Rahasia Psikologis Tetris, Flappy Bird, dan Candy Crush. Pembuat Game Harus Tau!

Rahasia sebuah game sederhana bisa viral dan dimainkan jutaan orang.

Nyari duit sekarang nggak perlu berkeringat di jalanan.
Kalau kamu cukup pintar, kamu bisa mendulang uang dengan membuat game.

Tidak harus game yang rumit-rumit.
Sejarah mencatat, game-game terbanyak dimainkan di App Store atau Play Store justru yang simpel.

Sebagai contoh, Candy Crush atau Flappy Bird.
Gambarnya simpel, tapi adiktif.

Makanya sekarang pengembang game berlomba membuat game yang ringan namun bikin kecanduan.

Namun kenyataannya nggak semua game berhasil mencetak penghasilan

Iklan!

Sebuah game yang baik berfokus pada peraturan main yang adiktif, bukan hanya sekedar grafis.
Lihatlah tetris, flappy bird, atau candy crush.

Gambarnya nggak rumit, namun mereka sanggup mencatat rekor sebagai game-game terbanyak dimainkan.
Malah, pembuat game flappy bird dilaporkan meraup keuntungan hingga Rp 500juta sehari dari game tersebut.

Siapa sih yang nggak mau dapet duit sebanyak itu?

Makanya, sekarang banyak orang berlomba-lomba membuat game.
Namun, nggak semua game akhirnya berhasil naik ke permukaan.
Sebagian hanya megap-megap, lalu tenggelam di lautan aplikasi.

Sebenarnya apa sih rahasia di balik game, sehingga bisa bikin kecanduan?
Bagaimana membuat game yang bikin orang nggak bisa berhenti main?

 

Sebelum mulai, mari kita bedah sedikit dua permainan yang bikin candu.

Image result for tetris

 

Pertama, tetris.

Peraturan Tetris cukup simpel: susun balok-balok menjadi secara melintang.
Bila berhasil membuat satu deret penuh, balok menghilang dan kamu mendapat skor.

Tidak ada musuh, tidak ada batas waktu.
Kamu kalah bila balok-balok menumpuk ke atas, hingga balok baru tidak bisa muncul lagi.

Game ini bahkan nggak bisa dimenangkan; balok baru akan selalu muncul sebanyak apapun kamu berhasil membersihkan tumpukannya.

Secara psikologis, perilaku bisa dibentuk dengan dua hal: ganjaran dan hukuman.

Ambil contoh Tetris, seperti yang tadi kita bahas.
Ketika kamu berhasil menyusun tetromino (balok tetris) secara melintang, balok akan menghilang.
Lalu kamu mendapat skor.

Setiap balok yang menghilang adalah kemenangan kecil.
Kemenangan kecil inilah yang menjadi ganjaran untukmu.

Kedua, Flappy Bird.

Image result for flappy bird

 

Flappy bird lebih sederhana lagi.

Kamu mengendalikan seekor burung. Tugas kamu gampang: buat burung itu terbang melewati tong.
Kalau berhasil melewati tong, kamu dapat skor.
Kena tong, kamu mati.

Oke, kamu tau dua game ini. Emang kenapa?

Dari sinilah rahasia Rp500juta sehari dimulai.

 

Syarat pertama menciptakan kecanduan adalah berikan ganjaran untuk suatu aktivitas yang sangat sederhana.

Seperti Tetris tadi. Kemenangan kecil dari menyusun beberapa balok memberikan reward ke otakmu.
Otakmu memberikan sinyal berupa rasa senang, dan otakmu meminta lagi.

Karena mudah dan mendapat reward, maka kamu melakukannya lagi.
Kamu menyusun tetromino itu lagi. Dengan sabar, kamu membuat susunan yang rapi, menunggu balok terakhir untuk menyapu bersih semuanya.

Sama halnya dengan Flappy Bird.
Di game ini, reward-nya adalah suara *centing* dan skor yang bertambah.
Saat kamu berhasil melewati satu, kamu mendapat ganjaran.

Ketika kamu dapat ganjaran, kamu hepi. Kamu akan melakukannya lagi untuk mendapat lebih banyak ganjaran.

Mari kita masuk ke syarat kedua.

 

Syarat kedua menciptakan kecanduan dalam game adalah ciptakan kekalahan yang mudah. 

Secara psikologis, membentuk perilaku bisa dilakukan dengan ganjaran dan hukuman.

Kalau si flappy bird itu menyentuh tong, maka kamu kalah kan?
Menyentuh tong adalah hukumannya.

Bayangkan ini! Satu perbuatan mudah (mengetuk layar) untuk dua hal sekaligus: ganjaran dan hukuman.
Saat kalah (hukuman) otakmu berkata: “hey, ini kan gampang! berikutnya aku bisa melakukannya tanpa terkena hukuman.

Dan kamu melanjutkannya lagi.
Dan lagi.

Kekalahan dalam game yang mudah juga menciptakan sensasi lain: “hampir menang”.

Sensasi “hampir menang” ini sudah diterapkan lama di kasino-kasino di Las Vegas.
Di Las Vegas, mesin-mesin kasino didesain sedemikian rupa sehingga kamu “hampir mendapat jackpot”.
Jadi bila kamu ingin menang, tapi baru sebatas “hampir”, otakmu memberontak dan minta dipuaskan.

Sensasi “hampir dapat” ini membuatmu betah mencoba berkali-kali.
Apalagi game seperti Flappy Bird dan Tetris ini mudah. Ini membuatnya semakin adiktif.

 

Butuh ide? Cek ini, siapa tau dapat inspirasi!

Syarat ketiga menciptakan kecanduan: tidak ada batas maksimal

Tidak ada skor maksimal pada kedua game ini. Tidak ada istilah tamat.
Kamu hanya perlu menciptakan skor sebanyak mungkin.
Sebanyak mungkin itu seberapa? Karena nggak ada batasan yang jelas, otakmu mencari jawabannya.

Kamu terus mencoba menciptakan skor melebihi skor sebelumnya.
Malah, kalau ada orang yang skornya lebih tinggi, kamu termotivasi untuk mengalahkan orang itu.

 

Syarat keempat menciptakan kecanduan: social proof

Melanjutkan yang di atas sih.
Sebenarnya ini nggak berhubungan sama kecanduan, ini cuma penguat aja.
Kalau mau membuat game yang viral alias mudah menyebar, make it easy to share.

Desain game sedemikian rupa sehingga skornya mudah dishare atau discreenshot.
Kayak Flappy Bird kan, tulisan skornya cukup jelas dan besar sehingga gampang dipamerin.

Tujuannya apa?

Manusia punya kecenderungan pamer.
Makan dikit, upload. Ke tempat wisata, upload. Game pun begitu.

Kalau seseorang berhasil mendapat pencapaian, maka mereka kemungkinan membagikan pencapaian tersebut ke orang lain. Dalam hal ini, game.

Mungkin yang menyebarkan akan menantang temennya buat banyak-banyakan skor.
Akhirnya nanti game ini akan semakin banyak menular ke temen-temen lain.

Jadi viral, dan Rp 500juta sehari deh.

rahasia psikologis game, rahasia membuat game laris, trik di balik game laris

 

Saya bungkus ya, rahasia game laris adalah:

  • Pemain mudah mendapat ganjaran
  • Pemain mudah mendapat hukuman
  • Tidak ada batas maksimal
  • Skornya bisa dipamerkan

Keempat sensasi ini, bila digabungkan, akan menciptakan rasa candu yang tak tertahankan.

Jujur aja sih, ngomong lebih mudah daripada action.
Tapi sesuatu yang indah sekaligus simpel memang lebih sulit dicapai.

Dengan empat kriteria itu, kamu jadi lebih tau kan mau bikin game yang kayak apa?
Hal serupa juga bisa kamu terapkan di startup lain!

Misalnya kamu bercita-cita bikin sosial media, ya gimana caranya supaya pengguna mendapat ganjaran dari tiap perbuatan yang mereka lakukan.

Inget, ganjaran nggak harus berupa uang atau materi.

Facebook misalnya. Tanda notifikasi merah di kanan atas itu udah berupa ganjaran lo.
Setiap like yang kamu dapat pun merupakan ganjaran.

Kamu senang kan kalau status yang kamu bikin dilike banyak orang?
Suka kan kalau fotomu banyak yang ngasih ♥?
Nah itu dia yang namanya ganjaran.

Jadi gak harus berupa materi, cukup hal sederhana yang bikin senang, tapi gampang dilakukan.

Itu dia ya rahasia di balik game-game laris dan bikin ketagihan.

Semoga menginspirasi!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *