Waktu baca yang dibutuhkan: 4 menit

Musik punya efek kuat terhadap mood kita sehari-hari. Kamu mungkin bisa mengawali hari dengan semangat, tapi lagu sedih yang nggak sengaja keputer di playlist bisa sedikit merusak semangat itu.

Yang tadinya bersiap ngeberesin PR, malah akhirnya stalking buat dia yang ninggalin kamu tanpa alasan~

Buat kita mungkin ini nggak masalah, tapi untuk orang dengan depresi, dampaknya ternyata lebih serius.

Iklan!

Menurut sebuah penelitian psikologi yang diterbitkan beberapa tahun yang lalu, alih-alih mencari musik yang membangkitkan mood, orang yang didiagnosis dengan depresi lebih cenderung mendengarkan musik sedih (dan melihat gambar sedih).

Kesimpulan yang agak kontroversial dari penelitian ini adalah: Orang dengan depresi secara sadar memilih tindakan yang mempertahankan mood yang muram.

Tapi benarkah begitu? Benarkah orang depresi mendengarkan lagu sedih supaya mereka tetap bad mood?

Penelitian lanjutan dari jurnal Emotion mencoba mereplikasi temuan ini. Hasilnya justru berbeda.

 

Para peneliti ini justru menyebut bahwa orang yang depresi mendengar lagu sedih bukan supaya mereka tetap bad mood; tapi, bagi orang depresi, lagu sedih lebih menenangkan dan membangkitkan semangat.

Penelitian ini melibatkan 38 perempuan yang didiagnosa mengalami depresi dan 38 perempuan lainnya tidak. Penelitian ini terdiri dari dua fase.

Fase pertama, penelitian menggunakan lagu yang sama dari penelitian di 2015, yang menyimpulkan orang-orang depresi lebih suka musik sedih.

 

Para partisipan ini diperdengarkan lagu sedih selama 30 detik (“Adagio for Strings” oleh Samuel Barber “dan” Rakavot “oleh Avi Balili), terus musik yang hepi dan netral, dan masing-masing partisipan ditanya mereka lebih pilih lagu sedih apa lagu hepi.

Seperti penelitian sebelumnya, ditemukan bahwa mereka yang depresi lebih cenderung memilih lagu sedih.

 

Tapi, berbeda sama penelitian sebelumnya, para peneliti juga bertanya kenapa mereka memilih lagu sedih. Yang menarik, mayoritas peserta dengan depresi menyukai lagu sedih bilang lagu sedih lebih menenangkan dan bikin rileks.

Terus masuk ke bagian kedua.

Di bagian kedua, peneliti memperdengarkan sampel musik baru: 84 pasang lagu yang setiap pasang adalah 10-detik lagu-lagu instrumental yang kontras.

Jadi 10 detik hepi,  10 detik sedih. 10 detik beatnya tinggi, 10 detik beat rendah. Semua pasangnya kayak gitu. Dan, dalam setiap kasus, peserta yang sama diminta memilih lagu mana yang lebih mereka sukai.

Mereka juga mendengar semua lagu tersebut sekali lagi dan ditanya kira-kira gimana mood mereka setelah denger lagu-lagu itu.

Para peneliti menemukan bahwa orang dengan depresi lebih memilih lagu sedih dibandingkan orang yang nggak depresi.

Tapi yang unik, setelah mendengar semua lagu-lagu ini, mereka melaporkan bahwa musik-musik sedih ini membuat lebih hepi, berbeda sama kesimpulan terdahulu bahwa orang depresi mendengarkan lagu sedih untuk “menyiramkan bensin” ke hati mereka yang udah terbakar kesedihan.

Penelitian baru ini sekaligus membantah tulisan lama saya tentang kebiasaan jelek orang depresi. Maka tulisan yang lama itu saya perbarui juga yes, ehehehe~

Tapi kenapa ya? Kenapa lagu sedih justru lebih menyenangkan buat orang depresi?

Penelitian di atas belum bisa menjelaskan hal ini. Jawaban yang lumayan mendekati justru datang dari penelitian lain yang mirip; mencari alasan kenapa orang sedih mendengarkan musik sedih. Di penelitian itu, disebutkan bahwa musik sedih bertindak seperti teman yang mengerti perasaan kita.

Dan emang sih kalo secara logis, waktu kita lagi down, lagu semangat yang ngebeat cuma terdengar berisik, sementara lagu-lagu sedih kayaknya lebih rileks.

Seorang dengan depresi, di kesempatan terpisah, menulis pendapat bahwa menulis atau mendengar lagu sedih membantu dia merasakan kesedihan secara lebih jelas dan jernih.

Jadi alih-alih cuma merasakan kesedihan sebagai sebuah emosi yang berat dan membebani, musik membantunya melihat kesedihan seperti terowongan gelap yang mesti dilalui.

Lagu-lagu sedih membantunya memproses semua perasaan – dan pemikiran irasional – secara lebih jelas dan obyektif. Jadi layaknya analogi terowongan tadi, menciptakan dan mendengarkan lirik lagu sedih dengan seksama membuatnya bergerak menuju cahaya di ujung terowongan gelap. Dan, itulah alasan kenapa itu membantunya merasa lebih baik.

Tapi gini ya. Walaupun lagu sedih bisa menenangkan dan membantu saat depresi, bukan berarti mendengarkan lagu atau menghibur diri udah cukup.

Depresi sendiri adalah kondisi psikologis yang berat, yang tetep perlu penanganan profesional. Saya sarankan kamu konsultasi secara profesional ya. Nanti akan ada proses konselingnya, siapa tau mungkin akan butuh terapi juga.

 

Kami sudah menulis sejumlah artikel tentang depresi. Untuk cari tau lebih lanjut tentang depresi, silakan cek di bawah sini yes.

Depresi Itu Apa Sih? Ini Dia Definisi Depresi Paling Tepat dan Ciri-cirinya

Mitos dan Salah Paham Tentang Depresi yang Wajib Kamu Tahu

5 Kesalahan Ini Sering Dilakukan Penderita Depresi; Bikin Makin Parah!

 

 

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *