Mengeluh Ternyata Berbahaya buat Otak

dampak mengeluh, bahaya mengeluh, mengeluh merusak otak, manfaat mengeluh, tidak boleh mengeluh

Berantem sama pacar, ngeluh di sosmed.
Dimarahin mama, update di BBM.
Ban bocor, ngeluh di Path.

Hwayooo kamu suka gitu gak?

Kalo nggak ya bagus, kalo iya… ya dikurangin lah.
Suka mengeluh itu nggak bagus buat otak lo ternyata.

Iklan!

Kok bisa?

Mengeluh kadang-kadang terasa enak.
Misalnya kita ada ribut sama temen.
Karena kesel, kita tumpahkan emosi kita di update status.
Buka BBM, ketik status, cliiing! Perasaan kesal pun terlampiaskan.
Padahal keributan gak akan berhenti dengan mengeluh.

Atau susah banget ketemu dosen pembimbing.
Ketik status di BBM, cliiing! Rasa bingung dan jengkel terlampiaskan.
Padahal dosen juga gak bakal muncul setelah kamu update status.

Sebenarnya mengeluh nggak membuat perasaan jadi lebih baik.
Pernah nggak setelah kamu mengeluh, komplain, atau ngomel, kamu jadi lebih ceria?

Nggak pernah!

Yang ada, otak kamu malah jadi tercemar.

Mengeluh, ngomel, dan sejenisnya ternyata melatih otak jadi mudah berpikiran negatif.
Otak kita adalah konstruksi dari struktur sinaps.
Ketika kita memikirkan sesuatu, sinaps “menembakkan” muatan listrik kecil ke sinaps di sebelahnya.
Bayangkan dua antena yang menembakkan sinyal.
Antar satu sinaps dengan yang lain, ada spasi kosong sebagai pemisah.

Setiap menembakkan muatan listrik, sinaps akan menebal dan membesar.
Tujuannya apa? Supaya muatan listrik kecil semakin mudah menyebar, tidak perlu melewati spasi kosong.

Jadi, semakin sering kita memikirkan sesuatu, semakin terlatih otak kita dalam membangun pikiran serupa di kemudian hari.

Maka, semakin sering kita mengeluh, kita jadi semakin gampang mengeluh,
Bahkan untuk hal yang kecil sekalipun.

Mengeluh kan termasuk pikiran negatif.
Apakah kamu mau otak kamu gampang memikirkan yang jelek-jelek?

Apalagi mengeluh juga nggak pernah menyelesaikan masalah.
Mengeluh membuat kita lebih rentan terhadap stres.
Stres sendiri dapat berdampak buruk pada tubuh, di antaranya sakit jantung, kegemukan, dan menurunkan imunitas.

Hal serupa juga bisa terjadi pada perilaku menggosip, menghujat, memaki, dan lain sebagainya.

Tapi untungnya, fenomena serupa bisa terjadi untuk pikiran positif.

Semakin mudah kita bersyukur, semakin gampang pula kita mensyukuri banyak hal, bahkan untuk hal yang kecil sekalipun.

Jadi, mulai sekarang kurang-kurangi mengeluh.
Masih bisa diubah kok! 🙂

 

2 Replies to “Mengeluh Ternyata Berbahaya buat Otak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *