mereka.

Jadi para peneliti ini mengumpulkan 600 subyek, lalu mereka diminta mengisi kuesioner tentang kepribadian mereka dan kepuasan hidup mereka.

Lalu, peneliti kemudian mengecek transaksi yang mereka lakukan di bank.

Dalam penelitian tersebut, ditemukan bahwa orang yang paling bahagia adalah dia yang menggunakan lebih banyak uang untuk produk dan jasa yang pas sama karakter mereka.

Peneliti dari University of British Columbia menemukan hal lain. Dalam penelitian yang mereka lakukan, ditemukan bahwa materi memberi kebahagiaan yang lebih tahan lama dibanding pengalaman.
Para peneliti ini memeriksa level kebahagiaan subyek, setelah mereka menggunakan uang untuk materi atau pengalaman.

Hero4-Session-Cycling-Mountain-Bike
pengalaman memberikan sensasi kebahagiaan yang lebih tinggi dibanding materi

Hasilnya?
Subyek yang membeli barang, merasakan kebahagiaan berulang selama dua minggu dibanding subyek yang “membeli” pengalaman.

Pengalaman (travelling, nonton film, dsb) memang memberikan kualitas yang lebih besar pada awalnya, tapi rasa “exciting” ini lebih cepat memudar.

Berbeda kalo kamu beli hape, TV, atau karpet baru. Memang sih nggak ada perasaan tegang (mana ada orang yang teriak kesenengan habis beli TV?), tapi kebahagiaan habis beli barang itu muncul dalam bentuk momen-momen kecil yang berulang.

Apa nih intinya?

Intinya adalah:

Materi dan pengalaman sama-sama memberi kebahagiaan, cuma bentuknya sedikit berbeda.

Pengalaman bisa ngasih kamu sensasi ketegangan dan kebahagiaan dalam tingkat yang tinggi, tapi cepat memudar.

Materi mungkin nggak ada tegang-tegangnya, tapi kebahagiaannya muncul dalam bentuk kecil dan muncul berkali-kali.

Kamu pilih mana?
Pilih dua-duanya enak kali ya ;p

Ada pendapat tentang kebahagiaan atau mau berbagi pengalaman?
Silakan share di kolom komentar ya, ditunggu!

sumber

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

One Reply to “Uang Tidak Bisa Membeli Kebahagiaan? Ini Jawabannya”

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)