Orang yang Sedih dan Kesepian Punya Kemampuan Ini

Ketika kamu sedih dan merasa kesepian, sebuah skill muncul di otak kamu. Kemampuan apa itu? dan kenapa Orang yang Sedih dan Kesepian Punya Kemampuan Ini? Simak!

Ada satu kemampuan spesial yang akan muncul kalo kamu lagi sedih dan kesepian. Apaan tuh?

Kalo mau meneliti perilaku sosial manusia, para peneliti dan psikolog sosial biasanya melakukan penelitian tertentu, minimal membuat alat atau pake alat yang sudah ada.

Tapi ternyata ada sekelompok orang yang bisa menilai perilaku sosial manusia dengan akurat, walaupun dia sebelumnya nggak melakukan penelitian, nggak pernah pegang alat tes, atau belajar psikologi.

Kok bisa?

Sebuah studi baru dari para psikolog di Universitas Yale menemukan bahwa orang-orang yang lagi sedih dan mengalami kesepian cenderung lebih peka terhadap perilaku sosial orang lain.

Terutama, menurut para peneliti ini, adalah para introvert yang melankolis. Mereka lebih cerdik dalam memahami bagaimana manusia berperilaku dalam kelompok daripada teman sebayanya, para peneliti menemukan.

“Tampaknya sesuai dengan pepatah ‘sadder but wiser’,” kata Anton Gollwitzer, psikolog Yale dan peneliti studi tersebut. “Orang-orang introvert melankolis ini tidak melihat dunia melalui kacamata penuh warna layaknya orang riang dan ekstrovert.”

Ketika kamu sedih dan merasa kesepian, sebuah skill muncul di otak kamu. Kemampuan apa itu? dan kenapa Orang yang Sedih dan Kesepian Punya Kemampuan Ini? Simak!
kesepian membuatku dewasa~

Penelitiannya

Gollwitzer dan rekan, John Bargh, mengajukan pertanyaan tentang bagaimana orang berpikir dan merasa dalam situasi sosial. Pertanyaan ini diajukan pada 1000 lebih subjek penelitian.

Beberapa pertanyaan tersebut di antaranya:

  • Orang bekerja lebih keras dalam situasi apa: kelompok atau secara individu?
  • Orang lebih bertanggung jawab dalam kondisi yang mana: kelompok atau individu?
  • Benarkah jika bersikap katarsis?┬áKalo kita marah, apakah melampiaskannya pada objek tertentu adalah sikap yang benar?

Nah, sebenarnya pertanyaan di atas sudah ada jawabannya. Jawaban dari tiga pertanyaan di atas adalah:

  • Rata-rata, orang bekerja lebih keras bila sendiri daripada berkelompok sebuah konsep yang dikenal sebagai social loafing (kapan-kapan kita bahas).
  • Dalam kelompok rasa tanggung jawab terasa berkurang daripada dalam situasi individu,
  • Dan memukuli boneka atau objek tertentu tidak bisa disebut katarsis.

Setelah pertanyaan-pertanyaan di atas (bersama berbagai pertanyaan lainnya) ditanyakan ke 1000 subjek, para psikolog kemudian mengidentifikasi siapa aja yang bisa menjawab pertanyaan di atas dengan benar.

Yang seru adalah: pertanyaan-pertanyaan seputar perasaan ini bisa dijawab dengan tepat oleh para introvert. Selain itu, orang-orang dengan self-esteem rendah dan merasa kesepian juga dapet skor tinggi.

Self esteem pernah kita bahas di sini. Simak deh!

Gollwitzer, si peneliti, berkomentar: “Mungkin orang-orang yang melankolis dan introvert menghabiskan banyak waktu untuk mengamati manusia daripada berinteraksi dengan orang lain. Mereka juga lebih akurat dalam introspeksi karena pendapatnya tidak tercemar oleh motivasi tertentu,” kata Gollwitzer.

“Bagaimanapun juga, ini menunjukkan kekuatan introvert yang tidak dihargai.”

Jadi introvert ada enak dan gak enaknya sendiri. Tapi di sini kamu bisa belajar jadi introvert yang lebih keren!

Walaupun keren, tapi Gollwitzer mengingatkan satu hal. Walaupun mereka yang kesepian dan sedih ini memiliki pemahaman perilaku yang tajam, tetep aja skill dan pengetahuannya nggak sebanding dengan psikolog terlatih.

Dia juga mengingatkan bahwa meskipun para “psikolog alami” ini tidak bisa menggantikan psikolog sosial, tetep bisa berperan penting di dunia nyata.

“Para psikolog sosial alami ini punya pemahaman yang lebih dalam terhadap fenomena sosial. Mereka juga bisa memprediksi dan mengartikan perubahan sosial di masyarakat. Mungkin merekalah kepingan puzzle yang dibutuhkan oleh pemerintah dan posisi-posisi berkuasa”.

 

Nah, ternyata rasa sedih dan kesepian bisa membuat kita jadi lebih peka dalam menerjemahkan perilaku sosial. Memang sih sedih dan kesepian itu nggak enak. Tapi minimal dengan sedih dan kesepian, kita jadi lebih bisa merenung apa yang salah dari cara kita berinteraksi selama ini. Kita juga jadi lebih berempati sama orang.

Jadi, kalau kamu lagi sedih, lagi sendirian, bersyukurlah. Itu cara Tuhan membuat kamu lebih bijak… #pelukhangat #bukanmuhrim

 

 

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)