Menghapus Kenangan Buruk, Perlu Nggak Sih?

menghapus kenangan buruk, cara menghapus kenangan buruk

Perlukah kita menghapus kenangan buruk dan menyakitkan di masa lalu?

 

Kalo diingat-ingat, fase SMP saya bukanlah fase paling indah dalam hidup. Gejolak anak baru gede yang penuh emosi, tumbuh kembang badan yang telat (saya baru ninggi waktu SMA), susahnya beradaptasi sama temen, plus komunikasi yang kurang baik sama orang tua membuat saya susah mengenang hal baik di masa SMP saya.

Yaa kalo mencoba mengingat masa SMP, yang teringat cuma yang jelek-jelek.

Iklan!

Tapi semakin saya belajar psikologi, saya mcqueen yaqueen kalo kenangan, mau baik atau buruk, punya dampaknya sendiri terhadap hidup kita, selama kita bisa menyikapinya dengan bener.

Malah, mau dicoba melupakan kayak apapun, memori bukan sesuatu yang bisa kita hapus dan modifiksi dengan gampang.

Anyway, sebenernya perlu nggak sih kita menghapus kenangan buruk? Apa cara yang bener dalam menyikapi kenangan buruk? Perlukah kita menghapus memori suram di masa lampau itu?

 

Memori masa lalu adalah cara kita dalam memahami siapa kita dan gimana dunia bekerja.

Ingatan kita punya tiga manfaat:

  • Membimbing perilaku masa depan dengan belajar dari masa lalu
  • Menciptakan identitas kita
  • Membentuk koneksi sosial dengan berbagi kenangan dengan orang lain

Meskipun secara teoritis semua ingatan kita bisa menjadi pelajaran, tapi nyatanya nggak semua ingatan diciptakan sama.

Contohnya adalah ingatan yang menyakitkan dan memalukan. Kamu pernah nggak sih lagi ngelamun terus kamu keingetan kejadian cringey di masa lalu, yang bikin kamu mikir bahwa “ya ampuuuun pengen lupaaa”?

Siapapun nggak suka mengingat kembali masa lalu yang buruk dan nyakitin. Tetapi mungkin nggak sih ingatan buruk mempunyai manfaat baik?

Itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan. Sekilas berusaha mengalihkan perhatian saat kenangan itu terlintas, lebih gampang daripada mencoba berdamai dan menemukan pelajaran.

 

Kenapa sih kita susah melupakan ingatan buruk? Kenapa dia terus ada?

 

Kenangan buruk memang bagian hidup yang kita coba pendam dan lupakan, tapi sebenernya ada juga hal-hal baik dan bermanfaat yang bisa kita temukan saat kita mengenang kembali kejadian menyakitkan itu.

Sebuah studi yang diterbitkan di jurnal Memory  secara khusus mencoba menjawab pertanyaan tentang gimana orang menggunakan ingatan negatif mereka.

Berhubung ingatan negatif punya potensi untuk jadi pelajaran, tapi juga punya efek samping bikin cringe, para peneliti tertarik untuk tau gimana orang cenderung menghadapi kontradiksi itu.

Untuk itu, mereka meminta orang-orang untuk mengingat kembali suatu memori masa lalu, terus menilai apakah ingatan bermanfaat sebagai pelajaran atau justru menyakitkan.

Ternyata setelah diteliti, orang-orang yang diteliti menyebut kalo kejadian buruk tertentu di dalam hidup mereka ternyata punya manfaat sendiri.

Untuk setiap ingatan, para peneliti bertanya kepada orang lain sesuatu: jika Anda bisa menghapus ingatan ini, maukah Anda melakukannya?

 

Ternyata ditemukan bahwa semakin ingatan mampu memenuhi tiga manfaat (menjadi pelajaran, membentuk identitas, bisa diceritakan), maka semakin ingatan itu ingin dipertahankan.

Sebaliknya, semakin sebuah ingatan nggak bisa memenuhi tiga manfaat tadi, orang-orang cenderung berharap bisa melupakan atau merepresinya.

Jadi, untuk ingatan negatif, meskipun perih, selama bisa memenuhi tiga manfaat memori, maka ingatan itu akan terus diingat dan dikenang sesekali.

Jadi, meskipun hal-hal buruk yang terjadi adalah bagian yang kita coba pendam dan lupakan, tapi sebenernya ada juga hal-hal baik dan bermanfaat yang bisa kita temukan saat kita mengenang kembali ingatan buruk.

Pada dasarnya, begitulah cara otak dan tubuh memproses informasi dengan tujuan mempertahankan kelangsungan hidup kita: kalo punya pengalaman negatif, atau pengalaman yang membawa rasa takut, tubuh kita mulai mengajar dirinya sendiri untuk waspada supaya peristiwa yang sama gak terulang.

menghapus kenangan buruk, cara menghapus kenangan buruk

Tapi meskipun ada hal baik di balik memori buruk, kamu juga harus tau ada batasan antara mengenang sesuatu untuk menarik pelajaran, dengan mengenang kejadian menyakitkan yang hanya membawa rasa sakit.

Kalo kamu merasa susah berhenti mikirin peristiwa menyakitkan, bisa aja itu tanda PTSD. Kalo udah gitu, baiknya segera temui psikolog dan konsultasi tentang apa yang kamu alami.

Kalo kamu gimana nih, ada gak kenangan buruk yang kamu jadiin pelajaran?

 

Referensi lain:

Allpsych

Bustle

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *