Takut Sakit Saat Disuntik? Coba Trik Psikologis Ini Untuk Menguranginya!

sakit saat disuntik

Takut sakit saat disuntik? Tips ini bisa dicoba untuk menguranginya.

Sebentar lagi vaksin Covid-19 udah siap diedarkan ke publik! Lorong pandemi yang gelap ini akhirnya memancarkan setitik cahaya terang, dan semua bersemangat untuk mendapatkan vaksinnya. Akhirnya kita bisa beraktivitas kayak biasanya lagi!

Walaupun begitu, sedikit hambatan yang mungkin memberatkan orang adalah divaksin berarti bakal disuntik, dan disuntik pasti bakalan atit.

Kalo kamu takut sakit pas disuntik, kamu gaperlu takut. Ada tips unik buat mengurangi sakit saat disuntik versi psikologihore.

Tipsnya sederhana aja: kamu cuma perlu tersenyum lebar atau memasang wajah meringis.

Tapi kok bisa ya? Kok bisa nyengir lebar atau berekspresi meringis mengurangi rasa sakit?

Sebenernya dugaan bahwa memanipulasi ekspresi wajah bisa memengaruhi emosi udah lama ada.

Kamu mungkin pernah denger tips kayak pura-pura ketawa bisa bikin ketawa beneran, memaksakan tersenyum bisa meredakan mood, dan membusungkan dada bisa bikin pede. Ini beberapa contoh gagasan ilmuwan bahwa fisik dan emosi bisa saling terkait.

Nah, latar belakang ini menginspirasi Sarah D. Pressman dan Amanda M. Acevedo dari University of California, Irvine, dalam penelitian mereka yang baru terbit dalam jurnal Emotion.

Tim penelitian ini membagi 231 peserta siswa menjadi empat kelompok. Masing-masing kelompok sebenernya punya tugas berbeda: memasang mimik wajah netral, senyuman tipis (cuma melibatkan otot pipi), senyuman Duchenne (yang juga menggunakan otot di sekitar mata, membuat daerah sekitar mata berkerut) atau meringis (yang melibatkan otot pipi dan mata, ditambah juga dengan sedikit kerutan di sekitar alis).

Supaya ekspresi-ekspresi yang dibutuhkan tadi keluar, para peserta diberi sebatang sumpit untuk digigit di salah satu dari empat posisi di antara gigi mereka, dan diminta untuk meniru ekspresi yang terdapat dalam sebuah foto.

 

peserta eksperimen diminta menggigit sumpit di posisi tertentu

Setiap peserta kemudian harus mempertahankan ekspresi wajah yang lagi muncul, sambil lengan mereka disuntikin semacam larutan.

Kemudian, peneliti memeriksa tingkat stres para peserta melalui denyut jantung dan kondisi kulit. Peneliti juga menanyakan tingkat kesakitan yang dirasakan ke peserta, dan emosi apa yang dirasakan.

Hasilnya?

Para peneliti menemukan beberapa perbedaan menarik di antara masing-masing kelompok. Kelompok yang tersenyum Duchenne dan kelompok yang meringis, ternyata memberikan tingkat nyeri yang lebih rendah daripada kelompok netral. Kelompok yang tersenyum biasa berada di tengah-tengah.

Nyeri yang dirasakan kelompok Duchenne 40% lebih ringan, dan kelompok meringis melaporkan nyeri 39% lebih ringan. Selain itu, kelompok Duchenne memiliki detak jantung terendah selama penelitian, sedangkan kelompok yang meringis melaporkan merasakan tingkat stres paling rendah.

Tapi kenapa ya meringis atau tersenyum lebar bisa meringankan rasa sakit?

Tersenyum dan meringis ternyata menggunakan beberapa otot wajah yang sama. Hipotesa dari para ilmuwan menyatakan bahwa kedua ekspresi wajah ini bisa bertindak mengatur perasaan sakit dan stres secara alami.

Misalnya senyum lebar kayak senyum Duchenne. Ekspresi senyum lebar ini terkait erat sama emosi positif, dan emosi positif bisa mengurangi sakit yang dirasakan.

Untuk kasus meringis, para peneliti menduga kalo aktivasi otot yang intens di sekitar mata dan kening memiliki pengaruh pada rasa sakit, gairah, dan stres. Ini mungkin bisa terjadi lewat stimulasi saraf di wajah. Tetapi sifat mekanisme ini masih belum pasti sih.

Sehubungan dengan temuan terkait meringis ini, peneliti menulis bahwa ini adalah eksperimen pertama yang menunjukkan kalo respons natural kita terhadap rasa sakit ternyata membantu mengurangi sensasi nyeri.

Nah, jadi kamu udah tau kan apa yang harus dilakukan saat menghadapi jarum suntik. Tersenyum lebar aja, atau pasang muka meringis. Ini udah bisa membantu meredakan rasa nyeri kamu.

Rasanya udah gak sabar buat menerima vaksin Covid-19 ini. Udah lama kita nggak bisa beraktivitas normal, udah lama nggak bisa bebas pergi ke luar kota tanpa ribet rapid/swab test, dan yang paling utama adalah nggak ada lagi pergi ke kerumunan dengan rasa cemas.

Untuk semua kebebasan itu, membayar harga mahal dan merasakan sakit disuntik rasanya nggak masalah deh. Toh kita juga udah tau tips meredakan rasa sakitnya, dan tips ini ntar bisa kita cobain.

Iklan!

Yang belum dicoba adalah: apakah meringis dan tersenyum lebar bisa mengurangi sakit pas ngeliat dia menggenggam tangan orang lain. Coba kamu tes, kira-kira rasa sakitnya berkurang gak?

Sumber:

https://psycnet.apa.org/record/2020-88213-001

One Reply to “Takut Sakit Saat Disuntik? Coba Trik Psikologis Ini Untuk Menguranginya!”

Ada komentar? Mau nanya? Mau curhat? Silakan tulis di sini :)