Waktu baca yang dibutuhkan: 7 menit

Layaknya bayangan, depresi mengintai di kita dengan kegelapannya. Mengikuti, kadang tanpa disadari.

Ada 14 juta orang di Indonesia yang depresi. Itu yang mengaku. Masalahnya, orang sering memendam depresinya, dan baru berakhir setelah ia bunuh diri.

Depresi dianggap sebagai mood biasa yang akan beres dengan sendirinya. Depresi bahkan tidak diperhitungkan sebagai suatu kondisi membahayakan, disamakan begitu saja dengan bad mood.

Salah paham kayak gini bisa jadi berbahaya. Makanya, kali ini kami akan membahas lebih jauh tentang depresi.

Kemaren kami sempet ngebahas juga tentang depresi, dan kali ini kami akan bahas tentang beberapa salah paham terkait depresi.

Apa saja?

 

 

Depresi bukan berarti kamu sedih sepanjang waktu.

 

Depresi bukan berarti sedih terus. Depresi berbeda sama sedih, malah lebih jauh daripada sekadar berduka.

Sedih adalah emosi normal yang sehat, yang diperlihatkan dengan menangis dan berduka. Kamu mungkin nangis dan bersedih selama beberapa saat, tapi abis itu kamu akan kembali kayak biasa.

Kalo depresi beda sama sedih. Sebagian orang yang pernah depresi bilang, merasa depresi berarti merasakan kehampaan emosi.

Kamu mati rasa, kosong, kehilangan minat, dan kamu ngerasa terasing.

Kamu mungkin bisa beraktivitas kayak biasa. Kamu mungkin bisa memperlihatkan senyum, tertawa, dan bersama banyak orang. Tapi di dalam hati, kamu bisa aja ngerasa terpisah dari semua itu.

 

 

Orang yang depresi nggak selalu nangis.

 

Mitos lain dari depresi adalah orang depresi kerjaannya nangis mulu.

Ini nggak selalu bener sih. Emang ada sih orang depresi yang selalu nangis. Tapi ada juga yang nggak.

Ada juga orang dengan depresi yang nggak bisa nangis. Ibaratnya tuh air matanya udah kering. Emosinya udah abis.

Apakah emosi yang mati adalah pertanda baik? No. Emosilah yang menjaga semangat kita untuk tetap hidup. Marah, senang, sedih… semua itu warna yang menjaga kita menjadi manusia yang utuh, yang sehat secara jiwa dan raga.

Orang dengan emosi yang sudah mati akan kehilangan minat untuk terus hidup.

Sekarang gini, kalo kita udah nggak bisa ngerasain apa-apa, terus apalagi yang mau dilihat di dunia? You can’t feel entertained anyway.

Buat orang depresi, nggak ada lagi hal baik yang tersisa untuk ditunggu. Nggak ada lagi alasan buat terus hidup.

Pikiran semacem inilah yang bikin orang depresi seringkali memilih mengakhiri hidup.

Mereka yang mengakhiri hidup berpikir bahwa kehidupan sudah nggak ada rasanya, bahwa kematian lebih nyaman dibanding harus terus bertahan di dunia.

 

 

Orang ngaku-ngaku depresi bukan untuk mencari perhatian

 

Kemaren saya nemu seseorang di Twitter, yang bilang bahwa “orang-orang yang suicidal dan depresi adalah orang yang caper.”

Setelah beberapa waktu digempur sama netizen, akhirnya dia minta maaf dan ngapus twitnya tersebut.

Walaupun saya ikut marah, tapi saya pikir orang itu sampe bisa bilang kayak gitu karena:

  1. Belum pernah nemu orang dekat yang depresi dan bunuh diri,
  2. Belum ngerasain depresi sampe suicidal,
  3. Nggak ngerti bahwa depresi bukanlah pilihan

Kalo orang-orang belum tau tiga hal tadi, mungkin aja bakal mikir kalo oRaNg NgAkU dEpReSi mAh cUma CaPer dOanG.

Depresi bukanlah pilihan! Gak ada seorangpun yang memilih didera hawa hitam jelek ini. Apa yang indah dari kehilangan harapan terhadap hidup?

Kalo misalnya ada yang update-update tentang ngerasa depresi di media sosial, bisa aja karena dia udah kehilangan kendali sama dirinya, karena dia berharap masih ada yang mau memedulikan dia, bahkan walaupun itu cuma di sosmed.

Kalaupun katakanlah temen kamu ngerasa depresi terus mengatakannya di sosial media, apa susahnya sih kamu ajak dia bicara? Kalo emang gak sempet, nggak bisakah kamu reaching out ke temen-temen yang lain buat nolong dia?

Mau beneran depresi kek, mau nggak kek, kalo udah sampe diceritakan di sosial media, itu berarti udah crying for help. Udah minta tolong dibantuin.

Dan menuduh dia caper adalah hal terburuk yang nggak boleh kamu lakukan.

 

 

Orang yang depresi bukan orang lemah.

 

Please, please, jangan mengatakan mereka yang depresi dan suicidal sebagai orang lemah.

Mereka yang depresi dan terus hidup adalah mereka yang jauh dari kata lemah.

Pernah nggak kamu ngerasa hati kamu hancur sampe males makan, males mandi, males bangun dari kasur?

Mereka yang depresi merasakan hal itu setiap hari, dan mereka bisa beraktivitas seperti biasa. Mereka memendam bom depresi itu dalam-dalam, menguburnya di dalam hati mereka, berharap bom itu jinak dengan sendirinya.

Orang yang depresi nggak ada hubungannya dengan kuat atau lemah. Malah, orang yang sampe berani mengaku depresi dan mencari pertolongan adalah mereka yang kuat. Nggak semua orang dengan depresi mau mencari pertolongan lo.

Malahan, mereka yang berhasil mengabaikan stigma dan tuduhan lemah, dan berhasil mengalahkan depresi, jauh lebih kuat dari mereka yang pernah menuduh caper dan lemah.

 

 

Penyebab depresi belum tentu berasal dari sikap penderita.

 

Di artikel sebelumnya kami udah menyebut bahwa orang dengan depresi mungkin saja sebelumnya pernah mengalami kejadian traumatis, dan kami sempet bilang bahwa orang dengan karakter pesimistis lebih besar kemungkinannya mengalami depresi.

Tapi, depresi juga bisa terjadi tanpa alasan. Bahkan walaupun orang itu kuat. Bahkan walaupun nggak ada momen-momen menyedihkan di dalam hidupnya.

Depresi juga bisa disebabkan karena proses kimiawi di otak, struktur otak, dan faktor-faktor lain yang bukan berasal dari sikap si pemilik depresi.

 

 

Depresi juga bisa terjadi pada orang-orang yang ceria

 depresi, definisi depresi, penanganan depresi

https://www.inews.id/daerah/jatim/139217/siswi-smp-yang-bunuh-diri-di-blitar-dikenal-berprestasi-dan-periang

http://jatim.tribunnews.com/2018/10/04/pria-bunuh-diri-di-menur-pumpungan-surabaya-dikenal-pintar-jadi-pendiam-sejak-ayahnya-wafat

http://kaltim.prokal.co/read/news/307056-dikenal-ceria-mahasiswa-itu-bunuh-diri

 

Depresi nggak pandang bulu. Dia menyerang siapapun, orang kecil maupun mereka yang bergelimang harta.

Siapa yang menduga aktor Robin Williams yang selalu ceria dan membuat film-film lucu, bisa bunuh diri karena depresi?

Chester Bennington vokalisnya Linkin Park pun, 36 jam sebelum dia bunuh diri, masih bisa main dan kumpul-kumpul bareng orang terdekatnya.

Mitos dan Salah Paham Tentang Depresi yang Wajib Kamu Tahu

Semua orang pasti mengalami naik turunnya hidup, dan kadang ekspresi yang muncul di satu sisi bisa aja berbeda dengan yang ia sembunyikan.

Tapi tetep sih mereka yang terlihat bahagia sekalipun, sesekali akan memperlihatkan tanda-tanda depresi yang biasanya ia pendam. Tugas orang-orang terdekatlah untuk mengamati dan peka terhadap tanda-tanda tersebut.

 

 

Tanda-tanda depresi selalu terkait perasaan.

 

Depresi nggak hanya memperlihatkan gejala di emosi terlihat hampa, tapi juga kelihatan dari fisik.

Salah satu gejala depresi adalah gerakan tubuh yang terlihat melamban secara signifikan. Bisa juga tidur terlalu banyak (atau terlalu sedikit). Bisa juga merasa gatel dan sakit di bagian tubuh tertentu.

 

 

Depresi bukan sesuatu yang bisa disembuhin sendiri

 

Mitos dan Salah Paham Tentang Depresi yang Wajib Kamu Tahu
akutu orangnya kayak apa sih?

Depresi bukan sedih yang bisa memudar dengan sendirinya. Bukan sakit hati ditinggal mantan yang lama-lama bakal kamu lupain.

Berhubung depresi juga disebabkan karena reaksi kimiawi di otak, dan karena pengaruh lingkungan, maka pengobatan sendiri dan upaya penyembuhan sendiri bukan opsi yang bijak.

Kalo kamu mengalami depresi, please reach out ke orang lain. Minimal datenglah ke dokter.

Kalo kamu menemukan orang yang depresi, ajaklah dia bercerita. Temenin dia.

Dan please, please, jangan suruh dia buat sabar. Sabarnya orang depresi tuh udah abis. Kamu mau nunggu dia sabar sampe kapan? Sampe dia muncul keinginan buat bunuh diri kah?

Dan jangan sekedar nyuruh dia buat ibadah mendekatkan diri ke Tuhan. With all due respect to religious people out there, sekadar berdoa dan mendekatkan diri pada Tuhan nggak bisa menyelesaikan masalah ini.

Sekarang gini, mungkinkah patah kaki bisa beres dengan doa dan ibadah? Bisa nggak sakit kanker selesai dengan si pemilik kanker berdoa doang? Logikanya kamu juga harus ke dokter kan? Sama juga dengan depresi.

Depresi, sekali lagi, adalah kondisi medis. Ini adalah sakit. Ini bukan bad mood biasa. Ini sakit.

 

Depresi berat adalah gangguan serius. Bantulah dirimu, bantu orang terdekat kamu. Pergilah ke dokter atau ke psikolog, dan segera cari pertolongan.

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)