Gimana Psikologi Memandang Narsisistik?

kepribadian narsisisitik, definisi narsisistik dalam psikologi, narsisistuk disorer, narsistik, narsistik disorder, narsistik dalam psikologi, narsistik, narsisistik, narsisistik adalah, narsisme, apakah narsisistik, narsisistik itu apa,

“Narsis banget sih!” kata Gofur kepada Otong, setelah tahu bahwa 1476 foto di hape Otong isinya selfie Otong semua.

“Lah suka-suka aing lah,” kata Otong. “Emangnya selfie gak boleh?”

Apakah suka selfie adalah perilaku narsisistik?
Eh sebentar, narsisistik itu apa?

Yuk kita belajar tentang narsistik dan cari tahu mitos-mitos tentang narsisistik.

 

<iframe width="560" height="315" src="https://www.youtube.com/embed/arJLy3hX1E8?rel=0" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>

 

Semua berawal dari satu mitologi yang indah dari Yunani, ketika seorang pria bernama Narcissus mengembara demi mencari cinta. Dalam upaya pencarian cinta itu, dia bertemu cewek bernama Echo. Si Echo ini ternyata naksir sama dia.

Apa daya, Narcissus gak ada rasa sama Echo. Dia nolak Echo deh.
Lalu satu kali, Narcissus memandang genangan air.
Ada seseorang di genangan air itu. Pantulan wajahnya sendiri.

Dan Narcissus jatuh cinta sama pantulan wajahnya itu. Tapi apa daya, dia gak mungkin mencintai dirinya sendiri (maksudnya kayak pacaran atau menikah). Atas kekecewaan dan frustrasi itu, Narcissus menenggelamkan diri deh.

Jatuh cinta sama diri sendiri itulah yang memunculkan istilah narsisistik.
Secara garis besar sih, narsisistik didefinisikan sebagai kecintaan diri sendiri yang tinggi, bahkan pada taraf tertentu merugikan.

Narsisistik adalah perilaku yang mengagungkan dan menyayangi diri sendiri yang terlalu besar.
Orang dengan narsisistik menganggap mereka lebih menarik, lebih pintar, dan lebih penting dari orang lain.
Orang dengan narsisistik menganggap mereka layak diperlakukan spesial.

Pernah kenal sama orang yang kayak gini nggak? ;p

Lanjut!

 

Psikologi membagi narsisistik menjadi dua: grandiose dan vulnerable.

Grandiose narsisistik

Grandiose ini adalah jenis yang cukup familiar di masyarakat. Ciri-ciri grandiose narsisistik ini adalah kalo ngomong agak blak-blakan, suka mendominasi pembicaraan, dan suka cari perhatian.

Orang-orang dengan grandiose mengejar perhatian dan kekuasaan. Mostly sih mereka suka bekerja di bidang politik, atau jadi selebritis.

Orang dengan grandiose narsisistik mengejar karir di bidang politik, selebritas, dll adalah karena dia ingin perhatian dan kekuasaan yang ada di dalamnya, bukan karena pengabdian atau passion.

 

Vulnerable narsisistik

Gak semua orang narsis itu caper lo. Ada juga narsisistik yang pendiem dan rapuh. Ya ini dia, vulnerable narsisistik. Narsisistik tipe ini nggak banyak bicara, tapi dia juga nggak suka dicuekin. Dia marah kalo nggak diistimewakan.

Vulnerable narsisistik ini sensitif sama ledekan, walaupun cuma becanda.

 

Gangguan Kepribadian Narsisistik

Orang dengan narsisistik tinggi sering bertindak egois. Kadang ketika dia jadi pemimpin, dia membuat keputusan yang gak etis dan merugikan orang.

Kalo si narsisistik tinggi ini punya pacar, dia sering bohong sekaligus gak percayaan sama pasangannya (punya mantan yang kayak gitu? ;P).

Kalo si narsisistik ini menerima suatu respon yang sekiranya mengganggu citra dirinya sebagai orang hebat, dia gak terima. Dia bisa bertindak agresif.

Narsisistik ini kayak penyakit, tapi bedanya si penderita malah enjoy-enjoy aja. Yang apes adalah orang di sekitarnya. Di seluruh dunia, cuma 1-2% doang yang mengalami, dan itupun kebanyakan cowok.

DSM 5 menyebutkan beberapa ciri gangguan kepribadian narsisistik.

Di antaranya adalah:

  1. Pengagungan diri sendiri
  2. Gak ngerti penderitaan orang lain
  3. Butuh banget disayang dan diperhatiin

Kalo si penderita nggak merasa terganggu, kenapa narsisistik dikategorikan gangguan?
Penyebab narsisistik digolongkan sebagai gangguan, adalah karena dia mengganggu kehidupan orang lain.

Narsisistik suka memanfaatkan orang lain untuk kepentingannya sendiri. Narsisistik punya karakter manipulatif, suka mendominasi pembicaraan, dan susah mendengar pendapat orang lain.
Kalo dia emang punya potensi sih nggak apa-apa. Kalau nggak? Wah ini yang repot.

Dan ketika dia menerima suatu kritik atas karya yang dia buat, dia malah marah dan mengatakan si pengkritik itu keliru atau gak lebih baik darinya.

 

Gimana narsisistik terbentuk?

Salah satu faktor pembentuk perilaku narsisistik adalah lingkungan.

Anak yang dari kecilnya dimanja, dikit-dikit dipuji, dan nggak pernah dimarah bisa membentuk pribadi grandiose narsisistik.
Sementara kalo waktu kecilnya dikekang, gak boleh ke mana-mana, dan dilarang buat ngapa-ngapain bisa membentuk pribadi vulnerable narsisistik.

Kapan-kapan dinamika psikologisnya kita bahas ya.

Oh iya, narsisistik cenderung lebih gampang muncul di daerah yang budayanya individualistis. Selain itu juga sosial media juga memberi pengaruh terhadap narsisistik.

Tapi sejauh ini sih belum ada penelitian tentang sosmed sebagai pemicu narsisistik. Yang mungkin sih, sosial media bisa memfasilitasi para narsis ini dalam mencari perhatian.

 

Apakah narsisistik selalu jelek?

Nggak juga.

Narsisistik dalam tahap wajar masih oke. Malah, semua orang punya kecenderungan narsis.

Contohnya kalo kamu selfie bareng temen-temenmu. Kalo kamu ngeliat hasilnya, pasti yang kamu cari muka kamu duluan. Iya apa iya?

Mencintai dan menghargai diri sendiri kan penting?
Perasaan ini menguatkan jiwamu, membentuk pribadi yang kuat, daaan membantu kamu membentuk tujuan-tujuan hidup yang pas dengan kelebihanmu.

Update:

Kemarin saya menemukan penelitian bahwa narsisistik juga termasuk satu elemen yang dimiliki pengusaha sukses. Narsisistik menyimpan potensi berupa karisma dan aspirasi yang tinggi, dan tentu saja ini menghasilkan hasil kerja yang positif.

Selain narsisistik, dua “kegilaan” lain yang dimiliki pengusaha sukses adalah kecenderungan psikopat dan machiavellian. Yang ini saya bahas lain kali ya 😉

Intinya kalo masih sebatas wajar, ya nggak apa-apa.

Bisa nggak narsisistik disembuhkan?

Kalo misalkan sudah sampe tahap gangguan kepribadian narsisistik yang parah, bisa disembuhin?

Bisa dong!

Apapun yang membuat si narsis sadar diri, maka bisa menurunkan kadar kenarsisan. Selain itu, psikoterapi dan konseling juga masih bisa dilakukan.

Tapi penurunan narsisistik punya tantangan sendiri, secara si narsis gak merasa dirugikan sama kelakuannya.

 

Pernah ketemu orang yang narsis parah? Ceritain di kolom komentar, ya!

 

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

4 Replies to “Gimana Psikologi Memandang Narsisistik?

  1. Baru saja ketemu dgn org seperti itu. Sewaktu bercerita dengan teman saya, teman saya bilang kemungkinan mengalami penyakit narsistuk. Lalu saya carilah narsistik itu apa, dan sebagian besar sesuai.
    Jadi org nya kira2 begini:
    1. Di suatu waktu bisa berbicara seolah2 bijak, tetapi tindakanny tidak sejalan
    2. Sering mengomentari status sy di media sosial hanya utk melemparkan penghinaan
    3. Memanfaatkan apa yg sy butuhkan dr dia utk mencapai kepentinganny sendiri
    4. Merendahkan saya dan bilang bahwa saya gak ada apa2ny dan sangat buruk (padahal saya gak ad nyakitin dia), dan dia tidak merasa bersalah akan hal itu.
    5. Menilai saya dr tampilan fisik saya, materi yg saya puny dan karakter yg saya punya, bahwa tak akan ada org yg tulus berteman dgn saya.
    6. Menilai org lain dengan buruk, melekatkan hal2 negatif pd saya secara terburu2 tanpa konfirmasi.
    7. Secara terus terang bilang kalau dia gak peduli dengan sy sakit hati atau gak, dia hany ingin ungkapkan ap yg dia pikirkan dan tak mau tau ttg perasaan org lain.

    Kira2 sesuai gak??
    Krn saya sempat sakit hati, tp setelah kesininya sy mulai berpikir jernih bahwa dia hanyalah toxic bagi saya.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)