Orang dengan Kemampuan Regulasi Emosi Minim Cenderung Punya Masalah dengan Penggunaan Ponsel

Sering menggunakan hape secara nggak terkontrol? Sulit mengendalikan emosi? Nah, keduanya punya hubungan lo.

Penelitian baru yang diterbitkan dalam Computer in Human Behavior menunjukkan bahwa orang dengan keterampilan regulasi emosi yang buruk punya risiko lebih tinggi menggunakan smartphone secara berlebih.

 “Literatur penelitian ini menunjukkan bahwa ada hubungan antara keparahan gejala kecemasan dan depresi dengan penggunaan smartphone yang bermasalah,” jelas Jon D. Elhai dari Universitas Toledo.

“Secara konstruk dalam psikologi klinis dan psikiatri, hubungan keduanya belum diperiksa – seperti toleransi terhadap distres dan kesadaran penuh. Jadi, kami percaya bahwa kedua hubungan ini menarik untuk menguji konstruksi ini dalam kaitannya dengan penggunaan smartphone yang bermasalah. ”

cara mengurangi kecanduan hp, cara mengatasi dampak negatif hp, cara menghilangkan kebiasaan main hp, penyakit kecanduan smartphone, cara mengatasi dampak negatif hp bagi siswa, cara mengatasi penggunaan handphone, cara mengatasi kecanduan gadget pada anak, cara mengatasi dampak negatif hp bagi pelajar, cara mengatasi kecanduan smartphone, cara mengihlangkan kecanduan smartphone

Penelitian yang dilakukan terhadap 261 mahasiswa ini menemukan bahwa level toleransi terhadap distres dan kesadaran*, keduanya memprediksi penggunaan smartphone bermasalah dalam jangka waktu satu bulan kemudian.

Mahasiswa yang lebih baik dalam mengatasi emosi negatif dan lebih peka terhadap momen saat ini*, lebih sedikit melaporkan masalah terkait penggunaan smartphone.

Contoh masalah yang kerap terjadi pada penggunaan smartphone adalah kehilangan waktu untuk mengerjakan tugas/belajar atau kurang tidur karena menggunakan smartphone berlebih.

Orang-orang dengan kemampuan kurang untuk menahan tekanan emosi, dan orang-orang yang gagal untuk peka terhadap saat kini* cenderung menggunakan smartphone secara berlebih.

Kemampuan untuk mengatur emosi, atau dalam hal ini adalah regulasi emosi, dapat menjadi variabel penting untuk membantu mengimbangi penggunaan teknologi yang bermasalah.

Baca juga:

Para peneliti juga menemukan bahwa toleransi distres dapat memediasi hubungan antara penggunaan smartphone yang bermasalah dan kepekaan kecemasan, sementara mindfulness* dapat memediasi hubungan antara penggunaan smartphone bermasalah dan baik depresi dan rasa sensitif terhadap kecemasan.

Namun, penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan.

“Sampel penelitian kami masih terbatas untuk mahasiswa,” kata Elhai. “Dan kami menggunakan langkah-langkah seperti self-report, bukan menggunakan tindakan diagnostik berbasis wawancara. Eksplorasi lebih lanjut dalam penelitian ini akan bermanfaat. ”

* = Di penelitian ini banyak digunakan istilah mindful awareness, attentive to present moment, dan awareness. Ketiganya merujuk pada satu definisi = kemampuan untuk peka terhadap situasi yang terjadi di detik ini, seperti orang-orang di sekitar, suara kendaraan, angin, tesktur di kulit, dan lain-lain. Agak sulit menemukan terjemahan yang singkat dan tepat untuk tiga istilah tadi, jadi kami pake tanda bintang.

Penelitian, “Distress tolerance and mindfulness mediate relations between depression and anxiety sensitivity with problematic smartphone use“, ditulis oleh Jon D. Elhai, Jason C. Levine, Kelsey D. O’Brien, dan Cherie Armour.

 

One Reply to “Orang dengan Kemampuan Regulasi Emosi Minim Cenderung Punya Masalah dengan Penggunaan Ponsel”

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)