Kenapa Kita Suka Memberi Nama ke Benda?

kenapa kita suka memberi nama ke benda

Saya dulu punya sepeda motor tua.

Sepeda itu berat, klaksonnya mati, spionnya manggut-manggut, dan kalo dibawa pergi jauh suka batuk-batuk.

Sepeda motor itu saya kasi nama Shogi.

Dulu saya punya temen yang baru beli hape. Hape ini mulus, tapi nggak tau kenapa di dalem layarnya banyak debu. Karena berdebu, hape itu dikasi nama Dusty.

Mungkin kamu juga suka ngasi nama ke benda-benda milikmu. Nggak semua, mungkin, tapi kayaknya kamu pernah sekali dalam hidupmu memberi nama ke benda.

Menurut penelitian dari perusahaan asuransi Nationwide, sekitar 25 persen pemilik mobil ngasih nama ke mobilnya. Mungkin penelitian ini nggak ilmiah sih, tapi ini membuktikan satu hal: banyak orang suka ngasih nama ke benda-benda miliknya.

Pada beberapa kesempatan, mungkin benda itu nggak hanya dikasih nama; ada juga yang ngajak ngomong sambil dielus-elus.

Itu kenapa ya? Apa mereka gendeng?

Faktanya, kita seringkali memberi nama benda ke sesuatu yang dekat dengan kita. Mungkin kamu ngasih nama ke kendaraan kamu. Mungkin ke hapemu. Kalo ksatria jaman dulu, suka ngasih nama ke senjatanya.

Itu kenapa sih?

Sebenarnya ada beberapa penyebab psikologis yang membuat kita suka ngasih nama ke benda-benda di sekitar kita.

Karena ada beberapa karakter di benda itu yang menurutmu “kayak manusia”

Kadang kita menyamakan sifat suatu benda, atau sesuatu yang bisa dilakukan dengan benda tersebut, mirip seperti manusia.

Misalnya gini. Kamu sayang sama motormu karena motormu selalu nganter kamu ke mana-mana. Atau kamu sayang sama hapemu karena hape selalu nemenin kamu ke manapun dan kapanpun.

Mungkin kamu juga sayang sama alat kerjamu, karena alat kerjamu membantu kamu nyari duit.

Ketika kita merasakan ada kemiripan manfaat benda dengan perilaku manusia, kita jadi memperlakukan benda itu seperti manusia.

Misalnya ketika kamu berpikir “bisa apaaa aku tanpa kamu, hape…” kamu mungkin tanpa sadar bakal ngelus hape kamu, sambil menatap dengan tatapan sayang. Ketika kita memperlakukan benda layaknya makhluk hidup, lama-lama kita jadi ngasih nama ke benda itu.

Ada juga penelitian yang dilakukan oleh Jurnal of Experimental Social Psychology. Penelitian ini menemukan bahwa orang cenderung lebih percaya pada benda yang sifatnya antropomorfik (kayak manusia). Perilaku ini termasuk di antaranya suara GPS, autopilot, dan lain sebagainya. Ketika benda ini bisa bersuara, misalkan, tanpa sadar kita akan berbicara pada suara itu.

Kalau benda yang bersifat seperti manusia ini memberi kamu manfaat, kamu lama-lama jadi sayang sama benda itu. Pada beberapa orang, mungkin bakal dikasi nama.

Penelitian lain juga menyatakan bahwa, ketika kamu mampu membentuk semacam ikatan dengan teknologi, atau kamu merasa dekat secara emosional dengan teknologi tersebut, kamu  akan memperlakukannya seperti manusia. Dan mungkin kamu akan ngasih nama.

Untuk Menunjukkan Kepemilikan dan Keterikatan.

Kenapa kapal selalu dikasi nama?

Kenapa ada kapal namanya Titanic, ada yang namanya Superstar Virgo, dan lain-lain?

kenapa kita ngasih nama ke benda

Ini merujuk ke tradisi lama. Orang-orang di jaman dulu memberi nama ke kapalnya yang bersandar, untuk menunjukkan kepemilikan atas kapal itu. Lama-lama kebiasaan menamakan kapal ini menjadi tradisi yang terus berlangsung.

Ketika kita memberi nama ke benda pribadi, kita menunjukkan ke diri sendiri dan orang lain betapa pentingnya benda itu, dan ada keterikatan emosional yang terjalin dengan benda itu.

Benda yang selalu kamu pakai belum tentu kamu kasih nama. Kamu nggak mungkin kan ngasih nama ke gantungan kunci atau sikat kamar mandi. Benda diberi nama karena punya makna spesial oleh pemiliknya. Makna spesialnya gimana? Balik lagi ke pribadi masing-masing, ada pengalaman apa sama benda itu.

 

Karena kamu kesepian

Alasan lain kamu ngasi nama ke benda adalah mungkin karena kamu kesepian. Ketika seseorang kekurangan hubungan sosial, dia akan mencoba mengisinya dengan membentuk hubungan ke hewan peliharaan atau benda.

Aneh? Nggak juga. Sadar atau nggak, bersosialisasi adalah kebutuhan dasar manusia. Bahkan meskipun orang itu ngakunya introvert penyendiri.

Seseorang yang mungkin nggak suka ngobrol sama orang, pada akhirnya akan memenuhi kebutuhan sosial tersebut ke hal lain. Mungkin dia memelihara hewan. Mungkin dia nonton film. Mungkin juga dia menciptakan keterikatan emosional ke benda, yang berujung ke ngasih nama ke benda tersebut.

Kalau kamu seperti itu, jangan khawatir! Itu normal, normal banget.

Nah, itu tadi ya beberapa alasan kenapa kita ngasi nama ke benda-benda.

Kalo kamu suka ngasih nama ke benda terus diketawain temen, yaudah biarin aja.
Itu artinya kamu sayang sama benda-benda milikmu, dan kamu bersyukur memilikinya.

Bukankah bersyukur adalah sifat yang baik? đŸ˜‰

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)