3 Cara Efektif Menghilangkan Batasan Diri dan Pesimis

cara menghilangkan pesimis

Ini caranya menghilangkan pesimis dan pikiran buruk.

Pernahkah kamu ngucapin kata-kata berikut ini:

“Aku gak bisa!”
“Ini susah banget!”
“Lagian juga kalo aku nyoba, paling-paling gak berhasil”
“Apaan, aku gagal terus.”

Pernah?

Namanya hidup, pasti ada tantangannya kan.
Tapi tantangan ini balik lagi ke kamu sih: mau kamu ambil atau nggak.

Seringnya, orang tidak mengambil tantangan yang ada.
Belum juga mencoba, sudah bilang pasti gagal.
Ini adalah pesimisme!

Pesimis ini bisa berbahaya.
Inilah “musuh dalam selimut” sejati.
Kamu gak pernah liat bentuknya, tapi suara dan pengaruhnya membuatmu enggan melangkah.

Males banget gak sih punya musuh kayak gitu?

Kalo pikiran pesimis ini sering muncul di kepalamu, jangan-jangan dia sudah memegang kendali.
Kekuatan merusak ini menghambat kamu dari pencapaian keren dan menjauhkan kamu dari kesuksesan.

Makanya kamu perlu tau nih caranya melawan rasa takut dan pikiran jelek ini…
Plus menemukan cara untuk sukses.

Cara-cara di bawah ini cukup mendasar sih. Siapapun kamu, bisa mulai praktekkan setelah selesai baca.

Siap?


1. Ketahui saat pesimis ini muncul.

Yang paling penting dari menjauhkan sikap pesimis ini adalah SADAR.
Kamu harus menyadari saat sikap pesimis ini muncul.

Ciri-ciri pikiran jelek adalah, ia membuat dadamu terasa sesak.
Ia membuat ekspresimu jadi kecut, cemberut, dan membuat perasaanmu jengkel.

Segera setelah kamu sadar itu pikiran jelek, pindahkan pikiran itu ke hal lain.
Kesadaran/awareness ini penting banget, supaya kamu bisa maju ke langkah berikutnya.


2. Untuk hilangkan pesimis, temukan ketenanganmu.

Yang kedua adalah tenang. Harus pede!
Kamu harus yakin sama dirimu sendiri.

Kepedean ini membantu kamu untuk mencoba resiko baru.

Contohnya nih, kamu mau gabung ke suatu komunitas tapi malu karena gak ada yang kamu kenal.
Lagian kamu nggak pede buat gabung ke komunitas itu.
Terus gimana?

Yaa pikirkan hal-hal positif baru yang bakal kamu dapetin di sana.
Temen baru, menambah wawasan, makin gaul… ya kan?

Pikiran positif ini harus dipertahankan, biar optimis dan nggak takut.

Lagipula, hampir semua komunitas selalu menyambut pemula dengan hangat dan ramah.

Terus, kamu harus buat langkah-langkah kecil yang mudah untuk kamu lakukan.
Semakin gampang kamu selesaikan, semakin gampang kepedeanmu muncul.

Gak usah pikirin hal-hal jelek yang muncul.
Pikirin hal-hal hebat yang bakal kamu alami kalo kamu sudah mengambil langkah maju.


3. Nggak ada yang sempurna.

Nggak papa memulai dengan kesalahan. Cuek aja!
Jujur aja, ini adalah artikel pertama di blog PsikologiHore!, yang ditulis sekitar 8 bulan lalu.

Ada begitu banyak kesalahan di artikel ini.
Namun, kami terus berusaha meningkatkan kemampuan.

Saat memulai blog ini, apakah kami punya kemampuan menulis? Nggak.
Tapi kalau menunggu bisa, mau sampai kapan?

Jadi, buang jauh-jauh deh pikiran untuk jadi sempurna.
Enaknya kamu penuhi dirimu dengan pikiran positif dan yakin sama yang mau kamu raih.

Inget nih kata Paulo Coelho di novel The Alchemist:

Ketika kamu menginginkan sesuatu dan sungguh-sungguh menginginkannya…
Alam semesta dan seisinya akan bersatu mewujudkan keinginanmu itu.

Abaikan suara pesimis itu.
Sadari, dan terimalah diri bahwa gak ada yang sempurna.
Dengan gitu, kamu bisa maju terus dan melibas tantangan di depan mata.

Asik?
Sukses terus ya!

N.B.: Kamu punya pengalaman tentang melawan rasa pesimis? Share dong di kolom komentar 😉

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

3 Replies to “3 Cara Efektif Menghilangkan Batasan Diri dan Pesimis

  1. Haha, aku banget ini. sedang terjadi 😀 Pagi2 ngedrop ketika tau bahwa kecengan aku ternyata gak masuk kerja dr kemaren, padahal tiap hari chat. Aku ngerasa antara aku kurang perhatian atau dia gak anggap aku perlu tau (intinya seperti menegaskan bahwa aku bukan sapa2 lah, kalii). Sebelum baca ini, aku berkali minta maaf karena gak tau, ke org tsb, dan berpikir kalo aku gak akan bisa deket ama kecenganku ini. Menyerah. Setelah googling dan baca tulisan ini, agak ada positif thinkingnya sih, mungkin ini lah tantangannya. Tapi pas coba chat orgnya lagi seperti biasa, kok masih sesek ya? apa aku harus mencoba berpura2 gak pesimis? karena ternyata sulit. Kayaknya cuman ada 2 hal diotak ini; pura2 optimis, atau ikhlas aja. Semoga kaka ada tanggapan buat aku. karena jujur aja, aku mudah banget drop. Kalo2 juga, ada saran yang bisa aku lakukan untuk memulai hari atau yang dilakukan (hal real seperti bernapas yg dalam) pada saat drop, tolong bantu share ke aku ya kak.. makasih.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)