Bukan Introvert, tapi Nggak Ekstrovert? Mungkin Kamu Ambivert!

Halo!

Mungkin kamu sudah membaca artikel kami tentang introvert.
Tapi, kamu merasa bahwa kamu nggak seperti yang ditulis di situ.
Dan juga, kamu bukan ekstrovert.

Terus, apa dong?
Wah, jangan-jangan kamu ambivert!

Eh, ambivert itu apa sih?

Apakah ada hubungannya dengan amfibi?
Atau, jangan-jangan ia semacam ambeien?

Bukan!

Ambivert sebenarnya istilah yang cukup baru di dunia psikologi.
Tokoh-tokoh psikologi punya banyak penjelasan tentang kepribadian.

Yang populer tentu saja kepribadian introvert dan ekstrovert.
Nah! Ternyata, muncul pendapat bahwa ada satu kepribadian lain di tengah-tengah.
Nama kepribadian itu adalah kepribadian ambivert.

Ia nggak penyendiri seperti introvert, tapi juga tidak sering keluar nongkrong seperti ekstrovert.
Ia tahan sendirian di kamar, tapi dia juga suka berkumpul bersama teman.
Ia bisa baca buku berjam-jam, tapi bisa juga berlama-lama di keramaian.

Ada lagi tanda-tanda ambivert lain!
Kalau tanda-tanda ini sesuai dengan kepribadian kamu, mungkin kamu beneran seorang ambivert sejati!

1. Kamu nggak nyaman dengan obrolan basa-basi.

ambivert, kepribadian ambivert

Kamu benci ngobrolin hal-hal yang nggak penting. Teman-teman yang suka membual dan bercerita bohong adalah orang yang kamu jauhi.

Kamu punya kan teman yang seperti itu? Apakah kamu akrab dengannya?

Kamu lebih suka sendirian di kamar daripada bicara yang nggak jelas.
Buat kamu, ngobrol harus ada manfaatnya.

Obrolan yang cerdas dan berbagi pengalaman hebat, itulah obrolan favoritmu!

2. Ramai-ramai atau nggak sama sekali.

ambivert, kepribadian ambivert

Kamu males nongkrong sama temen kalau cuma berdua.

Soalnya, kamu nggak terlalu pandai membuat obrolan yang panjang dan dalam.
Dalam geng pun, kamu tipe yang ngomongnya sedikit.
Makanya, kalau cuma berdua, nongkrong sama kamu nggak seru.

Kalau rame-rame, baru asik.

3. Kamu sering tenggelam dalam lamunan.

kepribadian ambivert, ambivert

Otakmu berputar cepat.
Kamu nggak berhenti berpikir dan melamun, entah itu tentang tempat baru atau sekedar berkhayal.
Dalam diam, kamu sering “tersambar” ide cemerlang.

Makanya, ketika kamu lagi bersama teman-teman, ada momen di mana kamu menatap luar.
Sampai-sampai kamu nggak mendengarkan obrolan mereka.

Otakmu terus memikirkan jutaan hal, namun kamu nyaman dengan itu.
Kamu bisa gila, tapi saat serius pun pikiranmu mengagumkan.

4. Sering bingung mau stay di rumah atau pergi ke luar.

ambivert, kepribadian ambivert

Saat libur, kamu sering bingung mau ngapain.

Kamu suka pergi main, tapi kamu juga seneng nonton film berjam-jam di kamar.

Ketika kamu diajak keluar tapi males gerak, kamu kayak mengalami perang batin!

Duuhhhh pergi apa nggak ya?

Kamu males harus keluar rumah…
Tapi kamu juga bosen di rumah terus.

Perang batin semacam ini sering dialami ambivert, bikin mereka jengkel sama diri sendiri.

5. Kamu nggak nyaman berada di tengah orang baru.

Kamu seperti ekstrovert yang suka keramaian. Cuma, kamu nggak suka kalau berkumpul dengan orang baru.
Keberadaan mereka membuatmu merasa canggung, dan lebih banyak diam.

Kamu suka datang ke seminar dan kopi darat, tapi kamu nggak memulai percakapan.
Kamu lebih memilih diam dan menunggu orang menyapa kamu duluan.

Orang-orang yang baru dikenal bikin kamu bingung harus ngomong apa dan ngapain.
Kamu menjaga image kamu di tengah-tengah mereka, dan berusaha bersikap cool.

Kamu juga suka diperhatiin, tapi terlalu banyak yang memperhatikan bikin kamu gugup.

6. Kamu suka sendirian, tapi benci kesepian.

kepribadian ambivert, ambivert

Apa bedanya sendirian dengan kesepian?

Sendiri adalah situasi di mana cuma ada kamu, nggak ada orang lain.
Kesepian adalah merasa bahwa cuma ada kamu, nggak ada orang lain.

Seorang ambivert bisa nyaman sendirian, namun akan stres ketika kesepian menghantam.

7. Kamu pendengar yang baik.

ambivert, kepribadian ambivert

Layaknya seorang psikolog, kamu adalah pendengar yang baik.
Kamu suka melontarkan pertanyaan dan membiarkan orang lain ngomong sampai berbusa.
Kamu suka sensasi “menyelam” dalam pengalaman hidup lawan bicaramu.

Perasaan berhasil menggali pikiran seseorang terasa seru,
Karena ada pelajaran dan informasi baru yang masuk ke otakmu.

Apalagi kalau berhasil menggali rahasia mereka.
Hmmmm…. kamu jagonya! :blush:

 Ini membuat kamu jarang bicara, tapi temen-temenmu kesepian kalau nggak ada kamu.

Anyway, kalau kamu pendekatan lebih efektif, coba tips mudah di sini deh.

8. Kamu nggak pandai merawat pertemanan.

kepribadian ambivert, ambivert

Berapa teman lama yang masih akrab sama kamu?
Ambivert males berhubungan dengan teman lama yang jauh, sehingga hubungan jadi terbengkalai.

Kamu jarang membalas bbm/WA dari temen jauh, karena sifatmu yang nggak suka basa-basi.
Ini membuat kamu sering dituduh sombong, padahal ya nggak juga.

Kalau sama teman lama, mendingan ketemu deh daripada ngobrol lewat hape.

Kamu suka ngecek sosmed, tapi jarang upload-upload atau update status.
Ini membuat teman-teman mengira kamu menghilang, padahal ya kamu sehat-sehat aja.

9. Kamu milih-milih dalam berteman.

ambivert, kepribadian ambivert

Sifatmu yang menyukai hubungan yang dalam, menjadikan kamu tipe yang pemilih.
Memang sih kamu bisa membongkar rahasia orang, tapi kamu hati-hati dalam menceritakan rahasiamu.

Kamu nggak menceritakan hidupmu ke sembarang orang, apalagi dalam berteman.
Nggak semua orang bisa dapat predikat “teman dekat” dari kamu, karena standar kamu tinggi.

 Kamu terbuka dengan orang lain, tapi suka curigaan.

10. Kamu nyambung dengan introvert dan ekstrovert.

Karena pribadi kamu yang di tengah-tengah, kamu ngerti rasanya jadi ekstrovert dan introvert.
Kamu memahami pikiran dan karakter mereka, menjadikan kamu nyambung bila bergaul dengan mereka.

11. Kamu fleksibel.

kepribadian ambivert, ambivert

Kamu nggak malu diajak ngopi di warkop, tapi nggak norak saat ngopi di kafe.
Kamu bisa diajak maraton film, tapi nggak ngeluh saat backpacking ke luar kota.

Kamu super fleksibel!
Ngajak kamu pergi paling enak, karena kamu bisa diajak ke manapun dan melakukan apapun.
Kamu pun suka diajak pergi, karena kamu orangnya pasrah dan terserah.
Kamu lebih suka orang lain yang bikin rencana, karena kamu mah ayo-ayo aja.

Kamu plin-plan! Sebagian dirimu ingin santai dan woles, namun sebagian lain merasa kamu harus bergerak lebih cepat.

Ini membuat kamu enak diajak travelling, karena kamu nggak mengeluh dan gampang beradaptasi sama orang baru.

Selain itu, sikap fleksibel ini membuatmu bisa kerja dalam tim, tapi tetap hebat bila bekerja sendirian.

Nah!

Itu tadi yes penjelasan kami tentang ambivert.
Semoga kamu jadi lebih sadar tentang kepribadian kamu.

Kami juga sempat cerita-cerita tentang kepribadian lain di sini.
Agak panjang, tapi semoga bisa menjawab kebingunganmu.

Lalu, apakah ambivert lebih baik dari introvert dan ekstrovert?
Nggak juga. Toh, ambivert punya kelemahan seperti plin-plan dan jarang punya sahabat karib.

Yaa semua punya kelebihan dan kekurangan.

Yang paling penting, terima dan sayangi diri kamu sendiri.
Kalau kamu sayang sama dirimu, orang lain pun akan menyayangimu.

Punya cerita unik tentang menjadi ambivert?

Share di kolom komentar ya! 😉

6 Replies to “Bukan Introvert, tapi Nggak Ekstrovert? Mungkin Kamu Ambivert!

  1. Jangan bikin pusing :’v
    Gua termasuk ISTJ.. Tapi tanda” di atas hampir semua nya bener kecuali 10 dan 11
    Ga yakin gua ini fleksibel 😅

    1. halo Nurul, thanks udah mampir 😀
      Sebenernya kepribadian manusia itu gak kaku alias cair.
      Makanya kadang kalo kita tes pake MBTI, bisa aja hari ini kita ISTJ, bulan depan ternyata INTJ.
      Kalo dibilang fleksibel mungkin bener juga. Yang jelas, apapun tipe kepribadian kita, syukuri aja kelebihan dan kekurangannya 😉

  2. Halo, entah bagaimana aq bisa terdampar disini. haha. Awalnya aq yakin 100% kalau aq ini ekstrovert. Suka ngobrol, rame, riuh kalo lagi ngumpul sama temen2, gampang bergaul, gampang beradaptasi, dsb. Tapi,,,,entah kenapa ada suatu masa dimana aq bisa diem sediem-diemnya, malas ketmu orang, malas update status, malas kemana-mana. Tapi aq menikmati perpindahan itu. Kadang aq merasa aq bipolar, tapi setelah tau Ambivert aq lega karena setidaknya aq baik2 saja. Thanks for the info 🙂

  3. Cukup menjelaskan kenapa aku suka sekali berorganisasi tapi ga banyak berinteraksi, dan kenapa merasa introvert tapi biasa aja kalau di kermaian.
    Sangat membantu trimakasih

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)