Psikologi Warna: Arti Masing-Masing Warna dan Cara Menggunakannya

psikologi warna dalam desain

Kali ini kita akan membahas tentang psikologi warna. Makna masing-masing warna, dan bagaimana menggunakannya untuk psikologis kita.

 

Psikologi Warna Itu Apa Sih?

Kita tau kalo warna punya dampak pada pikiran dan perasaan kita. Sekilas aja kamu bisa merasakan kalo hitam itu muram. Kuning itu cerah dan hepi.

Dan warna, pada tahap tertentu bisa membangkitkan emosi, reaksi, dan mengubah cara berpikir. Warna bisa membangkitkan atau menenangkan mood, menaikkan atau menurunkan tekanan darah, dan bisa bahkan bisa membangkitkan nafsu makan.

Nah, mengetahui makna dan apa yang bisa diberikan dari sebuah warna bisa berarti penting. Dan di sinilah psikologi warna menjelaskan itu.

Psikologi warna adalah studi tentang warna dan kaitannya sama perilaku manusia. Mempelajari psikologi warna bisa bikin kita tau gimana warna mempengaruhi keputusan kita sehari-hari. Misalnya barang yang kita beli, kesan yang mau kita tampilkan dalam wawancara kerja, dan mood yang ingin kita perlihatkan di sebuah foto instagram.

Kebanyakan psikologi warna dipelajari untuk urusan branding. Misalnya untuk warna logo, warna kemasan, atau tampilan di dalam situs.

psikologi warna dalam desain

 

Bisa nggak ya warna kemasan bikin satu merk lebih laris dari yang lain? Bisa nggak ya warna ikon aplikasi menampilkan kesan yang pas, supaya lebih banyak yang ngedownload? Ya mungkin aja bisa. Dan inilah yang menarik bagi para desainer grafis, pengembang brand, dan entrepreneur yang lagi mengembangkan produk.

Tapi nggak melulu soal bisnis ya. Kamu juga bisa memilih warna yang tepat buat kamar kamu. Misalnya kamu pengen kamar kamu menampilkan mood tertentu, ya kamu bisa pilih warna yang pas sama mood itu. Bahkan kamu bisa memanfaatkan warna untuk memengaruhi HRD saat wawancara kerja. Warna pakaian yang pas bisa memengaruhi HRD buat nerima kamu atau nggak.

 

Salah Kaprah tentang Psikologi Warna

Walaupun makna psikologi pada warna udah dipelajari bertahun-tahun, perdebatan tentang dampak warna terhadap perasaan manusia masih diperdebatkan.

Sebagian psikolog juga masih meragukan besaran dampak warna terhadap pikiran dan perasaan kita.

Warna emang bisa merangsang otak kita, dan sejak zaman kuno udah dijadikan psikoterapi alternatif. Misalnya, orang Mesir dan Cina menggunakan warna untuk menyembuhkan, sebuah proses yang dikenal sebagai chromotherapy. Warna digunakan untuk membantu tubuh untuk bekerja lebih baik dan jadi lebih sehat.

Tapiiiiii tetep ada keraguan tentang seefektif apa sih terapi warna itu. Soalnya tiap orang bisa aja memiliki emosi yang berbeda tentang tiap warna. Kalo udah gini, makna warna jadi nggak sama terhadap ke semua orang.

Makanya, kebanyakan psikolog memandang terapi warna dengan skeptis dan berpendapat kalo efek warna agak berlebihan, dan dampaknya terhadap pikiran dan perasaan kita tuh gak sedahsyat itu.

Penelitian juga nunjukin dalam banyak kasus kalo perubahan mood dari warna cuma bersifat sementara. Ruangan biru langit pada awalnya mungkin bikin tenang, tapi kalo udah terbiasa sama ruangan itu, efeknya akan segera menghilang.

Waktu kuliah dulu saya pernah ada tugas untuk membuat alat peraga edukatif untuk anak PAUD. Saya kepikiran untuk bikin kartu dengan berbagai macam warna yang punya efek terapi, jadi memanfaatkan teori psikologi tentang warna gitu.

Yang waktu itu gak saya ketahui adalah psikologi warna, dan semua yang terikat dengan warna adalah bagian dari sistem kerja otak kita yang kompleks.

Pertanyaan tentang seberapa efektif kita bisa memanfaatkan warna, dan seberapa jauh kita bisa mendorong warna sampe ke tahap terapeutik yang manjur, cuma bisa didapat melalui pengamatan dan penelitian selama bertahun-tahun.

 

Kok bisa sih warna mempengaruhi psikologis?

Kamu mungkin skeptis soal psikologi warna. Masa iya warna tertentu bisa menciptakan dampak pada mood?

Lalu, kok bisa suatu warna bikin mood kita naik turun? Dari mana?

Well, ada beberapa teori soal kenapa warna tertentu mempengaruhi mood atau perasaan kita.

Yang pertama adalah teori reaksi otak terhadap spektrum warna. Jadi ada penelitian yang menyebut bahwa otak kita merespon paparan cahaya berwarna. Respon yang terjadi di otak inilah yang kemudian berdampak ke pikiran sama perasaan kita.

Teori lain menyebut kalo sebagian insting yang kita punya sekarang dibentuk dan diturunkan dari leluhur purbakala. Bisa jadi pada jaman purbakala dulu manusia agak sulit menemukan berupa buah atau daging berwarna biru, misalnya. Kalopun ada, mungkin beracun. Karena insting yang tertanam ini, kita jadi nggak suka melihat warna biru pada makanan.

Teori lain adalah budaya. Tiap belahan dunia punya budaya yang berbeda. Budaya membentuk berbagai hal, termasuk soal sikap dan persepsi kita terhadap suatu warna. Misalnya warna ungu di Indonesia dianggep warna janda, jadi sebagian cewek kalo pake ungu dikatain janda. Ini bikin kita memaknai ungu dengan makna yang kurang baik. Padahal warna ungu di Afrika adalah warna kehormatan, jadi menggunakannya mungkin malah keliatan bagus dan pede.

Iklan!

Ketiga teori ini belum bisa dikatakan 100% akurat. Semuanya saling menguatkan.

Meski gitu, ada juga beberapa penelitian yang menemukan gimana kita bisa terpengaruh sama warna:

Artinya, potensi psikologi warna tuh sebenernya ada, cuma efektivitasnya dan sejauh apa warna ini bisa dipake, itu yang masih harus diteliti.

Nah, arti-arti warna yang saya cantumkan di sini diambil dari persepsi masyarakat secara global terhadap masing-masing warna. Untuk sebagian warna primer, kayak merah, kuning dan biru, itu sebagian artinya diambil dari penelitian yang menggunakan paparan cahaya berwarna. Sisanya nggak karena emang belum diteliti.

 

Bisa Nggak Menilai Kepribadian dari Warna Favorit?

Akun-akun psikologi populer dan kokologi kadang mencoba menilai kepribadian dari warna favorit. Misalnya kalo warna merah berarti punya kepemimpinan yang baik, warna item orangnya ambisius dan pemarah, dan semacem itu.

Apakah kita bisa menilai kepribadian berdasarkan warna favorit?

Saya rasa nggak. Seseorang bisa aja punya satu warna favorit, tapi kadar sukanya kan beda-beda. Saya suka warna biru muda, tapi baju saya nggak ada yang warna biru muda. Sepatu saya warnanya item sama abu-abu. Dari situ aja udah keliatan kalo warna nggak efektif dalam menjadi penentu kepribadian.

Belum lagi gini: apa dasarnya warna bisa menentukan kepribadian? Apa teorinya? Ini sulit dijawab dari segi keilmuan.

Saya rasa menilai kepribadian dari warna favorit masih masuk dalam pseudopsikologi, alias kayak psikologi tapi belum didasari penelitian yang valid. Sama kayak face reading, grafologi, dan membaca kuku.

Makanya fokus saya di sini adalah ngejelasin dampak psikologis dari warna, dan bukan melihat kepribadian berdasarkan warna favorit.

 

 

Arti Warna di Psikologi

Psikologi Warna Putih: Makna dan kesan yang ditimbulkan

 

psikologi warna putih

Dalam psikologi warna, putih berarti kebaikan, kebersihan, dan kerendahan hati. Layaknya kertas kosong, putih berarti kesucian, kepolosan, dan awalan yang baru. Putih juga berarti kebersihan yang sempurna, dan juga keanggunan dan ketenangan.

Putih adalah warna yang kreatif. Ia mengundang perenungan dan keterbukaan pikiran. Ini adalah warna yang bagus kalo kamu mau membersihkan pikiran. Karena warna ini paling mudah terpengaruh oleh kotoran, kemurnian warna ini sering dikaitkan dengan kebersihan dan keteraturan.

Gaun pengantin dan seragam dokter juga berwarna putih karena melambangkan kesucian, ketertiban, juga menawarkan kenyamanan dan harapan.

Demikian pula, putih juga banyak ditemukan di ruang praktik dokter karena menghadirkan rasa bersih dan kesehatan yang sempurna, yang membantu pasien untuk lebih percaya sama dokter.

Putih adalah warna paling terang, yang berarti kemurnian, kepolosan, dan integritas.

 

Warna putih menyiratkan kemurnian.

Putih adalah warna sempurna, karena merupakan warna paling murni dan spektrumnya merupakan gabungan dari semua spektrum warna. Ini adalah warna yang mewakili kesempatan baru dan menghapus tindakan masa lalu.

Cobalah gabungkan warna putih sama apapun. Pasti nyambung. Karena putih adalah warna paling nggak memihak, bebas, dan netral terhadap segalanya.

 

Warna putih secara psikologis membawa ketenangan, kenyamanan, dan harapan.

Putih adalah warna yang paling gampang tercemar. Kita gampang banget ngeliat kotoran atau noda pada warna putih. Kebersihan dari warna putih ini susah diraih, jadi ketika kita melihat warna putih yang nggak ternoda, kita tau kalo itu bersih.

Putih memiliki sifat membawa ketenangan, kenyamanan, dan harapan. Ini bertindak seperti obat yang menenangkan, memberi kesan rapi dan teratur.

 

Putih melambangkan permulaan baru.

Dalam mayoritas budaya, putih emang berarti awal kehidupan. Tapi dalam sebagian budaya putih adalah warna dominan untuk pemakaman. Khususnya pada orang-orang yang nggak menganggap kematian sebagai akhir, tetapi awal dari sebuah perjalanan baru, yang akan segera dimulai setelah seseorang meninggalkan dunia ini.

Karakteristik positif yang diberikan oleh putih adalah kemurnian, kepolosan, kesederhanaan, kebersihan, rapi, terbuka, kesetaraan, dan awal yang baru.

Tapi putih juga bisa menyiratkan kesan negatif, kayak ketidaktahuan, membosankan, dingin, dan kosong. Putih juga menyiratkan sensasi kekosongan dan keterasingan.

Putih sering digunakan sebagai seragam magang atau wawancara kerja. Selain karena warnanya netral dan gak pernah salah, putih juga menyiratkan awal dari perjalanan baru, dan persiapan menghadapi kehidupan baru.

Putih memberikan kesan bahwa kita sedang menghadapi masa depan dengan penuh kesiapan dan fakta bahwa kita bersiap menjalani awal yang lebih baik.

 

Hitam: Arti psikologis warna hitam

arti psikologis warna hitam, makna warna hitam, arti hitam menurut psikologi

Dalam psikologi warna, warna hitam melambangkan misteri, kekuatan, keanggunan, dan kemewahan. Sebaliknya, hitam juga bisa membangkitkan emosi kayak kesedihan dan kemarahan.

Hitam adalah spektrum yang warnanya paling kompleks. Makanya interpretasi hitam ini bisa bener-bener subyektif. Hitam emang warna yang sangat serbaguna. Jika penempatannya bener, hitam bisa keliatan elegan dan misterius, tapi bisa juga menandakan kedukaan.

Makanya, di artikel psikologi warna ini, kami bikin hitam dengan penjelasan yang agak panjang.

Hitam memiliki efek yang kuat dan dikaitkan dengan gaya hidup mewah.. Bayangin jas serba hitam atau gaun hitam dalam acara formal.

Meski mewah, hitam juga dikaitkan dengan sensasi depresi karena bisa menghilangkan aspek positif dari kehidupan, mendorong kita untuk merasakan gelap dan negatif dari kehidupan.

Ciri-ciri positif hitam termasuk perlindungan dan kenyamanan, kuat, tenang, mewah, menggoda, dan misterius. Dengan sifat-sifat negatif berupa menyendiri, pesimis, tertutup, dan mengasingkan diri.

 

Arti warna hitam: misteri

Asosiasi pertama yang dimiliki hitam adalah gelap, misterius, dan tersembunyi.

Hitam bisa terkait dengan rahasia dan selalu terkait dengan sihir atau supranatural. Dalam skala yang lebih praktis, hitam adalah warna yang tersembunyi. Ia menyembunyikan perasaan, memisahkan diri dari dunia. Hitam bahkan menyembunyikan berat badan, karena pake warna ini akan keliatan lebih langsing.

Hitam terkait dengan kekuatan.

Hitam erat kaitannya sama kekuasaan. Ini warna yang mengintimidasi yang menunjukkan bahwa orang yang mengenakannya akan bikin diri mereka beda dari orang lain. Ini adalah warna yang menunjukkan kekuatan dan disiplin.

Hitam biasanya nggak memperlihatkan emosi. Bahkan ia menyembunyikannya, jadi emosi orang dengan pakaian hitam lebih sulit diterka.

 

Hitam menimbulkan kesan elegan.

Hitam adalah warna yang elegan dan simpel. Pakaian hitam lebih elegan dan eksklusif dibandingkan sama yang berwarna-warni. Warna ini juga cocok disatuin sama warna lain, jadi gampang padu padannya.

 

Hitam sering dianggap jahat.

Hitam sering dikaitkan dengan warna kejahatan. Kalo di sinetron jaman dulu tuh, penjahatnya biasanya pake mobil item, kacamata item, sama jaket kulit warna item. Item yang terkesan gelap emang sering dianggap kelam, misterius, dan nggak mau membaur.

 

Hitam juga sering dikaitkan dengan duka cita.

Hitam juga sering dihubungkan sama kematian dan duka. Kalo ngelayat ke tempat orang meninggal, saya selalu ngusahain pake warna hitam. Selain menandakan duka, hitam juga nggak akan ngasih kesan ngejreng. Kan takutnya kalo pake warna cerah mah dikira mau caper atau nggak ngebaca situasi.

Hitam juga cenderung suram, yang bisa mengkomunikasikan beratnya kehilangan dan rasa sakit yang dirasakan orang. Jadi kesedihan bisa sangat tergambar kalo pake warna hitam.

Penggunaan warna hitam perlu dipadukan sama warna lain. Hitam akan menonjolkan dan menyeimbangkan warna lain yang digunakan, jadi nggak menyakiti mata atau memberikan kesan yang berlebih. Menggunakan kemeja hitam bisa menimbulkan kesan powerful, tegas, dan formal.

 

Merah: arti warna merah dan dampaknya secara psikologis

 

arti psikologis warna merah, makna warna merah, arti merah menurut psikologi

Merah adalah warna yang paling menarik perhatian. Dan memang di psikologi warna, merah tuh warna yang paling intens. Karena intens, dia memancing emosi paling kuat. Beberapa dampak psikologis yang dihasilkan warna merah adalah:

 

Warna merah di psikologi bisa meningkatkan energi dan agresi

Merah adalah warna yang terkait sama energi yang besar dan sikap agresif. Merah berdampak pada fisik kita, yakni meningkatkan detak jantung dan bikin kita bernapas lebih cepat. Merah adalah sangat mencolok, sehingga penggunaan yang berlebihan dapat bikin gak tenang dan memicu emosi agresif.

 

Warna merah di psikologi bisa berarti dominasi

Penelitian menemukan kalo atlet yang mengenakan seragam merah dalam olahraga bela diri memiliki peluang lebih besar untuk menang daripada mereka yang mengenakan seragam biru. Merah membuat orang merasa lebih agresif dan lebih kuat, meningkatkan testosteron, tetapi juga mengubah persepsi orang lain.

 

Warna merah di psikologi dapat menimbulkan gairah

Merah juga merupakan warna yang terkait sama seksualitas dan hasrat. Orang yang pake warna merah secara dinilai menarik dan terkesan lebih sensual.

Merah juga diyakini bisa membangkitkan nafsu makan. Makanya restoran-restoran besar kayak mekdi dan kaepsi menggunakan merah sebagai aksen di interiornya.

 

Warna merah secara psikologis dapat menandakan bahaya

Karena merah adalah warna yang paling cepet menarik perhatian, merah hampir selalu dipake sebagai tanda peringatan. Merah berkaitan dengan respons fight or flight di dalam diri kita, sehingga kebanyakan warna merah bisa bikin orang tidak hanya merasa waspada, tetapi juga sedikit terganggu.

 

Kesan umum yang bisa ditimbulkan warna merah

Secara umum, merah memiliki arti psikologis positif dan negatif. Aspek positifnya adalah gairah, energi, perhatian, dan kekuatan. Aspek negatif biasanya mengarah ke agresi, dominasi yang menimbulkan rasa takut, bahaya, dan tekanan. Merah adalah warna yang mendasar dan penting, dan warna yang perlu digunakan dengan hati-hati.

Kamu bisa menggunakan kemeja atau atasan warna merah saat interview kerja, untuk menunjukkan kalo kamu punya kepribadian kuat, agresif, dan mendominasi.

Warna merah mungkin juga bisa digunakan untuk branding atau desain packaging makanan kamu. Secara psikologis, ini bisa membangkitkan nafsu makan, jadi bisa keliatan lebih menggairahkan juga.

Merah punya tone bervariasi, masing-masing mewakili mood yang berbeda:

  • Marun punya warna biru tua yang dicampur ke dalam merah, bisa berarti kontrol dan tindakan bijaksana.
  • Burgundy memiliki warna ungu tua ke merah, memperlihatkan keseriusan. Merah anggur adalah warna yang paling pasif dan minim energik dari semua tone merah.
  • Crimson punya sedikit kebiruan di dalamnya dan menunjukkan tekad untuk berhasil tetapi pada tahap yang nggak agresif.
  • Scarlet adalah merah yang condong ke oranye, memberi kesan cerah. Scarlet meningkatkan semangat dan cinta. Ini adalah tone merah yang paling menyenangkan dan nggak seintens warna merah asli.

 

Warna oranye dan arti oranye secara psikologis

 

arti psikologis warna oranye, makna warna oranye, arti oranye dalam desain psikologi

Dalam psikologi warna, oranye mewakili kreativitas, petualangan, antusiasme, kesuksesan, dan keseimbangan. Warna oranye meningkatkan keceriaan pada pakaian, gambar, situs web, atau kemasan. Meskipun warnanya menarik, oranye nggak seagresif merah.

Oranye adalah kombinasi merah dan kuning. Merah penuh dengan energi dan dorongan, dan kuning mewakili kebahagiaan dan keceriaan.

Oranye memberi kamu perlindungan di saat-saat sulit, dengan nggak membiarkan kamu tenggelam dalam rasa sedih atau kecewa. Warna oranye secara psikologis memberikan rasa positif , selalu menguatkan kita di saat-saat sulit.

Manfaat unik dan segar dari warna oranye bisa kamu manfaatkan dengan memiliki benda-benda berwarna oranye, misalnya cangkir atau casing hape, yang biasa kita gunakan dalam aktivitas sehari-hari.

 

 

Oranye secara psikologis memberikan optimisme

Oranye adalah warna yang bisa membantu melihat sisi terang dari segala sesuatu, meskipun kenyataannya seringkali tidak terlalu cerah.

Oranye bisa membantu mendorong dan memotivasi di masa-masa sulit, memberi kekuatan untuk terus berjalan sampai berhasil menemukan pencerahan.

Oranye juga menginspirasi kita untuk terus aktif, meningkatkan keberanian untuk mengambil beberapa risiko. Oranye juga bikin kita merasa lebih kuat. Orang-orang yang terinspirasi oleh oranye akan terdorong untuk terus bergerak.

 

Oranye adalah warna yang sangat sosial, membuat orang terbuka dan lebih komunikatif.

Oranye adalah warna yang sangat sosial, mengundang orang untuk lebih terbuka dan mau bersosialisasi. Jadi pas juga buat dijadiin warna dekorasi untuk pesta, karena bikin orang lebih terbuka dan menginspirasi mood yang positif.

Warna oranye pastel juga bisa meningkatkan nafsu makan. Orang akan lebih enjoy menikmati makan, minum, dan ngobrol.

 

Oranye secara psikologis menginspirasi kita dalam mencoba hal baru

Secara psikologis, oranye sangat baik dipake untuk memotivasi kita saat mempelajari dan mencari ide-ide baru. Warna oranye mendorong kita dengan optimisme, supaya lebih banyak belajar dan berkembang.

arti psikologis warna oranye, makna warna oranye, arti oranye dalam desain psikologi

Aspek positif yang diberikan oranye adalah optimis, antusias, mudah bergaul, percaya diri, suka berpetualang, dan menyenangkan. Di antara sifat-sifat negatif dari warna ini adalah caper, dangkal, dan sedikit angkuh.

Oranye dan masing-masing tone-nya punya arti tertentu:

  • Warna peach sangat bagus untuk komunikasi, sopan santun dan menenangkan.
  • Oranye emas melambangkan vitalitas dan pengendalian diri.
  • Amber membantu kepercayaan diri , tetapi juga dapat memberikan kesan angkuh.
  • Oranye gelap adalah warna agresi, kebanggaan, dan tensi.

Aksen oranye di dapur dan ruang makan bisa memberi kesan cerah dan bikin nafsu makan sekaligus membuka obrolan lebih terasa.

Kalo kamu mau interview kerja, kemeja dengan aksen oranye bisa memberi kesan kamu orangnya terbuka dan komunikatif, cocok buat pekerjaan yang butuh banyak ngomong. Tapi oranye yang terlalu mencolok bisa jadi senjata makan tuan; kamu bisa dicap caper, sedikit angkuh, dan kelewat pede.

 

Kuning: Arti psikologis warna kuning

Dalam psikologi warna, kuning sangat terkait dengan kesan kita sama sinar matahari. Kuning membangkitkan mood, perasaan positif, optimis, dan suasana yang cerah. Tapi kuning juga bisa menarik perhatian, sehingga sering dipake untuk rambu peringatan.

Kuning adalah warna paling terang di dalam spektrum cahaya, dan merupakan yang paling mudah ditangkap oleh mata manusia.

 

arti psikologis warna kuning, makna warna kuning, arti kuning dalam desain psikologi

Warna kuning dapat berarti optimisme

Pagi hari yang cerah punya nuansa kuning, memberikan kesan hari baru, suasana baru, dan kesan baru. Kuning menandakan kebahagiaan dan optimisme; merupakan cahaya terang dan kreativitas. Karena kuning ngasi mood yang cerah ceria, makanya saya pake warna ini sebagai dasar brandingnya PH. Mwehehehe~

 

Warna kuning secara psikologis bisa membantu berpikir dan belajar

Kita lanjut ya. Terus juga, kuning yang cerah bisa mendorong kita untuk berpikir lebih logis dan waspada. Ini diperkuat sama penelitian yang menemukan hubungan cahaya kuning dengan meningkatnya aktivitas sisi kiri otak, yang dianggap sebagai sumber pemikiran rasional.

Jadi kalo kamu lagi mempelajari sesuatu, manfaatkan warna kuning sebagai senjata kamu. Kamu bisa pake stabilo warna kuning untuk menandai tulisan di buku, menggunakan lampu belajar yang warnanya lebih kekuningan, atau letakkan sesuatu yang berwarna kuning cerah di sekitar kamu. Kuning bisa melancarkan proses berpikir, membantu menjadi lebih kreatif, bahkan dalam mencari solusi logis.

Di antara sifat-sifat positif lain yang ditunjukkan sama warna kuning adalah antusiasme, kepercayaan diri, orisinalitas, dan pemikiran analitis.

Tapi kuning yang terlalu cerah bisa berbalik memiliki sifat negatif, di antaranya: kritis, tidak sabar, impulsif, dan egois.

Beberapa varian warna kuning juga punya maknanya sendiri. Misalnya:

  • Kuning lemon melambangkan keinginan untuk disiplin dan teratur.
  • Kuning sitrus melambangkan ketidakstabilan emosional, serta nggak bisa mengambil tanggung jawab yang serius.
  • Kuning keemasan agak lebih sensitif terhadap kritik, mewakili rasa ingin tahu dan ketertarikan untuk bersikap analitis.
  • Warna kuning krem mendorong terciptanya ide-ide baru.

Kalo kamu bingung wawancara kerja sebaiknya pakai baju warna apa, cobalah kuning! Seseorang yang memilih warna kuning menyiratkan kesan komunikatif, menyukai tantangan. Berarti dia dinamis, tetapi juga penuh logika.

Tapi tentu nggak perlu berlebihan. Warna kuning yang terlalu nyolok dan kelewat cerah bisa menyebabkan kecemasan. Malah, bayi jadi gampang nangis kalo ditempatkan di ruangan yang berwarna kuning cerah. Kita juga mungkin akan merasa risih dengan warna kuning yang berlebih. Jadi, cukup dengan warna kuning yang pastel atau penggunaan warna kuningnya cuma di bagian tertentu di pakaian aja.

 

Pink: Arti warna pink secara psikologis.

 

arti psikologis warna punk, makna warna pink, arti pink dalam desain psikologi

Pink mungkin warna yang secara stereotip “cewek banget”. Ini karena dalam psikologi warna, makna warna pink berkisar pada feminitas, keceriaan, ketidakdewasaan, dan cinta yang nggak bersyarat.

Pink sendiri punya arti yang bisa berkebalikan tergantung budaya. Pink bisa dikaitkan sama feminin dan maskulin, kedangkalan dan kelembutan dan banyak hal lainnya.

 

Pink bisa bermakna feminin.

Warna pink sering dianggap sebagai warna khusus cewek. Banyak produk yang ditujukan untuk wanita dan anak perempuan menggunakan warna pink untuk menunjukkan jenis kelamin yang mereka targetkan. Tapi makna pink = feminin sebenernya nggak universal. Di Jepang misalnya, pink dikaitkan dengan sifat maskulin.

 

Pink sering diartikan sebagai cinta.

Seperti merah, pink terkait dengan cinta. Tapi kalo merah mewakili cinta yang penuh gairah, pink berarti cinta yang lembut. Pink adalah cinta yang berfokus pada keintiman satu sama lain, cinta yang ramah dan bijaksana. Pink secara psikologis melambangkan cinta yang saling merawat, sehingga nggak hanya digunakan untuk cinta romantis, tetapi juga untuk cinta antar keluarga dan kasih sayang antar teman.

 

Secara psikologis, pink menandakan ketenangan.

Pink adalah warna yang memiliki efek menenangkan pada orang. Pink nggak agresif seperti merah, melainkan menunjukkan rasa aman dan rapuh. Dalam dosis kecil, pink bisa memiliki dampak menenangkan.

 

Pink dapat berarti sifat yang polos.

Pink sering juga dikaitkan sama sikap yang manis dan kepolosan khas anak-anak. Pink memperlihatkan kerentanan dan kenaifan masa muda.

 

Pink bisa berarti sikap optimis, tapi…

Pink, layaknya warna kuning, bisa menandakan sikap optimis. Tapi agak beda sama kuning yang mendapatkan optimisme dari kesan segar matahari pagi, pink mendapatkan optimismenya dari sikap yang polos dan naif. Pink melambangkan pengharapan, yang kadang diartikan sebagai nggak mau melihat realita.

Mengatakan bahwa seseorang melihat dunia melalui kacamata berwarna mawar berarti mereka melihatnya dengan optimisme yang berlebihan. Merah muda adalah warna yang mewakili harapan, tetapi terkadang dapat dikaitkan dengan tidak melihat aspek negatif dari kenyataan.

Pink emang punya banyak asosiasi positif. Ini adalah warna yang menenangkan dan nggak mengancam. Pink sering terkait sama kepolosan, harapan dan optimisme. Ia mewakili aspek positif dari feminin; kayak cinta seorang ibu yang lembut dan menenangkan.

Sisi negatifnya adalah ia bisa tampak lemah, rentan, dan konyol. Hal ini juga terkait dengan kedangkalan dan tidak melihat kenyataan.

Pink juga punya banyak variasi nih. Tiap variasi punya maknanya sendiri:

  • Pink yang kuat seperti fuchsia telah dikaitkan dengan kepercayaan diri dan energi, tetapi juga dengan kedangkalan dan menjadi “perempuan” lebih dari feminin.
  • Pink yang lebih cerah sering dipake untuk mainan anak perempuan dan memiliki hubungan dengan sifat kekanak-kanakan atau belum dewasa.
  • Pink dengan nuansa lebih tenang menunjukkan kelembutan, perhatian, ketenangan, dan girl power.

Warna pink bisa kamu manfaatkan untuk menyiratkan cinta yang tenang, lembut, dan tanpa harap. Cowok sekarang banyak juga yang pake warna pink cerah, menandakan dia cowok yang lembut, rapuh, dan penuh cinta.

Warna pink cocok digunakan untuk wawancara ke pekerjaan yang aktivitasnya membutuhkan perhatian, kelembutan, dan optimisme. Menggunakan aspek pink akan memperlihatkan kalo kamu orangnya lembut, penuh kehati-hatian, dan romantis. Tapi tentu nggak berlebihan yes; pink yang berlebihan menandakan sikap naif, terlalu rentan, dan kekanakan.

Pegel nulis ih. Saya tinggal bentar ya~

 

Psikologi warna hijau: Arti dan kesan

Dalam psikologi warna, hijau terkait dengan keaslian dan kemakmuran. Bertumbuh, kesuburan, kesehatan, dan kedermawanan adalah makna psikologis untuk warna hijau.

Kalo kamu disuruh mengingat warna alam, tentu yang paling keinget sama kamu ya warna hijau kan? Memang, hijau adalah warna utama yang mengisyaratkan hubungan kita dengan alam.

Dianggap sebagai warna utama yang mewakili kemurnian, kesehatan, dan kesegaran, hijau sering dikaitkan sama pertumbuhan, energik, dan hidup yang produktif.

arti psikologis warna hijau, makna warna hijau, arti hijau dalam desain psikologi

 

Hijau adalah warna yang menyembuhkan.

Hijau juga berarti keseimbangan, ketenangan dan hidup yang harmoni. Ini adalah warna yang bagus buat diliat saat kamu mau menyegarkan diri. Makanya kita merasa nyaman berada di alam; hamparan warna hijau secara alami memang ngasih kesan segar dan nyaman.

Dalam terapi warna, hijau digunakan untuk menenangkan jiwa dan pikiran. Ini membantu merilekskan tubuh, secara mental dan fisik. Hijau juga cocok meredakan kecemasan dan kegugupan, membantu seseorang untuk mendapatkan kembali keseimbangan dan ketenangan emosional.

 

Hijau berarti merawat dan menjaga.

Layaknya pohon yang memberikan manfaat bagi alam, hijau adalah warna yang memberi kesan merawat. Hijau berarti memberikan perlindungan pada sekitar, serta memberikan keseimbangan.

 

Hijau menimbulkan sensasi tenang.

Ketenangan di dalam hijau akan membimbing kita mengambil keputusan terbaik, meyakinkan kita kalo langkah yang kita ambil sudah bener. Kadang-kadang, desain situs jual beli menggunakan tombol berwarna tenang kayak hijau untuk meyakinkan kita bahwa keputusan kita buat belanja udah tepat; tinggal tekan tombol aja.

Warna hijau adalah nuansa alami yang tenang, seimbang, dan siap merawat. Menggunakan warna hijau alami di penampilan kamu bisa memberi kesan kalo kamu orangnya kalem, penuh keseimbangan, dan bisa merawat serta menjaga. Perlu diinget, kesan ini hanya muncul kalo hijaunya adalah hijau daun atau alam. Kalo hijau kayak lendir gitu justru yang muncul adalah kesan mencurigakan dan berbahaya.

 

BIRU: arti psikologis biru dan kesan yang ditampilkannya.

Kalo melihat warna-warna biru di alam, apa sih yang kamu rasakan?

Dalam psikologi warna, biru dekat dengan laut lepas dan langit luas: stabil, harmonis, damai, tenang, dan kepercayaan adalah perasaan yang bisa muncul kalo biru digunakan di pakaian atau kemasan produk.

Sebaliknya, biru juga dapat membawa beberapa makna warna negatif seperti depresi dan dapat menimbulkan kesan dingin.

Nah, biru adalah salah satu warna yang secara universal paling enak dilihat. Biru tergolong serbaguna, dapat menunjukkan berbagai emosi atau perasaan tergantung seberapa intens birunya.

Sebagian orang menganggap biru sebagai warna yang menenangkan, beberapa merasa biru menginspirasi kreativitas, yang lain bilang kalo biru menunjukkan kepercayaan.

Biru juga sering dikaitkan dengan kecerdasan, ketenangan, kesejukan, tapi juga bisa diartikan sama sikap cuek dan dingin secara emosional.

arti psikologis warna biru, makna warna biru, arti biru dalam desain psikologi

 

Biru melambangkan percaya dan bisa diandalkan

Banyak yang mengaitkan biru sama kepercayaan, rasa hormat, bisa dipercaya, dan sejenisnya. Coba inget berapa banyak aplikasi dan situs yang menggunakan biru sebagai warna brandingnya.

Facebook, twitter, dan beberapa situs berita menggunakan biru, karena ingin menimbulkan kesan bebas dan bisa dipercaya.

 

Biru secara psikologis bisa memberi ketenangan.

Kalo kamu diminta membayangkan alam bebas yang tenang, kemungkinan besar ada laut atau langit biru di dalam imajinasi kamu. Ya nggak?

Warna biru sering dikaitkan sama keheningan dan ketenangan. Dan memang berbagai penelitian menunjukkan kekuatan menenangkan dari warna biru.

Penelitian juga menunjukkan kalo warna biru dapat membantu menurunkan detak jantung dan bahkan memperlambat metabolisme, yang akan menghasilkan perasaan lebih tenang, damai, dan tenteram. Banyak tempat meditasi juga menggunakan warna biru untuk meningkatkan efek latihan.

 

Biru secara psikologis berarti kecerdasan.

Biru sering juga dikaitkan sama kecerdasan emosional.

Sebagian penelitian menunjukkan biru bisa membantu meningkatkan komunikasi dan pemahaman materi. Biru juga membantu konsentrasi, meningkatkan kemampuan belajar dan mempertahankan apa yang dipelajari, serta bisa meningkatkan kejernihan pikiran.

Ada penelitian yang menunjukkan bahwa bekerja di ruangan berwarna biru bisa bikin lebih produktif dan lebih gampang fokus. Biru bisa merangsang pikiran, sekaligus bikin tubuh rileks.

 

Biru dilambangkan sebagai kepercayaan diri.

Biru juga dikaitkan sama kepercayaan diri. Sebenernya merah juga menyiratkan kepercayaan diri sih. Tapi bedanya adalah merah, kepercayaan dirinya terkait erat sama kekuatan dan sikap agresif, sementara biru memberikan perasaan mengontrol, tapi tetep tenang dan percaya diri. Biru menunjukkan kepedean dengan cara yang kalem dan berwibawa.

 

Biru juga menandakan kesan dingin.

Warna biru, kayak yang udah kita bahas tadi, sering menimbulkan perasaan tenang dan tenteram, tetapi juga bisa ngasih efek dingin dan menjauh.

Warna biru yang lebih terang bisa dianggap sebagai sikap dingin dan cuek, dan bagi sebagian orang, itu dapat memberikan sensasi ketidakpekaan emosional.

arti psikologis warna biru, makna warna biru, arti biru dalam desain psikologi

Biru barangkali adalah warna yang paling sedikit diproduksi alam. Jarang kan ada makanan aau buah alami yang warnanya biru muda?

Karena biru jarang bertaut sama makanan, makanya penggunaan warna ini di makanan akan mengurangi selera makan kita.

Biru paling baik dipake untuk desain interior ruangan yang butuh ketenangan. Kamar dengan sensasi biru muda akan bikin kamu lebih rileks saat berada di dalamnya, dan bisa membantu konsentrasi belajar lebih baik.

Penggunaan aksen warna biru di baju saat wawancara kerja juga bisa ngebantu kamu terlihat bisa dipercaya, tenang, dan cerdas. Tapi penggunaan berlebihan bisa membuat kamu terkesan dingin dan cuek secara emosional, jadi tetep diperhatikan penggunaannya yes.

 

UNGU: arti warna ungu secara psikologis

arti psikologis warna ungu, makna warna ungu, arti ungu dalam desain psikologiarti psikologis warna ungu, makna warna ungu, arti ungu dalam desain psikologi

Di Indonesia kita sering menyebut ungu sebagai warna janda. Padahal secara global ungu berhubungan dengan kekuatan, kebangsawanan, kemewahan, dan kebijaksanaan.

Karena merupakan perpaduan antara merah dan biru, ungu mewariskan aspek dari kedua warna tersebut. Ungu menyiratkan kemewahan dan kekuasaan.

Tapi berbeda dengan merah yang berambisi dan agresif, ungu memperlihatkan kekuatannya dengan cara yang anggun. Ini karena power dari merah diseimbangkan sama biru yang cenderung rileks dan stabil, jadi perpaduan kedua warna ini menghasilkan kesan powerful dan bijaksana.

Ungu juga sering pula terkait sama mistisisme dan sihir. Warna ini digunakan untuk menyiratkan rasa yang belum tereksplor, rasa ingin tahu, dan misteri.

Demikian pula, ungu sering menginspirasi kreativitas. Memiliki warna ungu di dekatmu bisa memantik munculnya ide-ide baru, serta bikin kamu bergairah untuk mengambil tindakan.

 

Ungu memberikan keseimbangan

Secara fisiologis, ungu memiliki efek menenangkan pada pikiran dan tubuh. Meskipun bisa membangkitkan semangat dan menginspirasi, aspek biru dalam ungu memberikan efek menenangkan, jadi semangat yang dihasilkan adalah semangat yang lebih kalem.

Layaknya semua warna, makna ungu bisa berubah sesuai gelap terangnya.

Nuansa ungu yang lebih terang terkait sama energi feminin atau romantis, kemungkinan karena warna merahnya jadi lebih menonjol.

Ungu yang lebih cerah dikaitkan dengan kemewahan dan ketenangan. Tapi kalo ungunya gelap bisa berarti kesedihan.

 

COKELAT: Arti psikologis dari warna cokelat

Coklat adalah warna alam: dia terlihat di tanah, kayu, dan bebatuan. Makanya, psikologi warna melihat cokelat sebagai nyaman, aman, dan sifat membumi. Cokelat sering dipake sebagai warna brand untuk produk dan makanan alami.

arti psikologis warna cokelat, makna warna cokelat, arti cokelat dalam desain psikologi

Secara umum cokelat terkait sama sikap serius, stabilitas, dan bijaksana. Cokelat sebagian besar dikenakan oleh orang-orang yang ingin mendapatkan rasa hormat dan penghargaan. Warna cokelat terlihat sebagai warna yang “tua” dan kenyang pengalaman, sehingga saat memikirkan warna ini, mungkin yang terbayang adalah seorang tua yang bijak.

 

Makna Psikologis Warna Cokelat

Coklat sering dipandang sebagai warnanya tanah. Layaknya tanah yang berbeda warna dapat menunjukkan perbedaan kesuburan, warna cokelat juga gitu: warna cokelat yang beda juga menimbulkan emosi yang berbeda.

cokelat yang agak gelap menyebabkan seseorang merasakan kehangatan, perlindungan, keamanan, ketergantungan, atau ketahanan. Tapi cokelat yang lebih pucat dapat menimbulkan emosi negatif seperti isolasi, kesedihan, dan kesepian.

 

Warna cokelat merupakan campuran dari banyak warna.

Kalo kamu secara random mencampurkan banyak warna ke dalam satu tempat, yang biasanya kamu dapat adalah warna cokelat. Nah, campuran warna yang dipakai ini punya dampak yang signifikan pada makna warna cokelat itu sendiri.

Misalnya, warna dengan makna positif kayak kuning atau hijau bisa memunculkan ciri kepribadian positif bila dicampur dengan warna lain yang berkonotasi serupa.

 

Cokelat punya makna psikologis berupa kestabilan.

Kalo kamu liat sekeliling kamar kamu, mungkin ada salah satu furniture kamu yang berwarna cokelat. Atau minuman favorit kamu adalah cokelat. Bisa dibilang coklat adalah salah satu warna yang paling dominan dalam hidup kita.

Karena inilah, banyak orang jadi nggak suka sama coklat; bisa jadi karena warnanya ngebosenin atau terlihat kusam.

Padahal ketika dipadukan dengan warna hijau di alam, cokelat bisa memberikan rasa stabilitas dan kesadaran dalam hidup. Coklat mewakili kesan dewasa dan lugas, karena ia nggak menarik perhatian secara khusus.

Menggunakan warna cokelat di dalam ruangan bisa menambah kesan alami, aman, dan tenang. Kalo digunakan saat berpakaian, warna cokelat memberi kesan dewasa, stabil, dan bisa dipercaya.

 

NAH!

Itu tadi yes sedikit penjelasan tentang psikologi warna, beserta makna tiap-tiap warna.

Tiap warna bisa kita gunakan untuk kepentingan kita. Kamu juga bisa memancarkan kesan yang baik berdasarkan makna dari tiap warna.

Tentu perlu diingat kalo penggunaan warnanya jangan terlalu berlebihan, yang ada malah jadi senjata makan tuan.

Kalo kamu, sukanya warna apa?

 

Sumber:

https://id.oberlo.com/blog/color-psychology-color-meanings

colorpsychology.org

https://www.verywellmind.com/color-psychology-2795824

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3970503/

Ada komentar? Mau nanya? Mau curhat? Silakan tulis di sini :)