Manfaat Psikologis Puasa, Ada Nggak Sih?

manfaat puasa, manfaat berpuasa secara psikologis, manfaat puasa untuk otak, manfaat puasa untuk kesehatan mental

Berjam-jam menahan lapar, ada manfaatnya nggak sih buat kita? Ini manfaat psikologis berpuasa.

 

Puasa udah dimulai nih..

Udah tiba saatnya bagi kita untuk berlapar-lapar dan menahan dahaga.

Iklan!

Dan bagi kamu yang terbiasa kerja sambil minum kopi, siap-siaplah bekerja sambil menahan ngantuk.

Kita udah tau kalo puasa adalah ajang melatih diri untuk bersabar dan bersyukur. Dengan menahan lapar, haus, dan marah, kita jadi bisa lebih mengontrol diri dan ujung-ujungnya jadi orang yang lebih baik.

Tapi sebenernya puasa itu sendiri punya manfaat untuk otak kita, yang pastinya akan berdampak juga ke psikologis kita.

Jadi, apa aja sih manfaat puasa untuk kesehatan mental?

 

1. Rutin puasa membuat mood lebih terjaga

 

Rutin berpuasa ternyata bisa memicu proses neurogenesis di otak. Neurogenesis adalah tumbuh kembangnya sel-sel otak baru yang lebih segar.

Lebih banyak sel otak, berarti kekuatan otakmu makin meningkat.

Dan semakin sering terjadi neurogenesis di otak, maka performa otak kamu akan meningkat. Berhubung mood adalah bagian yang prosesnya terjadi di otak, maka mood kamu jadi terimbas pula.

Dengan sel-sel otak yang baru dan lebih segar, mood kamu jadi lebih stabil.

Penelitian ini memang dilakukan pada puasa intermiten (nggak makan dari jam 16 sampe jam 8 pagi), tapi mengingat puasa kita yang kurang lebih empat belas jam, dampaknya kurang lebih sama.

Artinya, puasa punya manfaat psikologis dalam menjaga mood.

 

2. Puasa meningkatkan ketahanan terhadap stres

Studi lain dari Mattson (2014) menunjukkan bahwa berpuasa dapat meningkatkan ketahanan terhadap stres.

Ini terjadi karena neuroplastisitas otak semakin optimal. Neuroplastisitas sendiri adalah kemampuan otak untuk beradaptasi dan berkembang. Semakin mampu otak beradaptasi, semakin tahan ia terhadap stres.

 

3. Berpuasa bisa mempertajam ingatan

Sebuah penelitian di tahun 2009 mencoba menemukan kaitan antara menahan diri mengonsumsi kalori dengan kesehatan otak.

Penelitian itu menggunakan tiga kelompok: (i) pembatasan kalori (pengurangan 30%), (ii) peningkatan asupan UFA (peningkatan 20%, lemak total tidak berubah), dan (iii) kelompok kontrol.

Sebelum dan setelah 3 bulan penelitian, kinerja memori dinilai dalam kondisi yang disamakan antar tiga kelompok.

Hasilnya, ditemukan kalo kelompok yang konsumsi kalorinya dibatasi mengalami peningkatan skor memori verbal yang signifikan.

Ada juga penelitian lain yang mencoba menemukan manfaat puasa dalam menghambat dampak negatif dari Alzheimer. Tikus-tikus yang jadi subyek penelitian di sini disuntikkan asam amino penyebab Alzheimer ke otaknya, lalu dibandingkan antara mereka yang dipuasakan dengan yang diberi makan kayak biasa.

Hasilnya, berpuasa ternyata membantu mencegah menurunnya ingatan. Memang sih ini dilakukan sama tikus, tapi efek ini bisa memberi gambaran tentang potensi puasa pada daya ingat manusia.

 

4. Puasa membuat otak jadi lebih awet muda

HGH, atau human growth hormone, adalah istilah yang nggak asing bagi binaragawan atau bodybuilder. Hormon ini disebut mampu membantu mendapatkan otot-otot keras besar gagah dan juicy.

HGH sendiri punya manfaat lain untuk otak. Di antaranya adalah meningkatkan kecepatan berpikir, menyediakan perlindungan saraf, dan meningkatkan neurogenesis.

Masalahnya HGH dari sumber eksternal berarti harus bayar, dan kalo dosisnya berlebihan bisa berujung pada tekanan darah tinggi atau serangan jantung juga.

Terus kalo nggak bisa ngedapetin HGH dari luar, gimana dong?

Solusinya adalah puasa. Berpuasa telah terbukti secara alami meningkatkan kadar HGH untuk memberikan manfaat anti-penuaan, perbaikan, perlindungan saraf, dan memperpanjang umur.

 

5. Puasa membuat otak kamu jadi lebih segar

Mitokondria ibaratnya adalah baterai untuk sel kamu. Setiap sel dalam tubuhmu diisi ratusan mitokondria, yang berisi daya agar sel bisa bekerja. Mitokondria-lah yang mengambil makanan yang kamu makan dan mengubahnya menjadi energi.

 

Nah, berpuasa udah terbukti meningkatkan biogenesis mitokondria, alias penciptaan mitokondria baru.

Mitokondria yang lebih baru dan lebih segar berarti energi yang lebih efisien dan tahan lama, yang artinya otak kamu jadi lebih kuat dipake mikir dalam waktu lebih lama.

 

 

6. Puasa membantumu menjadi orang yang lebih baik

Apa sih yang kadang dilakukan orang untuk mengisi kebosanan?

Ada yang ngemil/jajan. Mungkin buka instagram terus buka-buka akun gosip. Ada juga yang mengisi kebosanan dengan ngeliatin postingan/vlog Youtube cewek seksi-seksi.

Nah, selama berpuasa, ada dua hal lagi yang harus dijaga selain makan: kita harus menjaga pandangan dan perkataan.

Artinya, kita harus menahan kebiasaan-kebiasaan yang selama nggak berpuasa bisa sesukanya kita lakukan.

manfaat psikologis berpuasa, manfaat puasa secara psikologis, manfaat puasa untuk otak

Kebiasaan-kebiasaan tadi sebenernya kita lakukan untuk mengisi kebosanan, dan kadang aktivitas puasa bisa jadi ngebosenin. But that’s the point.

Dengan membiarkan diri merasa bosan, justru kita bisa mengalami proses perenungan, dan memikirkan lagi apa sih yang sebenernya membawa kita ke kebahagiaan sejati.

Atau, dengan kebosanan karena nggak bisa melakukan kebiasaan-kebiasaan sebelum puasa, kita “terpaksa” mencari kebiasaan lain yang lebih positif.

Mungkin dengan mengisi waktu untuk ibadah. Mungkin ngeberesin kamar. Atau baca-baca buku yang belum sempet kebaca.

Memang sih berpuasa bukan penyebab utama dalam manfaat terakhir ini. Tapi, dengan perasaan bosan yang sering banget kita rasain saat puasa, kita jadi punya waktu untuk melakukan hal lain yang lebih positif.

 

 

Nah, itu tadi yes beberapa manfaat berpuasa.

Puasa punya banyak manfaat untuk tubuh dan pikiran kita. Tapi perlu diinget yes kalo manfaat ini nggak langsung kamu rasain di hari pertama atau kedua.

Manfaat puasa baru terasa di minggu keempat, alias kamu baru ngerasain manfaat puasa secara psikologis (dan fisiologis) setelah sebulan melakukannya.

Mungkin itu kali ya maksudnya kita terlahir kembali setelah sebulan berpuasa; sel-sel tubuh kita yang udah rusak berguguran, berganti sel baru yang lebih seger. Otak kita juga jadi lebih fresh dan sehat, dan kita menjadi orang yang lebih baik.

Anyway, puasa tahun ini emang beda dari biasanya. Kita jadi nggak bisa solat taraweh di masjid. Jadi nggak bisa buka bareng temen seangkatan, dan nggak bisa pamer pacar baru saat reunian.

Sedih sih.

PSBB selama bulan puasa ini memaksa kita tetep berada di rumah. Tapi kita bisa memanfaatkannya untuk merenung, menjauhkan diri dari hiruk pikuk, dan melakukan kegiatan yang bermanfaat.

Kita harus optimis kalau ini pun, seperti semua wabah yang pernah terjadi, akan berlalu.

Selagi menunggu ini berlalu, yuk kita bantu orang-orang di sekitar yang nggak seberuntung kita. Beramal. Ngebeliin takjil. Minimal ngedoain mereka yang lagi sakit atau kesusahan. Mumpung bulan Ramadhan, amalan kan dilipatgandakan.

Yang semangat ya puasanya!

Sumber manfaat puasa untuk kesehatan mental:

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/10751442

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16432628

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3883043/

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2562606/

https://www.health.harvard.edu/blog/dopamine-fasting-misunderstanding-science-spawns-a-maladaptive-fad-2020022618917

https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/29307281

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *