10 Trik Komunikasi Psikolog yang Bisa Kamu Contek!

tips komunikasi efektif

10 Prinsip Komunikasi Efektif a la Psikolog.

Seumur hidup, semua psikolog yang saya temui jago ngomong.

Dengan mahir berkomunikasi, psikolog bisa mengendalikan emosi orang lain dan menyelesaikan masalah tanpa membuatnya makin ribet. Asik, kan?

Untuk mahir berkomunikasi seperti psikolog, lakukan saja 10 trik berikut ini.

1. Perhatikan dosis pembicaraan

Jangan dominasi obrolan dengan ngomongin dirimu sendiri!
Kamu juga perlu memberikan “giliran” pada lawan bicara. Tanya dia soal perasaan atau opini dia tentang suatu topik. Ketika kamu sudah ngomong terlalu banyak, kasih dia giliran untuk ngomong.

Terus juga, jangan membicarakan satu topik terlalu lama. Yang ada malah lawan bicara kamu jadi bosen.

2. Fokus ke lawan bicara 100%

Kalau kamu ngobrol sambil mainan hape, nulis, atau ngelakukan hal lain, orang bisa tersinggung!
Dia bisa merasa nggak dihargai.

Maka, jauhkan gangguan saat seseorang ngajak ngobrol. Kasih dia perhatian 100%, biar dia merasa dihargai.
Kalau gangguannya parah dan jadi sulit ngobrol, ajak dia pindah ruangan atau minta dia datang lagi lain kali.

Kalau kamu memberi perhatian 100% ke lawan bicara, dia pun akan lebih respek sama kamu.

3. Baca lawan bicaramu

Baca ekspresi lawan bicaramu. Dia tertarik nggak sama obrolanmu? Atau dia nggak nyaman dengan keadaan sekitar?

Dengan memperhatikan lawan bicara, kamu bisa memahami apa sih maunya dia. Kalau dia merasa nggak nyaman dengan topik obrolan, kamu bisa segera ganti topik atau menyudahi obrolan.

4. Menyimpulkan pembicaraan

tips komunikasi efektif
“pesanannya saya ulangi ya mb… iga bakar sama es jeruk, kembaliannya dibanyakin”

Ketika lawan bicara menyampaikan sesuatu, coba kamu tarik kesimpulannya dan katakan.

“Oh… jadi maksud kamu blablablala? Gitu?”

Tujuannya adalah menyamakan pendapat. Kan sering tuh ada keributan yang berawal dari salah paham. Nahhh tugas kita ya mencegah itu. Caranya? Dengan menyimpulkan pembicaraan.

Cek juga tips dan trik psikologi yang lain di sini.

5. Tunggu dia selesai bicara

Salah satu penyakit orang saat ngobrol adalah memotong saat kita belum selesai bicara.
Saik! Kita belum selesai ngomong, eh dia nyerobot aja kayak smadav pas nyolok flesdisk.

Jangan memotong dan menyelesaikan pembicaraan orang lain!
Saat orang sedang bicara, perhatikan dan dengarkan. Perhatikan juga kontak mata dan ekspresimu. Ketika dia sudah selesai ngomong, baru kamu masuk.

Menunggu dengan sabar, membuat dia merasa nyaman bicara sama kamu.
Komunikasi jadi lebih lancar deh!

6. Kontrol Omonganmu

Semua orang pasti pernah bertengkar, tapi komunikator yang baik tau caranya mendinginkan argumen.

Jangan sampai lepas kontrol ya!
Dalam argumen, tunggu lima detik sebelum menyampaikan pendapatmu. Lima detik ini penting untuk mengontrol perkataanmu. Dengan menunggu, kamu bisa menimbang apakah perkataanmu ini bisa menyinggung lawan bicara.

Daripada nyakitin orang lain, kan?

7. Jangan Bawa Masa Lalu

Dalam berargumen/bertengkar, nggak usah ungkit-ungkit masalah yang lama.
Jangan juga mengungkit aib-aib lawan bicara di masa lalu.

Membongkar masa lalu memang bisa memojokkan lawan, tapi masalah akan makin rumit dan panjang.
Bahkan, lawan bicara bisa sakit hati.

Cukup fokus pada satu masalah yang ada di tangan aja, nggak usah ungkit yang dulu-dulu.

8. Kelola Emosi

Marah itu wajar, apalagi kalau lagi berargumen.
Psikolog pun bisa jengkel saat nemu klien yang susah dikasih tau.

Ketika seorang psikolog merasa marah, dia akan melepaskan fokus dari si klien dan memperhatikan hal lain.

Kamu juga bisa coba ini!
Ketika kamu merasa terbawa emosi, coba tinggalkan sejenak hal yang bikin kamu marah.

Fokuskan diri pada hal lain, misalnya langit di luar atau bunga di meja.

9. Fokus pada satu hal

Psikolog sering menghadapi klien yang curhatnya melompat-lompat. Cerita yang satu belum selesai, eh tau-tau dia loncat ke cerita lain.

Ini menyulitkan psikolog dalam mencari akar masalah.

Ketika menghadapi hal ini, psikolog akan secara lembut meminta klien untuk kembali ke topik semula.

Psikolog akan menunggu klien menarik nafas. Saat ada jeda sedikit, biasanya psikolog akan “nyamber” dengan bertanya tentang cerita sebelumnya yang belum selesai.

Ini mengembalikan fokus ke masalah awal.
Dengan fokus ke satu masalah, kita bisa mencari solusi dengan gampang, kan?

Kamu juga bisa coba ini!

10. Awali dan akhiri dengan positif

Ketika memasuki topik sensitif kayak masa lalu dan rahasia lama, apa yang psikolog lakukan?
Psikolog nggak langsung “nembak”. Bahaya, klien bisa menutup diri. Masalah bisa nggak selesai-selesai.

Terus ngapain dong?

Psikolog membuka topik dengan positif: Mengungkit aspek positif dari klien dan memujinya.
Abis itu, baru masuk. Tentu saja pertanyaannya harus disusun dengan halus.

Dengan pujian dan rangsangan positif, lawan bicara bisa lebih rileks. Dia juga akan lebih nyaman kalau harus masuk ke topik sensitif.

Masuk dengan positif, keluar harus positif juga!

Kalau kamu gagal menemukan solusi atas sebuah masalah, yakinkan lawan bicara bahwa kalian mencapai progres positif. Lakukan lagi pembicaraan mengenai masalah ini lain kali, ketika otak lebih segar. Sementara, ganti topik saja dulu.

Nah!

Itu tadi trik untuk komunikasi yang efektif.
Tentu saja kamu nggak perlu langsung praktik semuanya. Lakukan aja yang paling gampang!

Kunci dari komunikasi efektif, jujur saja, adalah empati.
Dengan niat ingin lebih memahami orang lain, dan bukan untuk menang argumen, kamu sudah selangkah dalam komunikasi yang efektif.

Anyway, mau coba trik yang mana dulu ni? 🙂

 

One Reply to “10 Trik Komunikasi Psikolog yang Bisa Kamu Contek!”

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)