Introvert 2.0: Gimana Cara Jadi Introvert yang Lebih Keren

Hei!

Salah satu hal yang kami amati di situs  ini adalah:

Artikel kami tentang introvert termasuk yang paling banyak dibaca dan dibagikan di sosmed. Termasuk banyak juga yang bilang seneng karena mereka kayak menemukan “tempat” yang ngerti tentang masalah mereka dan apa yang mereka hadapi.

I love you, introverts!

Yes, seorang yang punya kepribadian introvert nggak perlu merasa risih. Itu bukan gangguan, itu kepribadian.
Namun jadi introvert pun bukan berarti boleh berpasrah diri.

Introvert tetap harus punya suara di lingkungan sosial.
Introvert harus bisa mengungkapkan pikirannya di sekolah dan tempat kerja.
Introvert harus didengarkan pendapatnya.

Mungkin kamu satu (dari sekian banyak) orang di luar sana yang punya ide dan pendapat, tapi kadang mau ngomong susah. Mau mengutarakan tapi keburu dipotong dan diinterupsi.

Padahal dunia ini nggak cuma milik ekstrovert seorang! Introvert pun bisa dan harus ambil bagian.

Gimana caranya tapi? Gimana biar seorang introvert bisa didengarkan pendapatnya?
Gimana caranya agar seorang introvert tetap bisa memberi pengaruh ke orang lain?

Sidang pembaca yang kami cintai…

Artikel kali ini akan membahas tentang gimana caranya jadi introvert yang lebih baik. Yang bisa mengungkapkan pendapatnya, yang omongannya bisa didengar.

Bagaimana caranya?

1. Sambar kesempatan bicara

Seringkali seorang introvert punya pertanyaan yang berputar-putar di kepalanya. Punya ide tapi nggak mau ngomong, punya pendapat bagus tapi nggak mau bicara.

Kalau tiba kesempatan berpendapat, sambar!

Tanganmu mungkin agak gemetar, suaramu mungkin jadi aneh. Yaudah biar aja! Semua juga gitu, saya pun juga gitu. Sampai sekarang.

sambar kesempatanmu

Tapi setelah pendapatmu keluar (dan diterima), ada sensasi menyenangkan yang akan kamu rasakan.

Bila kemudian pertanyaanmu menjadi bahan diskusi di forum atau di kelas, cepat atau lambat semua orang akan mengakui ketajaman pikiranmu.

Bukannya itu asik?

 

2. Pertahankan topik pembicaraan.

Kamu pasti punya temen yang kalo kamu ajak ngobrol, sukanya motong pembicaraanmu.

Lagi asik ngomongin topik A, tau-tau topik berubah ke topik B. Padahal pikiranmu belum dikeluarin semua!

Kalo gitu, kamu dengerin aja omongannya. Kalo udah, kembalikan topik pembicaraan ke pikiran yang belum selesai kamu ungkapkan tadi. Kamu boleh ngomong halus “kita balik ke topik yang tadi ya…”. Dia bakal nerima kok.

jangan mau dipotong!

Ini untuk menciptakan kesan bahwa kamu juga bisa mengontrol percakapan, bukan sekadar jadi daun yang mengikuti aliran air. Kalau kamu bisa mengontrol percakapan, kamu jadi bisa mengeluarkan semua pikiranmu.

 

3. Tunda membalas chat.

Introvert cenderung lebih lihai di percakapan via teks. Kadang kalo di sosmed atau di chat kayaknya dia orangnya asiiik banget, tapi pas ketemu malah banyak diem dan ngomongnya kayak putus-putus.

Ini karena introvert cenderung memikirkan dulu balasan yang tepat untuk chat atau komentar yang masuk.

Tapi, introvert sering juga lupa sama hal ini. Ada suatu “dorongan” untuk cepat-cepat membalas komentar atau chat, yang bikin introvert jadi terburu-buru.

bales sekarang apa nunggu lebaran kucing yha?

Sekarang, coba tunda lebih lama lagi dalam merespon komentar atau chat. Gunakan waktu penundaan ini untuk menyusun balasan yang lebih baik, yang lebih halus. Lawan bicaramu memang harus nunggu, tapi respon yang sangat baik pasti akan bikin lawan bicaramu seneng.

Introvert memang nggak diciptakan untuk merespon cepat. Kehati-hatian kamu dalam menyusun kata membuat kamu jadi terkesan lelet. Jadi, yaudah rayakan aja kelebihan kita yang satu ini.

 

4. Bicara lebih pelan.

Bicara lebih keras nggak membuat omonganmu semakin didengar.

Lagipula, kamu nggak biasa dengan teriak-teriak.

Jadi, lain kali kalo kamu mau lebih didengar… Waktu kamu ngomong, angkat sebelah tanganmu ke atas, lalu bicaralah lebih pelan dan lebih halus.

Tangan di atas menandakan kalo orang lain nggak boleh memotong kata-katamu. Plus, kalo kamu ngomong pelan, orang lain terpaksa mencondongkan badan ke arahmu dan konsentrasi penuh sama kata-katamu.

Orang jadi gak bisa memotong omonganmu. Pendapatmu jadi lebih didenger deh!

 

5. Marahlah bila diinterupsi.

Tentu ada juga yang masih ngotot ingin memotong pikiranmu.

Hih! Dikira pendapat dia doang yang paling bener.

Kalo sudah gitu, tatap tajam dan bilang “saya belum selesai ngomong”. Tanganmu juga pake aja, kasi isyarat kalo omongannya nggak berarti sampe kamu selesai ngomong.

Kalo masih juga, kamu berani nggak mukul meja? Bentak aja kalo berani.

Lama-lama orang jadi takut lo memotong omonganmu.

 

6. Show ’em, don’t tell ’em.

Kalo masi juga nggak didenger, kalo pendapatmu masih nggak dianggap…

Maka sudah waktunya membuktikan, nggak cuma berpendapat.

Kasi mereka bukti dengan tindakan. Kalo dalam hal ini kamu membicarakan suatu proyek, kasi bukti tak terbantahkan dalam bentuk berita, hasil penelitian, atau apapun yang membuktikan kalo pendapatmu valid.

Ganti mottomu dengan “sedikit bicara, banyak bekerja” + “air beriak tanda tak dalam”.

 

Lama-lama mereka yang terlalu banyak bicara akan tertampar juga kok.

Nah, gitu tadi yes cara menjadi introvert yang lebih baik.

Kalo kamu masih suka gugup ngomong di depan orang banyak, kamu boleh banget baca yang satu ini.
Kayaknya ke depan akan ada beberapa artikel lain tentang introvert, jadi kamu siap-siap aja lah.

Kamu punya pengalaman lucu, unik, atau nyebelin terkait introvertmu? Cerita aja di kolom komentar.

Nanti kita ketawain sama-sama! 😉

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

3 Replies to “Introvert 2.0: Gimana Cara Jadi Introvert yang Lebih Keren

  1. Tul banget. Semua tulisan mengenai introvert benar2 mencerminkan aku. Yeah, walaupun katanya aku digolongkan sebagai introvert sosial (tau informasinya dari penjelasan ttg introvert sebelumnya hihihi). Terkadang berbicara di depan umum atau dihadapan orang pun sering diserobot. Ini yang memotivasi aku untuk lebih menggali kelebihan di dalam diri. Supaya para ekstrovert diluar sana gak gampang ngeremehin. Bilang introvert gak bisa apa2, bisanya cuman diem doank. In fact ide aku lebih bagus daripada dia nya. Sebel. Annoying banget dah.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)