Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget


6. Prosesnya Mungkin Akan Membuatmu Tersiksa

Proses konsultasi mengharuskan kamu membuka lagi kenangan yang kamu kubur.

Psikolog mungkin meminta kamu menceritakan kejadian pahit yang berusaha kamu lupakan.
Ia bisa aja menyuruhmu menceritakan kebiasaan memalukan yang nggak diketahui siapapun.

Untuk orang-orang yang gengsinya tinggi, beberapa hal yang coba dibongkar psikolog mungkin akan menjatuhkan harga diri.

Tahap ini akan menyakitimu. Bahkan, keadaanmu mungkin akan lebih buruk daripada sebelum konsultasi.
Jangan berhenti! Fase kritis pasti akan muncul, namun setelahnya kamu akan berangsur membaik.

Iklan!

Banyak orang hanya datang sekali, lalu nggak mau balik lagi karena berbagai alasan.
Ya gimana mau sembuh kalau gitu caranya?

Ibaratnya orang operasi, badannya dibedah terus ditinggal.
Kira-kira sembuh nggak kalau kayak gitu? Nggak kan?

Makanya, kalau sudah dimulai, selesaikan!

Untuk kembali sembuh, psikolog nggak bisa kerja sendiri.
Dia juga membutuhkan kesungguhanmu untuk berubah.


7. Rahasiamu Aman Bersama Psikolog

Kamu mungkin punya rahasia yang nggak bisa kamu sebutkan.
Mungkin itu adalah suatu kebiasaan memalukan.

Untuk mengatakannya ke psikolog, kamu mungkin akan sangat malu.
Bahkan, sebelum mulai ngomong pun, kamu bisa menangis saking beratnya.
Psikolog memang dilatih untuk menghadapi hal-hal semacam itu.

Mereka nggak akan jijik, mengusirmu, atau menertawakanmu!
Apapun gangguanmu, psikolog pasti pernah menghadapi yang lebih parah.
Apapun yang keluar dari mulutmu, dia nggak akan kaget.

Katakanlah, walaupun itu rahasia besar.

Psikolog punya kode etik untuk menjaga kerahasiaan klien.
Jadi, psikolog DILARANG membeberkan rahasia klien ke siapapun.
Kalau rahasia klien bocor ke muka umum, klien berhak menuntut.

Bahkan misalnya ada klien yang pernah mutilasi orang diem-diem sekalipun.
Psikolog nggak boleh ngelapor pihak yang berwajib.

Kalau ngelapor, pihak yang dilaporkan boleh mengadu ke Himpsi.
Nanti Himpsi akan mengadili si psikolog, dan mungkin mencabut hak praktiknya.

Jadi rahasiamu aman bersama mereka.


8. Mungkin Nggak Cukup Datang Sekali

Kalau masalahnya ringan, ke psikolog mungkin cukup sekali konsultasi.
Kalau berat, kamu mungkin perlu beberapa kali ketemu.

Kenapa berkali-kali ketemu?
Yang pertama, mungkin memerlukan proses terapi.
Yang kedua, masalahnya mungkin dialami sekarang, tapi penyebabnya belum jelas.

Karena penyebabnya belum jelas, psikolog mungkin perlu menggali lebih dalam.
Misalnya kamu punya gangguan obsesi kompulsi (OCD).
Mungkin aja lo penyebabnya ada di masa kecilmu.

Makanya tadi saya bilang ke psikolog jangan nunggu parah.
Kalo parah, proses penanganannya mungkin lama.


9. Kamu Mungkin Akan Naksir Sama Psikolognya (Dan Itu Wajar)

Kalau psikologmu lawan jenis dan seumuran, sangat mungkin kamu naksir dia.
Itu wajar. Dia begitu mengerti kamu, mendukung kamu, dan perhatian sama kamu.

Kamu perlu sadar: yang kamu cintai bukanlah dia.
Yang kamu cintai adalah sikapnya.

Dia hanya bersikap profesional sebagai psikolog.
Di kehidupan nyata, dia bisa aja berbeda.

Klien boleh kok naksir ke psikolognya. Nggak dilarang.
Kalau nanti masalahmu beres, jangan terbawa perasaan ya.


10. Psikolog Juga Manusia

Seorang psikolog bisa keliru dan lupa.
Ia bisa aja nggak sabar dengan kelakuanmu yang nggak kunjung berubah.
Ia juga punya kehidupan sendiri, layaknya manusia yang lain.

Bila kelak kamu konsultasi dengan psikolog, please perlakukan dia layaknya manusia biasa.

Jangan menelpon dia di tengah malam hanya karena kamu kliennya.
Jangan marah-marah karena kamu harus menunggu lama.
Jangan membentak dia karena pertanyaannya menyinggung perasaanmu.

After all, she’s only human.


11. Masa Lalumu Mungkin Nggak Bisa Disembuhkan

Psikolog bukanlah kamus berjalan, yang punya semua solusi.
NO. Psikolog pun sama sepertimu, kadang-kadang bingung dengan masalahnya sendiri.

Lalu, apa yang dilakukan psikolog?

Mengubah pola pikirmu.
Yang dilakukan psikolog adalah mengubah caramu berpikir, mengubah caramu bersikap.

Plus, membuat kamu menerima diri sendiri.

Ibaratnya, psikolog nggak akan membunuh monster demi kamu.
Psikolog akan memberimu senjata dan mengajarkan cara pakainya.
Sehingga, bila monster lain datang, kamu bisa membunuhnya sendiri.

Barangkali ada kisah hidupmu di masa lalu yang kelam, dan kamu berusaha melupakannya.

Psikolog nggak bisa menyembuhkan masa lalumu.
Psikolog nggak akan membantumu melupakannya.

Yang dilakukan psikolog adalah memisahkan perasaanmu dari kejadian tersebut.
Sehingga, kamu nggak takut lagi. Kamu jadi bisa menerima kenyataan.
Kamu juga nggak mengalami kecemasan lagi.


Seorang anonim pernah berkata ke saya:

Sebenarnya buat apa ke psikolog?
Kalau stres yang penting adalah bersyukur, rekreasi, dan dukungan orang lain.
Cuma buang-buang uang!

Ya, saya hargai. Kondisi keuangan dan pengetahuan orang beda-beda.
Ada banyak cara untuk kembali sehat. Ke psikolog hanyalah salah satu jalan.

Sama kayak sakit. Nggak harus ke dokter, bisa ke dukun, atau minum obat alternatif.

Jalan sehat mah banyak, tinggal kamu mau pilih yang mana.
Kalau mau ke psikolog ya silakan, kalau nggak ya udah.

 

Semoga kamu tetep sehat dan selalu bahagia!

 

 

142 Replies to “Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget

  1. Saya ingin bertanya kak, apakah kebanyakan orang yang berkepribadian INFJ itu turbulent? Terima kasih

  2. Suka dengan ulasannya. Ringan. Dan mudah dipahami. Selalu tertarik sih dengan hal-hal ‘kejiwaan’ seperti ini. Dan cukup membuka mata juga, apalagi buat kalangan awam seperti saya yang masih bertanya-tanya, kalau kita ke psikolog itu, gimana yaa?? Thanks..

  3. Saya punya anak remaja dia lagi merasa tersingkirkan oleh lingkungan kelas…kareana ada sesuatu hal akibatnya sering tdk masuk malas ke sekolah….bagaimana cara menangnani ya…apakah sy perlu ke psimologi

    1. kalau di sekolahnya ada guru BK, mungkin bisa dibawa ke BK dulu bu…
      kalau misalnya ranahnya antara anak dengan teman, BK bisa membantu menengahi. Tapi kalau psikologis anak sudah kena, bisa dibawa ke psikolog.

  4. Kk, gimana sih menyembuhkan gangguan kejiwaan bipolar disorder?dan kalau kita mau tau selain penyakit itu di dalam diri kota, gimana caranya selain ke psikolog? Semisalnya kalau orng itu malu untuk ke psikolog atau dia gak mampu ke psikolog, trims

    1. yang pertama, please jangan melakukan diagnosa sendiri. diagnosa bipolar disorder dan gangguan jiwa lainnya cuma boleh ditegakkan sama profesional. jadi sebelum kamu dapet diagnosa yang tepat, sebaiknya jangan berasumsi macem-macem tentang dirimu.

      kalo kamu tinggal di kota besar, kamu bisa ke puskesmas yang ada poli psikologinya. atau ke rumah sakit jiwa yang menerima bpjs. nanti kamu dapet diagnosa yang bener plus penanganan yang tepat. ini kayaknya udah saya tulis di atas deh…

  5. kak saya mau tanya. kemaren saya gak sengaja lihat video youtube ttg Gerd Anxiety Disorder. Ciri2 anxiety yg divideo persis spt apa yg saya rasakan selama ini, yang saya nggak tau sebelumnya n baru tau kalau ternyata yg saya alami ini adl sebuah penyakit mental.
    Saya diagnosa sendiri ciri2 itu memang persis spt yg saya rasakan, mau mastiin ke dokter psikolog malu, mau cerita ke keluarga juga malu. saya mau sembuh.
    Menurut kakak apa harus ditindaklanjut ke dokter buat mastiin,n penanganan yg lebih lanjut agar sembuh? atau menurut diagnosa saya sendiri aja dan mengikutin bbrp tips dr temen2 sesama penderita anxiety yg sudah sembuh? karena hati kecil saya gini : knp harus mastiin ke dokter,ini ciri2 udh sama persis (spt yg divideo).

    gimana kak? trims sebelumnya

    1. halo, Ulin 🙂 makasih udah mampir!
      self diagnosis itu kn kebanyakan subjektif dan pake metode cocokologi kan ya. emang sih nggak sepenuhnya salah… karena gimanapun kita pasti kenal dengan diri kita.
      tapi, kalo urusannya sudah diagnosis ‘gangguan/disorder’ lebih baik minta bantuan profesional (dokter, psikolog ato psikiater)

      proses pemulihan juga akan lebih baik kalau didampingi profesional dan didukung keluarga.

      soalnya gini: gangguan psikologis itu bukan aib, dia sama aja kayak sakit fisik. jd nggak usah malu untuk terbuka terutama dengan keluarga. kalau bingung gimana ngomongnya, sekalian aja pergi konsulnya berdua sama keluarga (ortu misalnya)

      terus, gangguan psikologis itu sebenernya kayak penyakit fisik yang membutuhkan penanganan dokter ahli/spesialis. jadi daripada salah mungkin nggak sembuh, atau yang terberat mungkin makin parah.

      jadi, sebaiknya cari dan temui psikolog / psikiater terdekat ya.

    1. kalo RSUD ada yang lengkap psikolog psikiater,, ada yang cuma ada salah satunya
      biasanya tim lengkap psikolog + psikiater adanya di rumah sakit jiwa sih..

  6. Kak gimana cara mengatasi emosi ? Aku susah banget mengatasi emosi kadang ngerasa bisa gila apalagi kalo berantem sama pasangan. Kadang aku bisa bikin big show ampe bikin malu kak terus akhirnya regret tapi kadang antara emosi dan takut aku ga bisa ngebedain aku punya pasangan ringan tangan aku juga ngerasa hubungan ini ga bisa diterusin tapi dia ga mau pisah. Aku suka curhat tapi aku ga percaya (trust) sama orang laen termasuk keluarga sendiri karena trauma kak how to help me please 🙁

    1. Halo, Bella 🙂 ini beberapa hal yang bisa kamu coba:

      1. tahu dan pahami dulu sumber2 yg sering bikin emosi

      2. kenali dan pahami juga reaksi kita kalo ketemu sumber emosi (perasaan, pikiran)

      3. kalo lg berhadapan dgn sumbernya dan tanda2 kalo emosi kita udh berasa, time out! ambil waktu untuk menenangkan diri.

      semoga membantu yaa

      1. Kak ini saran yg tpat si buat ayahku tapi gimana ya kak ayah ku malah ngejer terus yg buat dia emosi jadi ga berenti2 kak dan ayahku susah dikasih tau, thx kak

  7. Kak aku mau nanya ni, tp bingung nanyanya kek gmna .

    Aku dibully di lingkungan rumah awalnya dulu aku t dibully disekolah 😢 ada temen nyebarin bulilyan itu ke bbrp temen rumah yg ga suka sm aku dan mreka jg nyebarin bullyan itu ke temen2 mrka yg lain. Jd semua anak2 disini ngebully aku tiap hari lewat sindiran, sampe anak2 baru yg samasekali ga aku knal dan dia jg gak mungkin kenal aku, ya karna ak ga perna ktmu sblumnya sm mrek, mrka pd ngebully aku jg.

    efeknya aku t ga brani keluar rumah, ga hidup bersosialisasi di lingkungan rumah karna takut klo ktemu mreka, klo denger suara mreka atau ketemu sm mreka aku tu ngrasa cemas, emosi, badan tu jdi lemes, jg takut kalo aku t jadi dibully jg disekolah karna ada bbrpa temen yg ngebully aku dilingkungan rumah skrng satu sekolah sama aku 😢 aku jg ga punya temen baru di rumah, temen lama aku pada ga wellcome juga sm aku 🙁

    Aku tu bingung mau crita sm siapa lg, soalny aku udh pernah cerita ttng msalah ku ini ke temen sekolah, sodara mereka samasama beranggapan yg klo maslh ini, mslh yg bisa didiemin trus entar berakhir sendiri 😭 :'( ak sedih krna aku berfikiran ga akan mungkin, yg ada akan semakin besar mslhnya :'(

    aku yg kayak mikir gitu kak aku udah gini dari kls 2 Smp – skrng hampir 5 tahun aku dibully, aku pernah sampe ke kantor polres pengen nuntut mrka dngan bukti2 yg aku bawa tpi disitu kasus yg sprti aku ini dibilang ngga bisa ditangani di kepolisian 😢 nah disitu aku merasa sngt terpuruk kak aku bingung aku harus gmna lg 🙁

    klo cerita sm ortu dulu udah pernah tp hasilnya nihil, ortu kayak gk eduli gtu 😢 aku punya kakak 2, lakilaki sm perempuan. Tp kk prmpuan ku pun jg ga wellcome sm aku iya pdhl dia tau masalah aku. Trus kaka lakilaki ku dia sllu sibuk 😭

    Aku bnerbener yg kayak ngrasa sendiri bngt, ga ada temen yg dampingi aku, sampe aku perna brfikiran buat bunuh diri, tp disitu aku mikir klo aku bunuh diri ak blm siap buat mnghadap sang pencipta 😟 bingung harus gimana ngadepin mslah ini 😭 tolong kasih aku masukan kak

    1. halo, makasi udah mampir 🙂

      kalo masukan sih gini ya: semua mulai dari pola pikir kamu dulu.
      untuk counter attack bully, kamu harus berani ngambil sikap. tunjukin sikap kalo kamu bukan sesosok yg sering disindir teman2mu.

      kamu juga perlu cari seseorang yg bisa dipercaya, yang bisa kamu jadiin pegangan. bisa ustadzah, psikolog ato guru BK di sekolah. cara nyarinya ya kamu harus…..

      ——- m e m b e r a n i k a n d i r i ——–

      keadaanmu nggak akan berubah kalo kamu nggak mau ngelawan takutmu. oke?

  8. Kak, kalau kira kira kena penyakit yang namanya panic attack itu perlu ke psikiater atau ke dokter apa gitu? Cuma pengen ditanganin aja

    1. halo Linda :))
      kamu bisa pergi ke psikolog atau psikiater, terserah. kalo psikiater mungkin nanti diresepin obat, kalo ke psikolog nanti diterapi.
      kadang orang kalo panic attack tapi dibiarin aja, bisa mendadak gak bisa nafas, deg-degan atau lemes. panic attack bisa mengganggu fungsi tubuhmu di waktu yang gak terduga, dan itu super bahaya.

  9. Saya mau bertanya. Krn sudah lama sy terlalu sering dibohongi dikecewakan pasangan pernah suatu ketika sy dikhianati pasangan smp akhirnya sy selalu berfikiran negatif ke pasangan. Tempramental, gampang nangis tp sy menilai pasangan sy masa bodo dgn keadaan sy. Sy depresi berat smp kadang sy jg mengeluarkan kata2 yg tdk pantas. Mohon gimana solusinya Krn jika sikologi sy terganggu maka anak2 sy jg terkena imbasnya.
    Apakah sy memang perlu di terapi psikologi. Terima kasih.

    1. halo kak, terima kasih sudah mampir.
      Dari ceritanya sih kakak belum depresi, tapi mungkin baru stres berat.
      Mungkin akar masalahnya adalah hubungan itu sendiri.

      Minimal, duduk berdua dulu aja dan bicarakan semuanya baik-baik.
      Atau datangkan pihak ketiga yang netral (bukan teman dan bukan keluarga) untuk ikut menengahi. Bisa pemuka agama, bisa psikolog keluarga.

      Kebetulan kami bukan psikolog keluarga jadi nggak berani ngasi saran macem-macem.

  10. saya mau wawancara ke psikologi remaja, sebagai nara sumber untuk data penelitian apakah bisa?

  11. Halo kak
    Saya wanita usia 23 th
    Saya dari kecil ngalami kekerasan fisik maupun verbal, bullying, sampe masa sekolah dari sd sampe kuliah sering di kucilin. Dan memang ortu saya ga pernah peduli dalam segala aspek justru ga punya temen itu mereka anggap saya yg bodoh ga bisa bersosialisasi dan sering meremehkan keberadaan saya. Padahal dirumah ya ortu saya memperlakukan saya dgn kekerasan fisik maupun verbal, bagi saya rasanya paket komplit penderitaan yg saya alami. Itu semua masih terjadi sampe sekarang, cuma kekerasan fisiknya yg kadang di lakuin kadang ngga. Dampaknya saya ga bener2 bisa ngejalani hidup dgn normal, ceria, dan jauh dari kata bahagia. Saya pun sampe sekarang ga bisa dapet kerja krna ga berani menghadapi khalayak ramai setiap hari. Untuk kebutuhan hidup dari lulus kuliah saya di bantu pacar saya yang bisa memahami saya karena nasib pacar saya ga jauh beda dgn saya. Hal yg saya alami ini jadi beban bagi saya, ada rasa dendam, trauma yg terasa sampe ke alam bawah sadar, benci dgn diri sendiri, merasa tidak di hargai dalam hidup, dan yg terakhir sering ada pikiran suicidal.
    Gmn ya, apa saya termasuk mental illness?

    1. Halo, Fea 🙂
      Kamu cukup aware sama keadaan mental kamu. Tapi untuk penegakan mental illness kami sangat nyaranin untuk ketemu psikolog atau psikiater dulu.
      Supaya kamu dapet hasil yang jelas dan penanganannya jelas juga.

      Coba aja ke psikolog yang ada di puskesmas atau RSUD. Ada kok.
      Semangat yaa :))))

  12. Sy punya 2 orang anak perempuan …yg besar usia 13 tahun…adiknya 11 tahun…kedua nya atlet di salahsatu cabang olahraga…tolong dibantu kak anak sulung sy merasa sering dikalahkan oleh adiknya jd sering emosi,marah”ga jelas,krisis percaya diri ,semangatnya menurun drastis padahal sebelumnya bersaing sehat…satu sisi di andalkan oleh pelatih…bagaimana caranya

    1. Halo Bu Ana, terima kasih sudah mampir 🙂
      biasanya sibling rivalry (rivalitas antar saudara) terjadi karena rasa iri. mungkin dia merasa down karena adiknya lebih bagus dari dia.

      Kami menduga bahwa ada yang membanding-bandingkan antara si adik dengan kakak. Kalau memang terjadi, saran kami adalah ingatkan seseorang yang suka membanding-bandingkan ini untuk berhenti.

      Lalu untuk ibu, ibu bisa coba berikan apresiasi dan pujian khusus untuk kakak, dan pujilah dia di depan pihak lain, bisa di depan ayahnya atau di depan keluarga lain. Kalau ibu mau memuji adik, lakukanlah saat si kakak sedang tidak melihat. Minimal lakukan saja ini dulu sampai performa kakak membaik.

      Kalau masih terjadi masalah, saran saya ajak kakak bicara berdua, jadi kakak bisa ceritakan semua keresahannya.
      Titip salam kami untuk kakak dan adik ya Bu 🙂

    1. halo Vy 🙂

      kalo sekedar masalah ringan sehari-hari seharusnya sih curhat ke temen udah cukup kak.
      kalo masalahnya dirasa privasi dan sulit diselesaikan sendiri, baru deh ke psikolog.
      kalo ke psikiater biasanya kalo udah berat dan susah diselesaikan dengan konseling.

      1. Halo kak
        Saya gatau apakah saya sudah termasuk orang yg mengalami ocd / bukan tp orang2 rumah sering blg ke saya kalau saya ini terlalu berlebihan terlalu ruwet apa2 harus bersih harus tertata rapi dsb. Jadi kalau misalkan saya melihat orang di rumah yg tidak bersih dlm melakukan apapun itu /meletakkan barang dg sembarangan tdk spt yg sblmnya saya suka marah2 emosian tp sesudah itu saya merasa sedih seringkali hampir menangis karena menyesal telah membentak / marah2 ke keluarga saya. Saya menyadari apa yg saya perbuat itu berlebihan tp saya tdk bisa mengontrolnya saat kejadian itu terjadi dan itu membuat saya beban jadi banyak pikiran karena kemanapun & apapun yg saya lihat saya selalu berpikiran “apa ini udh bersih ya/ streril gak sih” hal2 yg spt itu jadi ribet sendiri

        1. saya gak bisa menegakkan diagnosa sih. tapi kalo udah mengganggu kamu dan keluarga ya kamu kudu ke psikolog. minimal konsultasi lewat aplikasi konseling.

  13. Bolehkah mengunjungi psikolog hanya sekedar untuk memeriksakan diri? Tapi saya tidak merasa ada yang salah dengan saya atau saya tidak tau… Jadi saya pergi ke psikolog untuk hal mengenal tentang kepribadian saya lebih lagi, bolehkah seperti itu?

    1. Halo Raffael 🙂
      Iya, bisa kok.
      Ada orang-orang yang ke psikolog sekedar untuk tune-up, alias ngejaga kesehatan mental mereka agar berada di kondisi terbaik.
      Kalo buat sekedar mengenal diri kayak gini, enaknya dateng ke biro psikologi kampus aja. Biasanya lebih terjangkau dibandingkan praktik pribadi.

  14. halo kak begini saya itu mempunyai mood yg suka berubah2 kadang saya senang tanpa sebab namun kadang sedih dan marah tanpa sebab, yg cukup bikin saya lelah fase2 ini selalu hampir terjadi pada saya dan itu merusak suasana pertemanan saya. kira2 apakah perlu ke psikolog? yg saya takut kan jika saya ke psikolog saya takut tidak bisa mengutarakan apa yg saya rasakan. itu gimana kak kira2 solusi nya?

  15. halo kak begini saya itu mempunyai mood yg suka berubah2 kadang saya senang tanpa sebab namun kadang sedih dan marah tanpa sebab, yg cukup bikin saya lelah fase2 ini selalu hampir terjadi pada saya dan itu merusak suasana pertemanan saya. kira2 apakah perlu ke psikolog? yg saya takut kan jika saya ke psikolog saya takut tidak bisa mengutarakan apa yg saya rasakan. itu gimana kak kira2 solusi nya?

  16. Hallo kak,
    Baru kemarin saya ngalamin kejadian takut sama kematian. Kejadiannya saya alamin gitu aja, tanpa ada sebab yang jelas, tiba-tiba saya ngerasain dan kepikiran kalo saya seakan-akan dapat pertanda kalo saya mau meninggal. Saya khawatir umur saya cuma sebentar lagi. Saat itu juga saya nyangkut pautin apa yang saya alamin dengan ilmu agama. Hal ini makin ngebuat timbul perasaaan ga tenang, keringet dingin, timbul perasaan gamau cerita sama siapapun tentang masalah ini, sedih, takut, merasa bersalah. (sekarang saya ngetik dengan perasaan yg sama)
    Karena terlalu ketakuan, saya memutuskan untuk menghubungi ayah saya, dan bersyukur ayah saya pendengar yang baik dan cukup menenangkan.. Saya tidak terlalu merasa ketakutan seperti pertama kali hal ini kejadian.. Tapi sampai sekarang ini saya masih mikirin dan merasa butuh konsultasi ke psikolog..
    Apakah hal kaya gini bisa jadi karena dampak pola tidur saya yang ga cukup? Karena pada saat saya ngalamin hal ini, saya belum bisa tidur sampai jam 5.30 pagi.. Pas saya mau maksa untuk tidur, hal ini kejadian.. Dan memang setiap harinya saya selalu kesulitan tidur, baru tidur dipagi hari.. Tolong minta saran yang terbaik buat ngehadepin hal ini.. Terima Kasih

  17. Kak begini saya sering tiba tiba ketakutan , kecemasan, rasa takut akan masah kerja. Itu tiba tiba muncul aja kalau saat q nnton tv kah, atau main hp, tiba2 merasa bgitu. Bahkan sampai punggung sakit dan dada sesak gitu. Bisa seharian aku ngalamin nya , bahkan sampai ga bisa tidur . Udah tarik nafas berusaha tenangin diri tetap aja merasa gelisah, takut , cemas, mikir yg macem2.
    Terkdang saya tau mslah saya. Tapi nanti mikir masa iya. Gini kak Saya 25 th. Tahun depan 26 . Rata rata perusahaan max 25 th. Saya takut keburu usia. Ga tau kenapa saat melihat loker saya lngsung tiba2 panik, takut, gelisah . Lemas kaki dan nafas sesak..
    Saya pernah magang kak, Saya waktu sekolah smk boga pernah magang . Dan saat di t4 magang, saya merasa saya ga ada keahlian di situ. Bahkan di t4 magang teman sekolah saya ada bilang ke guru saya. Bahwa saya ga bisa apa2 d t4 magang. Saya pernah di pandang g bisa apa2 di t4 magang sma yg krja d situ. Yang nyuruh saya masuk boga itu ortu saya dan tante saya , karena tante saya t.u di smk tsb. Karena wktu itu pas daftar SMA saya telempar dari daftar siswa yg keterima di SMA tsb. Saya tau saya merasa saya ga ad bakat k sna. Tpi ketika q mnta pindah. Mereka blang jalanin aja. Sayang loh.. Udah ga usah pindah. Apakah karena itu saya takut kerja. Jujur saya tkut saya ngalamin hal itu lagi . Terkdang mikir cuma mungkin perasaan ku aja, ngadapin aja. Rezeki ad yg ngatur . tpi itu hnya sebntar aja . Ga lama setelah itu saya merasa kan kepanikan, ketakutan, kecemasan , jantung berdebar, sakit punggung dan bahkan ga bisa tidur…
    Saya harus menghadapi , tapi bagaimana.. ??
    Udah curhat ke ortu, ke tante,, mereka bilang saya terlalu lebay.. Curhat ke kakk cwe , dia malh bilang terserah kamu. Ga peduli gitu . Aku butuh pertolongan ?? Saya mau merubah pikiran .?Gejala apa yg q hadapin ini kak ? Kalau mau konsul apakah ke psikolog atau ke psikiater? Tapi bingung lagi masalah biaya.. TT.TT

    1. halo Winda :)))
      tinggalnya sekarang di mana? nanti kita bantu cariin psikolog di sekitar sana deh.

  18. Kak saya sering tiba tiba kyk jantung berdebar kencang, terus nafas kyk gk lega / kurang plong gitu, biasanya hal itu terjadi saat aku lg ketakutan sm pas lagi kepikiran gitu. Tolong kasih penjelasan kak, terimakasi

    1. halo Dilaaa
      itu mungkin (mungkin lo ya) gejala panic attack. kamu punya pengalaman traumatis gak sebelumnya? kalo iya, takutnya sih itu jadi panic attack.
      coba aja ke dokter dulu.

  19. anak saya itu kl kl sekolah itu kayak ara beban gitu dia itu diem aja gk mau bergaul sama temannya itu cara nanganinnya gmn ya

  20. terima kasih, saya terbantu sekali dengan tulisan ini.

    informasinya cukup lengkap dan jelas. tatanan katanya membuat seperti sedang berhadapan.
    semangat untuk tulisan-tulisan membantu lainnya, sukses selalu:)

  21. sore…tolong bantu saran kalau saya punya ketakutan terhadap bbrp hal sehingga menghalangi saya untuk bisa apakah perlu ke psikolog atau ke psikater. Contohnya saya takut menyalakan kompor gas, padahal dulu waktu pakai kompor minyak gak masalah. Saya juga takut mengemudikan kendaraan padahal belum pernah coba. Kalau ditinggal sendiri di kendaraan yang menyala, saya akan langsung panik atau setidaknya merasa gak nyaman.
    Terima kasih sebelumnya.

  22. Saya sering mengalami ketakutan yang luar biasa ketika melihat gambar atau pun mendengar cerita tentang pocong. Itu dimulai ketika saya kelas 3 sma, ada seorang teman yang membuat kaget saya dengan memperlihatkan gambar pocong dari hpnya seketika saya kaget dan berteriak2. Setelah kejadian tersebut saya menjadi seorang yang memiliki ketakutan yang tidak biasa. Bahkan saya pernah takut dengan benda yang ber warna putih, seperti tisu. Dan sampai sekarang ketika saya kuliah perasaan takut itu terus menghantui hari2 saya. Bahkan sampai membuat saya kesulitan untuk tidur dimalam hari, dada terasa sesak, keringat dingin, pikiran kemana, dan gelisah. Ketika memejamkan mata, saya seakan melihat sosok ekspresi menyeramkan seketika saya kaget dan merasakan ketakutan itu. Sayapun takut untuk melihat diri saya dicermin ketika mengenakan mukena sendiri. Apakah ini semacam gangguan psikis? Gangguan apakah itu! Apakah saya perlu untuk pergi ke psikolog? Sebelumnya terimakasih atas jawabannya

    1. Halo Pwana :))

      Mungkin ini gejala awal fobia yang disebabkan oleh trauma sama gambar pocong itu.
      Fobia semacam ini sebaiknya dibawa ke psikolog aja. Harusnya sih seminggu dua minggu penanganan intensif bisa membantu menghilangkan fobia itu. Tapi tanya lagi ke psikolognya yaa

  23. anak saya SD kls 2,guru kelas bilang ga fokus pelajaran tapi saatnya di tes bisa menjawab benar.sering terlihat seolah ngobrol tapi tak ada yg di ajak berbincang.terkadang bilang apa yg dia lihat tapi kita tak lihat😣

    1. halo Bu Reny 🙂

      kemungkinannya ada banyak bu. Tapi ini yang saya duga ya. Anak ibu pintar dan daya imajinasinya kuat. anak kalau imajinasinya kuat, kadang obrolan yang dia karang di dalam otak bisa dia ucapkan juga.
      Kalau anak ibu masih mau bergaul dengan teman, lama-lama kebiasaan bicara sendiri akan hilang sendirinya. Yang penting ibu ajak komunikasi saja.

  24. Halo saya seorang mahasiswa. Saya memang org yg gampang sekali stress. Tetapi beberapa tahun belakangan ini semakin parah saya sangat gampang sekali terkena stress bahkan masalah kecil pun bisa membuat saya stress sampai kehilangan minat saya. Saya juga takut terlibat dalam situasi2 sosial karena sepertinya saya trauma karena dulu saya pernah di bullly dan kaget akan perubahan lingkungan yang skrg. Saya juga jadi gampang insomnia. Apakah saya perlu ke psikolog? Orang tua saya sudah menyarankan tetapi saya masih bingung. Terimakasih.

    1. Halo Lia :)))

      trauma yang belum diselesaikan dan kesulitan menyesuaikan diri emang bisa bikin stres semakin parah.
      insomnia juga sebabnya dari stres itu. kalo dibiarin, insomnia bikin susah tidur, bikin tambah stres lagi.
      coba aja deh ke psikolog, takutnya kalo dibiarin bisa jadi depresi.

  25. anak saya umur 9 tahun permpuan, akhir akhir ini sering tidak mau sekolah kadang sekolah kadang tidak tergantung moodnya,, bila di tanya hanya diam saja. dia memang anak yang pendiam dan keras padahal di kelas termasuk anak yang pandai, bagaimana cara mengatasinya karena sudah di ajak bicara dan dibujuk tetap tidak mau sekolah dan tidak memberi alasan.mohon solusinya.terima kasih

    1. anak tidak mau ke sekolah biasanya karena ada masalah dengan orang lain, entah itu gurunya yang galak, atau lagi berantem sama teman.
      kalau anak tidak mau memberi alasan, mungkin bapak bisa tanya pada teman-temannya di sekolah dan guru-gurunya juga, nanti baru bisa ketemu alasan sebenarnya.
      setelah itu coba diselesaikan bersama-sama dengan anak. kalau terjadinya karena bertengkar sama teman, ya dibantu berbaikan lagi.

      terima kasih pak 🙂

  26. Halo kak.. gini, saya bingung mau cerita kesiapa.. karena saya selalu ngerasa sendirian… terkadang di satu waktu.. saya benar benar merasa lelah untuk hidup.. saya tidak nyaman berada dirumah.. karena terkadang orangtua saya selalu berkata yang tidak enak di hati saya.. kak, saya ini kenapa ya? tolong dibantu ya kak… Terimakasih… 🙂

  27. Halo Ashifa :)))
    Mental dan fisik bisa saling terkait. Jadi mungkin aja stres kamu bikin sering sakit, atau sering sakitmu bikin stres. Keduanya saling berhubungan, saling mempengaruhi. Kalo boleh tau, kamu gampang kepikiran tentang apa sih?

  28. Sya sering cemas dan khawatir terutama soal masa depan dan keluarga, jd ga bs tidur kecuali klo lg capek, ditambah sya gampang marah utk hal2 kecil.
    Sya sempet ke dokter dikasih xanax biar bs tenang sama gampang tidur tp sya jd ketagihan. Temen sya, org amrik, saranin sya ke psikolog, ktanya bahaya klo ketagihan xanax. Tp dinegaranya kan banyak psikolog yah, klo dsini kmna yah? Boleh ksh tau ga? Sya tinggal d denpasar bali

  29. Halo dok, saya sudah setahun terakhir stress masalah kuliah. Sampe narik djri dari sosial. Dari temen2 diperkuliahan. Kecuali ada acara dikampus itupun saya selalu ngerasa berpura pura sbgmn yg mereka mau. Saya takut ketemu mereka. Saya sudah konsultasi di beberapa psikiater dan psikolog online di app halodoc. Karna diduga depresi akhirnya saya disuruh ke dokter langsung. Saya langsung ke psikiater, saya ceritain semua nya sampe akhirnya dikasih ibat
    Tapi sehabis itu saya disaranin untuk pindah ke dokter yg bee bpjs saja. Di dokter bpjs saya cuma ditanya gimana perkembangan setelah minum obay dan dikasih obat baru. Apakah saya perlu ke psikolog juga dok?

    1. Halo Yunami 🙂

      Setelah minum obat yang diresepin, ada perubahan nggak?
      Kayanya perlu juga sih ke psikolog, soalnya terapi psikologi yang dibarengi obat bisa lebih efektif.
      Kalo emang jadi ke psikolog, ceritakan kalo kamu mengkonsumsi obat juga ya 🙂

  30. Hai, aku selalu punya keinginan buat ke psikolog tapi takut, bahkan sampai sekarang sudah bekerja masih aja takut mengambil langkah ke psikolog. Mood ku sering banget naik turun, selalu berpikir hal buruk akan terjadi ke diri sendiri, selalu ga pede aja gitu. Pas mood lagi turun tuh rasanya kayak, saya merasa saya orang paling buruk gitu, I feel like I’m useless and just doesn’t have a good heart. Kadang sampe menghambat kinerja gitu

  31. Kak, saya takut bicara sama orang, selalu terlihat cemas gitu (menurut saya sih, tapi kata yang lain saya biasa aja), susah ngungkapin perasaan bahkan sama keluarga, saya biasanya blank gitu, Saya juga susah bicara jujur, ditambah lagi pelupa dan entah kenapa saya sekarang gampang ketiduran tapi kalau malam gk bisa tidur. Saya dulu pernah dibully, banyak di marahin gara – gara hal sepele, sering dibentak – bentak, dan saya tumbuh besar dititipin di rumah kakek nenek. Sekarang saya sama orang tua saya, orang tua saya keras. Gejala – gejala di atas tadi sekarang tambah parah. ini gimana ya kak? Terimakasih

    1. Halo Auliah :)))

      Berhubung gejalanya kamu bilang makin parah, kami gak berani diagnosa macem-macem. Tapi kamu bisa ke psikolog gak?
      Coba deh cari di puskesmas atau rumah sakit deh.

      Kalo bisa pergi sendiri ya pergi sendiri aja, kalo bisa sama orang tua lebih bagus, jadi komunikasi kalian bisa disamakan.

  32. Halo kak, kecenderungn utk bunuh diri dan menyakiti dri sendiri itu termasuk depresi bukan?😐
    terus cara yg efektif utk ngilanginnya gmn y kak?
    Saya sering nyayat tgn soalnya😐 trs prnah percobaan bnuh dri dg minum parfum tp untungnya msih idup:(

    1. salah satu gejala depresi tahap lanjut adalah munculnya keinginan bunuh diri dan sering memikirkan tentang kematian.
      tapi ciri utama dari depresi adalah perasaan hampa dan kosong, serta gerakan yang menjadi lamban. kalo kamu nggak mengalami ini, mungkin kamu bukan depresi.

      ada sih kecenderungan menyakiti diri sendiri yang bukan depresi, namanya suicidal behavior. tapi kamu ke psikolog dulu aja buat memastikan.

      terus juga nanti di sana ditangani pake psikoterapi.

  33. Kak, aku mau nnya ni.. Aku sejak kuliah itu berbeda banget sifatnya suka nangis, suka marah-marah kadang juga murung sendiri ngk mau ngomong sama orang di kmpus padahal ngk salah apa” orang nya trus mood aku juga suka naik turun kak
    gelaja seperti itu apakah termasuk depresi kak? dan apakah harus ke psikolog? tolong solusinya kak lagi bingung amat soalny

    1. kamu merantau nggak? atau kuliahnya jauh dari teman-teman sma dulu?
      mungkin proses adaptasi yang sulit jadi membebani kamu.

      tapi cobalah dateng ke psikolog biar nanti bisa didiagnosa lagi…

  34. Hallo dok,kenapa ya akhir2 ini saya sering mudah tersinggung dan marah padahal lg bercandaan dan mood juga naik turun ☹️

  35. kak, saya merasa mnyukai sesama jenis, dan saya takut akan hal ini, ini jga membuat saya membenci diri sndiri, saya jga ingin normal, tpi sulit, apa saya harus konsultasikan ke psikolog mngenai masalah ini?

  36. Kak apa aku harus ke psikolog ya? Aku suka tb tb nangis sendiri ngerasa sepi sendiri dan nyalahin diri sendiri atas kesalahan dimasa lalu dan mood yg susah selalu jelek kadang sampe sakit kepala. Saya sempet berfikir apa karna saya menutup diri untuk menceritakan yg saya rasakan atau bagaimana?karna beberapa kejadian yg lalu saya selalu memahami emosi demi org sekitar .

  37. Kak aku mau tanya , Kecerdasan itu pengaruh dari turunan orang tua gak sih,, aku sering baca artikel informasi , anak jendral A dapat nilai cumlaud, anak direktur PT A mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya,, sedangkan anak yang lahir dari keluarga biasa2 saja, jarang banget punya prestasi akdemik,, walaupun ada 1 atau 2

    1. halo angga :)))

      faktor genetik bisa aja mempengaruhi kecerdasan. tapi pola asuh juga bisa mempengaruhi kesuksesan anak.
      misalnya seorang jenderal pasti punya karakter dan kedisiplinan, makanya dia bisa jadi jenderal.
      karakter ini bisa dia tanamkan dan tularkan melalui pola asuh, makanya anaknya jadi sukses.

      pola asuh juga mempengaruhi yaa

  38. Kak aku mau nanya, kalau kita suka ngerasa hampa, kosong dan berpikir bahwa dengan meninggal itu lebih baik buat orang disekitar aku kenapa ya kak? Trus aku merasa kalau aku ini ngga guna banget, pintar engga, cantik engga, rajin engga, pokoknya aku cuma kayak beban gitu. Trus aku juga suka sama seseorang selama 6 tahun ini, tapi selalu aja dipermainkan, mana orang tuanya ga ngasih restu lagi, aku merasa semakin tak berguna, nangis terus menerus, melamun, dan kembali lagi merasa hampa dan kosong. Apa ini masalah yang serius gak kak?

    1. Buat saya sih ini masalah serius dan harus diperhatikan serius juga.

      Kamu punya tempat curhat gak? Saya takutnya kalo kamu memendam sendiri, pikiran-pikiran kamu semakin menguasai kamu.
      Hidup kamu tuh berarti. Kamu mungkin belum sadar, tapi temen-temen dan keluarga sebenernya sayang sama kamu.

      Kalo emang kamu ngerasa cuma jadi beban, seenggaknya berikan bantuan buat orang lain, entah itu berupa uang atau tenaga.
      Kurangi sendirian juga biar lamunan nggak menguasai kamu.

      Kalo ada waktu ya pergilah ke psikolog.

  39. Halo kak aku mahasiswi umur 19tahun, mau tanya. Kenapa aku gampang banget nangis yaa? Liat orang nangis di nyata ataupun di film ikutan nangis padahal gak sedih2 amat tp otomatis aja hati aku sakit liat orng nangis. Apa aku yg terlalu sensitif ya kak?

    Dan juga aku selalu ngerasa cemas, takut nanti aku dimasa depan bakal gak berguna. Aku gak bisa cerita ke ortu karna dari dulu ajaran di keluarga anak harus menghormati ortu dan tidak ada yg curhat2 begitu. kalaupun marah saya tidak boleh marah, hanya ortu yg boleh marah jd selama ini saya pendam amarah saya, berusaha jadi anak yg baik.

    1. kamu mungkin punya perasaan sensitif dan empati yang tinggi. itu adalah karakter kamu.

      dan sebagian orang memang punya sedikit kecemasan tentang apa yang menanti di depannya, dan itu wajar. kamu bisa liat lagi aja kecemasan seperti apa yang kamu rasakan; misalnya cemas seputar nanti kuliah seperti apa, kerja apa, dll. terus liat aja apa yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi kemungkinan buruk itu. kalo cemas nggak dapet kerja, ya berusahalah kuliah atau ambil kursus yang kira-kira dibutuhkan di dunia kerja.

      untuk curhat sama orang tua, apa kamu memang gak bisa atau sungkan? coba aja ajak ngobrol dulu saat suasana hati mereka lagi baik. siapa tau mereka sebenernya mau mendengarkan.

      semangat yes :))))

  40. Halo kak aku mau tanya, ketakutan / kecemasan yang berlebihan itu wajar gk sih kak? Soalnya entah kenapa aku takut/cemas akan beberapa hal. Awal nya itu sih, cuma kepikiran biasa dan ak selalu berusaha untuk menenangkan diri, tp akhir2 ini setiap aku inget pemicunya entah kenpa badan aku lemes, jantung aku deg-degan, mager, dan kadang sampai sesak napas. Btw, aku udh ngerasa kyk gini dari kelas 2 SMP, dan sekarang aku udh kuliah.
    Itu bagaimana kak? Mohon pencerahannya. Terimakasih

  41. Saya seorang ibu usia 37th dengan 2 orang anak laki-laki, 11 tahun dan 19 bulan. Akhir-akhir ini saya mudah emosi, mudah marah, ingin menangis tp sulit. Tak segan tangan melayang, Yang lebih sering justru pada bayi saya. Namun sesaat setelah membentak/memukul/mencubit/berteriak saya langsung menyesal begitu trs berulang-ulang. Saya sering bicara ketus dan emosi pada suami dan anak pertama selalu ada saja yang salah. Kadang jika saya jengkel pada bayi saya, saya mengalihkan untuk menampar atau memukul kepala saya sendiri agar tidak menyakiti bayi saya. Jika ada waktu luang saya lebih suka membuka sosmed, keinginan untuk berhubungan dengan suami pun berkurang. Semakin hari saya semakin malas mengerjakan banyak hal yang dulu sering saya lakukan. Jam tidur saya pun berantakan. Saya pernah mengalami baby blues setelah melahirkan anak pertama dan kedua. yang pertama menangis terus menerus takut kasih sayang suami berkurang dan tidak tertarik pada bayi, bayi saya anggap merebut kasih sayang suami. Pada anak kedua ini ada perasaan takut tidak mampu mengASIhi di usia bayi 1-2bulanan. Apa sebenarnya yang saya alami sekarang? Apakah termasuk post partum depression?

    1. Untuk sampai di diagnosis PDD harus lewat pemeriksaan profesional.

      Ibu memang menunjukkan beberapa gejala dari PDD. Karenanya, ibu baiknya konsultasikan dengan dokter mengenai kondisi yang ibu alami supaya ibu bisa mendapatkan bantuan yang tepat. Ibu bisa berkonsultasi dengan dokter kandungan / bidan yang membantu ibu selama proses kehamilan. Minta rujukan ke bagian psikiatris bila memang diperlukan. Dan ini harus SEGERA dilakukan.

      Selain itu, bicarakan juga kondisi yang ibu alami dengan suami ibu dan keluarga jika perlu . Bicarakan saat kondisi emosi ibu cukup stabil, supaya suami juga memahami kondisi ibu dan bisa memberikan dukungan.

      Jangan memaksakan diri jika ibu merasa sudah tidak mampu mengurus anak ibu, mintalah bantuan pada keluarga ibu. Beritahu mereka bantuan apa yang ibu perlukan.

      Sesekali bisa ambil waktu untuk diri sendiri dengan melakukan hal – hal yang ibu sukai. Istirahat yang cukup juga baik untuk ibu.

  42. Kak mau tanya kalau mengalami gangguan tidur/insomnia atau sejenis nya itu bisa konsultasi sama psikolog?

  43. Hai Kak, mohon pencerahannya, apakah semua psikolog pasti berpikiran terbuka dan bisa menerima apapun masalah pasiennya? Saya memerlukan pertolongan profesional untuk mengubah pola pikir saya pasca life-changing event yang cukup traumatis. Tapi saya takut sekali, alih-alih mendapat bantuan, psikolognya malah semakin menyudutkan saya, terutama untuk bagian-bagian yg memang terjadi karena kesalahan saya sendiri misalnya. Mohon bantu jawab ya kak. Thank you beforehand. Have a nice day!

    1. Halo Helga :)))
      Seorang psikolog punya kode etik yang harus ditaati. Salah satunya adalah bersikap obyektif dalam mendengarkan masalah pasiennya, apapun itu.
      Seorang psikolog selayaknya bersikap netral; karena fokus psikolog bukan masalah, tapi respon klien terhadap masalah. Ini yang akan digali dan didiskusikan bersama klien.

      Dan mungkin akan ada pola pikir kamu yang diperlihatkan kesalahannya sama psikolog. Tapi caranya pasti halus kok. Kamu akan sadar dan “tercerahkan”.

      Semangat ya!

      1. Halo Dok aku mau curhat entah kenapa hidupku terasah hampa sekali dan kalau saat hatiku merasa sakit tiba2 aku nangis yah kayak orang gak karuan gitu tapi di pikiranku aku juga mau rasain pacaran bahagia soalnya gak pernah rasain yang namanya pacaran-,- apa karna aku jelek atau miskin😭😭😭,jadi apa aku harus konsultasi dok?

  44. Kak mau tnya,
    Bbrpa hari ini kepikiran mau kepsikolog , tp masih ragu,
    Ngerasain susahnya menerima diri sendiri , merasa apapun kejadian gk enak pasti karna kesalahan diri sendiri , mudah banget buat nge blame diri, merasa asing banget sama diri sendiri, bahkan ketika sebut nama sendiri pun bener2 berasa asing, & masih bnyak lg,
    Butuh pencerahan , tnx

  45. Halo dok, aku mau tanya.. kenapa ya aku sering mikirin hal hal yang belum terjadi tapi aku udah ketakutan sendiri dan itu buat aku stres.. dan aku juga sering mikir aku itu ga berguna dan mendingan aku meninggal aja? Apa aku harus konsultasi ke psikolog ya?

  46. hai kak, aku umur 24 tahun, saya masih nerusin S1, dulu saya D3, saat ini saya sedang skripsi, dan belum bekerja, di masa ini saya merasakan pergumulan, di dalam hati saya ini banyak perasaan yang campur, teman-teman saa dulu satu persatu mulai meninggalkan saya, dan kadang saya merasa mereka hanya ada perlu saja ketika menemui saya, kalau cerita ke kelurga jjuga saya merasa gak ada titik temu, yang ada saya dimarahi. S1 ini kali ini hati pikiran saya campur aduk kak, apakah saya perlu konsul ke psikolog? kadang saya menangis apabila sudah tidak ada yang bisa diajak cerita, dan saya marah sendiiri ktika saya ada masalah, dan saya susah tidur.

    1. tekanan saat mengerjakan skripsi emang berat. apalagi temen-temen mulai jalan sendiri-sendiri. ini wajar karena emang udah fasenya. saya juga ngalamin.

      dan saya waktu itu curhat ke psikolog sih. kalo kamu ngerasa temen cerita udah habis, ya lakukan aja. daripada gak ada tempat buat cerita malah tambah stres kan?

      semangat ya! :)))

  47. Mau nanya aku orangnya pobia sosial dari kecil, dan sekarang sudah mahasiswa semester 7 gak punya sahabat dan sering diejek sama teman dikampus.. aku nerves saat bicara sama orang lain dan sangat takut bicara didepan umum . Solusinya apa ya ?

    1. kamu sering diledek sama temen sekampus karena apa? apa kamu dibully, atau ledekannya cuma becanda aja?

      mungkin ini perlu dibongkar lagi di psikolog sih. maaf ya, saya kurang bisa kasi solusinya.

  48. halo.. Aku mau tanya nih kalo takut sama kucing itu gimana ya… Udah bener* kesiksa bgt karna sodara ada yg ounya kucing trus suka masuk rumah.takut bgt sih asli kaya ngeliat aja bisa sampe teriak,deg*an yaa panik juga.. Bingung mau konsultasi sama siapa, orang* deket ku malah jadiin ini bahan lelucon.

    1. ini sebenernya bisa diterapi sih. konsultasi aja ke psikolog, biasanya nanti dikasi opsi mau terapinya kayak gimana. kalo takut kucing biasa sih gak bakal lama..

    2. Halo kak..mau nanya kak
      Aku sering merasa leher tegang terkadang kepala pusing ,dan susah fokus suka gelisah ga bisa tenang bawaan nya (kurang lebih suadah 1 tahun) ,terkadang aku tarik rambut buat nenangin otk aku,terkadang juga aku gigitin baju aku,dan ikat kepala pake kain baru rada nyaman kak.
      Dan kalau liat video atau gambar bukit batu aku merasa tdk tenang kak (seperti gelisah).
      Apakah aku depresi atau stress kak.

      1. Hallo,
        saya nggak bisa bilang kalau kamu kena depresi. Tapi kayaknya sih emang ada gejala stres. Untuk diagnosa lebih lanjut mending ke psikolog/psikiater.
        Soalnya kan kondisinya udah berlangsung cukup lama dan sudah ada perilaku menyakiti diri sendiri.

        Semoga membantu yes!

  49. Hallo ka, saya takut cermin
    Beberapa waktu ini baru kepikiran untuk konsultasi ke psokolog, karena kek nya ini serius. Bikin gelisah, rasanya seperti ada sosok bayangan dalam cermin. Mungkin karena udah waktunya juga buat konsultasi. Awal nya, saya biasa aja ga terlalu peduli, mikir nya cuma perasaan saya doang, atau kecapean, ngawur. Karena saya sibuk juga, jadi gaada pikiran aneh2 buat si cermin ini. Makin sini ko semakin menjadi2 ya, kek ada ada bisikan2 di dalem nya berbicara. Masa iya saya gila -_- .Untuk saat ini sih saya berpikir positif, dan menjauhi cermin. Kalo ada kebutuhan untuk ngaca, biasanya pengen minta ditemenin, atau kalo sendiri mending gausah ngaca. Kalo di tempat umum kan kaca nya suka nempel sama wastafel atau dikamar mandi, saya suka buru2 sampe ngibrit lari, bodo amat sabun masih dimuka juga. Nah sekarang saya lagi cari2 psikolog yg srek di hati, karena saya anggap masalah ini serius, jadi ingin nyari psikolog sekali langsung pas, gamau nyari2 tapi ga cocok. Mohon saran nya psikolog bagus daerah bandung, terimakasih

  50. Kak..
    Aku punya kaka..
    Pada saat tertentu dia cerewet, suka bersosialisasi dan semangat sekali (misalnya berjalan selama 4 bulan)..
    Sesudah itu tiba2 diam dan tidak semangat (sudah berjalan 6 bulan)..
    Dan siklus ini berulang..
    Ketika saya tanyakan masalahnya, jawabannya hanya sedang malas..
    Apakah ini perlu dikonsultasikan? Dan apa masalahnya?

    1. halo Arline,

      siklus ini mengganggu aktivitasnya nggak? gimana kerjaan/sekolahnya, terganggu nggak? nafsu makannya gimana? apa berubah-ubah?

      kalo iya, sebaiknya dikonsultasikan. soalnya kayaknya di cerita kamu ini kakakmu punya gejala yang mirip sama gejala siklotimi.

  51. Hallo malam
    Depresi,panic disorder,dan tingkatan beratnya depresi sudah ada semua nya dan untuk panic disorder itu udah cukup berat ,mata always on dan hanya membutuhkan 2 jm tidur tidak menentu .apakah itu sudah berat dan membutuhkan terapi bersama psikolog dan psikiater ??

  52. saya punya trauma sama jalan raya kalo naik motor boncengan ada mobil lewat di samping sering kaget dan bisa dingin badannya..makanya smpw skrng gak bisa naik motor lagi..takut…gimana ya spy bisa bw motor dan gak tkut lagi

    1. halo! ini sih udah termasuk trauma ya. penanganannya gak bisa dilakukan sendiri, dan ini mending ditangani sama psikolog. ceritain aja dulu kejadian apa yang kamu alami di jalan raya, biar psikolognya bisa tangani dengan tepat.

  53. Halo dok,,saya memiliki teman,,kita sering bercanda,bermain,bahkan saling mengejek pun menjadi suatu hal yg wajar,,tetapi belakangan ini mereka sering mengejek saya dan menurut saya itu sdh di luar batas wajar dan itu sudah sering,,mungkin bagi mereka itu lucu tapi tidak bagi saya.saat mereka mengejek saya entah knp pikiran saya seperti ingin membunuh mereka semua bagaimanapun caranya,,yang jadi pertanyaan ada apa dengan saya?Saya takut suatu saat saya tidak dapat mengendalikan diri dan benar² menyakiti mereka semua

    1. jeleknya bercanda adalah bisa jadi kelewatan, apalagi kalo anak-anak remaja yang kadang nggak ngerti batasnya bercanda. kamu mungkin perlu ngomong ke mereka soal bagian mana yang nggak boleh dibecandain. kalo kamu ngerasa mereka nggak bakal bisa dikasi tau, ya menghindarlah dari mereka dan cari pertemanan baru. perasaan emosi ingin membunuh itu akan hilang juga.

      temen yang kayak gini akan selalu ada di dalam hidup. tinggal kitanya aja yang pilih: mau ngasih tau baik-baik apa menghindar dari mereka.

  54. Hai, Kak. My name is Shou and I am a girl. Selalu berusaha mengingkari suatu kejadian (trauma) yang terjadi di masa lalu (waktu masih anak2) dengan cara membohongi diri sendiri dan mengatakan yang terjadi adalah kebalikannya, dan itu terjadi sampai sekarang sudah dewasa, akhirnya nampak seperti benar2 mempercayai kebohongan itu, apakah suatu tanda yang perlu disikapi dengan serius? Perlukah membicarakannya dengan ahli? Karena hal itu benar-benar mempengaruhi begitu banyak hal dalam diri. Thank’s before. 🙂

    1. kamu tanpa sadar sudah menekan memori masa lalu dan menggantinya dengan memori baru buatanmu sendiri. proses menekan memori (memory suppression) ini butuh waktu lama dan usaha terus-menerus, dan keliatannya kamu berhasil.

      saya gak bisa bilang ini buruk atau baik; pengalaman pahit di masa lalu bisa membawa trauma (dan bisa membawa masalah kejiwaan), tapi di sisi lain pengalaman buruk bisa jadi pelajaran buat kita. tapi kamu bilang mempengaruhi banyak hal; apakah ini secara positif atau negatif?

  55. dok mau tanya. kenapa saya belakangan ini suka tiba2 nangis sendiri ga ada sebab apapun dan pernah berniat untuk bunuh diri pada saat saya punya masalah. belakangan ini juga mood saya kadang merasa sangat bagus tapi terkadang ngerasa sangat buruk sampe nangis, sering overthinking juga dan ngerasa paling ga berguna. setiap marah kadang saya jambak rambut saya atau tonjok2 lantai/tembok. tapi saya ga tau trauma atau apa yg pernah saya alami yg bikin saya begini. apa ini depresi/bipolar dok? terimakasih dok.

    1. bukan bipolar atau depresi sih. cobalah konsultasi ke dokter/psikolog dulu untuk diagnosa lebih tepat, biar sekaligus ada penanganannya juga. saya bukan dokter yaa ehehe

  56. Assalamualaikum kak,, kak, saya merasa depresi untuk menghadapi problema kehidupan saya,, saya merasa tak sanggup lagi untuk lebih lama menahan sakit dan hancur nya perasaan dan hidup saya, saya pernah mencoba akhiri hidup saya, tapi saya gagal lantaran saat sekarat, keluarga saya sempat bawa saya ke rumah sakit, awal nya saya malu karna sudah jadi beban keluarga, tapi sekarang perasaan sakit itu muncul lagi bahkan lebih parah, dan saya juga udah berniat akhiri hidup saya lagi lebih dari yang sebelum nya,, apa kah ada psikolog yang bisa bantu saya?? Saya bingung mau nyari psikolog nya, saya orang Padang – Sumatera Barat, bisa di bantu saya nya kak?

    1. Halo Akbar, maaf ya lama banget baru bales. Ini saya dapet info ada di Komplek Villa Polamas I Blok S/1 Alai Parak Kopi, namanya Sri Wahyuni. Kalo mau kamu bisa ke sana ya.

  57. Bingung mau bicara apa tapi yang jelas kak , aku mau nanya..
    Kalau ada kejadian yang buat aku tersinggung atau nyakitin hati aku sedikitpun mau dalam hal bicara maupun sikap atau hal yang sedang terjadi, aku selalu nangis. Dan sering melakukan percobaan bunuh diri. Gimana kak?

  58. Kak saya mau tanya, klo kita ingin tau jiwa kita sehat atau bermasalah apa langsung ke psikolog? Dan saya bingung juga nanti bilangnya gimana, mau cek kesehatan mental gitu? Makasih kak😊🙏🏼

    1. iya, dateng aja dulu. psikolog sih nanyanya kayak gini:

      “jadi, ada apa nih?” atau “apa yang bisa saya bantu?”

      nanti jujur aja bilang pengen ngecek kesehatan mental. psikolognya akan ngerti kok, malah akan apresiasi kalo ada orang yang berniat check up kesehatan mental :)))))

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *