Waktu baca yang dibutuhkan: 3 menit

Kamu merasa kreatif nggak sih?

Siapa yang lebih kreatif di antara kamu dan temen-temen sekelas?

Ada sebuah tes yang menguji sekaligus melatih kreativitas kamu. Tes ini juga seru kalo dilakukan bareng temen-temen.

Iklan!

Siap?

Tes Kreativitas!

Tes ini cukup simpel. Kamu nggak perlu bahan atau alat yang aneh-aneh, cukup benda di sekitar kamu aja. Bisa apapun. Bisa pena, bisa pensil, apapun.

Sudah ada alatnya?

Sekarang tugas kamu adalah: Tulis atau sebutkan sebanyak mungkin hal yang bisa dilakukan sama benda itu.

Misalnya pensil. Coba sebutin apa aja yang bisa dilakukan menggunakan pensil selain buat nulis atau menggambar. Sebutkan sebanyak-banyaknya!

Kalo sudah, maka coba nilai tingkat kreativitas kamu. Penilaiannya pake empat kategori: jumlah ide yang berhasil muncul, originalitasnya, variasi penggunaannya, dan seberapa detil ide kamu.

Penilaian ini pake angka 1-10 untuk masing-masing kategori.

Jumlah ide bisa dilihat dari banyaknya ide yang muncul. Originalitas bisa dilihat dari keunikan ide yang muncul (misalnya pensil buat nyabut bulu idung), Variasi penggunaan dilihat dari jenis kegunaannya bervariasi apa nggak, dan detail ide ini masuk akal apa nggak.

Kalo kamu mau lebih seru, lakukan ini bersama temen kamu, dan kalian bisa saling menilai.

 

Tapi tes ini maksudnya apaan sih?

 

Tes ini aslinya bernama Alternative Uses Test, atau tes penggunaan alternatif. Tes ini sendiri dibuat oleh J.P. Guilford pada 1967, sebagai bagian dari teorinya tentang struktur kecerdasan.

Guilford sendiri bilang bahwa tes ini adalah cara sederhana untuk menguji kemampuan berpikir kita. Atau, menurut istilahnya dia,”fleksibilitas spontan.”

Menggunakan tes kreativitas sederhana ini, kamu jadi tau seberapa original ide kamu, seberapa banyak ide yang bisa kamu hasilkan, dan seberapa bervariasi ide yang kamu punya.

Tapi tes ini juga bisa melatih pemikiran kreatif lo.

Soalnya gini.  Kan semakin dipikirkan penggunaan suatu benda, otakmu makin diperas untuk melihat benda itu dari berbagai sisi. Akhirnya penggunaan yang kemaren kemaren mungkin gak kepikiran, jadi terbersit di otak kamu.

Peraih Nobel Linus Pauling menyebut bahwa ide bagus nggak akan datang kecuali kamu punya banyak ide. Kalo jarang melatih berpikir berbeda, akan sulit untuk berpikir kreatif.

Kami pernah menulis sejumlah tips meningkatkan kreativitas. Apa aja ya?

Jadi, semakin banyak ide yang kamu hasilkan, ide yang beneran bagus akan makin mudah datang.

Makanya dalam sebuah rapat atau meeting seringkali diadakan brainstorming.

Brainstorming yang benar punya proses serupa dengan yang baru aja kamu lakukan. Semua anggota di dalam meeting harus mengeluarkan solusi sebanyak mungkin. Orang lain nggak boleh menyanggah, hanya boleh denger dan perhatiin.

Tujuan brainstorming memang mengeluarkan ide sebanyak mungkin dan membiarkan ide itu terus mengalir. Makanya semakin sering seseorang berpikir kreatif, semakin banyak ide kreatif yang akan lahir.

Dan ada penelitian lain (Osborn, 1963) menyebut kalo ide yang paling bagus justru nggak muncul di awal-awal; ide paling bagus muncul setelah mengembangkan ide-ide awal tadi.

Jony Ive, mantan desainer senior di Apple, juga pernah bilang bahwa ide itu rapuh. Untuk mengembangkan suatu inovasi, kita harus membiarkan semua orang bicara dan mengeluarkan idenya. Ide sebaiknya nggak langsung dijudge ide jelek, tapi harus dilindungi, siapa tau dia berkembang jadi ide yang luar biasa.

Anyway, meskipun tes ini kayaknya remeh, tapi punya fungsi yang keren juga kan? Tes ini mau kamu coba sama siapa?

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *