Waktu baca yang dibutuhkan: 10 menit

Apa itu Locus of Control? Apa saja faktor pembentuknya?

Ghofur baru aja dimarahin bosnya.
Kata bosnya, laporan si Ghofur ini ada yang kurang. Ghofur harus menyelesaikannya hari ini juga, kalo nggak mau dipecat.

Ghofur mengerutkan dahi. Kenapa dia sampe sial gini?
Biasanya juga bos gak marah-marah.
Hmmmm. Pasti ada rekan kerjanya yang iri sama dia, terus kekurangan laporan itu dilaporin sama si bos. Pasti!

Luar biasa ya si Ghofur. Dalam situasi seperti di atas, dia bisa menyalahkan semua orang kecuali dirinya sendiri.

Kali ini kita akan belajar tentang kelakuannya si Ghofur, tentunya dari sisi psikologis.

Kelakuan Ghofur adalah salah satu dari berbagai macam bentuk locus of control.
Di tulisan ini, kamu akan mengetahui lebih banyak tentang locus of control, penyebabnya, ciri-cirinya, dan alat ukur yang bisa kamu gunakan untuk mengukur locus of control.

Kita berangkat!

 

Definisi locus of control

locus of control adalah kepercayaan seseorang terhadap siapa pengendali nasibnya.
 

  • Pervin (dalam Smet, 1994) menyatakan bahwa locus of control adalah bagian dari Social Learning Theory yang menyangkut kepribadian dan mewakili harapan umum mengenai masalah faktor-faktor yang menentukan keberhasilan dan kegagalan dalam kehidupan seseorang.
  • Menurut Rotter (1966) locus of control adalah tingkatan di mana seseorang menerima tanggung jawab personal terhadap apa yang terjadi pada diri mereka.
  • Definisi Locus of Control menurut Hirayappa (2009) mengacu pada keyakinan seseorang bahwa apa yang terjadi adalah karena kendali dirinya yaitu internal atau di luar kendali dirinya yaitu eksternal.
  • Definisi Locus of Control menurut Hanurawan (2010) adalah kecenderungan orang untuk mencari sebab suatu peristiwa pada arah tertentu. Dapat dikategorikan ke dalam locus of control internal dan eksternal.
  • Definisi Locus of Control menurut Ghufron & Risnawita (2011) adalah gambaran pada keyakinan seseorang mengenai sumber penentu perilakunya. Locus of Control merupakan salah satu faktor yang sangat menentukan perilaku individu.

Gampangnya, locus of control adalah keyakinan seseorang terhadap siapa sih pengendali nasib dan peristiwa yang dia alami.

Reiss dan Mitra (1998) membagi locus of control menjadi dua: internal dan eksternal locus of control.

Lokus kendali eksternal adalah cara pandang di mana segala hasil yang didapat, baik atau buruk, berada di luar kendali mereka. Lokus kendali eksternal lebih percaya pada faktor di luar kekuasaan mereka. Seperti keberuntungan, kesempatan, atau takdir.

Sementara locus of control internal adalah keyakinan bahwa dalam dirinya tersimpan potensi besar untuk menentukan nasib sendiri.
Orang dengan locus of control internal meyakini bahwa bukan takdir yang menentukan dirinya, tapi apa yang ia jalanilah yang menentukan takdir.

Kesimpulan:

  • locus of control internal berarti keyakinan seorang individu bahwa yang mengendalikan nasib adalah dirinya sendiri. Kalo dia mau mengubah nasib, dia harus berusaha.
  • locus of control eksternal berarti keyakinan seorang individu bahwa nasibnya dikendalikan oleh sesuatu di luar kendalinya. Kalo ada yang salah, maka itu salah orang lain atau dasar dia aja lagi sial. 

Apa Pembentuk Locus of Control (Lokus Kendali)?

Seperti asap yang muncul kalo ada api, maka locus of control dapat muncul karena ada penyebabnya (lah apa hubungannya sama asap sama api cobak).

Ada dua faktor yang memengaruhi locus of control. Apa aja tuh?

locus of control, teori locus of control, definisi locus of control, lokus kendali, lokus kendali adalah, definisi lokus kendali
keluarga yang demokratis menghasilkan anak dengan lokus kendali internal tinggi. sumber: imagefinder.co

a. Pengaruh keluarga.

Jadi kata Kuzgun (dari Hamedoglu, Kantor, & Gulay, 2012) lingkungan keluarga tempat kamu tumbuh bisa mempengaruhi locus of control mana yang bakal muncul di diri kamu.

As we know, keluarga ada macem-macem. Dan kita juga sama-sama tahu lah bahwa sekolah pertama adalah keluarga.

Di keluarga, kita dididik dan dibesarkan. Karakter pendidikan ini dipengaruhi kebiasaan, pendapatan, dan gaya hidup keluarga kita.

Kamu pasti punya temen yang sama keluarganya dibiarin keluyuran malem-malem,
dan ada juga temenmu yang kalo abis maghrib udah dicariin sama mamanya.

Punya kan?

Nah perilaku orang tua yang seperti mempengaruhi locus of control mereka tuh.

Individu yang dari kecilnya dikekang, dimanja, dan dididik dengan otoriter bisa menyebabkan anak jadi pemalu, suka bergantung, dan suka menyalahkan keadaan (Locus of control eksternal).

Sementara individu yang kecilnya dididik dengan demokratis, ia akan gampang gaul, pede, dan punya rasa ingin tahu yang besar (locus of control internal).


b. Faktor motivasi

Kamu pasti pernah punya guru killer.
Biasanya guru killer ngajarnya gak enak. Susah ngertinya.
Dan kalo ngasih ujian, soalnya bikin kamu pengen berhenti sekolah terus narik becak aja.

Kalo sudah ketemu guru kayak gini, mau belajar jadi males.

Kalo nilaimu jelek, siapa yang bakal kamu salahin duluan?

Yes! Kalo sudah males dan gak ada motivasi, seseorang lebih gampang menyalahkan keadaan eksternalnya.

Forte (dalam Karimi dan Alipour, 2011) bilang bahwa motivasi, baik internal maupun eksternal, bisa mempengaruhi locus of control seseorang.

Saat seseorang sudah termotivasi banget banget banget, dia bisa mengevaluasi dirinya sendiri, dan membuat perubahan yang diperlukan. Locus of control internalnya keluar.

Tapi kalo sudah nggak suka, hambatan dari luarnya dijadiin alesan.
Males belajar karena alesannya jemuran belum kering lah, catetan dipinjem lah,
Si Komo lewat lah. Semua dijadiin alesan
.
Locus of control eksternalnya keluar.


Gimana ciri-cirinya orang dengan lokus kendali tinggi?

Tadi kan udah dibahas ya tentang locus of control.
Gimana caranya kita tahu seseorang punya locus of control tinggi?

Seperti yang udah kamu baca tadi, locus of control dibagi menjadi dua: internal dan eksternal.

Kedua lokus kendali ini ada dalam diri setiap orang dan berkorelasi negatif.
Artinya, bila locus of control internal kamu tinggi, berarti eksternalnya rendah.
Kalau locus of control internalmu rendah, berarti yang eksternalnya tinggi.

Nah, lalu gimana ciri-ciri orang dengan lokus kendali eksternal tinggi?

Lee (1990) menyatakan bahwa individu yang locus of control eskternalnya tinggi cenderung gampang pasrah sama keadaan.

Dia juga gampang menyerah kalau tersandung masalah.

Orang kayak gini memandang masalah-masalah sulit sebagai ancaman, dan orang-orang di sekitarnya pun dicurigai akan mengganggu keberadaannya.
Kalo locus of control internal gimana?

locus of control, teori locus of control, definisi locus of control, lokus kendali, lokus kendali adalah, definisi lokus kendali
orang yang dominan lokus kendali internal memiliki etos kerja tinggi. sumber: brainscape.com

Orang dengan locus of control internal tinggi cenderung memandang bahwa yang bisa mengubah nasib adalah dirinya sendiri.

Individu seperti ini memiliki etos kerja tinggi, tahan banting menghadapi segala macam kesulitan baik dalam kehidupannya maupun dalam pekerjaannya. Meskipun kadang dia khawatir dan ragu, tapi perasaan tersebut relatif kecil dan seringkali diabaikannya. Orang-orang seperti ini tidak mau melarikan diri dari masalah yang ia hadapi (Lee, 1990).

Andre (2008) menyebutkan perbedaan locus of control internal dan eksternal sebagai berikut:

a. Locus of Control Internal

  • kontrol terhadap perilakunya baik
  • lebih aktif dalam mencari informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan situasi yang dia hadapi
  • self-esteemnya tinggi
  • kepuasan kerja yang lebih tinggi
  • lebih baik dalam mengatasi stres
  • percaya kalo reward dan punishment yang dia dapet murni karena hasil kerjanya.

b. Locus of Control Eksternal

  • kontrol perilakunya buruk
  • pasif dalam mencari informasi dan pengetahuan yang berhubungan dengan situasi yang dihadapi
  • self-esteemnya lebih rendah
  • kepuasan kerjanya lebih rendah
  • susah mengatasi stres dan susah disuruh kerja yang bener
  • meyakini reward dan punishment yang dia dapet karena suatu kekuatan yang berubah-ubah (kayak hari baik, hari sial, gitu-gitu)
locus of control, teori locus of control, definisi locus of control, lokus kendali, lokus kendali adalah, definisi lokus kendali
lokus kendali eksternal terlihat pada orang malas. sumber: dailyxy.com

Crider (1983) menyebutkan ada beberapa perbedaan karakteristik antara locus of control internal dan eksternal.

a. Locus of control internal

  • suka kerja keras
  • inisiatifnya tinggi
  • selalu berusaha nyari pemecahan masalah
  • selalu berpikir seefektif mungkin
  • punya persepsi kalau mau usaha harus berhasil

b. Locus of control eksternal

  • kurang memiliki inisiatif!
  • mudah menyerah, kurang suka berusaha karena mereka percaya bahwa faktor luarlah yang mengontrol
  • kurang mencari informasi tambahan
  • mempunyai harapan bahwa ada sedikit korelasi antara usaha dan kesuksesan (artinya dia berharap kalo bisa kerja dikit hasilnya banyak)
  • lebih mudah dipengaruhi dan tergantung pada petunjuk orang lain

kesimpulannya, orang dengan locus of control internal tinggi sifatnya gak gampang nyerah, inisiatif tinggi, dan pekerja keras.

Sementara orang dengan locus of control eksternalnya tinggi sifatnya gampang nyerah, males berusaha, nyalahin semua kecuali dirinya sendiri, dan pengen enak doang. Gitu deh.

gampangnya: internal tinggi = rajin eksternal tinggi = males


Adakah skala menguji locus of control?

Kalo untuk skripsi sih kebanyakan bikin skala sendiri. Biasanya berbentuk skala likert.

Tapi kalo kamu males bikin skala sendiri (dan kalo dosen pembimbing kamu ngebolehin), coba aja pake Work Locus of Control Scale punyanya Spector (1988).

Mau nyari inspirasi dari variabel-variabel psikologi lain? Cek di sini.

a. Work Locus of Control Scale – Spector

WLCS menggunakan 16 aitem pertanyaan dengan 5 poin skala:

1 – sangat tidak setuju
2 – tidak setuju
3 – tidak pasti
4 – setuju
5 – sangat setuju

tapi kalau kamu lihat di sini, proses skoringnya agak ribet.
Gak disebutkan berapa skor seseorang yang dianggap memiliki lokus kendali internal dan berapa skor untuk lokus kendali eksternal.

Intinya, batasannya di sini kurang jelas.

Tapi kamu bisa mengutip teorinya Reiss dan Mitra (1998) yang mengatakan bahwa seorang subyek disebut memiliki locus of control internal bila jawabannya lebih rendah dari skor rata-rata.

Dan bila jawabannya lebih tinggi dari skor rata-rata, maka dia disebut memiliki locus of control eksternal tinggi.

Jadi nanti kamu skoring semua jawaban subyek, ditotal keseluruhan, terus nanti dibagi sama jumlah subyek. Baru kamu dapet rata-ratanya.

Dengan rerata itu, baru kamu bisa menentukan seorang subyek tergolong internal atau eksternal.

Selain skala punya Spector, ada juga skala Locus of Control punya Rotter.

b. Rotter’s Locus of Control Scale

Skala punya Rotter ini lebih jadul lagi, buatan tahun 1966.

Ada 29 aitem, tapi bentuknya skala Gutman. Jadi beda ya sama skala punyaknya Pak Spector.

Salah satu jawaban bernilai 1, dan jawaban lainnya bernilai 0.

Skor satu diberikan pada:

2.a
3.b
4.b
5.b
6.a
7.a
9.a
10.b
11.b
12.b
13.b
15.b
16.a
17.a
18.a
20.a
21.a
22.b
23.a
25.a
26.b
28.b
29.a

Kok skala nomer 1, 8, 14, 19, 24, 27 gak ada?
Iya, skala nomer 1, 8, 14, 19, 24, 27 cuma buat pengacau doang.
Istilahnya filler item. Jadi gak usah dihitung.

Skala Rotter bisa kamu intip di sini.

Note: perlu diketahui bahwa Skala Rotter lebih sering digunakan untuk mengukur locus of control yang terkait kondisi klinis.

Sementara skala Spector digunakan untuk locus of control yang terkait lingkungan dan kondisi kerja.

Choose carefully!


Apa variabel lain yang bisa dikaitkan sama locus of control?

Coba deh kamu amati lingkungan sekitarmu.
Apakah mahasiswa perantau di kampusmu lebih rajin dibandingkan mahasiswa non perantau?

Kalo iya, itu bisa dijadiin judul penelitian. Jadi kamu membuat perbedaan locus of control pada mahasiswa perantau dan non perantau.

Atau kamu bisa membuat perbedaan locus of control berdasarkan ras. Apakah locus of control ras tertentu berbeda dengan ras lain?

Atau kamu bisa mengukur seberapa besar pengaruh motivasi terhadap locus of control.
Atau juga seberapa besar pengaruh locus of control terhadap self efficacy seseorang.

Kamu juga boleh banget mencari inspirasi dari variabel lain, seperti:

Gitu aja dulu tulisan kami tentang locus of control. Kalo ada yang kurang, boleh banget ditambahin.
Sebelum bergerak lebih jauh, selalu konsultasi sama dosen dulu ya.

Sampai jumpa!

referensi:
1. locus of control / lokus kendali
2. locus of control / lokus kendali 2
3. locus of control / lokus kendali 3


download rangkuman singkatnya di sini

[scribd id=326331735 key=key-Wb9q3lnk5iNbtb916OTL mode=scroll]

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

4 Replies to “Definisi Locus of Control

  1. Pingback: Definisi Psychological Well Being - PsikologiHore! - Situs Psikologi Populer
  2. ingin request variabel psikologi yang membahas empati dan moral disengagement dong 🙂

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)