Kepribadian Introvert – Semua yang Perlu Kamu Ketahui!

introvert adalah, ciri-ciri introvert

Introvert, mampir dulu sini! Ayo kita bahas kehebatan dan keunikanmu!

Di dunia yang dipenuhi orang-orang berisik, introvert terdengar seperti sebuah istilah negatif.
Tidak hanya oleh mereka yang “normal”, mereka yang introvert sendiri merasa bahwa diri mereka aneh.

Tulisan ini saya dedikasikan untuk kamu yang merasa introvert.
Di balik duniamu yang dingin, tulisan ini akan menghangatkan dan memeluk kamu.

Dan buat kamu yang kepo sama introvert, kamu akan mengetahui…
kenapa mereka yang introvert sebenarnya adalah para bintang.

 

Daftar Isi (Klik link di bawah untuk baca yang kamu mau)

Test dulu yuk!

Jadi, sebenarnya introvert itu apa?

Kesalahpahaman tentang introvert

Aku nggak mau jadi introvert!

Kenapa introvert adalah pacar ideal? 

Bagaimana cara memahami orang introvert?

Apa sih yang paling dibenci introvert?

Bukan introvert atau ekstrovert? Jangan-jangan…

Bagaimana cara bergaul untuk introvert?

Kita mulai!

­

Test Dulu Yuk!

Sebelum kita mulai ngobrolin kepribadianmu, kita tes dulu yuk. Tes ini untuk menguji kamu beneran introvert atau nggak. Siapin pensil sama kertas ya.

Tes!

1. Kamu suka nggak terlibat dalam kegiatan yang bikin sibuk, kayak OSIS, BEM, atau Karang Taruna? (Ya/Mungkin/Nggak)

2. Kamu sering menaiki 2 anak tangga sekaligus? (Ya/Mungkin/Nggak)

3. Apakah kamu kalo makan lebih cepat dari orang lain? (Ya/Mungkin/Nggak)

4. Kamu marah nggak kalo terjebak macet? (Ya/Mungkin/Nggak)

5. Kamu suka mengatur jadwalmu di waktu luang nggak sih? (Ya/Mungkin/Nggak)

6. Apa kamu suka mengerjakan sesuatu yang baru? (Ya/Mungkin/Nggak)

7. Apakah kamu kalo jalan lebih cepet dari orang lain? (Ya/Mungkin/Nggak)

8. Kamu sering bergegas dari satu kegiatan ke kegiatan lain tanpa istirahat? (Ya/Mungkin/Nggak)

9. Kalo lagi melakukan sesuatu, kamu nggak bisa diganggu? (Ya/Mungkin/Nggak)

10. Kamu susah berkenalan sama orang baru. (Ya/Mungkin/Nggak)

11. Apakah kamu suka menghindari tempat yang rame? (Ya/Mungkin/Nggak)

12. Apakah kamu sering cemas tanpa alasan? (Ya/Mungkin/Nggak)

13. Apa tiap pagi kamu selalu bersemangat? (Ya/Mungkin/Nggak)

14. Menurut kamu, orang lain lebih ramah daripada kamu sendiri. (Ya/Mungkin/Nggak)

15. Kamu khawatir nggak kalo orang lain ternyata memang lebih ramah dari kamu? (Ya/Mungkin/Nggak)

16. Kamu orangnya nggak sabaran (Ya/Mungkin/Nggak)

Nah, sekarang waktunya mengetahui jawaban kamu!

­

Coba liat jawabanmu untuk soal nomer 1,2,3,4,5,7,8 dan 13.
Beri nilai 2 untuk jawaban Ya,
nilai 1 untuk jawaban Mungkin, dan
nilai 0 untuk jawaban Tidak.
Terus dijumlah.

Perhatikan jawabanmu untuk soal nomer 6, 9, 10, 11, 12, 14, 15 dan 16.
Beri nilai 2 untuk jawaban Ya,
nilai 1 untuk jawaban Mungkin,
dan nilai 0 untuk jawaban Tidak.
Jumlahkan.

Bandingkan jumlahnya. Kalo jumlah nilai untuk soal nomer 6, 9, 10, 11, 12, 14, 15 dan 16 lebih banyak, maka kamu termasuk orang yang introvert.

­

UPDATE: kami baru saja membuat tes kepribadian online. Kalo kamu males ngambil kertas dan pensil, coba aja kuis ini. Hehehe

Kalau kamu udah beneran introvert, ayo lanjut! Tapi kalo nggak introvert… ya nggak papa sih. Hehehe.

balik ke atas


­

­

Jadi, Sebenernya Introvert itu Apa?

 

Ekstrovert dan Introvert adalah dua jenis kepribadian*.
Penjelasan dari introvert ini ribet, tapi intinya:
orang introvert adalah tipe orang yang lebih suka sendirian di kamar daripada nongkrong sama temen.

Sebenernya ada banyak salah paham tentang introvert.
Orang introvert sering dianggap pemalu, tertutup, atau anti sosial.
Ada yang menganggap tertutup = introvert.

Padahal nggak selalu lo!

Ada kok orang introvert yang jago ngomong di depan umum.
Mereka juga bisa kok ngumpul sama temen. Tapiii orang introvert punya “stok energi sosial”.
Mereka punya batasan tenaga untuk bersosialisasi.
Jadi kalo ngumpul bareng temen nggak suka lama-lama. Soalnya “tenaga”nya habis.

Ketika tenaga ini habis, harus dicas lagi. Caranya? Dengan menyendiri.

Orang introvert jatuh cinta dengan kesendirian.

Introvert tahan seharian di kamar, mainan hape atau baca buku.
Dia bisa aja berhari-hari nggak berhubungan sama temen mereka.
Kadang mereka kesepian sih.
Tapi pas udah ketemu sama temen-temen, ya dia kangen lagi sama kesendiriannya.

Ciri-ciri utama introvert

Introvert sebenernya dibagi jadi empat macem, tapi ada beberapa ciri-ciri utamanya nih.
Ciri-ciri utama orang introvert adalah:

  • Banyak diem.
  • Sering mikir.
  • Suka memperhatikan hal-hal kecil di sekitar (langit, bintang, bunga, coretan di dinding)
  • Temennya sedikit, tapi akrab.
  • Lebih suka sendirian.
  • Daripada ngomong, dia lebih suka “bercerita” lewat tulisan (status bbm atau fesbuk).
  • Lebih banyak kerjanya daripada ngomongnya.
  • Nggak suka duduk terlalu dekat dengan orang lain, walaupun itu temannya.
  • Mikir dulu baru ngomong.
  • Kalo udah bareng temen, dia rindu sendirian di kamar.

Jenis-jenis introvert

Introvert dibagi lagi menjadi empat macam.

1. Introvert Sosial

Tipe ini adalah jenis introvert yang masih bisa bersosialisasi, tapi nggak sama banyak orang.
Dia bisa aja punya banyak kenalan, tapi yang dia anggap temen cuma seupil.
Tapi hubungan dia sama temen-temennya awet.

Tipe ini bisa sih masuk ke tempat rame (kayak seminar, mall, konser) atau nongkrong bareng temen.
Tapi dia lebih suka sendiri di kamar, sama buku-buku atau hapenya.

2. Introvert Pemikir

Introvert pemikir ini adalah tipe yang terlalu suka mikir.

Mereka sering dianggap nggak bisa bergaul.
Mereka sih bisa aja bergaul.
Tapi mereka cuma keasikan mikir sampe “tenggelam” dalam pikirannya sendiri.
Di balik diemnya, otaknya muter kayak kipas angin.

Einstein dan Bill Gates adalah contoh tipe introvert pemikir ini.

introvert, introvert adalah, ciri-ciri introvert
Bill Gates, introvert pemikir. sumber: commons.wikimedia.org

3. Introvert Cemas

Tipe introvert ini tertutup.
Introvert cemas lebih memilih sendirian, karena dia suka grogi dan gelisah kalo bersama orang lain.
Mereka nggak pede sama kemampuan sosial mereka.

Mereka menarik diri dari masyarakat, karena orang lain bikin dia gugup.
Lidahnya kaku kalo disuruh ngomong sama orang baru.

4. Introvert Tertahan

Disebut tertahan karena mereka nggak bisa bertindak secara spontan. Mereka tipe yang berpikir dulu baru bicara. Dalam dunia yang penuh spontanitas ini, mereka sering dianggap lamban, padahal mereka cuma butuh pemikiran dulu sebelum “beraksi”.

Kalo kamu yang mana?

capek dibohongi terus? Ini 6 cara mendeteksi kebohongan.

balik ke atas


Kesalahpahaman tentang Introvert

 

introvert, ciri-ciri introvert, introvert adalah
imagefinder.co – splitshire.com

Berkat novel, film, dan drama, kita sering memandang introvert sebagai sebuah cacat dalam diri.
Kita memandang introvert aneh.

Sebenernya wajar, mengingat kehidupan didominasi oleh orang-orang ekstrovert.
Ekstrovert terlihat normal karena mereka memang “menonjol” di pergaulan.
Sementara introvert kan enggak menonjol. Makanya, introvert kelihatan aneh.

Padahal introvert bukanlah keanehan yang harus “dinormalkan”.

Masih ada lagi nih beberapa kesalahpahaman orang tentang introvert.

1. Introvert = gangguan

Orang sering menganggap bahwa menjadi introvert adalah gangguan yang harus disembuhkan. Ini adalah pandangan yang keliru.

Introvert sangatlah wajar, sama wajarnya dengan para ekstrovert di luar sana.
Jadi kalo hasil tes psikologis menyebut kepribadian kamu introvert, ya udah biar aja. Introvert memang jenis kepribadian kok.

Lagipula banyak kok introvert yang masih bisa gaul, eksis di media sosial, dan punya banyak kenalan.

lah terus gimana mz sama temanku yang pendiam, tertutup, dan nggak suka bergaul, apakah dia bukan introvert?

Memang ada sih orang yang tertutupnya parah banget. Sampai nggak mau diajak ngobrol, nggak peduli sama orang, dan menarik diri dari pergaulan.

Kalo kamu menemukan orang yang seperti itu, itu bisa jadi bukan introvert. Dia bisa aja lo termasuk gangguan kepribadian.

Nama gangguannya adalah gangguan kepribadian skizoid.

Gangguan kepribadian skizoid ini bisa dibilang “versi parah” dari introvert cemas. Termasuk ciri-ciri gangguan kepribadian skizoid adalah

  • tidak peduli dengan lingkungan sosial,
  • ekspresi wajahnya datar,
  • kurang tertarik sama hubungan asmara
  • tidak punya sahabat (ada pun cuma satu)
  • terfokus pada fantasi (khayalan)
  • menarik diri dari pergaulan
  • dsb

Kalo bisa, tetep tanyakan ke psikolog untuk memastikan. Untuk bisa disebut gangguan kepribadian skizoid, kamu harus punya minimal 3 ciri-ciri.
Kalo kamu nggak peduli lingkungan sosial tapi masih pengen punya pacar, atau ekspresi wajahnya masih bisa berubah-ubah, ya berarti belum gangguan.

Inget, introvert itu wajar.

2. Introvert = tertutup

Ada sih orang introvert yang tertutup. Tapi nggak semua kok.
Introvert juga bisa kok curhat pada orang yang dia percayai.
Cuma ya itu, orang yang dia percaya cuma sedikit.

Orang yang introvert juga nggak selalu diam.
Introvert jarang ngomong kalo sama orang baru.
Kalau sama sahabatnya yaa dia bisa jadi cerewet.

3. Introvert = pemalu

Introvert bukan pemalu.
Ada yang pemalu, tapi nggak semuanya.
Introvert bisa kok pede berbicara di depan umum, berpidato, mengajar, jadi penyanyi, dsb.

Kalopun mereka jarang ngomong, bukan berarti pemalu.
Bisa aja mereka cuma males ngomong.

 

4. Introvert bisa berubah

*TETOOOT*

Introvert adalah jenis kepribadian, dan kepribadian nggak bisa kamu ubah.

 

5. Introvert gak enak dijadiin pacar

Saya akan sebutin kelebihan para introvert, yang bikin mereka layak kamu jadiin pacar. Di bawah tapi.

 

6. Jadi introvert gak bisa bahagia

Kebahagiaan gak ada hubungannya sama introvert dan ekstrovert.
Kalo kamu pandai menjalani hidup, kamu juga bakal bahagia.
Ada kok beberapa teman saya yang introvert tapi hidupnya bahagia.
Kamu cuma belum ketemu caranya aja.

Emangnya kalo jadi ekstrovert, kamu bakalan selalu bahagia?

7. Introvert nggak bisa diajak kerja kelompok

Introvert mungkin susah disuruh kerja bareng,
karena perhatian mereka memang mudah pecah.

Cara kerja bareng introvert adalah: kasih dia tugas yang bisa dia kerjakan sendiri.
Kalau sudah selesai baru dikumpulkan ke kelompok.

Introvert juga bisa jadi pemimpin kok. Pemikirannya akan membuatmu kagum.

Dia jenis pemimpin yang nggak banyak omong, tapi diam-diam dia menilai kelakuan anggotanya.
Dia juga diam-diam menyusun rencana kerja untuk masing-masing anggota,
sesuai kemampuan dan karakter mereka

Dia mungkin nggak banyak memberikan motivasi dan perintah, tapi pemikirannya taktis.

Ngapain milih ketua yang cuma bisa ngomong? ;P


 Aku Nggak Mau Jadi Introvert!

*Bagian ini khusus untuk mereka yang introvert ya. Kalo kamu bukan introvert, boleh lanjut ke bawah lagi.*

Okeee… saya anggap kamu udah membaca tulisan ini dari atas.
Saya anggap kamu tau ya kamu termasuk introvert yang mana.
Daaan… saya yakin kamu juga sudah baca kalo introvert nggak bisa diubah.

Apa kamu masih ingin “berhenti” jadi introvert?

Kamu lelah dengan kemampuan bersosialisasimu yang buruk?
Kamu capek menjadi orang yang sulit bergaul?
Kamu bosan sama sikap tertutup kamu?
Kamu muak sama ketidakmampuan kamu untuk punya lebih banyak teman?

Itukah yang bikin kamu mau “berhenti” jadi introvert?

Asal tahu aja ya, yang jadi masalah:
bukan introvertnya, tapi kamu yang belum menerima dirimu sendiri!

Kalo memang menjadi introvert adalah sebuah halangan,
terus kenapa banyak introvert yang masih bisa sukses?
Kenapa banyak introvert yang masih bisa punya teman-teman?
Kenapa banyak, di luaran sana, introvert yang masih bisa mencintai dan dicintai?

Jawabannya simpel: mereka menerima diri mereka apa adanya!

Nggak ada yang salah dengan jadi introvert.
Yang salah adalah ketika kamu membenci diri kamu sendiri!

Kalo kamu benci diri sendiri, kamu akan fokus sama kekuranganmu saja.
Gimana bisa bahagia kalau pikiran jelek terus?

Itu tuh akar permasalahannya. Karena kamu belum menerima diri sendiri.
Lalu, apa saja yang harus kamu lakukan?

  • Cintai diri kamu sendiri. Kamu nggak bisa bergerak maju kalo kamu belum mencintai diri sendiri.
    Niatkan untuk menerima dirimu sendiri, kelebihan dan kekuranganmu.
    Tataplah cermin, dan jatuh cintalah pada orang yang kamu tatap di cermin itu.
    Jatuh cintalah pada kelebihannya, dan maklumi kekurangannya.
  • Tanya orang terdekat tentang kelebihan dan kekuranganmu. Kalo kamu sulit menilai diri sendiri, kenapa nggak coba tanya pendapat orang lain? Coba tanya orang lain tentang kelebihanmu.
    Mungkin dari teman yang kamu percaya, mungkin dari orang tua kamu.
    Kalo kamu malu ngomong langsung, lewat chat juga boleh.
  • Tingkatkan kelebihan kamu. Fokuslah pada kelebihan kamu.
    Mungkin kamu punya suatu bakat. Mungkin kamu punya sebuah hobi.
    Itu hebat, kan? Bersyukurlah karena kamu memilikinya, dan tingkatkan terus.
  • Maafkan masa lalumu. Semua orang punya kesalahan.
    Kesalahan di masa lalu nggak akan bisa mengganggumu lagi, kecuali kalo masih kamu inget-inget.
    Tapi kesalahan bisa membuatmu berkembang, kalo kamu belajar darinya.
  • Miliki perasaan positif. Ketika kamu memiliki perasaan positif, perasaan itu akan memancar dari dirimu.
    Perasaan positif akan menarik orang-orang baik, dan menarik keadaan-keadaan baik.

Menerima diri sendiri adalah tantangan yang besar.
Tapi yakin deh, ketika kamu bisa menerima diri sendiri… kehidupanmu akan berubah 180 derajat.

mau cara mudah meningkatkan kepercayaan diri? baca dan praktekkan di sini, ya!
yang suka pesimis, masuk! ini cara mengubah kebiasaan pesimis.

balik ke atas


Kenapa Introvert adalah Pacar Ideal

introvert, ciri-ciri introvert, cara menghilangkan introvert
imagefinder.co – bossfight.co

Tadi saya udah bilang kalo introvert adalah pacar yang ideal.
Plus, saya udah janji akan ngejelasin kenapa.

Di bagian penutup ini, saya akan jelasin keunikan para introvert.
Kalo di dekatmu ada cowok/cewek introvert, yaudah jadiin pacar aja. Kenapa?

Karena…

1. Introvert orangnya milih-milih

Jadi temen deketnya introvert aja nggak gampang, apalagi jadi pacar.
Kalo kamu bisa jadi temennya introvert, berarti kamu berhasil memenuhi berbagai kriteria yang ada di otaknya.
Apalagi jadi pacar, kriterianya banyak kayak syarat masuk akabri.

Butuh keistimewaan untuk jadi pacarnya introvert.
Dan kalo kamu bisa jadi pacarnya, kamu orang yang spesial di matanya.

Menantang banget nggak tuh?

introvert, introvert adalah, ciri-ciri introvert

 

2. Introvert aman buat kamu yang cemburuan

Hayo, kamu orangnya cemburuan nggak?
Orang yang gampang jealous pasti ngamuk, ngeliat pacarnya ngobrol sama orang lain.

Udah nyoba pacaran sama introvert belum?
Introvert nggak suka berlama-lama ngobrol sama orang lain.

Kalo dia lagi di rumah gimana?

Introvert kalo nganggur, nggak bakal chatting sama orang. Dia males chatting selain sama kamu. Dia menghabiskan waktunya untuk membaca sesuatu atau mengerjakan hobinya. Paling juga ngeliatin instagram. Kamu pasti ngerasa tenang deh.

Lagian dia juga nggak suka ke mana-mana, jadi kamu nggak perlu khawatir dia jalan-jalan sama cewek lain.

3. Introvert pandai mengelola emosi.

Siapa sih yang suka punya pacar emosian?
Saya pernah liat cewek dimarahin pacarnya di food court mall.
Malu nggak tuh jadi si cewek? Malu banget.

Introvert nggak bakalan deh kayak gitu! Introvert selalu mampu mengendalikan emosinya.
Dia bisa sih marah, tapi kamu nggak bakal ngeliat introvert membanting meja atau teriak-teriak.
Marahnya ditahan. Kalo marah, paling cuma diem.

introvert, introvert adalah, ciri-ciri introvert

4. Introvert gampang dibikin seneng

Di otak manusia, ada hormon yang namanya dopamin. Hormon ini mengatur kesenangan.
Dibandingkan sama ekstrovert, otak introvert lebih sensitif sama dopamin.
Introvert sudah hepi dengan baca buku di kamar.

Nggak usah bingung mau ngajak dia ke mana!

Buat orang introvert, ngeliat senyum kamu aja dia udah bahagia
Dia nggak ngajak kamu keluar jalan seminggu sekali.
Ngobrol di teras aja dia udah seneng.

Hemat, kan?

Kalo dia marah, kasih aja senyum kamu yang paling manis.
Berhenti marah deh. Jamin!

introvert, introvert adalah, ciri-ciri introvert

5. Introvert adalah pendengar yang baik

Kebanyakan orang lebih suka ngomong daripada mendengarkan.
Kan banyak tuh orang yang baru dicurhatin bentar, ehhh malah dia yang balik curhat.

Kepribadian introvert justru kebalikannya.
Dia siap mendengarkan keluh kesah kamu.
Dia siap ndengerin curhatan kamu,
karena introvert lebih suka mendengar daripada bicara.
Enak, kan?

Memang sih introvert juga punya kekurangan kayak suka mikir berlebihan, males masuk tempat yang rame, pikirannya susah dimengerti, dsb dsb. Tapi kalo kamu udah kenal dekat, kekurangan introvert selalu tertutup oleh keunikannya yang bersinar.

Lagipula, manusia mana yang nggak punya kekurangan?

 balik ke atas


10 Hal yang Harus Kamu Pahami dari Introvert

Kamu bukan introvert, tapi naksir sama salah satu dari mereka?
Atau ingin mencoba lebih dekat dengan mereka?

Para introvert paham bahwa cara mereka mencintai sulit dimengerti.
Namun ini dia semua yang para introvert inginkan dari orang lain.

Introvert, kamu boleh membagikan ini!
Supaya orang di luar sana lebih mudah memahami kamu!

1. Introvert suka berdiam diri sama orang yang dia suka

Pacarannya orang introvert kadang membosankan, soalnya mereka lebih suka diam.
Hubungan yang terlalu banyak ngobrol dan menggombal bukanlah gaya mereka,
dan mereka nggak pernah nyaman dengan itu.

Kalau kamu menyayangi orang introvert, biarkanlah ia menikmati hubungan dengan caranya yang unik.
Temani dia, namun biarkan dia tetap jadi dirinya sendiri.

2. Introvert bisa keluar dari zona nyaman demi orang yang dia sayang

Walaupun suka berdiam diri, introvert mau kok diajak jalan-jalan.
Mereka rela melakukannya demi orang yang mereka sayang.

Maka, ajaklah mereka pergi, bergaul dengan dunia luar.
Mereka rela kok keluar dari “tempurung”nya demi kamu.
Dengan begitu, mereka jadi bisa memperlihatkan rasa sayang mereka ke kamu.

3. Introvert hanya membuka hati untuk orang-orang yang spesial

Seperti yang udah saya bilang, introvert orangnya pemilih.
Kalau mereka memilih dekat dengan kamu, berarti kamu orang yang spesial.
Kamu layak diperjuangkan.

Jangan sakiti dia yang sudah memilih kamu, ya.
Lagipula, bukankah indah bila bersama orang yang menganggapmu istimewa?

4. Introvert menghargai proses mendengarkan

Bagi introvert, mendengarkan = cara mencintai.
Mereka berpikir dulu baru bicara.
Jika mereka menyampaikan sesuatu sama kamu, yakinlah itu datang dari hati.

Buat para introvert, cara mencintai adalah mendengarkan dengan sungguh-sungguh.
Bukannya indah bila punya seseorang yang selalu setia mendengarkan ceritamu?

Maka, saat mereka berbicara, dengarkan dengan serius!
Jangan potong cerita mereka.
Biarkan mereka mengungkapkan apapun yang mereka pendam.

Akan ada saatnya kamu yang gantian bicara.
Saat itu, saksikanlah, cara dia mendengarkan sambil menatap matamu.

5. Introvert tidak bermaksud menjaga jarak

Kadang-kadang, walaupun kamu merasa dekat dengan mereka, introvert terlihat masih menjaga jarak denganmu.

Bagaimanapun, kepribadian introvert masih memiliki “alam pikiran” mereka sendiri.
Di dalamnya, mereka berpikir, mencerna hidup, dan mengambil tindakan.
Mereka memang seperti menyimpan rahasia, namun percayalah, kamu nggak perlu tahu rahasia itu.

6. Introvert sering jatuh cinta dengan ekstrovert

Introvert kadang iri dengan orang-orang ekstrovert.
Mereka juga ingin seperti kalian, yang bisa mudah beradaptasi dengan lingkungan ramai.
Bicara dengan orang asing. Memukau orang lain.

Introvert seringkali kagum dengan para ekstrovert, namun di sisi lain ada ketakutan kecil di hati mereka.

Mereka takut kepribadian introvert akan membuat orang lain bosan.
Mereka melihat selalu iri dengan easy-goingnya ekstrovert,
dan khawatir bahwa diamnya introvert akan membuat orang lain kebosanan.

7. Beri introvert waktu berpikir

Kalau kamu bertengkar dengan introvert, beri mereka waktu berpikir.
Itulah mereka, mikir dulu baru ngomong.

Kalau saat bertengkar, kamu malah menekan mereka…
Mereka malah mengatakan hal-hal yang nggak seharusnya.
Mereka malah akan menyakiti hatimu, padahal bukan itu yang mereka inginkan.

Maka, beri mereka waktu untuk berpikir.
Bukan untuk mengalah, namun untuk mendengarkan jawaban dan kata-kata yang tulus.

8. Introvert memang sulit dimengerti

Kadang-kadang seorang introvert terlalu lama hidup di alam pikir mereka.
Jadinya, mereka seringkali overthink terhadap banyak hal.

Makanya, kadang-kadang mereka memikirkan hal-hal yang seharusnya nggak perlu dipikirkan.

Butuh perjuangan untuk memahami introvert,
namun kamu boleh kok tanya: mereka sedang mikirin apa.
Introvert menghargai mereka yang mencoba memahami.

9. Introvert juga bisa senang-senang

Hanya karena mereka diam, bukan berarti mereka datar.
Mereka boleh jadi kelihatan “mengkerut” di keramaian,
namun bukan berarti mereka nggak bisa ketawa dan menggila.

Introvert juga bisa ngelucu, apalagi kalau bersama orang-orang yang mereka percayai.
Introvert nggak membosankan kok.
Kamunya aja yang perlu “membongkar” otak mereka yang penuh warna.

10. Introvert suka melihat kamu bahagia

Introvert sering merasa berbeda.
Namun mereka tidak mengharapkan orang lain untuk jadi seperti mereka.
Tapi, mereka ingin membuat orang lain bahagia.

Mereka ingin tahu apakah semua yang telah mereka lakukan sudah membuat orang lain bahagia.
Mereka ingin mengerti apa yang membuatmu bahagia, dan ingin mempertahankan senyum di wajah orang lain.

Introvert, dengan segala keunikan mereka, adalah manusia super setia, suportif, dan penyemangat.
Dipilih dan dianggap spesial oleh introvert, menandakan kamu sosok yang layak diperjuangkan.

Nikmati itu, dan bersiaplah terkejut dengan segala keunikan introvert!

Lanjutannya di sini!


Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

101 Replies to “Kepribadian Introvert – Semua yang Perlu Kamu Ketahui!

  1. Sy introvert.. sejak kuliah dan merantau di suatu kota, teman-teman sy jumlahnya nggak banyak, dan berlanjut hingga lulus.
    Pada akhirnya teman-teman habis, sudah kerja ke kota lain, sedangkan sy masih bertahan di kota tsb dan belum bekerja. Saat ini sy merasa sulit mencari teman baru. Sy juga sebenarnya suka berpergian terutama ke tempat wisata alam, namun saat ini karena sulit mencari teman dan kalau tidak ada teman/yg mengajak, sy hanya berdiam diri di kamar kost. Walaupun bosan, sy tetap bertahan tidak bepergian sendirian. Bagaimana ya solusinya?
    Thx

    1. Halo Dn, makasih sudah mampir 🙂

      Memang sih bagi introvert, jumlah teman yang banyak bukan masalah. Yang penting akrab, gitu kan?
      Yang repot kalau kayak kamu gini, temannya sudah pergi semua.

      Sebenarnya introvert bukan SULIT mencari teman baru, tapi memang belum merasa butuh aja.
      Kalau memang terpaksa, introvert bisa kok punya teman-teman baru.

      Salah satu cara punya teman baru adalah MEMAKSA diri masuk ke lingkungan yang benar-benar baru. Kamu bisa coba gabung ke komunitas.

      Sekarang kan ada banyak komunitas dan bermacam-macam di tiap kota. Kamu bisa sesuaikan dengan hobi kamu, terus cari aja deh di google atau media sosial. Lalu coba gabung, dan tuker-tukeran pin BB atau akun instagram sama mereka.

      Kamu perlu ngelawan rasa malas untuk memulai percakapan duluan. Karena dalam hal ini, yang butuh teman baru adalah kamu. Jadi kamu perlu berusaha.

      Cara tadi berhasil buat saya. Semoga berhasil juga buat kamu ya 😉

  2. Halo kak, aku sekarang kelas 12 SMA. Tipe karakter aku Melankolis-Plegmatis. Aku orangnya introvert dan kaku kalo sama orang-orang ekstrovert/orang yang aku gak nyaman, tapi aku jadi ekstrovert kalo sama temen-temen yang aku nyaman atau pas sesama introvert.
    Nah, aku kan tahun depan udah lulus dan bingung mikir prodi yang mau dipilih. Aku tertarik banget milih Psikologi dan PGSD dan udah mantap hati pilih itu, terus guru BK bilang kalo aku orangnya kaku nggak cocok masuk layanan masyarakat. Padahal passion aku nolong dan ngajar orang, Aku ikut tes juga tipeku INFJ dan konseornya bilang kalo aku minat sama Psikologi sesuai sama aku. Aku nyadar kadang aku kaku tapi cuma sama tipe orang yang aku nggak nyaman aja. Beliau (guru BK) malah nyaranin di prodi Akuntansi dan Kesekretariatan yang justru aku gaada minat sama sekali.
    Kira-kira aku tetep kekeuh sama Psiokologi yang bener-bener aku minati atau ikut pilihan guru BK yang my heart isn’t even there? Terima kasih kak.

    1. hi dipsy, thank you for coming by 😊

      satu hal yang hebat dari dirimu adalah; kamu mengenali kepribadianmu sendiri dan kamu menerimanya. It’s a good thing, artinya kamu tau kelebihan dan kekurangan kamu kan?

      Berhubung kamu udah mantap dengan pilihan pengen belajar psikologi, maka ambillah pilihan yang kamu senangi!

      tantangan kamu adalah gimana caranya menjadi lebih fleksibel dlm berbicara dengan siapapun. karena biar gimanapun, skill komunikasi tetep penting. apalagi nanti kamu nggak hanya ketemu dengan orang normal. Kamu juga bakalan ketemu sama orang dengan gangguan jiwa atau keterbatasan.

      kamu masih muda banget, kesempatan belajar dan berkembang masih terbuka lebar.

      Dan kalaupun kamu harus berjuang, bukankah asik kalau kamu berjuang pada sesuatu yang kamu senangi? 😃

  3. kak, aku seorang introvert sudah sejak aku kls 3 SMK, dan sekarang semester 7. kenapa orang-orang tidak memahami kalo aku seorang introvert. mereka menganggap kalo aku aneh, punya dunia sendiri, jarang bergaul, dll. aku sih ngerasa nyaman dengan introvert ku ini. tapi pandangan orang yg ngga ngerti kadang suka terbawa pikiran. aku juga ngga mau dibenci orang dan diasingkan. gmn kak solusinya? makasih kak

    1. halo sandi, thanks for coming 🙂

      kamu bilang “mereka menganggap aku aneh”. itu benar-benar mereka yang bilang, atau cuma bayangan kamu aja?
      kalau cuma bayangan, coba lawan pikiran negatif itu.
      siapa tahu mereka pengen ngajak kamu buat nongkrong bareng, tapi kamunya aja yang pemalu.

      coba deh bergaul dengan satu teman dulu.
      dekati seorang teman. coba bergaul dengan dia. tanya PR, atau minta referensi lagu untuk didownload.
      kalau sudah akrab, kamu bisa coba gabung buat ngobrol sama teman-teman yang lain.
      pasti nanti lebih nyaman, karena kamu bisa “pegangan” sama temen kamu yang akrab itu.
      ikuti juga tren apa yang sering mereka omongin, supaya kamu bisa nyambung sama mereka.

      (coba ini deh https://psikologihore.com/8-cara-berkenalan/ )

      temen saya dulu ada kok yang mirip kamu.
      setelah dipaksa berubah, sekarang malah dia yang sering ngeledek temen-temen. nikah duluan malah :'(

      mungkin berat karena kamu dasarnya tertutup. tapi kalau dipaksa-paksa bisa deh. Yakin! 🙂

  4. aku introvert. kepribadianku tuh rumit. aku orang yang kurang bisa bergaul, apalagi sama orang baru, aku punya kebiasaan liat wajah sama tingkah laku dipandangan pertama langsung tahu sifat. aku memandang itu kebiasaan buruk walaupun ga selamanya buruk. kalo aku ngerasa aku tahu sifatnya baik dia nyapa aku balas sapa. klo aku ngerasa sifatnya buruk dia nyapa aku juga balas nyapa tp ga bakal berharap buat deket. aku ga suka tempat ramai. orang bilang aku individual, pdahal ga gitu kok. aku cuma menghindari orang yang kedepannya berpotensi banyak bikin masalah yang ga penting,soalnya banyak banget orang kayak gitu. yang cari masalah biar dipuja2 orang. cari masalah buat tujuan ga ga penting sama sekali. aku ga pernah ngejauhi orang yg kayak gitu ataupun orang yang aku ga suka lainnya. tp ya pasti saya jauhi saat dia bikin masalah aja. pemikiran kayak gitu menurutku yang terbaik, tapi ga selalu. terkadang aku ngerasa sangat angkuh, walaupun bukan itu maksudku. apa ada solusi ttng masalah ku itu. terimakasih min .

    1. halo egi, terima kasih sudah mampir 🙂

      masalahnya di sini adalah kayaknya kamu kurang ramah sama orang.
      introvert dan nggak ramah bukan sesuatu yang sepaket. so, kamu bisa aja kok menjadi seorang introvert tapi punya kepribadian ramah.

      ramah bisa dimulai dari murah senyum dan murah sapa. coba aja menyapa orang lain, terlepas dari apakah dia suka cari masalah atau apa. nggak usah ngobrol banyak sih, nyapa udah cukup kok.

      buat saya sih kebiasaan menilai orang lain nggak masalah. banyak yang kayak gitu kok.
      TAPI, penilaian kita biarlah kita yang tahu, tapi kita sebaiknya ramah tanpa milih-milih.

      kamu sadar seperti apa ekspresi kamu waktu memandang orang lain di kaca? coba lihat deh.
      jangan-jangan, selama ini kamu dianggap angkuh karena ekspresi kamu bikin nggak nyaman. mungkin lo yaaa… kita nggak pernah ketemu soalnya :p tapi coba aja lihat dulu, siapa tahu kamu bisa membuatnya lebih baik.

      semangat egi! 😀

  5. Wah,aq jg introvert parah and sekarang udah bekerja.Meski udah dipaksa ama boss buat gabung ama yg lain,aq tetep kekeuh tetep menyendiri.Awalx sih aq emang gak mau nerima sifat ini and berusaha buat ngerubah diri jd ekstrovert.Maksa diri buat ikut hangout yg kadang 3 kali seminggu and honestly selama itu pula sy tersiksa.Kelelahan akut,berkali2 masuk puskesmas krn demam lah,pusing lah ampe org d sana udah hafal kunjungan tiap minggu.Pas nyadar aq emang harus mulai dr diri sendiri,akhirx kesehatan fisikku membaik and bisa lebih konsen buat kerja.Kalau ramah sih mungkin aq udah lumayan sih menurutq,hanya sj aq tetep jaga jarak.Pas tes mbti,aq masuk ISTJ.Gak masalah sih pekerjaanx apa,fun2 aja buat aq.Yg jadi masalah kalau boss yg ngasih kerjaan gak paham pribadi kita and maksa kerja tim.Sumpah,ini bikin speechless,gak tau harus bagaimana.Sy ampe di cap sombong,angkuh and ngelawan atasan padahal sy cuma butuh privasi.Bayangin,masa sy harus berada di ruangan tanpa sekat dan dikelilingi oleh banyak org,gimana mau konsen.Pas boss diberi pengertian,malah dianggap pembangkang.Jujur,skrang sy udah kapok kerja di kantoran.Trauma sy.Ini lg nyari2 and belajar buat bekal biar bisa kerja dari rumah aja.Udah niat buat keluar sih,tp nunggu dana terkumpul lg.Jujur,kerja tim itu neraka buat introvert….

    1. Halo Imo, terima kasih sudah mampir 🙂

      Ketika satu pintu tertutup, pasti nanti ada pintu lain yang terbuka.
      Untungnya kamu menerima diri sendiri ya, jadi kamu tau apa yang harus dilakukan.

      Semoga berhasil ya! 😀

  6. Aku bingung Aku tergolong introvert atau ekstrovert …Aku cuma punya 1 sahabat yang klo kedia Aku selalu jadi diriku sendiri.kerjaanku diam di Rumah main gadget,tiduran..sering Aku klo balik ke kampung halaman udah seminggu datangnya tetangga baru pada tau bahkan udah mo balik kuliah lagi mereka baru tau klo Aku datang.sering Aku janjian sama temen buat hangout bareng Tp klo udah hari H nya Aku nyari alasan buat gak pergi.Tp Aku cukup punya banyak teman..Aku juga aktif jadi pembicara di depan banyak orang.yah walaupun kadang mandi keringat.bisa dibilang Aku ramah terhadap orang baru..malah kadang Aku yang ngajk kenalan duluan. Makanya Aku menganggap diriku sangat aneh.

  7. Hallo.. saya jelita. Lagi kuliah d semester akhir jurusan pendidikan matematika..
    Baru baru ini baru mulai bisa mengenal diri sendiri.. saya introvert , sulit bersosialisasi.. apa lg sama orng yg baru kenal. Paling bicara yg penting penting aja.. trs klo d dpn umum, paling ga bsa bicara.. kebanyakan mikir, takut salah bicara… skrng untuk pertamakalinya d jadikan ketua kelompok kecil yang sedang melaksanakan PLP di suatu sekolah.. tp karena memang sulit mendekatkan diri dgn orng baru, alhasil kena semprot trs .. katanya ga mau bergabung sama guru guru disana.. bkn nya ga mau, sudah berusaha ngajak ngbrol tp ya, paling klo yg penting penting aja.. gmna ya caranya biar bisa bergabung/mendekatkan diri dgn orng lain dan bisa bicara di depan umum???

    1. halo jelita, thanks udah mampir 😁
      saya punya temen yang persis kayak kamu.
      dan kamu dijadikan ketua kelompok… ini bakal jadi tantangan besar.

      pertama, cari satu anggotamu yang pintar bergaul. minta bantuan dia untuk mendekatkan diri sama guru di sana.
      jadi, kalau kamu mau ngobrol sama guru di sana, kamu bareng temenmu itu.
      mungkin awalnya kamu bingung mau ngomong apa, tapi pasti nanti kamu akan ikut ngobrol.

      kedua, sosialisasi dimulai dari senyum dan menyapa. kalau kamu sering menyapa duluan dan senyum duluan, orang pun jadi suka sama kamu. semakin sering kamu lakukan, orang akan mau memulai obrolan duluan kok.

      apa yang harus dikatakan saat ngobrol? kamu bisa tanya aja mereka asli mana, tinggal di mana, udah berapa lama ngajar, dan lain-lain. introvert memang malas bicara, dan salah satu triknya adalah bertanya. biarkan aja orang lain yang ngomong. kamu tinggal mendengarkan. kamu bisa baca ini http://psikologihore.com/8-cara-berkenalan/

      kebanyakan introvert sudah tau bahwa dirinya susah bersosialisasi, tapi bukannya mencari teman, malah mengasingkan diri. ini menambah masalah!

      ketiga, agar semakin mudah bersosialisasi… kamu cari aja satu teman yang jago bergaul. ceritakan aja masalah kamu yang kesulitan nyari temen, dan kamu butuh bantuan dia buat bersosialisasi. masa iya sih dia nggak mau bantu.
      sering-seringlah nempel ke dia saat dia sama temannya. pada akhirnya, temannya temanmu akan jadi temanmu juga.

      keempat, sulit bicara di depan umum. mengatasi gugup saat bicara di depan umum, kamu bisa baca ini http://psikologihore.com/tips-presentasi-tips-public-speaking/

      kalau ada yang belum jelas, tanya aja ya 😄 semangat!

  8. bener gak ya kalau introvet krna salah satu penyebabnya ketika berbicara tidak dihargai?smpai skrng aku jadi introvert karena ketika berbicara di keluarga besar malah gak dianggap..akhirnya aku lbh memilih diam..skrng pun malah jadi malas bicara kalau gak penting2 amat..pacaran sm yg ekstrovert juga gak lama alasannya gak betah pcrn sm org introvert..aku harus gmna ya min?

    1. halo Iqbal, thanks for coming by 😁
      ilmuwan psikologi berbeda pendapat mengenai penyebab suatu kepribadian terbentuk.
      ada yang menduga faktor genetik, pola asuh, lingkungan, dan lain-lain.

      kalau penyebab kamu malas bicara karena nggak pernah didenger, mungkin aja.
      tapi kalau itu adalah penyebab introvert…. hmm kayaknya nggak sesimpel itu.

      kalau malas bicara kalau nggak penting, ya memang introvert begitu. dan nggak ada yang salah tentang itu.
      untuk menutupinya, kamu bisa mencoba jadi pendengar yang baik.

      (kami pernah menulis tentang itu di sini https://psikologihore.com/8-cara-berkenalan/ )

      untuk pacaran yang nggak awet… masalah lama atau nggaknya saya rasa bukan karena introvert/ekstrovert.
      tapi salah satu dari kalian nggak mau menerima pasangan apa adanya.
      sesama introvert pun kalau saling egois, ya bakal putus juga kan?

      tetep, yang paling penting menerima diri sendiri dulu.

  9. Saya seorang yang MUNGKIN berkepribadian Introvert, saya masih bingung mengenai jenis-jenis Introvert. Apabila semua jenis-jenis Introvert yang disebutkan di atas terdapat pada satu individu saja, apakah bisa disebut sebagai gangunan?

    1. Hai Affan,

      Sebenarnya batasan yang disebutkan di atas nggak punya batasan yang jelas. Sangat mungkin bagi kamu untuk “berpindah-pindah” jenis introvert. Dan kalaupun kamu memiliki semua ciri-ciri introvert itu, gak masalah; bukan gangguan.

      Untuk mengatakan suatu kondisi psikologis itu gangguan, harus ada ciri2 tertentu yang ditampilkan oleh eseorang dan memenuhi kriteria penegakan diagnosis dari suatu gangguan. Perlu observasi dan wawancara lebih lanjut terhadap kondisinya, baru ditegakkan diagnosis.

      Jadi ya, nggak segampang itu sih untuk mengatakan seseorang mengalami gangguan apa nggak secara psikologis.

      Setiap orang memiliki potensi yang sama untuk berbagai macam kepribadian, hanya saja yang muncul adalah yang paling dominan. Dominansi kepribadian ini didukung oleh keturuna, pola asuh, lingkungan tempat tingga, dsb. lSelain itu, kepribadian itu dinamis yang berubah sesuai situasi orangnya, baik situasi fisik ataupun psikis.

      Kami sedang dalam proses menyusun pembahasan lebih rinci mengenai gangguan kepribadian. Nanti kamu bisa dapat informasi lebih jelas disana.

  10. saya tertarik banget baca2 artikel disini banyak tips2 yang positif hehe, tapi kebanyakan artikel yg saya baca beberapa kali ngulas tentang kepribadian introvert, jadi saya pengen tau kenapa sih kok suka ngulas kepribadian introvert? cuma pengen tau kok kak hehe

    1. haee nurany, terima kasih udah mampir 🙂
      yang pertama: kami di sini dua-duanya introvert, jadi agak curhat ehehe
      yang kedua: rata-rata introvert merasa terbebani dengan kepribadian mereka. kami ngasi porsi lebih ke introvert, dengan harapan semakin banyak pertanyaan mereka yang bisa kami jawab.

      berikutnya akan dibahas tentang tipe kepribadian yang lain deh 😀

  11. Hi admin.. Terima kasih untuk artikelnya yang banyak mencerahkan saya sebagai introvert. Yg ingin saya tanyakan, bagaimana dapat mencintai / menerima diri sendiri, dimana kenyataannya orang introvert dianggap tidak bisa bergaul oleh orang lain? Seringkali saya mencoba positive thinking dan percaya diri sebelum berkumpul di tempat ramai. Namun saat sudah di tempat ramai, maka pikiran cemas kembali muncul, dan pada akhirnya saya tidak bisa bersosial dengan baik.

    Halangan saya selama bersosialisasi adalah: di saat ada hal yg tidak sesuai perkiraan, maka saya terus memikirkan tindakan apa yg seharusnya tadi saya lakukan. Pada saat memikirkan hal tsb, maka otak saya terbagi sehingga tidak bisa fokus pada topik pembicaraan selanjutnya. Seringkali saya stress setelah pulang dari acara, karena terlalu banyak yg saya pikirkan, dan akhirnya tidak menikmati acara tersebut dan tidak bisa lebih akrab dengan teman lain.

    1. Hai Giovanni,

      Penilaian masyarakat atau lingkungan sosial kita, bukanlah hal yang bisa kita hindari, karena bagaimanapun kita hidup didalamnya dan menjadi bagian darinya.

      Yang paling penting adalah jangan terlalu kaku dalam menggunakan penilaian masyarakat sebagai patokan dalam menjalin hubungan pertemanan.

      Tenang saja, kamu nggak seorang diri kok ngalamin yang namanya susah berbaur dengan suatu kelompok. Kami disini juga, tapi situasi memaksa kami untuk keluar dari zona nyaman.

      Susah memang pada awalnya. Kadang mau nyahutin satu topik aja mikirnya lama banget, apalagi kalau masuk dalam kelompok teman2 yang rame banget.

      Menerima diri itu penting dan baik untuk dilakukan, tapi ada hal2 tertentu yang harus kita tinggalkan agar kita bisa berkembang dan menambah hal2 positif yang kita punya.

      Buat dirimu enjoy ketika berada dalam kelompok, misalnya dengan mengobrol bersama satu atau dua orang yang membuatmu merasa nyaman dulu. tentunya dengan topik yang kamu suka.

      Baru deh dari sana pelan2 membaur dengan anggota kelompok yang lebih banyak. Jangan memaksakan diri, apalagi sampai stress. jangan memulai dengan praduga atau standar tertentu, just let it flow.

      Semangat dan terus mencoba!

  12. Hallo, saya Dita. Saya seorang introvert yang kadang merasa tersiksa saat lagi berkumpul dengan tema-teman yang banyak (rasanya pengen cepat-cepat balik ke rumah). Padahal waktu kecil-sampai masa SMP, saya termasuk anak yang ceria, suka bergaul, dan bermain, bahkan dengan orang baru. Saya baru merasakan bahwa saya adalah seorang introvert saat masuk SMA. Bahkan untuk menemukan teman yang benar-benar bisa membuat saya nyaman, membutuhkan waktu adaptasi sampai satu tahun, dimana saya naik ke kelas 2 SMA.
    Saya kadang bangga menjadi seorang introvert, tapi kadang juga sedih. Poin sedih disini maksud saya adalah ketika saya harus berkumpul dengan teman-teman dalam kelompok besar, saya hanya bisa diam menjadi pendengar, tidak bisa spontan ikut nimbrung ke obrolan mereka. Sampai-sampai itu menjadi hal yang sangat melelahkan. Sehingga daripada menguraas energi, saya rasanya harus mencari-cari alasan agar bisa pulang lebih dulu wkwk.
    Bagaimna caranya agar kita bisa enjoy dengan sifat introvert kita, walaupun kita sedang berada ditengah-tengah kelompok besar seperti di atas ya?

    1. Hallo Dita. Terimakasih sudah mampir dan sharing 🙂

      Seperti yang sudah kami tulis di postingan ini, untuk bisa enjoy dengan siapa kamu, hal pertama yang perlu dilakukan adalah menerima diri sendiri. positif dan negatifnya. Kalau kamu sudah bisa menerima diri sendiri, hal – hal berikutnya tentu jadi lebih mudah.

      Nggak perlu terlalu memaksakan diri untuk tetap ada dalam sebuah kelompok, kalo memang sudah mencapai limit. Selain itu kelompok besar ini kan macemnya banyak ya, kamu bisa memilih kelompok yang tentunya bikin kamu merasa nyaman dan enjoy disana. Nggak perlu takut dibilang yang macem – macem, toh setiap orang punya hak untuk memilih dengan siapa dia mau berteman, bersosialisasi, ya kan?

      Temukan dan lakukan hal – hal yang kamu sukai dan nyaman buat kamu. Nggak perlu bingung dan membatasi diri dengan “introvert” atau “ekstravert” yang kadang malah mengekang kita untuk ngapa – ngapain. Eksplore hal – hal positif yang kamu punya dan sukai tanpa dibatasi pemikiran kalo “saya ini introvert”.

      Oh ya, mungkin kamu juga perlu berdamai dengan hal tertentu yang membuatmu merasa menjadi introvert.

      Selamat mencoba Dita 🙂

  13. Pak, saya ingin bikin cerita tentang introvert d blog (rencananya). Saya ingin menjadikan tulisan bapak ini sebagai referensi dalam penguatan cerita saya. Nanti saya akan cantumkan nama bapak dan link blog bapak, terimaksih

    1. Allo Winda,

      Silahkan, dengan senang hati kami ijinkan. Semoga tulisan kami bisa membantu kamu dalam mengembangkan cerita yang kamu buat.

      Semangat & keep writing Winda.

  14. Saya iskandar. Sekarang sya menginjak kelas 12 jurusan bahasa. Sya mulai kenal introvert mulai kelas 10. Yg saya tau sebelum nya kalo saya pendiam, kurang bisa bicara, suka mikir sendiri, berdiam di kamar. Mulai sejak itu sya mulai tahu banyak tentang introvert. Sya sadar kalo jadi introvert bukan suatu kesalahan. Tapi kadang sya merasa menyesal karena aku iri pada kepribadian teman baik ku sendiri. Yg mudah bergaul pada semua org termasuk org yg kusuka. Kadang sya merasa iri hati kenapa dia. Temanku bisa melakukannya sedangkan aku tidak. Aku nyesek sih. Tapi biarlah. Toh dia sejak dulu memang begitu. Kenapa juga aku nyalahin temanku sendiri. Umurku 17 tahun. Sya akan kuliah. Menginjak tempat baru. Aku sadar sekarang setelah melihat artikel kak robi kalo aku belum sepenuhnya menerima diriku sendiri. Aku selalu berpikir menjadi lebih baik ke hari ke hari. Aku kadang melakukan hal baru untuk menutupi rasa kesepian, iri, perasaan nya(lupakan). Jogging, cuci pakaian, kadang hang out ke rumah temanku. Tapi kadang rasa itu kembali lagi rasa yg ingin ku tutupi. Tapi apa dayaku hanya bisa mengadu pada langit biru. Aku di jurusan bahasa kenapa aku memilihnya karena aku ingin memperbaiki gaya bicara yg sering tersandung. Dulu aku juga ikut Osis. Penasaran apakah itu asik. Ternyata enggak. Aku juga mencalonkan diri jadi ketua osis dan saingan ku adalah temanku baik ku tadi yg kusebut beberapa kali. Yg kepilih aku. Entah aku harus merasa senang atau sedih. Yg kutau aku gk merasa nyaman disana selama setahun. Aku keluar di tahun berikutnya. Pengalaman ku tak berbuah baik. Sedang teman baik ku dapat pengalaman banyak sekali. Rasa yg ku tutupi itu muncul kembali. Aku hanya bisa bicara sama hujan. Aku terkekang dgn aku sendiri. Penerimaan mungkin adalah jalan satu satunya. Aku sudah banyak baca artikel tentang introvert. Aku sekarang baru sadar kalo penerimaan adalah memang masa depanku. Menerima diriku sendiri tanpa harus melibatkan penilaian org lain ttg ku dan menilai org lain. Mohon tanggapan kak robi. Jika ada saran atau kritik saya turut berterima kasih

    1. Halo Iskandar,

      Thank you sudah sharing cerita kamu disini.

      You did a great job!
      Menerima diri sendiri bukan hal yang mudah, tapi kamu sudah mau mencoba dan terus mencoba. Beri apresiasi dong bagi dirimu sendiri.

      Tapi kamu perlu berhati2 dengan pemikiranmu yang ini “menerima diri sendiri tanpa melibatkan penilaian orang lain dan menilai orang lain.”

      Itu bagus, tapi jangan sampai bikin kamu jadi egois ya, karena gimanapun, kita tetap perlu masukan dari orang lain.

      Setiap orang itu unik, jadi wajar kalau kadang kita merasa iri sama apa yang orang lain punya.

      Masalahnya adalah, bagaimana kemudian kamu menindaklanjuti rasa iri yang kamu punya? Apakah kamu menjadikannya sebagai motivasi, atau apakah rasa irimu hanya membuatmu makin benci sama diri sendiri dan orang lain?

      Kalau kamu merasa perlu untuk mencurahkan isi hati, berceritalah pada seseorang yang kamu percaya, teman baikmu ini misalnya.
      Kamu bisa menceritakan apa yang kamu rasakan terhadap kelebihannya, siapa tahu dia juga mengagumi kelebihanmu yang dia nggak punya.
      Bukankah menyenangkan punya sahabat yang bisa saling melengkapi dan mengingatkan?

      17 tahun bukan akhir dari segalanya, tapi justru pembuka pintu untuk pengalaman2 berikutnya yang tentunya akan semakin mendewasakan kamu.

      Kamu juga akan memasuki dunia perkuliahan, jadi jangan ragu untuk melakukan eksplorasi terhadap hal2 yang mungkin nggak bisa kamu lakukan ketika sma.

      Juga jangan mudah memberi “stempel” bagi diri sendiri. Karena manusia itu dinamis, percayalah kamu jug akan berubah dimasa yang akan datang. Perubahan yang hasilnya ditentukan oleh keputusanmu hari ini.

      Tetap semangat dan terus mencoba.

  15. Aku Nadila. 15 tahun. Jujur, kendala terbesarku sbg seorang introvert adalah how to deal with parents. Karena notabenenya org tua cuma pengen liat anaknya ceria dan riang. Sedangkan aku sering jadi sumber masalah karena dianggap ga pernah ceria. Padahal, aku biasa2 aja. Aku diam, bukan berarti sedih. Mereka merasa bahwa aku egois yang terkadang bikin aku juga ngerasa gitu. Aku bingung gimana buat mereka ngerti dengan introvert. Aku pernah nyoba jelasin, tapi respon mereka negatif bahwa aku memperumit hidup dengan alasan kepribadian, sedangkan setiap org punya kepribadiannya masing2 dan itu ngga ngejadiin mereka bermasalah. Kadang aku pengen nangis, tapi kalo ketahuan pasti dimarahi. Kalo nangis sama temen, malu. Terus aku juga gabisa ngendaliin emosi (bertentangan sama yg disebutih diatas sih) aku pernah ngehancurin barang2 karena emosi dan pas ketahuan aku bilang ngga sengaja. aku sering marah sama orang, tapi ngelampiasinnya ke orang lain, yang aku sadar itu buat mereka ngga nyaman.

    1. Dear Nadila,

      Terimakasih atas ceritanya.

      Hmm, memang bukan hal yang mudah untuk menyamakan isi pikiran, kehendak dan gaya kita dengan orang tua. Nggak cuma sama orang tua aja sih sebenernya, dengan orang lain juga, karena setiap orang juga punya keunikannya masing – masing.

      Bukan hal yang mudah belum tentu nggak bisa dilakukan, asal kita tahu dimana celahnya.

      Meskipun kita hidup di tahun dan masa yang sama saat ini dengan orang tua, mereka sudah lebih dulu melewati fase dan usia dimana kamu berada saat ini.

      Daripada bertahan dengan “saya introvert bu / pak, makanya saya begini”, kenapa nggak coba dengan “ibu / bapak dulu waktu seusia aku, orang seperti apa bu? seperti aku sekarang nggak? kalau iya, gimana bapak dan ibu mengatasinya?”.

      Meskipun mereka dulunya mungkin nggak sama seperti kamu sekarang, mereka tetap punya jawaban untuk setiap kesulitan yang kamu hadapi.

      Kamu masih muda, jadi wajar kalo kamu masih kesulitan untuk mengelola reaksi emosi, kesulitan untuk membicarakan ide2mu atau cara pandangmu terhadap sesuatu dengan orang tua.

      Dijalani dengan santai, nikmati setiap prosesnya. Jangan terlalu ngotot untuk, terutama jangan mudah memberi “stempel” bagi diri sendiri.

      Kalau kamu merasa sedih, sudah nggak kuat nyimpen sendiri dan pengin nangis… nangis aja! tapi menangislah dibahu seseorang yang kamu percaya.

      Lingkungan yang akan kamu jalani kedepannya tentu saja jauh lebih bervariasi daripada sekarang. Jadi jangan mudah membatasi diri.

      Semoga membantu dan selamat bereksplorasi, Nadila!

  16. Aku Nia. 20 tahun. Dan spertinya aku seorang introvert. Saat ini saya kuliah mengambil jurusan pendidikan matematika dan udah semester 3. Jujur saya mengambil jurusan ini karena mtk pelajaran favoritku. Sebenarnya aku udah cukup PD utk masuk FKIP karena banyak tmn2ku bilang cara mengajarku bagus dan cepat dimengerti tdk hanya tmn2ku guru mtk-ku pun juga menyarankan aku untuk ambil fkip. Aku terkadang trlalu mikir bagaimna masa depanku nntinya. Dan jadinya akhir2 ini aku jd ragu sama jurusan yg kupilih, karena nntinya aku akan menjadi seorang guru, dan pastinya sering juga berinteraksi dengan masyarakat dan jujur aku agak susah untuk membuka diri di lingkungan masyarakat, terus juga penguasaan diri di dalam kelas bukankah seorang guru juga dituntut lebih aktif lg, dan kdg jika didepan kelas aku bisa jd sangat tegang dan perasaan deg-degan dan itu membuatku gelisah. Terus membuat suasana belajar murid tdk terlalu tegang, nah aku orgnya bener2 gk pandai cairin suasana tdk mungkin aku hanya ngajar lalu abis itu diam saja, kadang aku pikir bisa aja sih dicairin dengan becanda, tp aku pikir aku malah takut jika bercandaku jd garing oleh murid2ku nntinya. Menurut kakak bagaimana solusi utkku ?

  17. Selama ini,,, ku mencari “siapa diriku ini?” Dan sekitar satu bulan lalu,,, Ku tau tentang introvert dan juga,,, Ku merasa adalah orang introvert… Dan Ku juga mencari referensi buku tentang itu dan yang kutemui adalah buku dari Susan Cain “Quiet” dan buku dari Marti Olsen Laney, Psy.D “The Introvert Advantage”… Mungkin bisa jadi,,, kedua buku ini bisa membantu para introvert,,, Ku juga belum membaca sampai selesai bukunya karena sibuk kegiatan sendirian… Terima Kasih,,,

  18. Hahaha senang baca artikel ini. Jadi termotivasi buat sharing, pertama kali tau saya seorang introvert pas masuk SMA. Usia saya sekarang 21 tahun. Banyak hal dalam diri sendiri yg sepertinya menentang keinginan saya untuk lebih terbuka pada dunia saat itu. Entahlah mungkin karena faktor usia yg belum matang dan emosi yg masih labil. Saya tipe introvert sosial dan tidak butuh belajar, saya sangat mudah untuk menerima kekurangan sendiri. Sekarang saya duduk di bangku kuliah. Banyak teman, senior, dan junior yg senang berteman dg saya karena saya suka membantu mereka belajar. Tapi kadang kesan ‘pintar’ di dalam benak mereka pada saya akhirnya buat mereka jadi segan bahkan takut untuk melakukan kesalahan di depan saya hahaha. Ada juga yg malu saat saya ajak bercanda padahal kalau dilihat kebanyakan mereka ekstrovert hahaha. Dan sampai saat ini gak boong kamar adalah tempat paling menyenangkan (buat sendirian pastinya) hahaha. Hang out sejauh apapun pasti pengennya cepat balik ke kamar hahaha. Kendala terberat untuk saya sekarang ini, mencari pacar yg menyenangkan dan betul seperti yg dijelasin di atas, saya sangat tertarik mencari pasangan yg ekstrovert. Jadi curiga sy bro roby juga introvert orangnya. Semua ‘aib’ kita dikupas habis hahaha. Doakan ya semoga dapat yg terbaik. Salam dari Papua

  19. Saya nina. saya baru mengetahui kalau saya introvert smp ini. Ya saya mengaku saya suka iri sama orang ekstrovet mereka mudah mendapatkan teman baru sefangkan saya yang smp ini diacak lagi krlasnya hanya duduk manis melihat mereka. saya sebenarn5ya ingin sekali ngobrol dengan mereka obrolannya sudah saya pikir matang-matng tapi tidak ada kalimat yang keluar dari mulut saya.

    :”)

  20. Hallo.. Aku avianti. Aku masih belum paham aku ini seorang introvert apa bukan. Kadang aku merasa kaya gk butuh ditemenin siapapun tapi terkadang aku juga butuh satu orang aja temenin ngobrol dll. Dan kalo udah nemuin orangnya aku malah gk ngomong apa apa, asik sendiri main game. Lalu dia dibilang “lo kalo gk dipancing gk bakal ngobrol ataupun cerita dll” aku cuma bisa ketawa, tapi kaya ada rasa pengen ngobrol cuma aku gk tau harus ngobrolin apa & pilih topik apa yang bagus & seru. Dan disetiap ketemu orang yang belum pernah aku temuin aku selalu bercucuran keringet dari kepala, muka, terus dipunggung. Itu juga terjadi saat aku terlalu deket hadapannya (lagi didandanin atau ngobrol)
    Sampe sampe aku malah buang muka dan orang itu jadi pasang muka sebel. Entah itu cuma perasaan aku aja atau bukan.. Tapi hal ini sering banget terjadi.. Bahkan aku selalu dikira bohong kalo lagi nyelesaiin masalah karna ngomongnya buang muka terus. Dan katanya tatapan aku gk meyakinkan padahal aku udah jujur. Disaat posisi itu aku cuma ngerasa malu aja, tapi gk tau juga rasanya campur aduk aja (pingin pergi dari obrolan dsb)
    Dan disetiap kumpul sama temen ku aku merasa baper sendiri kaya dimusuhin, pas liat mereka ngobrol, bercanda, cerita, ketawa, jungkir balik dll. Aku malah jadi merasa iri..dan nanya kediri aku sendiri “kenapa gw gk bisa seasik mereka?” (aku cuma punya temen 4 orang aja)
    Karna mereka ber4 temen aku dari pas aku sd.
    Dan waktu disekolah pun aku gk pernah punya temen perempuan banyak.. Max 2-3 orang aja, tapi kalo laki laki lumayan banyak, aku juga gk tau kenapa lebih suka bertemen sama laki laki..
    Dan skrg aku udah mau 17th tapi boro boro akrab sama orang sekitar.. Sekitar rumah contohnya… Aku jarang keluar runah, cuma kalo pergi pergian aja keluarnya rumagnya.. Dan menurut aku, orang orang kalo ngeliat aku tuh kayak pengen ngata ngatain aku, tatapan orang orang tuh kejam banget kalo menurut aku 🙁
    Aku pernah denger juga soalnya beberapa omongan “kalo aku ini sombonglah, gk pernah senyum, judes”
    Dari orang seumuran aku sampe bapak bapak & ibuk ibuk yang punya tatapan + omongan itu.
    Padahal ada moment dimana aku pengen senyum atau sekedar say hello kesalah satu ibuk ibuk, tapi ibuk itu malah buang muka & cuekin aku.
    Aku bertanya lagi kecermin “apa aku ini aneh sampe semua orang giniin aku?”
    Dan aku juga mulai ngerasa gk perlu senyum atau say hello buat siapapun.
    Tapi skrg aku lagi ngalamin dimana aku semakin susah buat berkomunikasi secara langsung kecalmer ku. Setiap ketemu aku malah keringetan, gk bisa ngomong, diem, main hp, udah gitu terus sampe berjam jam..

    Yang jadi pertanyaan aku, aku ini sebenernya kenapa?

  21. Akhirnya aku mengenali diriku sendiri sekarang, hanya saja untuk “kebosanan dengan Introvert” belum bisa aku lakukan. menerima diri sendiri dengan apa adanya, ini tentang apa? aku tak bisa melakukannya..

  22. Gua termasuk ISTJ, kalo menurut gua mending di blg pemalu dibanding an-sosial.. Itu lebih nyebelin..

    bener banget.. Jujur suka iri sm ekstrovert trus sm suka kepikiran, “kenapa mereka bisa spontan?” “mereka ga kepikiran efek dari spontanitas nya?”
    Itu pertanyaan yg masih gua pikirin sampe skrg..
    Pernah ada niat buat spontan, tapi lagi” kepikiran terus efeknya

    Kalo kepercayaan buat temen bener” susah.. Sekalinya ketemu pasti suka ragu”.. Jadi bisa diblang “itu sahabatku, tapi aku ga yakin(?)”

    Kalo diem dikamar berhari” tanpa chat sm temen itu nyaman banget, kerasa bgt me time nya.. Tanpa harus liat org mondar mandir yg bikin pusing 😂

    Sorry komen dari dari atas kebawah ga nyambung 😂 tapi jujur itu yg gua rasain sbg introvert 😄

  23. Saya punya pasangan yg introvert, actually saya ga benar2 paham bagaimana menghadapi orang seperti ini. Kebalikan dari introvert, saya orang yg sangat terbuka dan kritis. Saya sering bertengkar dg pasangan krn sifat2 introvert tsb yg saya pikir (krn saya belum bisa terima) tidak peka dan selalu tenggelam dengan dunia sendiri. Disini saya baca bahwa introvert adalah kepribadian dan itu tidak bisa diubah, rasanya buat saya jadi dilema. Apa yg harus saya lakukan? pertanyaan yg selalu saya tanya kepada diri saya maupun pasangan saya. Membiarkan dirinya tenggelam dlm dunianya sendiri, terus memberikan ruang sendiri atau bagaimana? Karena pada dasarnya saya percaya segala sesuatu ada solusi. Jika memang sebuah kepribadian tidak bisa diubah, sewajarnya jika sudah memiliki pasangan atau berada di lingkungan sosial dapat menyesuaikan diri/posisi.

    1. Jgn deh. Karena kalo introvert buat ngungkapin perasaan aja susah. Kalo udah diputusin, dalam jangka waktu yg lama kamu bakalan dicuekin lebih parah dr pas pacaran. Karena dianggap udah nyakitin perasaan. Daripada jatoh di lubang yg sama, introvert lebih baik menghindar. (Daripada saya disakitin lagi sama kamu, mending saya nggak berhubungan lagi sama kamu)

    2. Lakukan sewajarnya, menurut gw introvet gl suka yang over protektif dan gk suka pasangan yang terlalu kekanakan. Dia lebih suka hubungan dewasa

      1. iya itu memang benar, kami para introvert kadang suka kesal sendiri karena sifat orang-orang yang kekanak-kanakan, dan jika kita punya teman atau kekasih yang kekanak-kanakan itu bisa membuat kita kesal dan kadang ingin marah, karena mereka kekanak-kanakan dan kadang sampai egois hanya ingin di pahami tapi ditak memahami. tapi kadang antara rasa-rasa itu kita tahan karena kita sayang dengan orang tersebut atau kita tinggal mereka karena kita benar-benar memilih orang yang dekat dengan kita, mungkin kamu bisa berusaha memahaminya karena menyesuaikan diri dengan lingkungan lain itu kadang sangat susah untuk kita para introvert. dan mungkin sebagian orang berfikir bahwa kita egois, tapi kita hanya tidak bisa melakukannya bukan karena kita tidak ingin. jadi kalau masi belum bisa memahaminya, mungkin anda bisa diskusi dengan pasangan anda agar adil dan jangan lupa berdiskusi dengan introvert butuh kesabaran karena kita butuh waktu yang lumayan panjang untuk berfikir, jadi di butuhkan kesabaran, dan dan pola pikir yang dewasa. karena rata-rata introvert karena berfikir sangat banyak justru mereka bisa lebih dewasa daripada orang yang sudah dewasa. sekian semoga membantu.

  24. Sangat terbantu sekali artikel ini.
    Saat ini sy sedang dekat dgn cewek Yg mempunyai kepribadian introvert. Awalnya kita berdua sudah sangat dekat. Senang bisa dekat dgn dia dan kita chat sambil canda tawa. Tp Karena sy pikir sy harus jujur, ada memberitahukan kepadanya bahwa ada Yg chat jg dgn sy. Tiba2 dia TDK ada kabar dan TDK mau balas ataupun baca WA dr saya. Dgn begini, sy merasa TDK nyaman dan membuat sy jd berfikir yg aneh2. Terakhir sy ada message dan meminta maaf dgn dia.
    Apakah seorang introvert sangat susah utk memaafkan seseorang?
    Bagaimana agar sy bisa kembali chat dgn dia?
    Tks

  25. Aku suka sama temen dr kelas 2 sma sampe sekarang udah lulus kuliah tp masih aja dipendem. Waktu itu udah mau berani ngungkapin tp kalah sama pikiran. Akhirnya sampe sekarang cuma bisa cidaha.

    Hehehe lebay sih tp mau gimana lagi deket sama doi aja udah dag dig dug apalagi ngungkapin

    Bener apa kata artikel di atas. Introvert itu cuek, nah sedangkan aku suka sama orang yg ekstrovert. Takutnya dia bete aja kalo pas udah jadian. Gara gara hal itu yg sampe sekarang belom berani ngungkapin

  26. Trims artikel ini bisa membantu para kerumitan Introvert Lovers utk sharing termasuk sy jg. Sy sll merasa menunggu teman tapi tdk mencari, meskipun terlalu bnyak pertimbangan baru berbicara sy jg sll mrs sy tdk mau kalah dr ekstrvet wlu menyendiri itu tdk terlewatkan. maslah yg terbesar adalah Sulitnya keluar dari keterkungkungan/kebingungan situasi yg sbenarnya sy bisa lakukan bahkan lebih. Sy sll ingat slogan ini “cuma satu yang saya yaitu saya tidak tahu apa2.

    Horas..salam kenal dari sy

  27. An introvert’s negative thought be like : “Buat apa ada orang susah-susah ngedeketin seorang introvert, yang lebih asik dari aku banyak.”

  28. Yang gw rasain cuman males ketemu orang yg gw kenal apalagi kalo orang itu SKSD, jijik buat ngedeket. Dan ‘dikasihani’ adalah hal yg paling gw benci seumur hidup. Krena gw gak suka ngomong dn mles keluar bukan berarti gw gak mampu. Menurut gw, orang introvet itu cuman mau sesuatu yang pasti, dan sangat menghindari hal yang bertele-tele /gak pasti/ gak jelas/ buang buang waktu. Haha itu sih menurut apa yang gw rasain XD

  29. Terima kasih banyak mas utk artikelnya.
    Akhir2 ini saya merasa pribadi sy intovert, sy belum menemukan buku yg OK ttg introvert.
    Tp dg artikel mas ini, mungkin sy sadar kalau saya benar2 introvert & hrs diterima serta ikhlas.
    Sangat sulit utk bergaul atau bahkan ikut bercerita dg teman2, shg saya lebih memilih diam & bermain game di hp.
    Puncak kenikmatan org introvert adl menyendiri, dan membaca buku buku.
    Dibalik itu semua, sy punya pacar seorang ekstrovert (mungkin). Sangat sulit bagi saya, utk bagaimana dia mengerti apa mau atau maksud saya.
    Dia memperlakukan sy pada ‘area’nya, mungkin krn dia jg tdk paham tentang apa itu introvert & ekstrovert.
    Terima kasih, semoga sukses selalu 🙂

  30. Pingback: Introvert
  31. saya introvert, 80 persen tulisan diatas itu menggambarkan saya.
    saya ga pernah iri sih dengan ekstrovert.

    tulisan yang bikin saya senyum itu, “Suka memperhatikan hal-hal kecil di sekitar (langit, bintang, bunga, coretan di dinding)”
    itu bener banget sampe pernah sampe nulis nulis pake jari tangan dan sering di tegor sm orang tua 😀

    Dan juga, memang sangat betul
    introvert sering dianggap pemalu, tertutup, atau anti sosial atau tertutup = introvert.

    sering kalo orang ekstrovert kagum dengan sikap saya, ketika saya bilang bahwa saya adalah seorang introvert merka selalu ga setuju karena saya ga ansos.

    memang sulit memahami introvert dan tulisan ini benar-benar bisa mewakili orang-orang introvert untuk menjelaskan makhluk apa kita sebenarnya xD.

    GOOD and THANKS !

  32. Pingback: Novel Tentang Kamu – Makalah Jurnal Skripsi
  33. Umurku skrng udah 20thun, aku udah lama tau kalo aku tuh introvert, pernah mencoba untuk keluar dri zona introvert tpi nggak bisa, kadang orang tua sampe marah kalo aku ngetanggepin sesuatu hal dengan sikap introvertku, apalagi kalo aku seharian dikamar terus hanya membaca atau ngegoogle disuruh keluar rumah tapi terlalu malas, aku nggak suka kalo diajak ke acara” nikahan atau arisan yg rame bikin kepala ku jadi pusing, keluargaku lebih suka sama kakakku yang kepribadian ekstrovert setiap ngumpul pasti aku ngejauh cari tempat yang tenang dan nggak bising. Aku sering ngeluh kenapa sih aku punya kepribadian introvert? suka iri sama orng lain yg kepribadiannya ekstrovert, tapi setelah baca artikel ini ternyata jadi introvert nggak masalah, menjadi introvert bisa membuat kita lebih special dri orang lain…

  34. Siapapun yang nulis.. .
    Sumpah bermanfaat banget deh…
    Kalo boleh aku minta wa nya donk….
    Buat teman curhat…

  35. Saya sudah lama jadi introvert. Mungkin dr kecil sekali.. krn kalau liat foto2 jaman dulu kelian sekali kalau saya itu demam panggung, suka menyendiri, malu2 dan sering ngambek. Mungkin sbg anak kecil itu wajar ya.. tp semakin dewasa, org tua sering membandingkan saya dengan adik yg memang jauh lebih supel dan banyak temennya.

    Sekedar buat tolak ukur ya, aku coba menggunakan daftar disini https://vote.id/list-14-hal-hal-yang-paling-tidak-disukai-oleh-mereka-yang-introvert dan ternyata banyak hal2 ini yang semakin aku rasakan sekarang. Contohnya aku benci orang yg tiba2 teriak walaupun dia mungkin sedang urgent, aku males ke pesta dengan orang2 yg aku gak kenal, aku paling males disuruh2 pas lagi sendiri.. dll

    Nah intinya adalah apakah semua hal ini wajar atau aku perlu ke psikolog ya? Soalnya akhir2 ini aku semakin pusing kalau lg di restoran atau tpt yg ramai. Rasanya pingin teriak dan nyuruh mereka diam! Hehehe..

    Well, thats my story. Thanks for the article anyway.

  36. Aku juga introver,aku lebih suka dikamar seharian dibanding keluar rumah. menyenangkan bisa hangout sama orang lain,tapi pas udh keluar bawaannya pingin pulang terus.kalo buat pacar,bener banget aku orangnya bukan pemilih,aku ngk takut dekat dengan sesama introvet atau dgn ekstrovet,dari pengalaman aku,dari pada takut mereka yg gk nyaman sama aku,aku malah mikir takut aku yg ngk nyaman sama mereka,karna mereka yang ngk bisa ngimbangin aku atau buat aku nyaman sama mereka 😥

  37. Saya pacaran sama introvert .. Setalah pacaran long distance selama 6 bulan akhirnya kami bertemu langsung selama 8 hari, saya pikir selama disana hubungan kami baik” aja, tapi memang saya melakukan beberapa kesalahan .. Dan begitu saya kembali, dia langsung bilang dia cuma ingin berteman saja. Tidak bisa melanjutkan hubungan seperti awalnya, .. Apakah seorang introvert bisa merubah lagi keputusannya ?? Karena saya sangat mencintainya .. Dan saya yakin dia pun masih mencintai saya .. Dia hanya marah dan merasa kecewa dengan kesalahan” saya .. 😞

    1. hai Valent, makasih sudah mampir 🙂
      kalo dari ceritanya sih kayaknya akar masalahnya bukan di introvertnya ya.
      kayaknya karena kesalahan kamu udah sulit dimaafkan buat dia. Atau kamu udah bikin dia illfeel.

      tapi kalo introvert mengubah keputusan, ya mungkin aja bisa. tapi lama, dan itu biasanya dari hasil pemikiran dia sendiri, bukan dari pengaruh orang luar. kalo kamu yakin dia masih suka sama kamu, yaaa mungkin dia bakal dateng lagi.

      coba kasi perhatianmu aja, dan jangan ungkit2 dulu masalah yang udah terjadi kemaren.

  38. Saya mau cerita nih gan, saya engga tau saya ini seorang introver atau bukan, tapi yang pasti banyak temen-temen gua nanya ehh kamu itu ngapain sih menyendiri mulu kaya orang gila,idiot,aneh,engga jelas,kuper, Gua engga pernah marah orang lain bilang begitu,hanya saja orang kaya gua engga pernah di perhatikan. Padahal ketika orang lain bilang ke gua orang aneh,idiot : pengen gua jawab gini bro.. hei kawan sifat gua emang begini suka menyendiri di tengah kerumunan ini kenyataan temen-temen gua yang bilang gan, pada saat saya habis menyendiri di pinggir swimming pool Melihat keadaan sekitar lalu saya memegang sebuah kertas dan pulpen dan bersiap menulis yang ada di dalam pikiran nya yang berbeda jam-jam.
    Coba kasih solusi bro,biar temen-temen gua pada paham kalo sifat gua emang begini.

    Apakah gua hanya perlu dimengerti yah ?

  39. Sy masih bingung saya introvert atau sebaliknya.. ada beberapa penjelesan di artikel ini dan test nya yg menujukan kl sy intovert.. sy punya banyak kenalan tapi yg sy anggap sbg teman sedikit,sy mempunyai leadership tapi terkadang saya jg bosan di keramain dan malas berlama lama ngobrol dgn banyak orang..dan pasangan sy,sy pikir pasangan sy kebalikan nya dr sy..dan sy selalu berfikir negatif terus sm dia..walaupun dia selalu bilang cobalah berpikir positif…dan saya sering mengatakan dlm hati..ayo positif..tapi kenyataan nya susah, apa karna sy pernah di kecewakan..dan sy tipikal orang pemikir..segala semua omongan orang sy selalu sy cerna baik..tp sy jg punya sifat pengalah tp marah kalo di remehin…jd sy bingung sy ini introvert atau sebaliknya? Mohon di luruskan

  40. Hallo kak, aku juga introvert, bhkan teman2 ku sering bilang aku itu cewek yg mukanya galak,datar, tanpa ekspresi, dan jarang senyum, padahal menurut aku tuh biasa aja. Aku tuh suka bingung sama tmn2 ku, emang harus ya kak kita itu senyum2 tiap hari, ntar kalo senyum terus disangka gila lagi.

  41. Hai kak, aku ans

    Aku gk tau harus cerita dan nanya kesiapa, aku agak malu sama hal ini…

    Suatu waktu, pas lagi sertijab osis, suasannanya lagi sedih haru banget, semua sesih&nangis.. Adik kelas yang jadi penerus aku nanya “kak, kok gak nangis?” Aku cuma bisa diem aja sambil senyum…

    Sejak aku kelas 9 (sekarang aku kls 12) aku gk pernah nangis karena sedih haru… Aku selalu nangis saat aku nahan amarah kelamaan, trus pecah dalam bentuk tangisan… Biasanya kalau udah gitu aku bakal ngurung diri di wc bisa sampai 2 jam karena aku merasa itu tempat yg pas(?) buat nangis…

    Setelah adek kelas aku nanya kenapa aku gk nangis, aku mikir “emang harus ya?” Aku jadi mikir juga “aku kejam gak sih?”

    Aku introvert, aku emang susah kalau harus nyerita ke temen, aku selalu mikir kalau aku cerita, aku takut mereka mikir kalau aku ngarang cerita lah, lebay lah, gitu doang kok cerita, dsb.

    Sebenarnya aku aneh gak sih? Aku normal gk sih?

  42. Dan satu lagi kak (maaf kalo aku banyak nanya)

    Aku baca komentar dari kak dypsi, aku ikut seneng kak dypsi udah punya tujuan ngelanjutin kuliah…

    Aku disini gk tau mau lanjutin kemana, aku gk tau bakat, kelebihan, kekurangan, bahkan hobi yg aku punya juga aku gk tau pasti. Yang aku sadari tuh, sesuatu yg aku benci lebih banyak (jauh lebih banyak) dari sesuatu yg aku suka…

    Harapan orang tua aku besar banget buat aku masuk kedokteran, tpi aku gk ngerasain feel apa2 disitu…

    Aku orang yg males (pke bgt). Temen2 aku bilang aku itu sebenernya jenius (kata hasil test IQ juga katanya jenius), nilai bisa besar dengan sekali denger penjelasan guru, tpi malesnya itu lho yg gk ketulungan, apalagi klo udah megang hp…

    Aku bingung bgt harus gmana sekarang, kuliah pengen, tpi aku gk ada pencerahan hrs melangkah ke bidang apa… Help me please…

    1. Halo Ans, makasih udah mampir :))
      Kayaknya sih kamu model introvert yang tertutup ya. Kamu agak susah buat percaya sama orang.
      Terus juga kayaknya kamu sering berpikir sinis ya? Atau kami salah?

      Semua ini sebenernya normal-normal aja sih, cuma kalo dibiarin terus bisa mengganggu hubungan sosial kamu.
      Minimal carilah seseorang yang kamu percaya, dan ceritalah sama dia.

      Terus kamu coba deh berikan kebaikan sederhana buat orang lain. Nraktir temen kek, jadi tempet cerita kek, terserah.
      Kadang-kadang, berbuat baik dan berempati juga bisa membantu menyembuhkan luka kita sendiri.

      Untuk keperluan pilihan karir, kamu bisa konsultasi dulu ke orang tua kamu. Minimal kasih pemahaman ke mereka kalo mungkin kamu nggak ngambil kedokteran. Selanjutnya adalah coba dateng ke unit pelayanan psikologi atau biro psikologi, terus minta tes intelegensi dan minat bakat.

      Nanti bakat dan minat kamu akan keliatan lebih spesifik. Terus hasilnya bisa kamu komunikasiin ke orang tua kamu, jadi pilihan yang kamu ambil direstui juga sama orang tua.

  43. Hallo kak, aku juga masuk kategori introvert.
    Tp aku bakal jd extrovert sama keluarga dan org terdekatku.
    Tp di wilayah kerja, aku sama sekali gak bisa punya teman. Bukan karna ga ada yang mau jd temanku. Tp aku yang gak mau berteman apalagi akrab dengan mereka .Karna aku gak mudah terbuka dan percaya dg org lain, walau mereka udah coba buka diri dulu. Karna aq udah ngalami kalo mereka hanya dekat dgku karna ada maunya aja ,bukan krna ingin benar2 berteman. Aku ngerasa kalo mereka bersikap pura-pura aja ,ga tulus .
    Aku ga suka pertemanan yg hanya “ingat susah” aja. Jd aku putuskan utk menjaga jarak.
    Dan aku ga suka kalo org lain mau tau ttg apa yg aku lakuin dsb. Rasanya risih aja. Karna aku rasa gini, aku aja gak penasaran ama kehidupan orglain, lalu kenapa mereka harus penasaran dg kehidupanku. Aku terkadang di anggap sombong, aku ga terlalu peduli dg pendapat org lain sih. dan aku ga bisa merespon candaan org lain terlebih hal garing,walau bisa aja aq pura2 senyum,maksudnya seharusnya aq tersenyum ato tertawa, tp aq malah pasang muka datar dan anggap itu gak penting.
    Apa karna aq benar-benar ga suka dg org 2 di lingkungan kerjaku ?
    Entahlah. Aku juga ga peduli.
    Dan aku tipe org yang terus terang ato ceplas ceplos. Kalo ga suka/senang dg seseorang ato sikapnya aku bakal kelihatan dan terkadang aq ngomong langsung kalo aq ga suka. Dan malas berpura-pura suka sama sesuatu.
    Aku biasanya diam aja kalo ngerasa omongan itu ga perlu di respon ,tp kalo aq rasa udah kelewatan bakal aku jawab. Sampai org tsb ga pernah lagi nyinggung ato ngomong sembarangan lagi . Intinya aq tu pedes kalo udah ngejawab.
    Kadang aq bingung, apa aku introvert, apatis ato egois ?
    Tapi aku merasa aman dengan sikap ku selama ini jd org2 juga ga sembarangan berpendapat ttg aq dan bersikap kurang sopan.

    1. Hmmmmm kayaknya kamu orangnya apatis deh. Kalo introvert atau nggak, kamu bisa coba tes introvert yang ada di atas.

      Kalo kamu nyaman dengan bersikap kayak gitu sih gak masalah, nggak perlu diubah juga.
      Toh mengubah sikap adalah upaya yang menguras waktu dan tenaga.

  44. Hallo kak, saya introvert, dan saya baru tahu saya introvert belakangan ini karena saya ngga sengaja membaca tentang kepribadian introvert. Dan saya menyadari bahwa kepribadian yang saya miliki hampir semuanya adalahy ciri2 dari introvert, dan diantara satunya yaitu sulit untuk menentukan sebuah pilihan kak, walaupun pilihannya itu ya mudah banget untuk dipilih. Tapi itu sulit bagi saya untuk menentukan pilihan dan apalagi yang sulit. Saya selalu berpikir dan mempertimbangkannya dalem2 sampai pada akhir waktu batas saya harus menentukan pilihan itu ya yang yang saya pilih ya ngalir aja gitu kak, tiba2 pilihan tersebut udah kepilih aja, tanpa saya sadari. Tolong kasih saya solusi dalam menentukan pilihan agar saya tidak terlalu banyak mempertimbangkan pilihan tersebut baik atau buruknya suatu permasalahan yang saya hadapi.

    1. Halo, makasih udah mampir 🙂
      Kadang-kadang alasan kenapa kita susah nentuin pilihan karena kebanyakan mikir.
      Jadi belum apa-apa udah mikirin semua konsekuensinya, padahal belum tentu juga semua konsekuensi itu kejadian.

      Kami pernah bahas tentang cara nentuin pilihan sekaligus ngelawan rasa takutnya di sini -> https://psikologihore.com/cara-melawan-rasa-takut-dan-cemas/

      Kemampuan mengambil keputusan juga bisa dilatih dari yang sederhana.
      Misalnya putuskan hari ini mau ngapain aja, makan apa, pake baju apa, gitu-gitu.
      Kalo kebiasaan mengambil keputusan yang kecil udah biasa, nanti lama-lama ngambil keputusan yang gede jadi lebih gampang.
      Coba deh baca bukunya Anthony Robbins yang Awaken The Giant Within. Di situ dibahas dalem tuh.

      Atau ketika kamu emang dihadapkan sama dua pilhan, pilih aja satu dan gausah menyesali apa yang nggak kamu pilih.
      Selesaikan aja yang udah kamu mulai.

  45. entah kenapa aku merasa asyik ketika membaca curhat teman2 dg masalahnya masing2 & kak robipun menjawabnya dg bhsa yg sederhana, namun bijak & memotivasi…😊

  46. Kak, saya suka gak ngerti kenapa mereka yang ekstrovert selalu menganggap introvert itu JELEK, BURUK, IT’S BAD. apa yang harus saya lakukan sebagai seorang introvert kak? Karena saya sering memikirkan hal tersebut sampai sampai saya kadang nangis sendiri tanpa sebab dan pikiran saya sering banget muter kaya kipas angin padahal mungkin mereka tak memikirkan apakah kata2 mereka itu menyakiti orang lain atau tidak. Bagaimana cara saya membuktikan bahwa introvert itu tidak seBURUK yang mereka pikirkan? Mohon bantuannya kak 🙂

  47. Thanks for sharing 💛 Memang tudak banyak orang diluar sana memahami kepribadian Introvert.

    Kalo ditanya punya teman berapa, aq juga..g tau ada berapa mungkin 0.

    Introvert bisa mengerti dan memahami org disekitar dgn cepat (sgt peka), tapi sygnya mereka tdk bisa balik memahami si Introvert tsb. tu yg membuatku sedih….💔

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)