Kamus Psikologi

Halo! Selamat datang di kamus psikologi versi kami. Entri di kamus psikologi ini masih dalam tahap pengembangan, jadi sementara masih sedikit. Tapi, akan terus bertambah kok. Untuk memulai, silakan klik abjad entrinya.

ABCDEFGHIJKLMNOPRSTUVWXYZ

DISCLAIMER: Semua definisi dalam kamus ini dibuat semudah dan sesimpel mungkin. Bila kamu melihat entri yang maknanya keliru, harap segera koreksi di kolom komentar ya. Isi kamus ini tidak bisa digunakan sebagai rujukan dalam penelitian.

Kegunaan kamus ini adalah untuk memudahkan kamu memahami istilah atau untuk menambah pengetahuan. Kami akan mempertimbangkan dan memproses masukan dari kamu 😉

A

 

Abasement – Perbandingan secara tidak menyenangkan, entah dibandingkan dengan orang lain atau dengan norma di sekitar.

Aborsi – Upaya penggagalan kehamilan dan menggugurkan janin yang dikandung.

Abnormal – (perilaku) Menyimpang dengan norma di masyarakat, tidak biasa, luar biasa.

Abstraksi – Adalah proses memahami kesimpulan atau makna yang tidak terlihat dari suatu benda atau fenomena. Dilakukan untuk membentuk konsep pemikiran.

Ackerman, Nathan Ward  – Seorang psikolog dan terapis, penggagas bidang ilmu psikologi keluarga.

Adaptasi – Perilaku menyesuaikan diri seseorang/suatu organisme dengan lingkungan. ADHDLihat di sini.

Adler, Alfred – Dokter, psikolog, dan terapis, penggagas ilmu psikologi individualistik, teori urutan kelahiran, inferioritas, dan terapi berbasis konseling. Lebih lanjut

Adlerian – Pengikut aliran psikologi milik Alfred Adler.

Adopsi – Praktik yang dilakukan orang dewasa terhadap anak, yang mengambil hak asuh dan peran sebagai orang tua.

Afeksi – Istilah psikologi untuk ekspresi dan emosi yang dapat diamati. Afeksi termasuk gerak tubuh, nada bicara, ekspresi wajah, tertawa, dan menangis.

Afiliasi – Kebutuhan untuk menciptakan hubungan lekat dengan orang lain. Hal ini dimaksudkan agar mendapat dukungan sosial, bantuan, dan perlindungan. Afiliasi termasuk dalam tiga bentuk motivasi.

Agresi – Tindakan yang dimaksudkan untuk melukai, menyakiti, atau mengakibatkan kepedihan pada diri orang lain.

Agresivitas – Tindakan sengaja yang dimaksudkan menyakiti orang lain, hewan, atau merusak benda-benda. Bisa berupa verbal dan nonverbal.

Ainsworth, Mary – Tokoh psikologi yang berfokus pada perilaku kelekatan bayi dan balita.

Akomodasi – Mengubah perilaku sesuai informasi yang baru didapat. Termasuk dalam perkembangan kognitif versi Piaget. Lihat juga adaptasi dan asimilasi.

Akrofobia – Fobia berada di tempat tinggi.

Aktualisasi Diri – Adalah kebutuhan individu untuk melakukan atau mencapai sesuatu yang sesuai dengan potensi, prinsip, dan jati diri yang ia yakini. Merupakan kebutuhan puncak dalam hirarki kebutuhan Maslow.

Akulturasi – Proses beradaptasi ke dalam suatu budaya.

Alienasi  – Sensasi terpisah secara emosional. Memunculkan perasaan terisolir dan sendirian. Dapat berlaku dalam kelompok (e.g. dikucilkan oleh masyarakat), dan pada diri sendiri (e.g.: memusuhi diri sendiri)

Aloanamnesa – Keterangan tentang seseorang yang didapat melalui orang lain.

Iklan!

Allport, Gordon – Seorang psikolog aliran humanistik. Allport termasuk psikolog pertama yang mempelajari kepribadian, dan pelopor ilmu psikologi kepribadian.

Alzheimer – Suatu penyakit yang menyebabkan gugurnya sel-sel syaraf di otak, menyebabkan ukuran otak mengecil. Rawan terjadi pada manusia berusia 60 tahun ke atas.

Ambivalen – Adalah perasaan tak sadar yang bertentangan dalam diri seseorang. Contoh: benci tapi sayang.

Ambivert – Antara introvert dan ekstrovert. Lihat di sini.

Amnesia – Hilangnya sebagian atau keseluruhan memori di otak.

Amnesia Disosiatif – Menghilangnya sebagian atau keseluruhan memori di otak secara mendadak. Dapat disebabkan karena trauma.

Anak, Psikologi – Disiplin ilmu psikologi yang khusus membahas aspek psikologis, fisiologis, tumbuh kembang, dan kemampuan interaksi pada anak.

Anonim – Identitas yang tersamarkan.

Anoreksia – Kelainan perilaku makan yang ditunjukkan dengan diet berlebih. Penderita biasanya mengalami gangguan tidur, ketakutan irrasional terhadap kegemukan, dan benci makanan.

Antagonisme sosial – Perilaku tidak kooperatif yang ditunjukkan seseorang pada masa remaja, dilakukan tanpa alasan yang jelas.

Antipati – Penolakan yang kuat.

Antisipasi – adalah penyesuaian mental terhadap peristiwa yang diduga akan terjadi.

Antisosial – Sekumpulan pola perilaku yang membahayakan lingkungan sosial. Perilaku ini dapat berupa verbal dan nonverbal. Termasuk di antaranya adalah perusakan fasilitas umum dan menyakiti hewan.

APA – American Psychological Association – Asosiasi psikologi terbesar yang bertempat di Amerika Serikat. Memiliki 159000+ anggota, yang berasal dari seluruh dunia.

Aphasia – Kondisi menghilangnya kecakapan berbicara dan memahami kata-kata. Kelainan ini terjadi secara mendadak. Aphasia dapat mempengaruhi kemampuan bicara, mendengar, atau membaca, tergantung jenis aphasia yang dialami. Lebih lanjut

Arketipe – Sekumpulan imajinasi dan simbol yang terdapat di alam bawah sadar. Arketipe dimiliki secara otomatis oleh tiap manusia, diturunkan ke generasi selanjutnya melalui genetik. Dasar dari teori kepribadian Carl Jung.

Art therapy – Suatu terapi untuk mengekspresikan emosi, persepsi, dan pikiran melalui gambar, lalu mendalami makna dari gambar tersebut bersama-sama terapis.

Asesmen Psikologis – Pengumpulan data menggunakan alat ukur, dalam hal ini berkaitan dengan psikologi. Terbagi menjadi tiga jenis: Observasi dengan kriteria baku, inventori, dan tes proyeksi.

Asimilasi – Proses memahami informasi baru menggunakan pengalaman yang telah ada. Terdapat dalam perkembangan kognitif versi Piaget.

Asosiasi Bebas – Teknik dalam psikoanalisa. Klien diminta mengatakan apapun yang terlintas di pikiran.

Asosiasinisme – Pandangan bahwa proses mental seseorang berasal dari sekumpulan pengalaman dan ide yang pernah dialami. Dipopulerkan oleh filsuf John Locke.

Atensi – Konsentrasi yang diberikan pada stimulus tertentu, mengabaikan stimulus lain.

Attention Deficit Hyperactivity Disorder – Gangguan berupa kurangnya perhatian dan perilaku hiperaktif, lebih besar dari yang sewajarnya pada masa tumbuh kembang.

Atribusi – Teori tentang bagaimana manusia menilai perilaku dan sebab perilaku itu muncul. Terkait dengan lokus kendali.

Autisme – Sebuah gangguan psikologis yang terjadi pada masa anak-anak. Dicirikan dengan sulitnya membangun interaksi sosial dan kesulitan mengembangkan kemampuan berbicara.

Autoerotisisme – Sebutan ilmiah untuk perilaku masturbasi.

Aversi, pengkondisian – Teknik menghilangkan perilaku tertentu, dengan memberi rasa tidak nyaman setiap perilaku tersebut muncul.

Avoidance, gaya belajar – Mempelajari perilaku dan respons untuk menghindari situasi tidak menyenangkan.

Avoidant, kelekatan – Perilaku menghindari kelekatan dengan orang lain. Lihat juga

Avoidant, kepribadian – Gangguan kepribadian yang dicirikan dengan menghindari situasi sosial dan kedekatan interpersonal. Disebabkan oleh takut ditolak orang lain.


B

Bandura, Albert – Psikolog yang berkonsentrasi pada teori belajar sosial. Lihat juga

Battered Child Syndrome – Gangguan psikologis yang terjadi karena anak mengalami kekerasan fisik jangka panjang. Dapat berujung pada kenakalan, trauma, dan kepribadian ganda.

Bayley, Nancy – Psikolog perkembangan. Pencipta “Skala Perkembangan Motorik dan Mental”.

Beck, Aaron T. – Neurolog sekaligus pelopor terapi kognitif.

Behavioral Therapy – Lihat di sini

Behavioristik – Aliran psikologi yang meyakini bahwa manusia adalah kertas putih yang bisa dikondisikan menjadi siapapun/apapun dengan cara-cara tertentu. Aliran ini meyakini bahwa respon, perilaku, dan kepribadian bisa dimodifikasi asalkan caranya tepat.

Bender-Gestalt Test – Tes yang digunakan untuk mengidentifikasi keterlambatan perkembangan, gangguan neurologis, dan gangguan belajar.

Berpikir logis – Kemampuan untuk mengerti dan menerapkan pola logis dalam aktivitas sehari-hari.

Bestiality – Populer dengan istilah zoophilia. Kecenderungan untuk berhubungan seks dengan binatang.

Bettelheim, Bruno – Psikolog yang fokus pada terapi untuk anak yang terganggu secara emosi, khususnya anak dengan autistik.

Binet, Alfred – Psikolog asal Prancis. Merupakan pencipta Stanford-Binet Intelligence Test sekaligus pelopor tes kecerdasan.

Bipolar, gangguan – Gangguan emosional, dicirikan dengan perubahan mood yang cepat, drastis, dan tanpa sebab.

Birth trauma – Menurut psikoanalisa, birth trauma merupakan trauma pertama yang dialami manusia. Saat lahir, bayi menangis karena terpisah dari rahim yang hangat dan aman.

Biseksual – Ketertarikan secara seksual pada lawan jenis dan sesama jenis. Seseorang baru dikatakan biseks apabila telah melakukan hubungan seks pada lawan jenis dan sesama jenis dalam kurun waktu satu tahun.

Body Image – Pandangan seseorang terhadap tubuhnya sendiri, biasanya dipengaruhi oleh standar yang ada di masyarakat.

Borderline, gangguan kepribadian – Adalah gangguan berupa perilaku yang impulsif dan mood yang tidak stabil. Karakter khasnya adalah sering menyakiti diri sendiri, mood tidak stabil, menilai orang lain antara sempurna atau sangat jahat, takut diabaikan oleh orang lain.

Brainwashing – Upaya tersistem untuk mengubah/mengganti secara total pemikiran dan perilaku seseorang, dilakukan secara fisik maupun psikologis.

Breuer, Joseph – Psikolog sekaligus salah satu pendiri psikoanalisa. Terkenal dengan kasus Anna O.

Broca, Pierre Paul – Dokter sekaligus antopolog, penemu fungsi-fungsi khusus pada bagian-bagian otak.

Bulimia – Gangguan perilaku berupa makan berlebih, lalu memuntahkan makanannya dan/atau meminum obat pencahar agar berat badannya tidak naik.

Bullying – Perilaku seorang anak yang menyakiti anak lain yang lebih lemah, dilakukan secara fisik maupun emosional.

Bystander effect – Fenomena ketika sekelompok orang mengabaikan sebuah kejadian darurat di depan mata, karena menganggap ada orang lain yang akan menolong. Lihat juga


C

 

Centration Kecenderungan anak kecil untuk fokus pada perspektifnya sendiri dan kegagalan untuk memahami bahwa orang lain mungkin melihat sesuatu dengan cara berbeda.

Chunking – Pengelompokan Metode mengingat dengan cara unit yang kecil dikelompokkan menjadi lebih besar. (misalnya, nomor telepon tujuh potong seperti 0-8-8-7-9-6-9-6-2-0-2-2 menjadi nomor tiga potong seperti 0887-9696-2022)

Classical Conditioning – Proses memodifikasi respon terhadap suatu rangsangan, dengan menggunakan kejadian/benda sebagai pemicu agar refleks tersebut muncul.

Client-centered therapy – Terapi yang memusatkan tanggung jawab pada klien. Terapis hanya bertanya dan memberi masukan, namun tidak mengarahkan klien dalam mengambil tindakan.

Cognitive Behavior Therapy – Terapi yang menggunakan prinsip bahwa gangguan mood dan perilaku bisa diubah dengan mengubah cara berpikir.

Conditioning – Teknik-teknik mempelajari proses belajar manusia. Dapat pula digunakan untuk memodifikasi perilaku.

Counterconditioning – Teknik melemahkan suatu perilaku, dengan menciptakan perilaku lain yang berlawanan.

Covert sensitization – Lihat sensitisasi tertutup.

Crowding – Respon psikologis dan psikologis individu terhadap situasi atau tempat yang dipenuhi banyak orang.

Crystallized Intelligence – Kemampuan seseorang dalam memanfaatkan informasi dan pengetahuan yang ia miliki. Misalnya kemampuan berbahasa, belajar di kelas, matematika, dan lain-lain.

Culture-free test – Lihat tes bebas budaya


D

 

Death anxiety – Kecemasan terhadap kematian; tidak hanya takut mengalami tapi juga menyaksikan dan mendengar berita mengenai kematian.

Decay, Theory – adalah teori bahwa memori akan memudar jika memori itu jarang digunakan atau diakses.

Decathexis – Proses melepaskan perasaan yang dimiliki seseorang terhadap suatu objek.

Deklaratif, Memori – Bagian dari ingatan jangka panjang khususnya tempat informasi faktual tersimpan; contohnya rumus matematika, kosakata, dan peristiwa yang dilihat sendiri.

Deduktif – Cara berpikir yang menggunakan dua premis atau lebih untuk menemukan kesimpulan

Defense Mechanism – Seperangkat strategi alam bawah sadar untuk menghindari ancaman atau sesuatu yang membuat tidak senang. Termasuk di dalamnya: represi, denial, fiksasi, identifikasi, proyeksi, rasionalisasi, isolasi, sublimasi, kompensasi, dan humor.

Delirium – Kondisi mental yang dicirikan dengan kebingungan, imajinasi yang tak terkontrol, halusinasi, dan tidak mampu berkonsentrasi.

Delusi, Gangguan – Kepercayaan yang berbanding terbalik dengan realita, berhubungan dengan kejayaan dan figur penting. Termasuk perilaku dalam schizophrenia dan efek samping psikotropika e.g.: merasa dirinya utusan tuhan, reinkarnasi dewa, merasa bahwa akan disiksa orang lain, dsb dsb.

Demensia – Adalah gangguan penurunan fungsi kognitif pada otak. Termasuk di antara: berpikir logis, mengolah bahasa, dan mengingat. Dapat terjadi bersama alzheimer.

Denial – Mengabaikan kenyataan yang kurang menyenangkan, lalu menggantinya dengan pemahaman keliru.

Dependen, Gangguan Kepribadian – Kurangnya kepercayaan diri dan ketergantungan akut terhadap orang lain.

Depersonalisasi – Keadaan pikiran di mana seseorang merasa dirinya, pengalamannya, dan perasaannya terasa asing, seolah-olah dia tidak merasakannya sendiri; namun dia menyaksikannya dari sudut pandang orang lain.

Depersonalisasi, Gangguan – Depersonalisasi yang terjadi secara berkepanjangan.

Depresi – Kondisi mental berupa mood rendah, energi yang rendah, sulit konsentrasi, hilang selera makan, tidak bisa tidur, berpikir untuk bunuh diri, merasa tidak berharga. Depresi bisa kamu baca lebih lanjut di sini.

Depresif, Episode – Suatu periode di mana seseorang mengalami perasaan negatif yang terus-menerus, energi rendah, pesimisme, pikiran negatif yang tidak realistis tentang diri dan masa depan, dan penarikan sosial. Terjadi pada orang dengan bipolar.

Depresif Mayor, Episode – Episode depresif yang terjadi selama sekurang-kurangnya dua minggu.

Deskriptif, Statistik – Cabang statistik yang berfokus pada penggambaran numerik mengenai apa yang terjadi dalam suatu populasi. Statistik deskriptif mengharuskan semua subjek dalam populasi diuji.

Descartes, Rene – Filsuf dan ahli matematika, berkontribusi terhadap ilmu psikologi. Terkenal dengan “cogito ergo sum” (aku berpikir maka aku ada).

Desensitisasi – Metode menghilangkan fobia dan takut. Dilakukan dengan cara memisahkan rasa takut dan cemas dari penyebabnya.

Determinisme – Cara berpikir yang menetapkan bahwa suatu peristiwa terjadi dengan cara yang berpola dan dapat diprediksi.

Digital Vigilantism – atau vigilantisme digital, adalah proses di mana seseorang secara bersama-sama dan terkoordinir menyerang individu lain, melalui media digital dan sosial.

Disabilitas – Kurang sempurna secara psikologis, fisikal, atau sensori yang berdampak pada terganggunya kemampuan untuk menjalani kegiatan sehari-hari.

Diskriminasi – Dalam teori perilaku, kemampuan membedakan dua objek atau situasi yang mirip.

Disleksia – Ketidakmampuan mengenali tulisan dan kata-kata. Disleksia mampu membaca huruf per huruf, namun kebingungan bila huruf tersebut dirangkai menjadi kata.

Disonansi kognitif Kesadaran seseorang bahwa sikap dan perilakunya kontradiktif.

Disorientasi adalah ketidakmampuan mengenali siapa kita, di mana kita, dan kaitan kita dengan situasi sekarang. Untuk dianggap sebagai masalah, disorientasi harus terjadi terus menerus.

Disosiasi – Perasaan terpisah dari identitas diri, ruang, dan waktu. Sebagian besar dari kita mengalami ini dalam bentuk yang sangat ringan seperti ketika kita benar-benar fokus terhadap sesuatu atau saat sedang melamun.

Disosiatif, Gangguan – Gangguan psikologis berupa perasaan terpisah atau terasing dari diri sendiri. i.e.: mengingat kejadian di masa lalu, namun tidak menganggap dia yang melakukan, namun orang lain dalam dirinya.

Disosiatif, Gangguan Kepribadian – Disebut juga gangguan kepribadian ganda. Adalah kondisi ketika kepribadian seseorang terpecah, menciptakan sejumlah identitas baru dan sama sekali berbeda dengan kepribadian utama.

Displacement – Melampiaskan perasaan negatif ke benda-benda. Contoh: membanting pintu karena marah. Termasuk dalam defense mechanism.

Divergen – Kemampuan menemukan banyak solusi untuk satu masalah.

Dorongan Motivasi – internal dalam memenuhi kebutuhan atau mengurangi aspek negatif dari situasi yang tidak menyenangkan.

Down syndrome – Keterbelakangan mental dan motorik sejak lahir yang mayoritas terjadi karena kecacatan kromosom.

Draw a Person Test – Tes proyeksi berupa menggambar pohon. Digunakan untuk mengungkap kecerdasan nonverbal, serta gangguan emosional dan perilaku.

DSM – Singkatan dari Diagnostical and Statistical Manual for Mental Disorders. Buku referensi mengenai gangguan jiwa, ciri-cirinya, dan penanganannya. Dibuat oleh APA.

Dyslexia – baca disleksia.

Dysphoria – Suasana hati yang ditandai oleh kesedihan, ketidakpuasan, dan terkadang agitasi motorik.

Dyshtymia – atau distimia, adalah bentuk depresi ringan namun terjadi dalam waktu lama.

 


E

 

Echolalia – Perilaku mengulangi kata atau ucapan orang lain. Terdapat pada autisme, skizophrenia, dan Tourette’s syndrome.

Efek Kohorsi – Efek dari dilahirkan dan dibesarkan dalam periode yang khas, di mana secara umum orang-orang yang lahir di periode sama punya pengalaman serupa yang membuat grup ini unik dari kelompok lain. Contoh, anak-anak penyintas perang di daerah tertentu memiliki kohorsi yang berbeda dengan anak-anak yang hidup di daerah damai.

Ego – Bagian dalam kepribadian. Menciptakan batasan boleh/tidaknya suatu perilaku.

Egosentris – Berpikir dan bertindak dengan diri sendiri sebagai fokus. Tidak mempertimbangkan orang lain.

Eksistensial, psikologi – Sebuah sistem dalam psikologi yang meyakini bahwa esensi manusia adalah keberadannya.

Ekuilibrasi – Proses menyeimbangkan informasi yang baru didapat dengan pengalaman yang sudah dimiliki.

Eksibisionis – Gangguan seksual berupa kesenangan memamerkan organ intim di tempat umum.

Eksperimen, psikologi – Investigasi mendalam mengenai perilaku dasar, seperti perasaan, emosi, sensasi, dan motivasi.

Eksplosif Intermiten, Gangguan – Suka banting-banting barang saat marah.

Eksternalisasi – Dalam psikoanalisis, mekanisme pertahanan di mana aspek-aspek ketidaksadaran dikaitkan dengan dunia luar.

Extinction – Menghilangkan respon yang dimodifikasi dengan cara berhenti memberikan ganjaran.

Ekstraversi – Salah satu trait dalam teori kepribadian Big Five. Terkait dengan ekstrovert. baca juga

Ekstrovert – Kepribadian yang ramah, mudah bergaul, dan terbuka terhadap orang lain.

Electra complex – Kompetisi psikoseksual anak perempuan dengan ibunya, untuk mendapatkan perhatian dari sang ayah.

Electrocompulsive Therapy – Terapi untuk penanganan depresi dan gangguan psikologis lain, menggunakan aliran listrik lembut.

Emosi – Reaksi secara psikologis maupun fisiologis yang dicirikan dengan perasaan yang kuat, mempersiapkan individu untuk bertindak.

Emosi, Kecerdasan – Kemampuan memahami dan bersikap terhadap emosi orang lain dengan tepat.

Empati – Kemampuan memahami perasaan orang lain, dengan membayangkan diri sendiri menjadi orang tersebut.

Empiris, Penelitian – Penelitian yang dilakukan dengan observasi langsung.

Erikson, Erik – Psikoanalis Amerika Serikat, fokus pada perkembangan anak dan remaja.

Etika – Peraturan dalam berperilaku.

Etnis  – Suku, ras.

Etnis, Identitas – Persepsi individu bahwa ia berada dalam satu etnis tertentu.

Etnosentris – Pemikiran seseorang bahwa suku/rasnya lebih superior dibandingkan ras lain.

Etiologis – Menangani gangguan psikologis pada seseorang dengan memelajari akar masalah.

 


F

 

False uniqueness effect – Sebuah pemahaman bahwa seseorang secara keliru meyakini dirinya memiliki kemampuan, karakteristik, atau bakat yang unik yang tak dimiliki orang lain.

Fantasi – Khayalan.

Feral, Manusia – Sebutan untuk manusia yang bertingkah mirip hewan. Disebabkan karena tidak pernah diasuh manusia. Ia memenuhi kebutuhan sendiri atau dibesarkan oleh binatang.

Fetal Alcohol Effect – Efek kronis yang terjadi pada anak, bila ibu mengkonsumsi alkohol saat hamil. Efek yang muncul termasuk retardasi mental dan tidak mampu berkonsentrasi.

Fetish – Keterangsangan seksual terhadap suatu objek yang pada orang lain tidak menimbulkan keterangsangan.

Fiksasi – Perilaku yang terjadi akibat pemenuhan kebutuhan saat 5 tahun pertama mendapat terlalu banyak. e.g.: merokok saat dewasa karena saat kecil terlalu sering disusui.

Flight-or-fight response – Respon dalam menanggapi ancaman atau tantangan, pertimbangannya antara kabur atau mempertahankan diri.

Fluid intelligence – Atau kecerdasan cair, adalah kemampuan menangani masalah yang sama sekali baru. Dikatakan menurun dengan bertambahnya usia.

Forensik, Psikologi – Psikologi yang diterapkan untuk urusan hukum. Termasuk di antaranya memberi penanganan psikologis pada tersangka.

Framing – Proses membangun mental set atau konteks di mana pengalaman dan pemikiran terjadi, yang cenderung membatasi pemikiran dalam mental set dan dengan demikian memengaruhi dan membatasi persepsi dan penilaian.

Freud, Anna – Psikoanalis dan pelopor psikoanalisa untuk anak, putri dari psikoanalis Sigmund Freud.

Freud, Sigmund – Neurolog dan pelopor aliran psikoanalisa.

Freudian – Penganut aliran psikoanalisa milik Sigmund Freud.

Freudian slip adalah tanpa sengaja salah bicara atau bertindak, yang merupakan cerminan dari motif atau kecemasan alam bawah sadar.

Frotteurisme – Perilaku seksual di mana gairah seksual dicapai melalui sentuhan atau gosokan terhadap orang yang tidak menyadarinya, kadang disertai dengan fantasi seksual atau romantis.

Frustrasi – Reaksi atas terhambatnya upaya seseorang dalam mendapatkan sesuatu yang diinginkan.

Fugue disosiatif – adalah menghilangnya kesadaran yang membuat penderitanya kabur dari rumah. Kesadaran muncul kembali saat penderita telah berada di kota atau negara lain, namun sudah tidak ingat apa yang baru saja terjadi.

Fungsional, gangguan – Keadaan psikologis yang tidak disebabkan oleh faktor organis. Contoh: depresi termasuk gangguan fungsional, karena stres. Amnesia tidak termasuk gangguan fungsional, karena cedera kepala.

Fungsionalisme – Pendekatan psikologis yang fokus pada fungsi kesadaran dan manfaatnya untuk beradaptasi dengan lingkungan.


G

 

Gangguan Konversi – Adalah gangguan di mana individu mengalami kehilangan kemampuan atau fungsi organ tubuh karena dampak psikologis (misalnya kelumpuhan, kebutaan, tuli, karena trauma psikologis).

Geng – Sekelompok orang yang mempunyai identitas khas. Terlibat dalam perilaku antisosial, pemberontakan, dan kekerasan.

Gender – Jenis kelamin.

Gender bias – Perlakuan yang berbeda karena berbeda jenis kelamin.

Gender, identitas – Identitas diri seseorang terkait jenis kelamin. Misal cara berpakaian dan berperilaku sesuai gender tertentu.

Gestalt – Aliran psikologi yang meyakini bahwa manusia harus dipelajari secara utuh, bukan dipisah menjadi bagian-bagian.

Gestalt, Terapi – Pendekatan psikoterapi yang menggunakan ide-ide Gestalt.

Gestaltist – Penganut aliran Gestalt.

Giftedness – Orang dengan kecerdasan di atas rata-rata dengan bakat istimewa di bidang tertentu. Seperti musik, seni, atau olahraga.

Grandiose Narsisistik – Termasuk dalam gangguan narsisistik klinis, dicirikan dengan perasaan bahwa dirinya lebih baik dibanding orang lain, dan merasa perlu diistimewakan dalam segala hal.

Graphology – Ilmu mempelajari tulisan tangan. Dapat digunakan untuk memastikan keaslian tulisan tangan seseorang. Bisa juga digunakan untuk mempelajari kepribadian, meski belum akurat.

Gratifikasi – Rasa senang karena keinginan yang terpenuhi

Group Therapy – Penanganan beberapa klien sekaligus yang bertemu secara teratur, di bawah bimbingan seorang terapis, bertujuan mendapatkan bantuan atas suatu masalah atau untuk mengejar perubahan pribadi.

Groupthink – Sikap kelompok yang menganggap kelompoknya paling baik, menolak ide yang tidak cocok dengan kelompok, dan menjelek-jelekkan orang di luar kelompoknya.


H

 

Halo effect – Salah paham yang muncul ketika seseorang memiliki satu karakteristik kuat, sehingga mempengaruhi penilaian terhadap tindakannya. Contoh: pria tampan menggendong anak disebut suami idaman, pria berwajah mirip kertas amplas bila menggendong anak dituduh pedofil.

Halusinasi – Merasakan/mendengar/melihat sesuatu yang tidak dialami orang lain di tempat yang sama, tanpa ada stimulus yang jelas. Dapat disebabkan oleh gangguan kejiwaan, obat-obatan, atau deprivasi sensorik.

Halusinogen – Sebutan untuk zat-zat kimia yang, bila disuntikkan dalam tubuh, dapat menyebabkan halusinasi.

Hardiness – Dalam psikologi, hardiness adalah kemampuan beradaptasi dengan perubahan dan stres yang tiba-tiba atau tidak terduga. Dalam kehidupan sehari-hari, orang dengan hardiness tinggi mampu mempertahankan kontrol diri, emosi, dan tingkat aktivitas yang tinggi.

Hawthorne Effect – Perubahan perilaku seseorang saat mengetahui mereka sedang diamati atau diawasi.

Hedonisme – Keyakinan bahwa kesenangan adalah baik dan merupakan tujuan dari semua aktivitas manusia.

Hereditas – Warisan biologis orang tua. Contoh: warna kulit, warna mata, kontur wajah, dsb.

Hermeneutika – Dalam psikologi adalah interpretasi perilaku, ucapan, dan penulisan dan kaitannya dengan makna dan intensi.

Heteroseksual – Ketertarikan seksual terhadap lawan jenis.

Heuristika – Mengambil keputusan dengan cara paling cepat dan praktis. Hasilnya kurang sempurna, namun cocok untuk keputusan jangka pendek atau darurat. Contoh: trial and error, atau menebak secara terukur.

Hierarki Kebutuhan – Piramida urutan kebutuhan manusia menurut derajat kepentingannya. Dipopulerkan oleh Abraham Maslow.

Himpsi (Himpunan Psikologi) – Perhimpunan Psikolog, Ilmuwan Psikologi, dan Sarjana Psikologi di Indonesia.

Hipomanik – Episode dalam gangguan bipolar II. Dicirkan dengan suasana hati yang meningkat, riang tanpa sebab, mudah marah, kurang tidur, bicara cepat, dan mendadak memiliki bermacam-macam ide. Hipomanik dapat pula diikuti dengan pengambilan keputusan yang berbahaya atau tidak logis.

Hipotimia adalah menumpulnya respons emosi. Sering ditemukan pada individu yang mengalami depresi.

Hipotesa – Dugaan/terkaan/tebakan seorang peneliti sebelum penelitian dilakukan. Hipotesa haruslah didasari oleh teori.

Histeria adalah perilaku tak terkontrol yang didasari oleh emosi intens. Termasuk dalam gejala kelainan konversi, disosiatif, dan kelainan kepribadian histrionik.

Histrionik, Gangguan Kepribadian – Perilaku maladaptif yang dicirikan dengan bersikap overacting, lebay, drama, emosi tidak stabil.

Homeostasis – Upaya mencapai titik keseimbangan dalam bentuk fisiologis, psikologis, sosial, dan ekologis.

Homoseksual – Ketertarikan seksual dan romansa terhadap sesama jenis.

Holtzman, Teknik inkblot – Tes proyektif yang digunakan untuk penilaian karakteristik kepribadian.

Hostilitas – Perasaan marah atau dendam yang terus-menerus dikombinasikan dengan keinginan kuat untuk meluapkannya.

Horney, Karen – Psikolog Amerika Serikat kelahiran Jerman, merupakan salah satu pelopor psikoanalisa. Ikut mendirikan Institut Psikoanalisa Amerika.

Hukum Efek –  Prinsip efek dari Edward Thorndike, yang menyebut bahwa perilaku yang memberi kepuasan cenderung lebih mudah diulangi dibandingkan yang memberi efek tidak menyenangkan.

Humanistik, Pendekatan – Suatu pendekatan keilmuan yang menekankan pentingnya penilaian positif terhadap manusia.

Humanistik, Psikologi – Aliran psikologi yang menekankan bahwa setiap orang itu unik dan mampu mengendalikan takdirnya sendiri.

Humor – Kecakapan mental dalam menemukan, mengekspresikan, atau mengapresiasi hal yang lucu atau tidak masuk akal.

Hiperaktif – adalah aktivitas motorik yang berlebihan dan sulit terkontrol, dicirikan dengan tidak mampu duduk diam, memotong pembicaraan, dan sulit berkonsentrasi.

Hipnosis – Penyempitan kesadaran sementara, membawa subyek berada di alam bawah sadar.

Hipnotis – Pelaku hipnosis.

Hipokondriasis – Gangguan kejiwaan yang dicirikan dengan perilaku sehat yang berlebihan. Menganggap gangguan kesehatan sedikit sebagai gejala sakit parah.

Hyperphagia – Kecenderungan patologis untuk makan berlebihan. Dapat disebabkan oleh gangguan psikologis, tapi bisa juga disebabkan oleh sebab fisik.

Hyperthymia – atau hipertimia, Respons emosional berlebihan; ini sering terjadi selama episode mania atau hipomanik.


I

 

Id – Dalam teori psikoanalisa, merupakan lapisan kesadaran paling primitf dan tidak sadar.

Identifikasi (defense mechanism) – Menirukan trait dari orang lain yang menyakitinya, dan melampiaskannya ke orang lain. e.g.: anak disiksa orang tua, di sekolah melampiaskannya dengan cara mem-bully.

Identitas – gambaran seseorang terhadap siapa dirinya.

Identitas etnis – Merasa menjadi bagian dari suatu kelompok etnis.

Identitas ego – bagian dari superego yang berupa kombinasi narsisme masa kanak-kanak dan idealisme yang didapat dari orang tua.

Identitas Gender – karakteristik yang harus dimiliki bila seseorang mempunyai jenis kelamin tertentu. Misal: gagah, pemberani, dan tegas adalah identitas laki-laki. Lembut, gemulai, dan santun adalah identitas perempuan.

Identitas Gender, Gangguan – Kondisi ketika identitas gender berbeda dengan jenis kelamin yang ia miliki.

Imitasi – Tindakan meniru orang lain. Dikenal juga dengan modeling atau social learning.

Impulsif – Bertindak spontan tanpa berpikir.

Imprint – Jenis karakteristik belajar yang terjadi ketika masa awal belajar. Erat kaitannya dengan attachment.

Incest – Hubungan seksual dengan orang yang masih memiliki pertalian darah, seperti seks antara orang tua dan anak, atau seks antar saudara.

Individu – Seseorang.

Industri, Psikologi – Cabang ilmu psikologi yang fokus pada psikologi di tempat kerja, dan menanganinya menggunakan prinsip-prinsip psikologi.

Insanity Defense – Pembelaan diri yang dilakukan dalam pengadilan, dengan alasan saat kejadian pelaku mengalami gangguan kejiwaan.

Insomnia – Sulit tidur atau mudah terbangun. Bisa disebabkan nutrisi yang tidak seimbang atau banyak masalah.

Insting – Sebuah perilaku yang diturunkan secara genetik, muncul ketika menghadapi suatu stimulus atau kejadian.

Intelligence Quotient – Pengukuran inteligensi menggunakan tes yang terstandar.

Inteligensi – Kecakapan dalam nalar, menyelesaikan masalah, kecepatan belajar, dan kemampuan mengingat sesuatu.

Intervensi krisis – Psikoterapi yang dilakukan setelah krisis terjadi, untuk mencegah respon yang tidak diinginkan.

Inventori – Jenis survei atau kuesioner yang digunakan untuk mengukur responden. Yang diukur di antaranya: kepribadian, gejala sindrom, perilaku, persepsi, dan lain sebagainya. Tidak ada jawaban benar/salah di inventori: setiap jawaban memberi makna tersendiri.

Inventori minat – Tes untuk mengukur keinginan seseorang untuk bidang atau aktivitas tertentu.

Irrasional – Tidak masuk akal.

Isolasi – Mengelompokkan pengalaman-pengalaman yang terjadi lalu memisahkan perasaan yang lekat terhadap pengalaman tersebut, sehingga pengalaman itu dapat diingat tanpa mengganggu mood.


J

 

Jenius – Seorang dengan bakat atau kecerdasan tingkat tinggi.

Judi patologis – Keinginan kuat untuk berjudi, terus menerus tanpa peduli masalah yang akan timbul.

Jung, Carl G. – Psikiater sekaligus pelopor psikoanalisa.

 


K

 

Karakter – Bagian kepribadian yang personal dan khas, berbeda pada setiap orang.

Katarsis – Proses melepaskan perasaan yang dipendam. Biasanya dalam bentuk agresi dan menangis histeris.

Kebiasaan – Pola perilaku yang biasanya diulang tanpa memerlukan keputusan sadar.

Kecemasan–  Ketakutan irrasional yang muncul saat membayangkan kejadian yang belum terjadi, memori di masa lalu, dan keraguan terhadap diri sendiri.

Kecemasan kastrasi – Menurut Tahapan Perkembangan Psikoseksual Freud, kecemasan kastrasi adalah ketakutan yang dialami bocah laki-laki di tahap falik yang disebabkan oleh ketakutan bahwa ayahnya akan menghukumnya jika ayahnya mengetahui bahwa sang anak ini tertarik terhadap ibunya.

Kecerdasan emosional – Kemampuan memahami dan mengendalikan emosi diri sendiri, bertindak dengan tenang dan penuh pertimbangan.

Kecerdasan Mengkristal – Lihat Crystallized Intelligence.

Kegagalan Konsolidasi – Kegagalan menyimpan informasi dalam memori.

Kehendak bebas – Gagasan atau keyakinan bahwa setiap individu memiliki kemampuan untuk memilih tindakan mereka sendiri tanpa sepenuhnya ditentukan oleh kekuatan internal atau eksternal.

Kekuatan Koersif – Pengaruh yang diperoleh seseorang karena ia punya wewenang untuk menghukum.

Kelekatan – Ikatan emosional antara seseorang dengan orang lain. Ini terjadi karena figur lekat memberikan rasa aman, nyaman, dan memenuhi kebutuhan. Selengkapnya

Kelompok Eksperimen – Kelompok penelitian yang diberikan uji coba.

Kelompok Kontrol – Kelompok yang tidak diberikan uji coba. Kelompok ini berfungsi sebagai pembanding dengan kelompok eksperimen, untuk melihat ada perbedaan atau nggak. Kalau ada perbedaan, berarti uji coba telah memberikan suatu dampak.

Kelompok, Terapi – Terapi yang dilakukan secara bersama-sama oleh dua orang atau lebih. Dibimbing oleh terapis, dengan tujuan untuk mengubah diri.

Keluarga – Dua orang atau lebih yang terikat secara genetik, pernikahan, adopsi, atau karena persetujuan bersama.

Keluarga disfungsional – Keluarga yang hubungan antar satu sama lainnya saling mengurangi kesehatan fisik dan mental.

Kenakalan remaja – Perilaku antisosial kronis yang dilakukan oleh usia 18 tahun ke bawah. Perilaku yang dilakukan di luar kendali orang tua dan melanggar hukum.

Kepribadian Ganda – Lihat gangguan identitas disosiatif.

Kepunahan – Penghapusan suatu respon terkondisi dengan berhenti memberi penguat/reinforcement/stimulus.

Kesadaran – Merasakan keberadaan diri sendiri dan dunia di sekitar.

Ketertarikan Lihat di sini.

Ketidakseimbangan kimiawi – Adalah gagasan bahwa senyawa kimia tertentu di otak terlalu sedikit atau terlalu banyak, mengakibatkan gangguan mental seperti skizofrenia atau bipolar. Teori lain percaya bahwa gangguan ada lebih dulu baru diikuti ketidakseimbangan, sehingga, dalam teori ini, perubahan suasana hati, mengubah bahan kimia kita, alih-alih bahan kimia yang mengubah suasana hati kita.

Ketidaksadaran Kolektif – Menurut Jung, ketidaksadaran kolektif adalah isi pikiran bawah sadar yang diturunkan dari generasi ke generasi pada semua manusia. Termasuk di dalamnya adalah insting bertahan hidup.

Kesadaran kelompok – Kesadaran kolektif atau pengalaman yang disepakati suatu kelompok.

Kleptomania – Gangguan kendali perilaku yang ditunjukkan dengan mencuri.

Klinis, Psikologi – Bidang terapan psikologi yang fokus pada diagnosa dan penanganan gangguan kepribadian, emosi, dan perilaku.

Kognisi – Adalah proses menerima, memproses, menyimpan, dan menggunakan informasi.

Kohesivitas kelompok – Kelekatan suatu kelompok. Kohesivitas tinggi dicirikan dengan kekompakan dan aktivitas yang terkoordinir.

Komparatif, Psikologi – Cabang ilmu psikologi eksperimen, fokus pada perbandingan perilaku hewan dengan perilaku spesies lain, dalam hal ini, manusia.

Kompetisi – Situasi adaptif ketika keinginan satu orang bersinggungan dengan keinginan orang lain.

Kompleks Inferioritas – Gangguan psikologis yang muncul ketika seseorang merasa tidak mampu memenuhi kebutuhannya untuk berkembang. Perasaan ini begitu kuat hingga mengganggu kehidupan sehari-hari. Selengkapnya.

Kompulsi – Tindakan tak tertahankan yang dihasilkan dari obsesi. Biasanya tindakan kompulsif dilakukan untuk meringankan ketidaknyamanan yang diciptakan oleh obsesi.

Konduksi, Gangguan – Perilaku antisosial pada anak yang dicirikan dengan tindakan agresif, suka membahayakan orang lain, benda-benda,  atau organisme lain. Termasuk di dalamnya: berbohong, mencuri, dan berkelahi.

Konformitas – Adaptasi pola pikir dan perilaku yang dilakukan seseorang, agar diterima kelompok.

Konservasi – Pemahaman bahwa suatu benda tetap sama bahkan ketika bentuknya diubah (pasir tetaplah pasir walaupun dibentuk seperti istana). Biasanya muncul di periode akhir masa kanak-kanak.

Konstansi Gender – Saat ketika anak sadar bahwa jenis kelaminnya sudah tetap dan tidak bisa diubah.

Konseling, Psikologi – Bidang psikologi yang berfokus pada pengembangan potensi individu dalam keseharian mereka. Digunakan pada individu normal bermasalah.

Konsolidasi – Perubahan fisiologis di otak terkait dengan penyimpanan memori.

Konsumen, Psikologi – Bidang psikologi yang mempelajari perilaku pengguna produk/jasa berdasarkan reaksi mereka terhadap iklan dan pemasaran.

Konteks Memori Dependen – Adalah teori bahwa informasi yang dipelajari dalam situasi atau tempat tertentu akan lebih mudah diingat bila dalam situasi atau tempat yang sama.

Konvergen – Kemampuan memilih satu solusi berdasarkan pengetahuan dan logika.

Korelasi – Sejauh mana dua atau lebih variabel terkait satu sama lain. Korelasi mengacu pada arah bahwa variabel bergerak tapi tidak selalu mewakili sebab dan akibat.

Koefisien Korelasi – Adalah statistik atau angka yang mewakili sejauh mana dua atau lebih variabel terkait. Sering disingkat ‘r.’

Korelasi Kanonik – Sebuah metode korelasional yang digunakan ketika meneliti dua variabel X dan dua variabel Y. Bisa lebih.

Korelasional – Metode penelitian yang membandingkan kemiripan dua perilaku dan hubungan keduanya.

Kreativitas – Kemampuan menemukan ide yang unik tak biasa, ditujukan untuk menyelesaikan masalah, menciptakan produk, atau karya seni. Lebih lanjut.

Kultus – Kelompok sosial terorganisir yang perilakunya dikendalikan secara total oleh satu pemimpin.

Kurva Lupa – Pola umum atas menghilangnya informasi pada otak.

 


 L

 

Learned Helplessness – Atau ketidakberdayaan yang dipelajari, adalah pikiran bahwa apapun yang dilakukan tidak akan mengubah keadaan.

Learning DIsability – Atau gangguan belajar, adalah gangguan yang menyebabkan masalah berbicara, mendengarkan, menulis, dan berhitung.

Libido – Istilah yang digunakan Freudian untuk menyebut energi seksual.

Lingkungan – Kondisi fisikal, sosial, dan budaya yang memengaruhi perkembangan dan perilaku individu

Lintas budaya, Psikologi – Cabang ilmu psikologi yang memelajari perilaku masyarakat di suatu budaya.

Locus of control – Atau lokus kendali, adalah keyakinan seseorang tentang siapa yang mengendalikan nasibnya. Bila locus of controlnya eksternal, berarti dia yakin nasibnya dikendalikan oleh kekuatan lain. Bila locus of controlnya internal, berarti dia yakin nasibnya dikendalikan diri sendiri.


M

 

Makan, Gangguan – Ketidakinginan untuk makan, disebabkan takut gemuk dan salah persepsi tentang makan membuat gemuk. Termasuk di dalamnya adalah bulimia dan anorexia nervosa.

Marah – Satu dari lima emosi primer: takut, benci, senang, dan sedih.

Masa Kanak-kanak – Periode antara kelahiran hingga masa remaja, di mana seseorang berkembang secara fisik, mental, maupun kemampuan sosial.

Masturbasi – Memberi rangsangan pada kelamin demi mendapatkan kepuasan seksual.

Mekanisme Pertahanan – Proses menghindari atau mengurangi perasaan yang negatif, seperti takut, malu, atau cemas. Dilakukan tanpa sadar.

Mimpi – Kilasan gambar, perasaan, atau pikiran yang terjadi saat tidur.

Modifikasi Perilaku – Perlakuan yang mengganti perilaku tidak diinginkan dengan perilaku yang diinginkan, melalui proses penguatan (reinforcement) positif dan/atau negatif.

Motorik Halus, Kecakapan – Kemampuan mengontrol jari, tangan, dan lengan.

Motorik Kasar, Kecakapan – Kemampuan mengontrol otot-otot besar, Terlihat mampu berjalan, duduk, atau merangkak.


N

 

Nilai kritis – Sebuah nilai statistik yang diperlukan sebagai syarat untuk menyebut hasil penelitian signifikan atau tidak.

Norma – Kesepakatan masyarakat mengenai boleh tidaknya suatu perilaku dilakukan.

Normal bermasalah – Istilah psikologi klinis untuk individu yang mengalami gangguan, namun masih tahap normal. Contoh: marah, cemas, takut, tertekan.

 


O

 


P

 

Partisipan – Orang yang mengikuti penelitian. Tindakannya diamati untuk kemudian dianalisa sehingga menjadi hasil penelitian.

Pemikiran Konvergen – Adalah pemikiran berdasarkan logika yang mengarah pada satu jawaban.

Pendidikan, Psikologi – Cabang ilmu psikologi yang mempelajari proses pendidikan dan metode belajar-mengajar.

Pengendalian Impuls, Gangguan – Gangguan psikologia yang dicirikan dengan tidak mampu menahan diri melakukan sesuatu yang membahayakan.

Perilaku – Aksi atau reaksi terhadap stimuli yang muncul dari luar atau dalam (pikiran).

Perkembangan Anak – Ilmu yang mempelajari pola tumbuh kembang anak dari lahir hingga remaja atau dewasa.

Perkembangan Emosi – Fase ketika anak belajar memahami, mengekspresikan, dan mengalami emosi.

Perkembangan, Psikologi – Cabang ilmu psikologi yang membahas mengenai perubahan perilaku manusia dan kaitannya dengan perkembangan tubuh dan usia.

Perilaku Instrumental – Perilaku yang ditunjukkan seseorang ketika menghadapi stimulus tertentu.

Periode kritis – Sebuah rentang waktu optimal, di mana harus ada sebuah kejadian/pengalaman tertentu agar organisme dapat berkembang dengan baik.

Perawatan interdisipliner – Adalah rencana perawatan seorang pasien yang akan dilakukan oleh beberapa bidang kesehatan sekaligus.

Proyeksi – Melampiaskan perasaan negatif yang didapat kepada orang lain. e.g.: karena kesal dapat nilai jelek, lalu marah-marah pada pacar. Termasuk dalam defense mechanism.


R

 

Rasionalisasi – Menyangkal keinginan terpendam dengan menciptakan alasan yang masuk akal. Perlu diperhatikan ada penyangkalan. e.g.: sakit hati karena ditolak cintanya, lalu mengatakan ke orang lain bahwa dia sebenarnya tidak terlalu suka pada gebetan tsb.

Reaksi Formasi – Melepaskan perasaan yang direpresi dengan perilaku yang sama sekali berbeda. e.g.: menyukai seseorang namun melampiaskannya dengan menjahili atau mengganggu. Tergolong defense mechanism.

Reaksi Konversi – Istilah bila gangguan fisik muncul namun tidak ada sebab fisiologis. Dipopulerkan oleh Sigmund Freud.

Regresi (defense mechanism) – Perilaku yang terjadi ketika kebutuhan pada masa perkembangan awal tidak cukup. e.g.: menghisap jempol akibat kurang diberi ASI eksklusif saat fase oral.

Regresi linear (statistik)

Reinforcement berkelanjutan – Pemberian penguatan setiap kali perilaku tertentu terjadi.

Represi – Memendam dan melupakan perasaan menyakitkan. Perasaan itu tersimpan ke alam bawah sadar, pada akhirnya akan muncul kembali lewat jalur berbeda. Tergolong dalam defense mechanismLihat juga.

Resolusi Konflik – Proses meredakan perbedaan pendapat dan menemukan jalan tengah bagi kedua pihak. Bidang studi yang memelajari dan menerapkan cara meredakan konflik interpersonal dan antar kelompok.

Respon Terkondisi – Sebuah respon yang telah dimodifikasi dengan classical conditioning.

Respon Tertunda – Sebuah respon yang baru muncul beberapa waktu setelah stimulus terkondisi tidak dilakukan. Termasuk classical conditioning.

Retardasi Budaya-Keluarga – Retardasi mental ringan yang disebabkan lingkungan dan keluarga, Termasuk sebab retardasi keluarga: nutrisi ibu saat hamil, sakit di keluarga, dan jarak kelahiran.

 


S

 

Sensitisasi Tertutup – Metode menghilangkan suatu perilaku dengan memperlihatkan akibat buruk perilaku tersebut berulang-ulang.

Sibling rivalry – Rasa iri ketika saudara mendapat perhatian dan kasih sayang dari orang tua. Rentan terjadi pada anak-anak.

Sikap – Perasaan, kepercayaan, dan atau opini yang menyatakan setuju/tidak setuju terhadap sesuatu.

Stimulasi – Dorongan, rangsangan.

Stimulus Terkondisi – Rangsangan yang sengaja diciptakan, dengan tujuan “mengeluarkan” respon tertentu pada seseorang/organisme lain. Terkait dengan classical conditioning.

Studi kasus – Meneliti dengan cara memperhatikan individu atau kelompok tertentu.

Sublimasi – Menyalurkan emosi negatif yang didapat dengan melakukan kegiatan positif. e.g.: menyalurkan rasa marah dengan cara berolahraga. Termasuk defense mechanism

Supresi – Melawan perasaan negatif dengan cara menggantinya menjadi pikiran positif. Termasuk dalam defense mechanism.

 


T

 

Takut – Perasaan yang kuat, memunculkan niat untuk lari, kabur, atau menghindar.

Teori Belajar – Teori tentang bagaimana manusia belajar dan memodifikasi pikiran serta perilakunya.

Terapan, Psikologi – Adalah cabang ilmu psikologi yang fokus menerapkan teori-teori dan penelitian ke kehidupan nyata.

Terapi Keluarga – Terapi bersama yang dilakukan dua orang atau lebih dalam satu keluarga. Tujuannya memperbaiki pola komunikasi dan interaksi yang tidak sehat.

Terapi Obat – Penggunaan obat untuk mengobati penyakit mental.

Terapi Paparan – Atau exposure therapy atau flooding, adalah terapi menghilangkan ketakutkan dengan cara seseorang dihadapkan dengan hal yang ia takutkan. Dilakukan secara bertahap dan dalam situasi yang aman.

Terapi perilaku – Terapi yang meyakini bahwa gangguan perilaku dan emosi terjadi karena respon yang maladaptif, dan dapat diperbaiki dengan sejumlah latihan.

Tertarik (interpersonal) – Sikap yang menyenangkan terhadap, atau rasa suka kepada, orang lain.

Tes bebas budaya – Tes psikologi yang dapat dimengerti oleh orang dari negara dan budaya apapun.

Trans Disosiatif – Perasaan trans seolah diri terpisah dari raga. Terjadi ketika sangat khusyuk dalam melakukan suatu ritual atau upacara yang bersifat spirit dan keagamaan.

 


U

Uji hipotesa – Metode yang dilakukan peneliti untuk membuktikan kebenaran hipotesa.


 

V

Validitas Konstruk – Validitas alat ukur. Validitas konstruk berguna untuk memastikan apakah alat ukur yang sedang dibuat benar-benar mengukur variabel konstruk yang ingin diukur.

Validitas Konten – Kemampuan perangkat pengukuran untuk digeneralisasi ke seluruh konten dari apa yang sedang diukur.

Variabel Konstan – Adalah variabel yang tetap sama sepanjang penelitian berlangsung.

Variabel Konstruk – Adalah setiap variabel yang tidak dapat diamati secara kasat mata, sehingga pengukurannya melalui metode tidak langsung. (Contoh: kecerdasan, motivasi)

Variabel Pengganggu – Variabel apapun yang bukan bagian dari studi penelitian tetapi masih berpengaruh pada hasil penelitian

Verbal – Berhubungan dengan kata-kata dan suara.


W

 


X

 


Y

 


Z

Zoophilia Lihat di sini


 

“>

28 Replies to “Kamus Psikologi

  1. Ijin tanya kalo ” sekumpulan orang yg merasa unik dan dianggap beda dr yg lainnya, tapi ia berusaha menjadi manusia normal” itu istilah nya apa yak, mohon jawabannya,,,

    1. rasanya alienasi juga termasuk ke dalam sini, tapi bagian yang berusaha menjadi manusia normal itu respon terhadap alienasi itu sendiri. mungkin conforming.

      mungkin ada istilahnya, tapi sayanya yang gak tau.

  2. Ijin tanya kak, apa sebutannya jika kondisi saat misal kita kedinginan, namun kita berpikir dan meyakinkan pikiran kita tidak dingin, lalu badan kita tidak dingin lagi,
    Terimakasih

  3. Mempengaruhi orang lain agar merasakan atau mengikuti apa yang lakukan istilahnya apa kak?

      1. kak kalo orang yang tergila gila dengan seseorang namanya apa ya? kaya tergila gila sama artis luar negeri kaya gitu

  4. Kak mau tanya
    kalau misal ada ibu-ibu wanita karir gitu, terus di kantor ada masalah. tetapi sesampainya dirumah ia melampiaskan kemarahannya kepada orang rumah (anak, suami) itu disebut apa? Displacement atau Dislokasi?
    Terimakasih

    1. kalo nama perilakunya sih nggak tau, tapi ini bisa masuk ciri-ciri ego tinggi, atau bisa juga efikasi dirinya kurang, bisa juga tendensi narsisistik.

  5. izin tanya; istilah psikologi untuk kata lemah lembut / kasih sayang apa ya.? terimkasih

Ada komentar? Mau nanya? Mau curhat? Silakan tulis di sini :)