Waktu baca yang dibutuhkan: 11 menit

8 tips ini membuat semua bertepuk tangan saat kamu selesai bicara.

Bayangkan kamu mampu berbicara dengan lancar di depan penonton.
Bayangkan, beberapa di antara mereka menopang dagu sambil mengerutkan alis.
Bayangkan, mereka berusaha mengolah dan mengingat semua kata-katamu.
Lalu, saat kamu selesai bicara…

Terjadi ledakan tepuk tangan!
Sebagian bahkan standing ovation, karena kalimatmu menyentuh hati mereka.
Tidak hanya menyentuh, bahkan mengubah hidup!

Oke, mungkin itu masih terlalu jauh.

Iklan!

Tapi kamu mungkin punya masalah dalam berbicara di depan umum.
Mungkin kamu sudah menghapal materi habis-habisan,
tapi giliran maju kamu langsung lupa mau ngomong apa.

Nggak papa!
Kali ini kita akan belajar tips-tips public speaking.
Beberapa di antaranya agak aneh, tapi efektif kok.
Siap?

Masalah public speaking ini memang susah-susah gampang.
Soalnya tinggal ngomong aja di depan.

Berikut ini beberapa kasus yang sering terjadi saat berbicara di depan.

  1. Nggak pede
  2. Berani sih, tapi gemetaran
  3. Saat mau ngomong, langsung kosong bingung mau ngomong apa
  4. Bisa ngomong, tapi nggak ada yang dengerin
  5. Ada yang dengerin, tapi mereka nggak ngerti
  6. Audiens (penonton) ngerti, tapi pertanyaan mereka susah dan kamu nggak bisa jawab
  7. Penonton ada yang bandel, merusak konsentrasi penonton lain
  8. Mau bicara ternyata terjadi kesalahan teknis
  9. (akan saya tambahin kalau nemu kasus baru)

Yuks kita jabarkan satu per satu.


1. Nggak pede

Sebagian orang masih nggak berani bicara di depan umum.
Misalnya presentasi, bertanya pada guru, menjawab pertanyaan, dsb dst.

Sebenernya nggak berani bukan kata yang tepat ya? Yang bener adalah kurang pede.
Iya tuh! Kamu masih kurang pede.

Ada beberapa alasan kenapa kita kurang pede.

  • Kurang ngerti sama yang mau diomongin.
    Ada yang nggak pede buat ngomong karena kurang paham sama materinya.
    Kalau kayak gini, yaa kuasai dulu materinya. Pelajari yang dalam.
    Kalau kita beneran ngerti, kita malah semangat lo buat ngomong.
  • Belum pernah nyoba.
    Ada yang nggak pede karena nggak pernah nyoba.
    Yaaa coba dulu dong! Kayak belajar sepeda, jatoh dulu baru bisa ngebut.
    Coba latihan sendiri. Yang bagus adalah latian di depan cermin.
    Kalau geli liat wajahmu yang jelek, tiduran dan berlatihlah sambil ditutup bantal.
    Kalau sudah, kumpulkan beberapa teman dan suruh mereka melihat.
  • Pemalu.
    Sama nih kayak di atas.
    Coba aja dulu! Saya juga orangnya pemalu kok. Memalukan lebih tepatnya.
    Memang bakalan berat, tapi kalau memang ini penting, maka harus dihajar.
    Ada saatnya skill public speaking ini diperlukan. Kalau nggak dilatih, kamu yang repot.

Agar semakin pede, kamu coba deh perbaiki penampilanmu.
Rambutnya dirapiin. Pakai parfum yang banyak, rendeman minyak nyongnyong kalau perlu.
Kalau mau dandan, dandan yang lebih cantik dari biasanya.
Kalau penampilan oke dan badan harum, biasanya grogi dan gugup berkurang kok.

tips public speaking, tips dan trik public speaking, tips presentasi
berdandan rapi agar pede.

2. Gemetaran

Ini saya juga kadang masih mengalami.
Biasanya karena terlalu dipikirin, malah jadi beban pikiran.

Atau karena orang-orangnya beda.
Biasanya ngomong sama temen di kelas, ini ngomong di forum daerah.
Biasanya presentasi di depan temen, sekarang presentasi ke orang perusahaan.
Biasa ngomong sama orang, ini ngomong sama jenglot. Ya ini gemeter pasti.

Terus gimana cara mengurangi gemetaran?

  • Sebelum mulai, coba makan permen karet.
    Mengunyah permen karet memberi sinyal ke otak bahwa kamu lagi santai.
    Jadi, deg-degannya berkurang deh.
  • Tiup jempol.
    Tiup daerah sekitar kuku jempol.
    Jempol tangan, jangan jempol kaki.
    Jempol tanganmu, jangan jempol tangannya orang.
    Meniup jempol memberi sensasi tenang ke otak, jadinya rileks.
    Niupnya kayak kamu niup makanan panas. Pelan aja.
  • Nafas panjang.
    Nafas panjang ini manjur!
    Tarik nafas, hitung sampai tiga. Tahan, hitung sampai tiga. Keluarkan.
    Fokuslah pada nafasmu. Lebih bagus kalau sambil senyum, moodmu ikut bagus.
  • Berjalan.
    Jalan-jalan sedikit.
    Nggak perlu jalan jauh-jauh, cukup jalan mondar-mandir aja di belakang panggung.
  • Kenalan dengan panggung.
    Sebelum acara dimulai, coba berdiri di panggung.
    Coba berjalan di sekitar panggung, dan pilih tempat kamu berdiri nanti.
    Bayangkan juga ada penonton yang akan melihatmu kelak.
    Kenali kondisi medan! Dengan mengenali kondisi, kamu lebih siap.
    Gemetaran akan berkurang karena kamu sudah kenal dengan lapangannya.
    Hal serupa juga bisa dilakukan kalau mau presentasi.
    Saat kelas kosong, kamu berdiri aja di depan kelas.
    Bayangkan situasinya nanti.


3. Sudah mau ngomong, tapi lupa

Ada juga nih!
Sudah siap, tapi saat mau ngomong, lupa.
Seolah kata-kata yang udah disiapin ambyar entah ke mana.

Ini bisa terjadi karena minim latihan.
Pengulangan itu penting lo. Semakin sering diulang, semakin lancar kamu bicara.
Nggak akan ada yang kelupaan.

Kamu juga bisa menyiapkan catatan kecil berisi poin-poin.
Kalau mulai ngeblank, lirik aja catatan kecilnya.
Boleh juga pakai tablet/tab, keliatan profesional.

tips public speaking, tips dan trik public speaking, tips berbicara di depan umum

Saya seringnya pakai powerpoint, ditayangin aja pake proyektor.
Kalau saya buat powerpoint, isi slide saya singkat-singkat banget.
Tujuannya, supaya audiens fokusnya ke saya.
Selain itu kalau saya ngeblank, ya saya lirik aja powerpointnya.

Ada satu hal yang lebih penting: PAHAM MATERI.
Paham materi itu krusial! Kalau ngeblank, kamu bisa improvisasi.
Coba kalau mengandalkan hapalan. Misal lupa, apa yang mau diimprovisasi?


4. Nggak ada yang dengerin

Mimpi buruk semua pembicara.
Saat melakukan public speaking, ternyata nggak ada yang nyimak.
Sakit tapi tak berdarah~

Penyebabnya? Sejauh yang saya tau sih, ya ini:

Materi membosankan.
Kebosanan muncul ketika orang merasa materimu nggak menarik.
Nggak menarik itu yang gimana?
Yang nggak sesuai dengan kehidupan mereka.

Bayangkan audiensmu adalah orang-orang yang gak suka bola.
Apa jadinya kalau kamu memberi materi “Tips melakukan tendangan bebas yang akurat”?

Bayangkan audiensmu adalah anak-anak SMA.
Apa jadinya kalau kamu memberi materi “Cara mendidik anak”?

Sesuaikan materi dengan audiensmu.

Gaya bahasa pun demikian!
Kalau audiensnya anak muda, ya ngomong saja dengan bahasa santai.
Kalau audiensnya dewasa, ya bicaralah lebih formal.

cara berbicara di depan umum, tips berbicara di depan umum, tips public speaking, trik public speaking
kalau nggak ada yang denger, mending ngomong sama tembok

Sebelum masuk materi, ajukan sebuah cerita!
Kasus nyata, lebih bagus. Akhiri cerita dengan pertanyaan yang mengambang.
Jika ingin tau jawabannya, mereka harus menyimak materi kamu.
Dengan gitu, peserta akan penasaran sama materi kamu.

Atau, ajukan pada mereka sebuah masalah yang mungkin mereka hadapi.
Janjikan pada mereka, masalah mereka akan terselesaikan dengan materi kamu.

Contohnya:

Muka kamu kayak pantat wajan?
Materi yang saya ajarkan bisa membuatmu tampak menarik, tanpa perlu operasi plastik!

Bosen nulis tapi nggak ada yang baca?
Praktekkan materi saya, tulisan kamu akan di-like ribuan orang!

Sesuaikan masalahnya dengan kehidupan audiensmu.
Kalau audiensnya karyawan, ya gimana caranya naik jabatan.
Kalau audiensnya atasan, ya gimana cara mempertahankan jabatan.
Berantem deh atasan sama karyawan. hehehe

Nada bicara datar.

Kalau ngomongnya datar, nggak ekspresif, orang bisa bosen!
Coba deh kamu liat public speaker hebat di youtube.
Mereka ekspresif! Wajah mereka mengekspresikan kalimat-kalimat mereka.
Nada bicara mereka pun naik turun, dinamis!

Gunakan gerakan untuk mengekspresikan ucapanmu.
Tebarkan senyum, agar mereka merasa hangat melihatmu.

Sesekali, saat ngomong, kasih jeda diam beberapa detik.
Ini membuat mereka yang ngelamun jadi fokus lagi.
Saat mereka fokus lagi, lanjutkan pembicaraanmu.

Terlalu serius

Kamu mungkin kayak saya, yang males sama orang yang nggak bisa becanda?
Kalau terlalu serius, audiens bisa merasa “jauh” dari kamu lo.

Cobalah sesekali melempar lelucon.
Lelucon yang garing juga nggak papa, pasti salah satu ada yang ketawa deh (pengalaman).
Kalaupun nggak ada yang ketawa, mereka ngerti niatmu kok.

Pemateri-pemateri bagus yang saya tahu biasanya melempar candaan.
Beberapa pidato yang saya tahu juga ada lo yang melempar sedikit joke, supaya rileks.

Hanya membaca teks

Karena takut lupa, sebagian orang memilih fokus pada teks.
Presentasi di depan, tapi hanya membacakan teks di slide PowerPoint.
Sebaiknya jangan gitu!

Ketika kamu hanya fokus pada slide, kesannya kamu nggak menguasai materi lo.
Kamu akan keliatan asik sendiri dengan slide di layar, bukannya fokus menjelaskan pada audiens.
Audiens akhirnya nggak memperhatikan kamu, tapi melihat slide di layar proyektor.

Nggak masalah sih menampilkan slide.
Tapi, jadikan slide sebagai alat BANTU menjelaskan, bukan sebagai media utama!
Media utama dalam menjelaskan tetap kamu.

Demikian juga dengan pidato.
Nggak masalah pidato membawa teks.
Tapi, usahakan matamu jangan terlalu fokus sama teks yang kamu bawa.
Tatap juga mata pendengar, agar mereka tahu bahwa kamu bersama mereka.

Minim interaksi dengan audiens

Audiens akan bersemangat ketika kamu banyak berinteraksi dengan mereka.
Pancing mereka untuk merespon topik yang kamu berikan.

Contoh gampang adalah bilang,”betul nggaaak??” mereka akan jawab “betuuuullll”
Atau bisa juga dengan melakukan ice breaking ringan.

Sesekali, tanyakan sesuatu pada salah satu audiens.
Misalnya kamu nunjuk salah satu peserta.

Mas, pernah nggak 

Interaksi akan menjaga “api semangat” audiens.
Favorit saya adalah “menembak” audiens yang mulai mainan hape.
Itu target paling empuk.
Enak banget ngeliat wajah audiens kaget terus bingung… hahaha

Perlu diperhatikan juga, ekspresi kamu harus bersemangat!
Materi pun harus dikemas menarik, karena kalau nggak menarik ya sama aja.
Banyakin video sama gambar, jadi mereka nggak bosen ngeliat wajahmu.

Intip tips lainnya di sini:


5. Audiens nggak ngerti

Saat bicara, pernahkah kamu ngerasa bahwa audiens nggak ngerti ucapanmu?
Penyebabnya bisa macem-macem, salah satunya mungkin cara menjelaskan yang berbelit-belit.

Einstein pernah bilang:
Kalau kamu nggak bisa menjelaskan dengan mudah, berarti kamu belum ngerti.

Apakah kamu paham dengan materi kamu?
Kalau kamu belum bisa menjelaskan dengan mudah, mungkin kamu perlu pahami lagi materinya.
Kalau paham, nanti kamu bisa ngejelasin pake contoh.

Orang lebih ngerti pakai contoh, pakai perumpamaan.
Soalnya, berimajinasi lebih gampang daripada mikir.
Kalau kamu mampu menjelaskan dalam bentuk yang bisa dikhayalkan, mereka bisa ngerti tanpa mikir.

Ciptakan juga alur penjelasan yang runtut!
Sebelum membuat materi, siapkan draft apa aja yang mau dijelasin ke audiens.
Jadikan alur itu sebagai patokan.
Sehingga, penjelasanmu nggak melebar ke mana-mana.

Penyebab lain adalah bahasamu terlalu tinggi.
Contoh:

Apabila ROI dalam sebuah startup tidak achieved sejak kuartal pertama, mungkin saatnya melakukan pivot dan evaluasi niche.

Males nggak bacanya?
Bandingkan dengan:

Kalo bisnis kecilmu nggak balik modal sejak empat bulan buka, mungkin kamu perlu ubah konsep dan periksa ulang target pembelimu. (it’s not worth to think about, but you get my point)

Lebih mendingan kan?

Bahasa yang tinggi mungkin akan membuatmu keliatan pinter.
Tapi buat apa kalo audiens nggak ngerti?

Nggak masalah kalau mau berbicara di depan umum pakai bahasa tinggi, tapi pahami dulu siapa yang ndengerin.
Kalau pendengarnya orang umum, ya pakailah bahasa sederhana.
Kalau pendengarnya ahli, ya bolehlah pakai bahasa expert.

Penyebab lain adalah: ngomongmu kecepetan!
Peserta nggak akan protes kalau ngomongmu terlalu cepet, tapi keliatan di ekspresi wajah mereka.
Mereka akan mengernyitkan alis, karena mereka susah mencerna omonganmu.
Bicaralah lebih lambat. Serius.
Ngomong. aja. satu. kata. demi. satu. kata.
Audiens nggak jahat kok. Mereka datang untuk mengerti.
Kasih mereka kesempatan untuk mengolah ucapanmu. Caranya? Ngomong aja pelan-pelan.


6. Mereka ngasih pertanyaan susah

Wah ini mimpi buruk nih, terutama kalau nggak terlalu ngerti materi.
Kita sudah ngejelasin, eee tau-tau ada yang lebih ngerti dari kita.
Pertanyaannya susah pulak.

Saya pernah sih kayak gini.
Yang pertama sih, saya puji pemikirannya. Saya suruh audiens tepuk tangan.
Yang kedua, saya mengakui kalau saya belum bisa menjawab.
Yang ketiga, saya berjanji akan mencari jawabannya. Saya akan meminta nomer handphonenya, dan saya akan segera menghubungi bila sudah tau.

Mengakui kelemahan lebih enak daripada berkelit, serius.
Audiens pun akan menghargai itu.

Tapi teteplah ya… kuasai materi dulu.


7. Audiens bandel

Pasti pernah ya nemu peserta yang asik sendiri.
Mending kalo nggak ribut.
Kalau dia terlalu sering bicara, sampai perhatian yang lain terganggu?
Nah ini yang bikin kzl.

tips berbicara di depan umum, tips public speaking, tips dan trik public speaking
bukannya menyimak, malah mainan hape! sumber: Medical Daily

Sebenernya ada beberapa sebab audiens bandel.
Bisa berupa materimu nggak menarik.
Atau dia sudah ngerti materinya.
Atau, dia memang ingin cari perhatian.

Kalau materi nggak menarik, kita sudah bahas di atas ya.

Penanganan pertama apabila audiens ada yang bandel adalah:

Berhenti menjelaskan selama beberapa detik.
Diam dan tatap si audiens yang bandel.
Nanti, audiens yang lain akan heran dan mengikuti tatapanmu.
Si bandel akan diam dan menghentikan kelakuan nakalnya.

Kalau di materi itu ada seksi keamanan, kamu bisa minta bantuan mereka buat mengamankan peserta.
Nggak perlu ngomong di panggung, kasih aja kode mata ke seksi keamanan. Mereka ngerti kok.

Kalau si peserta memang ingin mencari perhatian, ya kasihkan saja perhatian yang dia mau.
Suruh dia maju ke depan, dan ajak dia bicara sesuatu tentang materi.
Sejauh mana dia paham mengenai materi, atau ajak dia berbagi pengalaman.
Suruh audiens lain kasi tepuk tangan meriah.
Kalau sudah, suruh duduk sambil minta dia untuk lebih tenang.

Paling bagus adalah mengenali kondisi peserta sebelum kamu masuk panggung.
Kalau memang ada calon-calon pengganggu,
kamu koordinasi dengan panitia lain untuk menangani calon tsb.


8. Kesalahan teknis

Mau ngasi materi, malah lupa flashdisk.
Atau mati lampu.
Atau laptop panitia lemot.
Atau ada bagian slide yang keliru kamu masukkan.

Terus gimana?

Sebaiknya siapkan peralatanmu sendiri.
Daripada ternyata laptop panitia ada virus, mending pakai laptop sendiri.

Pindahkan file ke hape atau upload ke situs penyimpanan file (dropbox, google drive).
Tujuannya, jaga-jaga kalau ketinggalan.

Kalau terjadi kesalahan teknis, jangan terlihat panik atau emosi.
Apalagi di depan audiens. Konyol banget itu.

Dibawa becanda aja.
Kalau kamu panik, audiens ikut panik.

Nah! Demikian tadi tips-tips public speaking.
Semoga pada kesempatan public speaking berikutnya, kamu jadi lebih wah.

Baca-baca tips trik public speaking nggak ada artinya kalau nggak praktik.
Kalau ada kesempatan untuk ngomong di depan, manfaatkan!

Kita nggak akan tau kapan skill ini dibutuhkan.
Tapi kalau dibutuhkan, maka bersiaplah membuat audiensmu berdecak kagum!

 

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)