Waktu baca yang dibutuhkan: 10 menit

10 hal yang harus kamu ketahui sebelum ke psikolog.

DAFTAR ISI (klik untuk memilih)

Katakanlah hidup ini sudah semakin berat.
Kamu sedemikian terbebani, hingga kamu berbisik “aku sudah nggak sanggup lagi…”

Kamu lalu memutuskan ingin ke psikolog.

Namun kamu mungkin masih bingung dan ragu.
Kamu nggak tau berapa biaya ke psikolog, di psikolog kamu akan diapakan, dan lain-lain.

Sebelum kamu membulatkan tekad untuk ke psikolog, ada baiknya kamu baca ini dulu.

Setelahnya, kamu lebih memahami langkah yang harus dilakukan sebelum ke psikolog.

UPDATE: Mau coba curhat? Silakan coba layanan konseling online gratis dari kami. Cek di sini!

1. Tempat Menemukan Psikolog

Di mana ya tempat menemukan psikolog?.

Kalau kamu tinggal di kota besar, kamu bisa ke puskesmas dulu.

Tanya ada psikolog atau nggak. Syukur-syukur ada dan bisa ngasih rujukan.
Kalau bisa, kan enak biayanya ditanggung asuransi atau BPJS.

Kalau kamu tinggal di kota kecil, mending langsung ke rumah sakit jiwa aja.

Isi rumah sakit jiwa bukan cuma orang gila kok!
Masuk aja ke resepsionis dan tanya ada psikolog apa nggak.
Kalo ada, tanya prakteknya jam berapa sampe jam berapa.

Kalau takut digosipin tetangga, pergi aja ke rumah sakit umum.
Rata-rata RSUD sekarang punya poli psikologi lo.
Kalau ada, tanya aja jam berapa bisa konsultasi.

Mungkin akan malu dan canggung sih. Tapi kalo kamu mau sehat, kenapa nggak?

Solusi lainnya adalah ke universitas yang punya Fakultas Psikologi.
Kampus yang ada Fakultas Psikologi (seharusnya) punya biro psikologi.
Itu kan salah satu sumber pemasukan kampus, ehehehe

Googling dulu aja nama universitas di kotamu, dan cari yang ada fakultas psikologinya.
Kalau ada, datangi kampusnya dan tanya biro psikologinya sebelah mana.
Baru abis itu bilang, mau bikin janji konsultasi.

Ada lagi cara berikutnya: temukan himpunan psikologi di kotamu.
Himpunan Psikologi, atau disingkat Himpsi, adalah wadahnya para psikolog di seluruh Indonesia.
Tiap provinsi ada, kalau untuk cabang kota saya kurang tau.

Temukan aja Himpsi cabang provinsimu (lewat google)
Tanyakan nomer telpon yang bisa dihubungi.
Kalau sudah, kamu bisa tanya gimana caranya bikin janji.

 

UPDATE: kamu bisa menemukan nomor telepon himpsi provinsimu di sini.

 

Cara lainnya adalah mendatangi tempat ibadah paling besar di kotamu.
Datanglah ke sana, dekati pengelola tempat ibadahnya.
Tanya adakah psikolog yang sering ibadah di situ. Kalo ada, tanya aja gimana cara menghubunginya.

Solusi lain adalah melalui aplikasi psikolog online.
Ada lo aplikasi semacam itu.
Jadi kamu bisa curhat ke psikolog lewat hape.

Solusi yang bagus, tapi aplikasi ini gak akan PERNAH bisa menggantikan ketemu langsung.
Konsultasi langsung, jauh lebih efektif ketimbang ngobrol lewat teks atau suara atau video.

Lagipula, mungkin saja masalah yang kamu hadapi membutuhkan ketemu lebih dari sekali.
Kalau lewat aplikasi kan psikolognya pasti ganti-ganti.
Kalau gitu, selesainya kapan dong?

Meski demikian, kalau memang di kotamu nggak ada psikolog, bolehlah pakai aplikasi ini.


2. Berapa Biaya Konsultasi Psikologi?

Pertanyaan berikutnya adalah: berapa biaya konsultasi ke psikolog?

Biaya ke psikolog paling murah minimal Rp 150ribu per sesi.
Satu sesi sekitar 45-50 menit. Kalau lebih dari satu sesi, ya tambah lagi berapa gitu.

Itu baru konsultasi aja ya. Biayanya bisa lebih besar lagi.

Nanti akan dilihat kamu perlu terapi atau nggak. Kalau perlu terapi, ya lebih besar lagi biayanya.
Kalau ternyata gangguanmu serius, mungkin perlu pendampingan psikiater.
Kalau nantinya psikiater memberimu resep obat, ya nambah lagi.

Kemahalan kah?

Ini cara mengakalinya.

2.1. Gunakan asuransi atau BPJS

Cara mengurangi biaya konsultasi psikologi adalah gunakan asuransi kesehatan atau BPJS.
Sekarang BPJS udah bisa kok meng-cover pengobatan kejiwaan. Asuransi lain harusnya juga gitu.

Hubungi asuransi yang kamu gunakan dan tanya apakah kejiwaan juga dicover.
Kalau iya, tanya aja apa syaratnya.

Kalau BPJS, kamu bisa ke puskesmas. Puskesmas di kota besar punya poli psikologi kok.
Kalau belum ada, langsung ke RSJ aja. Tanya resepsionisnya tentang syarat konsultasi dengan BPJS.

Ehh RSUD juga sekarang punya poli psikologi lo. Kalau ada, tanya aja syarat konsultasi pake asuransi/BPJS.

2.2 Telpon dulu psikolognya

Atau telpon dulu psikolog yang mau kamu datangi.
Kamu jangan langsung curhat!
Tanyakan saja jadwal konsultasi dan berapa biaya per sesi.

Kalau kamu berani, tawar aja biayanya.
Kalau nggak, minta solusi ke psikolog mengenai alternatif yang lebih murah.
Psikologmu akan dengan senang hati memberikan ide.


3. Seleksi Dulu Psikologmu

Nyari psikolog sama kayak nyari jodoh. Cocok-cocokan. Yaaa kan kayak di profesi lain, Psikolog ada bermacem-macem.

Ada yang judes, ada yang akan membuatmu berdebat, ada yang lebih banyak diam.
Ada psikolog yang sabar mendengar omonganmu.
Ada juga yang akan memotong pembicaraanmu dan nanya-nanya terus.

Ada yang menasehati dengan lembut, ada yang nadanya agak keras.

Ya kalau masih bisa memilih, pilih aja.
Kalau di rumah sakit jiwa, tanya aja ke resepsionis, sifatnya psikolog itu gimana.
Sabar nggak, judes nggak. Gitu juga di biro psikologi atau Himpsi.

Kalau pilihannya terbatas atau cuma satu, ya udah nggak bisa milih. Hehehe


4. Ke Psikolog Sudah Nggak Aneh Kok

Kamu mungkin ngerasa aneh harus ke psikolog.
Nggak papa, ke psikolog bukan berarti kamu gangguan jiwa.
Malahan ke psikolog jangan nunggu parah, biar penanganannya nggak sulit.

Sebenernya ke psikolog bukanlah sesuatu yang jarang.
Udah banyak kok orang pergi ke psikolog, cumaaa mereka merahasiakannya.
Ya ngapain sih mengumbar penyakit? Mending diem aja kan.

Saya punya temen yang rutin konsultasi psikologi.
Dia memang dulu pernah PTSD, tapi sekarang udah sembuh.
Setelah sembuh, dia justru makin sering curhat ke psikolog, padahal ya sehat-sehat aja.

Katanya buat check-up dan memastikan dia tetap dalam kondisi terbaik.

PTSD apa sih? Baca penjelasannya di sini.


5. Terapi Psikologi

Terapi di psikologi itu kayak apa sih?
Apakah dipijit? Diusap-usap? Atau dihipnotis?

Terapi ada bermacam-macam.
Ada terapi CBT, terapi desensitisasi, terapi paparan (flooding), dll.

Terapi CBT mengubah pola pikir dan perilakumu.
Terapi desensitisasi memisahkan perasaanmu (takut, marah, dll) dari suatu kejadian.
Terapi paparan menghilangkan ketakutanmu dari suatu kejadian/benda.

Terapi lainnya masih banyak.

Kalo dihipnosis, mungkin nggak?
Ya, hipnoterapi mungkin akan digunakan.
Tapi balik lagi sih, psikolognya punya sertifikat hipnotis apa nggak.

Terapi nggak selalu diperlukan, tergantung apa masalah yang kamu hadapi.

Kalau masalah yang nggak terkait gangguan jiwa, ya paling cuma konsultasi.
Kalau gangguan jiwa sedang (kenakalan, fobia, stres, dll), mungkin perlu terapi.
Kalau sudah masuk gangguan jiwa berat, bisa terapi + penanganan psikiater (minum obat)

 

BERIKUTNYA: peringatan dan hal-hal yang bukan urusan psikolog. Lanjut di sini.

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

92 Replies to “Ingin Ke Psikolog? Ketahui Ini Biar Nggak Kaget

  1. Saya ingin bertanya kak, apakah kebanyakan orang yang berkepribadian INFJ itu turbulent? Terima kasih

  2. Suka dengan ulasannya. Ringan. Dan mudah dipahami. Selalu tertarik sih dengan hal-hal ‘kejiwaan’ seperti ini. Dan cukup membuka mata juga, apalagi buat kalangan awam seperti saya yang masih bertanya-tanya, kalau kita ke psikolog itu, gimana yaa?? Thanks..

  3. Saya punya anak remaja dia lagi merasa tersingkirkan oleh lingkungan kelas…kareana ada sesuatu hal akibatnya sering tdk masuk malas ke sekolah….bagaimana cara menangnani ya…apakah sy perlu ke psimologi

    1. kalau di sekolahnya ada guru BK, mungkin bisa dibawa ke BK dulu bu…
      kalau misalnya ranahnya antara anak dengan teman, BK bisa membantu menengahi. Tapi kalau psikologis anak sudah kena, bisa dibawa ke psikolog.

  4. Kk, gimana sih menyembuhkan gangguan kejiwaan bipolar disorder?dan kalau kita mau tau selain penyakit itu di dalam diri kota, gimana caranya selain ke psikolog? Semisalnya kalau orng itu malu untuk ke psikolog atau dia gak mampu ke psikolog, trims

    1. yang pertama, please jangan melakukan diagnosa sendiri. diagnosa bipolar disorder dan gangguan jiwa lainnya cuma boleh ditegakkan sama profesional. jadi sebelum kamu dapet diagnosa yang tepat, sebaiknya jangan berasumsi macem-macem tentang dirimu.

      kalo kamu tinggal di kota besar, kamu bisa ke puskesmas yang ada poli psikologinya. atau ke rumah sakit jiwa yang menerima bpjs. nanti kamu dapet diagnosa yang bener plus penanganan yang tepat. ini kayaknya udah saya tulis di atas deh…

  5. kak saya mau tanya. kemaren saya gak sengaja lihat video youtube ttg Gerd Anxiety Disorder. Ciri2 anxiety yg divideo persis spt apa yg saya rasakan selama ini, yang saya nggak tau sebelumnya n baru tau kalau ternyata yg saya alami ini adl sebuah penyakit mental.
    Saya diagnosa sendiri ciri2 itu memang persis spt yg saya rasakan, mau mastiin ke dokter psikolog malu, mau cerita ke keluarga juga malu. saya mau sembuh.
    Menurut kakak apa harus ditindaklanjut ke dokter buat mastiin,n penanganan yg lebih lanjut agar sembuh? atau menurut diagnosa saya sendiri aja dan mengikutin bbrp tips dr temen2 sesama penderita anxiety yg sudah sembuh? karena hati kecil saya gini : knp harus mastiin ke dokter,ini ciri2 udh sama persis (spt yg divideo).

    gimana kak? trims sebelumnya

    1. halo, Ulin 🙂 makasih udah mampir!
      self diagnosis itu kn kebanyakan subjektif dan pake metode cocokologi kan ya. emang sih nggak sepenuhnya salah… karena gimanapun kita pasti kenal dengan diri kita.
      tapi, kalo urusannya sudah diagnosis ‘gangguan/disorder’ lebih baik minta bantuan profesional (dokter, psikolog ato psikiater)

      proses pemulihan juga akan lebih baik kalau didampingi profesional dan didukung keluarga.

      soalnya gini: gangguan psikologis itu bukan aib, dia sama aja kayak sakit fisik. jd nggak usah malu untuk terbuka terutama dengan keluarga. kalau bingung gimana ngomongnya, sekalian aja pergi konsulnya berdua sama keluarga (ortu misalnya)

      terus, gangguan psikologis itu sebenernya kayak penyakit fisik yang membutuhkan penanganan dokter ahli/spesialis. jadi daripada salah mungkin nggak sembuh, atau yang terberat mungkin makin parah.

      jadi, sebaiknya cari dan temui psikolog / psikiater terdekat ya.

    1. kalo RSUD ada yang lengkap psikolog psikiater,, ada yang cuma ada salah satunya
      biasanya tim lengkap psikolog + psikiater adanya di rumah sakit jiwa sih..

  6. Kak gimana cara mengatasi emosi ? Aku susah banget mengatasi emosi kadang ngerasa bisa gila apalagi kalo berantem sama pasangan. Kadang aku bisa bikin big show ampe bikin malu kak terus akhirnya regret tapi kadang antara emosi dan takut aku ga bisa ngebedain aku punya pasangan ringan tangan aku juga ngerasa hubungan ini ga bisa diterusin tapi dia ga mau pisah. Aku suka curhat tapi aku ga percaya (trust) sama orang laen termasuk keluarga sendiri karena trauma kak how to help me please 🙁

    1. Halo, Bella 🙂 ini beberapa hal yang bisa kamu coba:

      1. tahu dan pahami dulu sumber2 yg sering bikin emosi

      2. kenali dan pahami juga reaksi kita kalo ketemu sumber emosi (perasaan, pikiran)

      3. kalo lg berhadapan dgn sumbernya dan tanda2 kalo emosi kita udh berasa, time out! ambil waktu untuk menenangkan diri.

      semoga membantu yaa

      1. Kak ini saran yg tpat si buat ayahku tapi gimana ya kak ayah ku malah ngejer terus yg buat dia emosi jadi ga berenti2 kak dan ayahku susah dikasih tau, thx kak

  7. Kak aku mau nanya ni, tp bingung nanyanya kek gmna .

    Aku dibully di lingkungan rumah awalnya dulu aku t dibully disekolah 😢 ada temen nyebarin bulilyan itu ke bbrp temen rumah yg ga suka sm aku dan mreka jg nyebarin bullyan itu ke temen2 mrka yg lain. Jd semua anak2 disini ngebully aku tiap hari lewat sindiran, sampe anak2 baru yg samasekali ga aku knal dan dia jg gak mungkin kenal aku, ya karna ak ga perna ktmu sblumnya sm mrek, mrka pd ngebully aku jg.

    efeknya aku t ga brani keluar rumah, ga hidup bersosialisasi di lingkungan rumah karna takut klo ktemu mreka, klo denger suara mreka atau ketemu sm mreka aku tu ngrasa cemas, emosi, badan tu jdi lemes, jg takut kalo aku t jadi dibully jg disekolah karna ada bbrpa temen yg ngebully aku dilingkungan rumah skrng satu sekolah sama aku 😢 aku jg ga punya temen baru di rumah, temen lama aku pada ga wellcome juga sm aku 🙁

    Aku tu bingung mau crita sm siapa lg, soalny aku udh pernah cerita ttng msalah ku ini ke temen sekolah, sodara mereka samasama beranggapan yg klo maslh ini, mslh yg bisa didiemin trus entar berakhir sendiri 😭 :'( ak sedih krna aku berfikiran ga akan mungkin, yg ada akan semakin besar mslhnya :'(

    aku yg kayak mikir gitu kak aku udah gini dari kls 2 Smp – skrng hampir 5 tahun aku dibully, aku pernah sampe ke kantor polres pengen nuntut mrka dngan bukti2 yg aku bawa tpi disitu kasus yg sprti aku ini dibilang ngga bisa ditangani di kepolisian 😢 nah disitu aku merasa sngt terpuruk kak aku bingung aku harus gmna lg 🙁

    klo cerita sm ortu dulu udah pernah tp hasilnya nihil, ortu kayak gk eduli gtu 😢 aku punya kakak 2, lakilaki sm perempuan. Tp kk prmpuan ku pun jg ga wellcome sm aku iya pdhl dia tau masalah aku. Trus kaka lakilaki ku dia sllu sibuk 😭

    Aku bnerbener yg kayak ngrasa sendiri bngt, ga ada temen yg dampingi aku, sampe aku perna brfikiran buat bunuh diri, tp disitu aku mikir klo aku bunuh diri ak blm siap buat mnghadap sang pencipta 😟 bingung harus gimana ngadepin mslah ini 😭 tolong kasih aku masukan kak

    1. halo, makasi udah mampir 🙂

      kalo masukan sih gini ya: semua mulai dari pola pikir kamu dulu.
      untuk counter attack bully, kamu harus berani ngambil sikap. tunjukin sikap kalo kamu bukan sesosok yg sering disindir teman2mu.

      kamu juga perlu cari seseorang yg bisa dipercaya, yang bisa kamu jadiin pegangan. bisa ustadzah, psikolog ato guru BK di sekolah. cara nyarinya ya kamu harus…..

      ——- m e m b e r a n i k a n d i r i ——–

      keadaanmu nggak akan berubah kalo kamu nggak mau ngelawan takutmu. oke?

  8. Kak, kalau kira kira kena penyakit yang namanya panic attack itu perlu ke psikiater atau ke dokter apa gitu? Cuma pengen ditanganin aja

    1. halo Linda :))
      kamu bisa pergi ke psikolog atau psikiater, terserah. kalo psikiater mungkin nanti diresepin obat, kalo ke psikolog nanti diterapi.
      kadang orang kalo panic attack tapi dibiarin aja, bisa mendadak gak bisa nafas, deg-degan atau lemes. panic attack bisa mengganggu fungsi tubuhmu di waktu yang gak terduga, dan itu super bahaya.

  9. Saya mau bertanya. Krn sudah lama sy terlalu sering dibohongi dikecewakan pasangan pernah suatu ketika sy dikhianati pasangan smp akhirnya sy selalu berfikiran negatif ke pasangan. Tempramental, gampang nangis tp sy menilai pasangan sy masa bodo dgn keadaan sy. Sy depresi berat smp kadang sy jg mengeluarkan kata2 yg tdk pantas. Mohon gimana solusinya Krn jika sikologi sy terganggu maka anak2 sy jg terkena imbasnya.
    Apakah sy memang perlu di terapi psikologi. Terima kasih.

    1. halo kak, terima kasih sudah mampir.
      Dari ceritanya sih kakak belum depresi, tapi mungkin baru stres berat.
      Mungkin akar masalahnya adalah hubungan itu sendiri.

      Minimal, duduk berdua dulu aja dan bicarakan semuanya baik-baik.
      Atau datangkan pihak ketiga yang netral (bukan teman dan bukan keluarga) untuk ikut menengahi. Bisa pemuka agama, bisa psikolog keluarga.

      Kebetulan kami bukan psikolog keluarga jadi nggak berani ngasi saran macem-macem.

  10. saya mau wawancara ke psikologi remaja, sebagai nara sumber untuk data penelitian apakah bisa?

  11. Halo kak
    Saya wanita usia 23 th
    Saya dari kecil ngalami kekerasan fisik maupun verbal, bullying, sampe masa sekolah dari sd sampe kuliah sering di kucilin. Dan memang ortu saya ga pernah peduli dalam segala aspek justru ga punya temen itu mereka anggap saya yg bodoh ga bisa bersosialisasi dan sering meremehkan keberadaan saya. Padahal dirumah ya ortu saya memperlakukan saya dgn kekerasan fisik maupun verbal, bagi saya rasanya paket komplit penderitaan yg saya alami. Itu semua masih terjadi sampe sekarang, cuma kekerasan fisiknya yg kadang di lakuin kadang ngga. Dampaknya saya ga bener2 bisa ngejalani hidup dgn normal, ceria, dan jauh dari kata bahagia. Saya pun sampe sekarang ga bisa dapet kerja krna ga berani menghadapi khalayak ramai setiap hari. Untuk kebutuhan hidup dari lulus kuliah saya di bantu pacar saya yang bisa memahami saya karena nasib pacar saya ga jauh beda dgn saya. Hal yg saya alami ini jadi beban bagi saya, ada rasa dendam, trauma yg terasa sampe ke alam bawah sadar, benci dgn diri sendiri, merasa tidak di hargai dalam hidup, dan yg terakhir sering ada pikiran suicidal.
    Gmn ya, apa saya termasuk mental illness?

    1. Halo, Fea 🙂
      Kamu cukup aware sama keadaan mental kamu. Tapi untuk penegakan mental illness kami sangat nyaranin untuk ketemu psikolog atau psikiater dulu.
      Supaya kamu dapet hasil yang jelas dan penanganannya jelas juga.

      Coba aja ke psikolog yang ada di puskesmas atau RSUD. Ada kok.
      Semangat yaa :))))

  12. Sy punya 2 orang anak perempuan …yg besar usia 13 tahun…adiknya 11 tahun…kedua nya atlet di salahsatu cabang olahraga…tolong dibantu kak anak sulung sy merasa sering dikalahkan oleh adiknya jd sering emosi,marah”ga jelas,krisis percaya diri ,semangatnya menurun drastis padahal sebelumnya bersaing sehat…satu sisi di andalkan oleh pelatih…bagaimana caranya

    1. Halo Bu Ana, terima kasih sudah mampir 🙂
      biasanya sibling rivalry (rivalitas antar saudara) terjadi karena rasa iri. mungkin dia merasa down karena adiknya lebih bagus dari dia.

      Kami menduga bahwa ada yang membanding-bandingkan antara si adik dengan kakak. Kalau memang terjadi, saran kami adalah ingatkan seseorang yang suka membanding-bandingkan ini untuk berhenti.

      Lalu untuk ibu, ibu bisa coba berikan apresiasi dan pujian khusus untuk kakak, dan pujilah dia di depan pihak lain, bisa di depan ayahnya atau di depan keluarga lain. Kalau ibu mau memuji adik, lakukanlah saat si kakak sedang tidak melihat. Minimal lakukan saja ini dulu sampai performa kakak membaik.

      Kalau masih terjadi masalah, saran saya ajak kakak bicara berdua, jadi kakak bisa ceritakan semua keresahannya.
      Titip salam kami untuk kakak dan adik ya Bu 🙂

    1. halo Vy 🙂

      kalo sekedar masalah ringan sehari-hari seharusnya sih curhat ke temen udah cukup kak.
      kalo masalahnya dirasa privasi dan sulit diselesaikan sendiri, baru deh ke psikolog.
      kalo ke psikiater biasanya kalo udah berat dan susah diselesaikan dengan konseling.

  13. Bolehkah mengunjungi psikolog hanya sekedar untuk memeriksakan diri? Tapi saya tidak merasa ada yang salah dengan saya atau saya tidak tau… Jadi saya pergi ke psikolog untuk hal mengenal tentang kepribadian saya lebih lagi, bolehkah seperti itu?

    1. Halo Raffael 🙂
      Iya, bisa kok.
      Ada orang-orang yang ke psikolog sekedar untuk tune-up, alias ngejaga kesehatan mental mereka agar berada di kondisi terbaik.
      Kalo buat sekedar mengenal diri kayak gini, enaknya dateng ke biro psikologi kampus aja. Biasanya lebih terjangkau dibandingkan praktik pribadi.

  14. halo kak begini saya itu mempunyai mood yg suka berubah2 kadang saya senang tanpa sebab namun kadang sedih dan marah tanpa sebab, yg cukup bikin saya lelah fase2 ini selalu hampir terjadi pada saya dan itu merusak suasana pertemanan saya. kira2 apakah perlu ke psikolog? yg saya takut kan jika saya ke psikolog saya takut tidak bisa mengutarakan apa yg saya rasakan. itu gimana kak kira2 solusi nya?

  15. halo kak begini saya itu mempunyai mood yg suka berubah2 kadang saya senang tanpa sebab namun kadang sedih dan marah tanpa sebab, yg cukup bikin saya lelah fase2 ini selalu hampir terjadi pada saya dan itu merusak suasana pertemanan saya. kira2 apakah perlu ke psikolog? yg saya takut kan jika saya ke psikolog saya takut tidak bisa mengutarakan apa yg saya rasakan. itu gimana kak kira2 solusi nya?

  16. Hallo kak,
    Baru kemarin saya ngalamin kejadian takut sama kematian. Kejadiannya saya alamin gitu aja, tanpa ada sebab yang jelas, tiba-tiba saya ngerasain dan kepikiran kalo saya seakan-akan dapat pertanda kalo saya mau meninggal. Saya khawatir umur saya cuma sebentar lagi. Saat itu juga saya nyangkut pautin apa yang saya alamin dengan ilmu agama. Hal ini makin ngebuat timbul perasaaan ga tenang, keringet dingin, timbul perasaan gamau cerita sama siapapun tentang masalah ini, sedih, takut, merasa bersalah. (sekarang saya ngetik dengan perasaan yg sama)
    Karena terlalu ketakuan, saya memutuskan untuk menghubungi ayah saya, dan bersyukur ayah saya pendengar yang baik dan cukup menenangkan.. Saya tidak terlalu merasa ketakutan seperti pertama kali hal ini kejadian.. Tapi sampai sekarang ini saya masih mikirin dan merasa butuh konsultasi ke psikolog..
    Apakah hal kaya gini bisa jadi karena dampak pola tidur saya yang ga cukup? Karena pada saat saya ngalamin hal ini, saya belum bisa tidur sampai jam 5.30 pagi.. Pas saya mau maksa untuk tidur, hal ini kejadian.. Dan memang setiap harinya saya selalu kesulitan tidur, baru tidur dipagi hari.. Tolong minta saran yang terbaik buat ngehadepin hal ini.. Terima Kasih

  17. Kak begini saya sering tiba tiba ketakutan , kecemasan, rasa takut akan masah kerja. Itu tiba tiba muncul aja kalau saat q nnton tv kah, atau main hp, tiba2 merasa bgitu. Bahkan sampai punggung sakit dan dada sesak gitu. Bisa seharian aku ngalamin nya , bahkan sampai ga bisa tidur . Udah tarik nafas berusaha tenangin diri tetap aja merasa gelisah, takut , cemas, mikir yg macem2.
    Terkdang saya tau mslah saya. Tapi nanti mikir masa iya. Gini kak Saya 25 th. Tahun depan 26 . Rata rata perusahaan max 25 th. Saya takut keburu usia. Ga tau kenapa saat melihat loker saya lngsung tiba2 panik, takut, gelisah . Lemas kaki dan nafas sesak..
    Saya pernah magang kak, Saya waktu sekolah smk boga pernah magang . Dan saat di t4 magang, saya merasa saya ga ada keahlian di situ. Bahkan di t4 magang teman sekolah saya ada bilang ke guru saya. Bahwa saya ga bisa apa2 d t4 magang. Saya pernah di pandang g bisa apa2 di t4 magang sma yg krja d situ. Yang nyuruh saya masuk boga itu ortu saya dan tante saya , karena tante saya t.u di smk tsb. Karena wktu itu pas daftar SMA saya telempar dari daftar siswa yg keterima di SMA tsb. Saya tau saya merasa saya ga ad bakat k sna. Tpi ketika q mnta pindah. Mereka blang jalanin aja. Sayang loh.. Udah ga usah pindah. Apakah karena itu saya takut kerja. Jujur saya tkut saya ngalamin hal itu lagi . Terkdang mikir cuma mungkin perasaan ku aja, ngadapin aja. Rezeki ad yg ngatur . tpi itu hnya sebntar aja . Ga lama setelah itu saya merasa kan kepanikan, ketakutan, kecemasan , jantung berdebar, sakit punggung dan bahkan ga bisa tidur…
    Saya harus menghadapi , tapi bagaimana.. ??
    Udah curhat ke ortu, ke tante,, mereka bilang saya terlalu lebay.. Curhat ke kakk cwe , dia malh bilang terserah kamu. Ga peduli gitu . Aku butuh pertolongan ?? Saya mau merubah pikiran .?Gejala apa yg q hadapin ini kak ? Kalau mau konsul apakah ke psikolog atau ke psikiater? Tapi bingung lagi masalah biaya.. TT.TT

    1. halo Winda :)))
      tinggalnya sekarang di mana? nanti kita bantu cariin psikolog di sekitar sana deh.

  18. Kak saya sering tiba tiba kyk jantung berdebar kencang, terus nafas kyk gk lega / kurang plong gitu, biasanya hal itu terjadi saat aku lg ketakutan sm pas lagi kepikiran gitu. Tolong kasih penjelasan kak, terimakasi

    1. halo Dilaaa
      itu mungkin (mungkin lo ya) gejala panic attack. kamu punya pengalaman traumatis gak sebelumnya? kalo iya, takutnya sih itu jadi panic attack.
      coba aja ke dokter dulu.

  19. anak saya itu kl kl sekolah itu kayak ara beban gitu dia itu diem aja gk mau bergaul sama temannya itu cara nanganinnya gmn ya

  20. terima kasih, saya terbantu sekali dengan tulisan ini.

    informasinya cukup lengkap dan jelas. tatanan katanya membuat seperti sedang berhadapan.
    semangat untuk tulisan-tulisan membantu lainnya, sukses selalu:)

  21. sore…tolong bantu saran kalau saya punya ketakutan terhadap bbrp hal sehingga menghalangi saya untuk bisa apakah perlu ke psikolog atau ke psikater. Contohnya saya takut menyalakan kompor gas, padahal dulu waktu pakai kompor minyak gak masalah. Saya juga takut mengemudikan kendaraan padahal belum pernah coba. Kalau ditinggal sendiri di kendaraan yang menyala, saya akan langsung panik atau setidaknya merasa gak nyaman.
    Terima kasih sebelumnya.

  22. Saya sering mengalami ketakutan yang luar biasa ketika melihat gambar atau pun mendengar cerita tentang pocong. Itu dimulai ketika saya kelas 3 sma, ada seorang teman yang membuat kaget saya dengan memperlihatkan gambar pocong dari hpnya seketika saya kaget dan berteriak2. Setelah kejadian tersebut saya menjadi seorang yang memiliki ketakutan yang tidak biasa. Bahkan saya pernah takut dengan benda yang ber warna putih, seperti tisu. Dan sampai sekarang ketika saya kuliah perasaan takut itu terus menghantui hari2 saya. Bahkan sampai membuat saya kesulitan untuk tidur dimalam hari, dada terasa sesak, keringat dingin, pikiran kemana, dan gelisah. Ketika memejamkan mata, saya seakan melihat sosok ekspresi menyeramkan seketika saya kaget dan merasakan ketakutan itu. Sayapun takut untuk melihat diri saya dicermin ketika mengenakan mukena sendiri. Apakah ini semacam gangguan psikis? Gangguan apakah itu! Apakah saya perlu untuk pergi ke psikolog? Sebelumnya terimakasih atas jawabannya

    1. Halo Pwana :))

      Mungkin ini gejala awal fobia yang disebabkan oleh trauma sama gambar pocong itu.
      Fobia semacam ini sebaiknya dibawa ke psikolog aja. Harusnya sih seminggu dua minggu penanganan intensif bisa membantu menghilangkan fobia itu. Tapi tanya lagi ke psikolognya yaa

  23. anak saya SD kls 2,guru kelas bilang ga fokus pelajaran tapi saatnya di tes bisa menjawab benar.sering terlihat seolah ngobrol tapi tak ada yg di ajak berbincang.terkadang bilang apa yg dia lihat tapi kita tak lihat😣

    1. halo Bu Reny 🙂

      kemungkinannya ada banyak bu. Tapi ini yang saya duga ya. Anak ibu pintar dan daya imajinasinya kuat. anak kalau imajinasinya kuat, kadang obrolan yang dia karang di dalam otak bisa dia ucapkan juga.
      Kalau anak ibu masih mau bergaul dengan teman, lama-lama kebiasaan bicara sendiri akan hilang sendirinya. Yang penting ibu ajak komunikasi saja.

  24. Halo saya seorang mahasiswa. Saya memang org yg gampang sekali stress. Tetapi beberapa tahun belakangan ini semakin parah saya sangat gampang sekali terkena stress bahkan masalah kecil pun bisa membuat saya stress sampai kehilangan minat saya. Saya juga takut terlibat dalam situasi2 sosial karena sepertinya saya trauma karena dulu saya pernah di bullly dan kaget akan perubahan lingkungan yang skrg. Saya juga jadi gampang insomnia. Apakah saya perlu ke psikolog? Orang tua saya sudah menyarankan tetapi saya masih bingung. Terimakasih.

    1. Halo Lia :)))

      trauma yang belum diselesaikan dan kesulitan menyesuaikan diri emang bisa bikin stres semakin parah.
      insomnia juga sebabnya dari stres itu. kalo dibiarin, insomnia bikin susah tidur, bikin tambah stres lagi.
      coba aja deh ke psikolog, takutnya kalo dibiarin bisa jadi depresi.

  25. anak saya umur 9 tahun permpuan, akhir akhir ini sering tidak mau sekolah kadang sekolah kadang tidak tergantung moodnya,, bila di tanya hanya diam saja. dia memang anak yang pendiam dan keras padahal di kelas termasuk anak yang pandai, bagaimana cara mengatasinya karena sudah di ajak bicara dan dibujuk tetap tidak mau sekolah dan tidak memberi alasan.mohon solusinya.terima kasih

    1. anak tidak mau ke sekolah biasanya karena ada masalah dengan orang lain, entah itu gurunya yang galak, atau lagi berantem sama teman.
      kalau anak tidak mau memberi alasan, mungkin bapak bisa tanya pada teman-temannya di sekolah dan guru-gurunya juga, nanti baru bisa ketemu alasan sebenarnya.
      setelah itu coba diselesaikan bersama-sama dengan anak. kalau terjadinya karena bertengkar sama teman, ya dibantu berbaikan lagi.

      terima kasih pak 🙂

  26. Halo kak.. gini, saya bingung mau cerita kesiapa.. karena saya selalu ngerasa sendirian… terkadang di satu waktu.. saya benar benar merasa lelah untuk hidup.. saya tidak nyaman berada dirumah.. karena terkadang orangtua saya selalu berkata yang tidak enak di hati saya.. kak, saya ini kenapa ya? tolong dibantu ya kak… Terimakasih… 🙂

  27. Halo Ashifa :)))
    Mental dan fisik bisa saling terkait. Jadi mungkin aja stres kamu bikin sering sakit, atau sering sakitmu bikin stres. Keduanya saling berhubungan, saling mempengaruhi. Kalo boleh tau, kamu gampang kepikiran tentang apa sih?

  28. Sya sering cemas dan khawatir terutama soal masa depan dan keluarga, jd ga bs tidur kecuali klo lg capek, ditambah sya gampang marah utk hal2 kecil.
    Sya sempet ke dokter dikasih xanax biar bs tenang sama gampang tidur tp sya jd ketagihan. Temen sya, org amrik, saranin sya ke psikolog, ktanya bahaya klo ketagihan xanax. Tp dinegaranya kan banyak psikolog yah, klo dsini kmna yah? Boleh ksh tau ga? Sya tinggal d denpasar bali

  29. Halo dok, saya sudah setahun terakhir stress masalah kuliah. Sampe narik djri dari sosial. Dari temen2 diperkuliahan. Kecuali ada acara dikampus itupun saya selalu ngerasa berpura pura sbgmn yg mereka mau. Saya takut ketemu mereka. Saya sudah konsultasi di beberapa psikiater dan psikolog online di app halodoc. Karna diduga depresi akhirnya saya disuruh ke dokter langsung. Saya langsung ke psikiater, saya ceritain semua nya sampe akhirnya dikasih ibat
    Tapi sehabis itu saya disaranin untuk pindah ke dokter yg bee bpjs saja. Di dokter bpjs saya cuma ditanya gimana perkembangan setelah minum obay dan dikasih obat baru. Apakah saya perlu ke psikolog juga dok?

    1. Halo Yunami 🙂

      Setelah minum obat yang diresepin, ada perubahan nggak?
      Kayanya perlu juga sih ke psikolog, soalnya terapi psikologi yang dibarengi obat bisa lebih efektif.
      Kalo emang jadi ke psikolog, ceritakan kalo kamu mengkonsumsi obat juga ya 🙂

  30. Hai, aku selalu punya keinginan buat ke psikolog tapi takut, bahkan sampai sekarang sudah bekerja masih aja takut mengambil langkah ke psikolog. Mood ku sering banget naik turun, selalu berpikir hal buruk akan terjadi ke diri sendiri, selalu ga pede aja gitu. Pas mood lagi turun tuh rasanya kayak, saya merasa saya orang paling buruk gitu, I feel like I’m useless and just doesn’t have a good heart. Kadang sampe menghambat kinerja gitu

  31. Kak, saya takut bicara sama orang, selalu terlihat cemas gitu (menurut saya sih, tapi kata yang lain saya biasa aja), susah ngungkapin perasaan bahkan sama keluarga, saya biasanya blank gitu, Saya juga susah bicara jujur, ditambah lagi pelupa dan entah kenapa saya sekarang gampang ketiduran tapi kalau malam gk bisa tidur. Saya dulu pernah dibully, banyak di marahin gara – gara hal sepele, sering dibentak – bentak, dan saya tumbuh besar dititipin di rumah kakek nenek. Sekarang saya sama orang tua saya, orang tua saya keras. Gejala – gejala di atas tadi sekarang tambah parah. ini gimana ya kak? Terimakasih

    1. Halo Auliah :)))

      Berhubung gejalanya kamu bilang makin parah, kami gak berani diagnosa macem-macem. Tapi kamu bisa ke psikolog gak?
      Coba deh cari di puskesmas atau rumah sakit deh.

      Kalo bisa pergi sendiri ya pergi sendiri aja, kalo bisa sama orang tua lebih bagus, jadi komunikasi kalian bisa disamakan.

  32. Halo kak, kecenderungn utk bunuh diri dan menyakiti dri sendiri itu termasuk depresi bukan?😐
    terus cara yg efektif utk ngilanginnya gmn y kak?
    Saya sering nyayat tgn soalnya😐 trs prnah percobaan bnuh dri dg minum parfum tp untungnya msih idup:(

    1. salah satu gejala depresi tahap lanjut adalah munculnya keinginan bunuh diri dan sering memikirkan tentang kematian.
      tapi ciri utama dari depresi adalah perasaan hampa dan kosong, serta gerakan yang menjadi lamban. kalo kamu nggak mengalami ini, mungkin kamu bukan depresi.

      ada sih kecenderungan menyakiti diri sendiri yang bukan depresi, namanya suicidal behavior. tapi kamu ke psikolog dulu aja buat memastikan.

      terus juga nanti di sana ditangani pake psikoterapi.

  33. Kak, aku mau nnya ni.. Aku sejak kuliah itu berbeda banget sifatnya suka nangis, suka marah-marah kadang juga murung sendiri ngk mau ngomong sama orang di kmpus padahal ngk salah apa” orang nya trus mood aku juga suka naik turun kak
    gelaja seperti itu apakah termasuk depresi kak? dan apakah harus ke psikolog? tolong solusinya kak lagi bingung amat soalny

    1. kamu merantau nggak? atau kuliahnya jauh dari teman-teman sma dulu?
      mungkin proses adaptasi yang sulit jadi membebani kamu.

      tapi cobalah dateng ke psikolog biar nanti bisa didiagnosa lagi…

  34. Hallo dok,kenapa ya akhir2 ini saya sering mudah tersinggung dan marah padahal lg bercandaan dan mood juga naik turun ☹️

  35. kak, saya merasa mnyukai sesama jenis, dan saya takut akan hal ini, ini jga membuat saya membenci diri sndiri, saya jga ingin normal, tpi sulit, apa saya harus konsultasikan ke psikolog mngenai masalah ini?

  36. Kak apa aku harus ke psikolog ya? Aku suka tb tb nangis sendiri ngerasa sepi sendiri dan nyalahin diri sendiri atas kesalahan dimasa lalu dan mood yg susah selalu jelek kadang sampe sakit kepala. Saya sempet berfikir apa karna saya menutup diri untuk menceritakan yg saya rasakan atau bagaimana?karna beberapa kejadian yg lalu saya selalu memahami emosi demi org sekitar .

  37. Kak aku mau tanya , Kecerdasan itu pengaruh dari turunan orang tua gak sih,, aku sering baca artikel informasi , anak jendral A dapat nilai cumlaud, anak direktur PT A mendapatkan nilai tertinggi di kelasnya,, sedangkan anak yang lahir dari keluarga biasa2 saja, jarang banget punya prestasi akdemik,, walaupun ada 1 atau 2

    1. halo angga :)))

      faktor genetik bisa aja mempengaruhi kecerdasan. tapi pola asuh juga bisa mempengaruhi kesuksesan anak.
      misalnya seorang jenderal pasti punya karakter dan kedisiplinan, makanya dia bisa jadi jenderal.
      karakter ini bisa dia tanamkan dan tularkan melalui pola asuh, makanya anaknya jadi sukses.

      pola asuh juga mempengaruhi yaa

  38. Kak aku mau nanya, kalau kita suka ngerasa hampa, kosong dan berpikir bahwa dengan meninggal itu lebih baik buat orang disekitar aku kenapa ya kak? Trus aku merasa kalau aku ini ngga guna banget, pintar engga, cantik engga, rajin engga, pokoknya aku cuma kayak beban gitu. Trus aku juga suka sama seseorang selama 6 tahun ini, tapi selalu aja dipermainkan, mana orang tuanya ga ngasih restu lagi, aku merasa semakin tak berguna, nangis terus menerus, melamun, dan kembali lagi merasa hampa dan kosong. Apa ini masalah yang serius gak kak?

    1. Buat saya sih ini masalah serius dan harus diperhatikan serius juga.

      Kamu punya tempat curhat gak? Saya takutnya kalo kamu memendam sendiri, pikiran-pikiran kamu semakin menguasai kamu.
      Hidup kamu tuh berarti. Kamu mungkin belum sadar, tapi temen-temen dan keluarga sebenernya sayang sama kamu.

      Kalo emang kamu ngerasa cuma jadi beban, seenggaknya berikan bantuan buat orang lain, entah itu berupa uang atau tenaga.
      Kurangi sendirian juga biar lamunan nggak menguasai kamu.

      Kalo ada waktu ya pergilah ke psikolog.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)