Gangguan Kepribadian: Definisi, Ciri-ciri, dan Jenis-jenisnya

Apa itu gangguan kepribadian? Seperti apa saja bentuknya? Lalu, bagaimana ciri-ciri gangguan kepribadian?

1. Definisi Gangguan Kepribadian

Untuk menjelaskan lebih lanjut tentang kepribadian, sebaiknya kita tau dulu kepribadian itu apa.

Pada prinsipnya, kepribadian adalah setumpuk pikiran, perasaan, dan perilaku. Inilah yang membuat kamu… menjadi seorang kamu.

Tumpukan pengalaman, pikiran, dan pemahaman ini membawa pengaruh ke dirimu, terutama dalam cara berpikir, merasa, dan berperilaku.

Sebuah gangguan kepribadian adalah gangguan kejiwaan yang terlihat dari perilaku, pola pikir, dan sikap, yang membuat kamu mengalami masalah dalam hidup. Pengalaman tiap orang terhadap gangguan kepribadiannya berbeda-beda, jadi kesulitan yang dihadapi juga berbeda-beda.

Tapi polanya mirip: cara berpikir dan bertindakmu beda banget dari orang lain.

Satu hal yang khas dalam gangguan kepribadian adalah dia merasa apa yang dilakukannya nggak salah. Jadi, walaupun apa yang dilakukannya membawa masalah, dan mengganggu orang lain, dia merasa bahwa pola pikir dan caranya adalah benar.

Selain itu, ada juga tiga ciri-ciri lain yang hampir selalu muncul:

  • Caramu berpikir, merasa, dan berperilaku membuatmu mengalami banyak masalah besar. Contohnya, kebiasaan berlebihanmu dalam menjaga kebersihan membuat kamu sulit pergi ke mana-mana tepat waktu.
  • Caramu berpikir, merasa, dan berperilaku membuat kamu memiliki masalah di banyak aspek kehidupanmu. Misalnya kamu sulit mengikuti peraturan yang ada, sulit menahan diri agar bersikap baik, atau kamu mengalami kesulitan untuk hidup di kehidupan sosial.
  • Masalah ini sudah terjadi sejak lama. Biasanya gangguan kepribadian sudah terlihat sejak kecil, dan terbawa ketika kamu bertambah dewasa.

 


2. Jenis-jenis Gangguan Kepribadian dan Ciri-cirinya

 

Gangguan kepribadian ada beberapa. Sebagian tertulis di ICD 10 dan DSM V, tapi sebagian lagi sudah dihapus atau dipindahkan ke golongan gangguan kepribadian tertentu.

Secara garis besar, gangguan kepribadian dibagi tiga kluster. Kluster A, B, dan C.
Perlu diingat, kluster ini bukan tingkatan ya. Cuma pengelompokan aja.

Jadi, apa aja sih gangguan kepribadian yang sudah tercatat?

 


Kluster A: Curigaan dan menjauh dari lingkungan

2.1 Gangguan Kepribadian Skizotipal

Definisi Gangguan Kepribadian Skizotipal

Gangguan kepribadian skizotipal atau gangguan skizotipal adalah gangguan kejiwaan yang dicirikan dengan kecemasan sosial, sikap paranoid, dan bahkan kepercayaan terhadap sesuatu yang nggak masuk akal.

Orang dengan gangguan ini nggak nyaman membangun hubungan dengan orang lain, terutama karena mereka berpikir bahwa hubungan dekat dengan orang lain punya dampak buruk.

Jadinya, orang dengan gangguan kepribadian skizotipal memilih menghindari hubungan dekat.

Gaya bicara yang aneh dan cara berpakaian yang nyentrik sering jadi tanda-tanda dalam gangguan ini. Orang dengan gangguan kepribadian skizotipal mungkin responnya akan aneh kalo diajak ngobrol, nggak merespon, atau bahkan malah menjawab dengan cara ngomong sendiri.

Orang dengan gangguan kepribadian skizotipal biasanya cuma punya sedikit teman, dan biasanya itu karena keinginannya sendiri. Ini karena orang dengan skizotipal ini biasanya nggak memandang hubungan sebagai sesuatu yang penting.

Orang dengan gangguan kepribadian skizotipal cenderung percaya banget dengan hal-hal paranormal dan takhayul.

Jadi kalau ada situasi yang aneh sedikit langsung dihubungkan dengan takhayul atau ada hal-hal spiritual.
Tapi belum tentu yang percaya takhayul itu gangguan kepribadian yaa.

Di skizotipal, kepercayaan terhadap takhayul ini menjadi standarnya dalam menjalani hidup dan berteman. Jadi dia menganggap kalo teman tertentu, atau pakaian tertentu, bisa membawa sial. Jadi dia akan berusaha menjauhinya. Gitu-gitu deh.

Gangguan kepribadian skizotipal biasanya cuma terjadi 3% dari populasi, dan seringnya terjadi pada laki-laki. 

Ciri-ciri

Orang dengan gangguan kepribadian harus punya tiga atau lebih dari ciri-ciri berikut:

  • sulit membuat hubungan dekat dengan orang lain
  • berpikir dan mengekspresikan diri dengan cara yang dianggap aneh, menggunakan kata-kata atau kalimat yang nggak wajar.
  • berkelakuan yang dianggap aneh atau nyentik
  • merasa bisa membaca pikiran orang, dan percaya bahwa dia punya indera keenam
  • merasa gugup dan tegang terhadap orang lain yang nggak sepaham dengannya
  • gugup dan parno dengan orang lain di situasi sosial kayak kelas, sekolah, atau tempat ramai lain

 

Penyebab gangguan skizotipal

Penyebab gangguan kepribadian skizotipal belum diketahui secara pasti, namun besar kemungkinan gangguan ini muncul karena kesalahan fungsi otak dan faktor genetik.

 

Cara penanganan gangguan skizotipal

Gangguan kepribadian skizotipal sebaiknya ditangani dengan beberapa jenis psikoterapi.

Orang dengan skizotipal memang punya pikiran-pikiran aneh. Tapi, terapis atau psikolog harus tetap ingat bahwa  tujuan utama terapi bukan untuk mengubah atau menghantam pikiran delusional tersebut secara langsung.

Yang paling penting adalah dukungan dan penerimaan untuk klien.

Pengobatan mungkin saja dilakukan dengan kerjasama antara psikolog dan psikiater.

 

 


2.2. Gangguan Kepribadian Paranoid

Definisi gangguan kepribadian paranoid

Gangguan Kepribadian Paranoid adalah gangguan kejiwaan yang ciri khasnya adalah sikap parno, curigaan, dan nggak percaya sama semua orang.

Individu dengan gangguan kepribadian ini biasanya sensitif, gampang tersinggung, dan menghubungkan segala sesuatunya dengan kemungkinan yang menakutkan. Orang dengan gangguan kepribadian paranoid selalu mengamati keadaan sekitar.

Mereka berpikir bahwa mereka sedang dalam bahaya, selalu mencari tanda-tanda kemunculan bahaya tersebut, dan nggak percaya kalau dikasih tau bahwa bahaya itu nggak ada.

Orang dengan gangguan ini selalu meminta perlindungan dan curigaan dan secara emosi hampir selalu terkekang. Kemampuan mereka dalam menciptakan hubungan emosional dengan orang lain sudah hampir nggak ada, menyebabkan mereka sendiri merasa terasing selama hidupnya.

Orang dengan gangguan paranoid pun suka mendendam, curigaan, tersinggungan, dan sering merasa bahwa apa-apa yang terjadi selalu ditujukan untuknya. Klien dengan gangguan ini pun bisa juga terkomplikasi dengan gangguan kepribadian lain.

Ciri-ciri

Dari PPDGJ, orang dengan gangguan kepribadian paranoid punya ciri-ciri sebagai berikut.

  • Kepekaan berlebihan terhadap penolakan dan kegagalan
  • Cenderung mendendam, menolak memaafkan penghinaan, luka hati, atau masalah kecil
  • Kecurigaan dan kecenderungan yang mendalam untuk mendistorsikan pengalaman dengan menyalahartikan tindakan orang lain yang netral sebagai bentuk penghinaan
  • Rasa bermusuhan dan ngotot menuntut hak pribadi tanpa memperhatikan situasi yang ada
  • Kecurigaan berulang tanpa dasar tentang kesetiaan pasangannya
  • Kecenderungan untuk merasa dirinya penting secara berlebihan, yang bermanifestsasi dalam sikap yang selalu merujuk ke diri sendiri
  • Preokupasi dengan penjelasan-penjelasan yang bersekongkol dan tidak substantif terhadap suatu peristiwa, baik yang menyangkut diri sendiri maupun pada dunia

 

Penyebab gangguan kepribadian paranoid

Gangguan Kepribadian Paranoid biasanya muncul di fase dewasa awal, alias sekitar umur 18-20 tahunan. Selain itu, gangguan ini lebih sering dialami laki-laki daripada perempuan.

Untuk penyebab pastinya sendiri belum diketahui. Namun, peneliti meyakini bahwa gangguan ini disebabkan karena faktor genetik dan pengaruh lingkungan.

gangguan kepribadian paranoid

gangguan kepribadian paranoid

Gangguan ini lebih sering muncul pada keluarga dengan sejarah skizofrenia dan gangguan delusional. Trauma masa kecil juga bisa jadi salah satu faktor.

 

Cara penanganan gangguan kepribadian paranoid

Penanganan gangguan ini sangat mungkin dilakukan. Tapi yang jadi masalah adalah pemilik gangguan paranoid biasanya nggak mau diterapi. Masuk akal, mengingat paranoid ini punya sifat curigaan.

Namun kalau si pemilik gangguan ini mau menerima terapi, maka konseling dan psikoterapi ini bisa sangat membantu. Metode penanganan paranoid ini di antaranya:

  • membantu individu belajar cara menerima gangguan tersebut
  • belajar komunikasi dengan orang lain tanpa curiga di tempat umum
  • membantu mengurangi rasa curigaan dan ketakutan

Pengobatan mungkin aja sih dilakukan, terutama kalau penderitanya terkomplikasi dengan depresi atau gangguan kecemasan. Pengobatan di antaranya dengan antidepresan dan benzodiazepin. Tetep perlu diingat, pengobatan butuh resep dari psikiater.

Gabungan pengobatan dengan konseling atau psikoterapi akan mempercepat proses penanganan.

 

 


2.3 Gangguan Kepribadian Skizoid

Definisi gangguan kepribadian skizoid

Gangguan kepribadian skizoid adalah sebuah gangguan kejiwaan yang ciri utamanya adalah males berhubungan dengan orang lain. Ciri khas skizoid adalah selain nggak mau berhubungan dengan siapapun, dia juga penuh rahasia, dingin, dan apatis sama orang lain.

Orang yang memiliki gangguan skizoid tidak mampu menciptakan hubungan yang intim dengan orang lain.

Kan manusia adalah makhluk sosial. Lalu, gimana orang skizoid memenuhi kebutuhan sosialnya?

Dengan berkhayal. Untuk melampiaskan keinginannya bersosialisasi, orang skizoid menciptakan dunia khayalan yang detail, lengkap, dan eksklusif.

Tapi bukan berarti semua yang penyendiri itu skizoid ya. Orang skizoid juga berbeda dengan introvert.

Segimanapun orang introvert, mereka masih bisa dan mau berhubungan sama orang lain. Minimal chat lewat hape lah. Kalau orang skizoid, enggak. Mereka mungkin aja bisa, tapi mereka merasa nggak butuh ngomong sama orang.

Skizoid juga masih berhubungan dengan skizotipal (yang udah kita omongin tadi) dan skizofrenia. Mirip tapi gak sama. Tapi, beberapa penelitian menyebut bahwa faktor genetik antara skizoid, skizotipal, dan skizofrenia punya kemiripan. Makanya, gangguan kepribadian skizoid disebut juga dengan gangguan spektrum skizofrenia.

Lalu muncul pertanyaan: kan ada tuh orang-orang yang menyendiri dari kehidupan dunia, katakanlah untuk mengejar kehidupan yang lebih tinggi seperti nirwana. Apakah layak orang seperti itu disebut skizoid?

Ada beberapa kritik yang bilang bahwa definisi skizoid ini bisa bentrok dengan budaya atau agama tertentu. Jika memang ada bentrokan semacam itu, perlu dilihat lagi bagaimana kualitas hidup orang tersebut.

Perlu dilihat juga bagaimana orang tersebut memandang kehidupan sosial. Apakah dia menjauh atau menyepi karena kebutuhan agama (contoh: mau bertapa), atau apakah dia menjauh karena memang benci orang lain.

Seseorang dengan gangguan skizoid akan memberikan dampak negatif, entah pada dirinya sendiri atau ke orang lain. Perlu dilihat juga kualitas hubungannya dengan orang lain, status sosialnya, dan bagaimana kesejahteraannya.

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Skizoid

Ciri-ciri utama dari gangguan kepribadian skizoid, di antaranya:

  • Nggak tertarik membentuk hubungan akrab sama orang lain, termasuk keluarga
  • Merasa bahwa orang lain hanya mengganggu
  • Lebih suka tenggelam dalam khayalan
  • Memilih hidup tanpa gangguan orang lain
  • Susah dibikin senang
  • Kurang tertarik dengan hubungan intim dan seks
  • Dingin sama orang lain
  • Sulit mengekspresikan perasaan
  • Minim selera humor
  • Terlihat tidak punya motivasi dan tujuan hidup
  • Tidak bereaksi ketika dipuji ataupun dikritik orang lain

Penyebab

Penyebab gangguan kepribadian skizoid masih belum pasti, namun peneliti meyakini bahwa faktor genetik dan pola asuh memainkan peranan.

Faktor yang meningkatkan resiko munculnya gangguan ini, di antaranya adalah orang tua yang punya gangguan skizofrenia, skizotipal, atau skizoid. Atau waktu dalam pengasuhan dia diperlakukan dengan dingin.

 

Penanganan

Gangguan skizoid ini memang masih jarang dipelajari. Data klinisnya juga dikit, karena memang masalah ini jarang dihadapi di dunia klinis. Banyak, tapi jarang yang akhirnya datang ke psikolog atau psikiater.

Karena jarang ini, penanganannya yang paling efektif masih belum diketahui.

 


2.4 Gangguan Kepribadian Antisosial/Dissosial

 gangguan kepribadian antisosial

Definisi Gangguan Kepribadian Antisosial

Gangguan kepribadian antisosial, atau dikenal juga dengan gangguan kepribadian disosial dan sosiopat, adalah sebuah gangguan kepribadian yang dicirikan dengan perilaku melawan atau melanggar hak-hak milik orang lain. Paling sering kelihatan di gangguan kepribadian ini adalah moralnya yang tak terlihat, punya sejarah berbuat kriminal, pernah melanggar hukum, serta perilaku yang agresif.

Istilah gangguan kepribadian antisosial sendiri adalah nama yang ditulis di Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM).

Sementara, istilah ini di International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems (ICD) disebut sebagai Dissocial personality disorder (DPD) atau gangguan kepribadian dissosial.

Namanya aja sih yang beda. Tapi secara umum, diagnosa untuk antisosial dan dissosial mirip-mirip.
Namun di Indonesia sendiri lebih populer dengan antisosial, karena kita lebih sering pakai DSM dan PPDGJ.

Baik Buku DSM maupun ICD, keduanya bilang bahwa psikopat dan sosiopat tergolong pada gangguan kepribadian antisosial. Namun ada juga beberapa peneliti yang membuat perbedaan konsep antara gangguan kepribadian antisosial dan psikopat.

Mereka meyakini kalau psikopat adalah gangguan yang diagnosanya punya kesamaan dengan antisosial, tapi ada beberapa ciri-ciri psikopat yang nggak bisa dibilang antisosial.

Salah satu alasannya adalah psikopat masih bisa berhubungan dengan dunia sosial, walaupun itu katakanlah hanya akting. Meskipun akting, tapi kan dia masih bisa?

Ini beda dengan sosiopat ataupun antisosial, yang udah fix nggak bisa berhubungan dengan masyarakat.

Penjelasan lebih lengkap tentang psikopat ada di sini.

Ciri-ciri

Orang dengan gangguan kepribadian antisosial memiliki ciri-ciri:

  • Membahayakan diri sendiri dalam situasi penuh resiko, seringkali tanpa mempertimbangkan akibatnya untuk diri maupun orang lain
  • Melakukan tindakan berbahaya dan seringkali ilegal
  • Melakukan tindakan yang buat orang lain nggak menyenangkan
  • Sangat mudah bosan, bertindak tanpa berpikir
  • Berperilaku agresif dan sering berkelahi
  • Melakukan apapun untuk mendapat yang diinginkan, seringkali dengan cara yang kasar
  • Punya catatan kriminal
  • Tidak merasa bersalah setelah menyakiti orang lain
  • Percaya pada yang terkuatlah yang akan berkuasa
  • Bakatnya sudah terlihat sejak sebelum 15 tahun

Untuk mendapat diagnosa antisosial, kamu minimal harus berusia 18 tahun.

Penyebab

Tidak ada penyebab pada gangguan kepribadian antisosial. Namun ilmuwan meyakini bahwa gangguan di struktur otak dan perilaku orang tua yang agresif menjadi faktor yang mempengaruhi.

 

Penanganan

Penanganan untuk gangguan kepribadian antisosial bisa dibilang sulit.

Meskipun kita menyebutnya sebagai gangguan, namun yang paling terganggu adalah kita sebagai masyarakat. Orang yang memiliki gangguan itu sendiri malah merasa fine-fine aja. Ini menyebabkan penanganan sulit dilakukan.

Keadaan ini diperparah dengan orang itu sendiri yang memang tidak suka dengan orang lain.

Namun jika ingin melakukan penanganan, psikoterapi dengan terapi bicara bisa dilakukan. Psikiater juga bisa meresepkan obat untuk mengurangi kecemasan dan depresi seperti prozac. Obat lain juga bisa diberikan, tergantung gejala perilaku apa yang muncul.

 


Kluster B: Mood naik turun dan sering lebay

 

2.5 Gangguan Kepribadian Borderline (Ambang)

gangguan kepribadian borderline

Definisi Gangguan Kepribadian Borderline

Gangguan kepribadian borderline atau Borderline personality disorder (BPD), atau dikenal juga dengan gangguan kepribadian emosional tidak stabil, adalah sebuah gangguan kepribadian dengan pola perilaku nggak normal dengan hubungan yang kurang stabil dengan orang lain, emosi yang mudah naik turun, dan kurangnya pengendalian diri.

Ciri utama orang borderline adalah emosinya yang cepat sekali berubah, dari senang riang gembira kayak selalu senyum, tertawa, berubah jadi nangis dan ngelempar barang-barang.

Orang dengan gangguan borderline punya rasa ketakutan diabaikan yang besar. Terus juga sering melakukan perilaku yang mengancam nyawa, sering merasa kosong, dan kadang membahayakan orang lain. Orang yang mengalami gangguan kepribadian borderline ini bahkan moodnya bisa berubah pada kejadian yang biasa aja.

Orang dengan gangguan kepribadian borderline juga beresiko minum-minum alkohol atau ngedrugs, depresi, dan makan berlebih. Borderline meningkatkan kemungkinan berperilaku membahayakan diri sendiri, dan 10% dari pemilik gangguan ini berakhir bunuh diri.

 

Ciri-ciri

Orang dengan gangguan borderline punya ciri-ciri:

  • takut ditinggalkan atau diabaikan, dan melakukan apapun biar itu nggak terjadi
  • emosi yang kuat namun naik turun dengan drastis karena perkara sepele. Jam 8 ceria bahagia, jam 8 lewat 5 udah nangis.
  • seperti nggak punya pendirian, perilaku berubah total tergantung dia lagi sama siapa
  • sulit membangun dan mempertahankan hubungan
  • bertindak tanpa berpikir, dan seringkali tindakannya berbahaya. misalnya makan berlebih, ngedrugs, atau ngebut di jalanan sempit
  • punya keinginan bunuh diri atau melukai diri
  • merasa sendiri dan kosong
  • gampang sekali marah, dan jika marah nggak bisa dikontrol

Jika sedang stres, pemilik gangguan borderline cenderung merasakan:

  • perasaan paranoid
  • berhalusinasi, kayak mendengar atau melihat sesuatu tapi orang lain nggak dengar/lihat
  • mati rasa atau sering melakukan sesuatu sambil ngelamun
  • sering lupa kalau dia habis melakukan sesuatu

Penyebab

Biasanya gangguan ini muncul di fase dewasa awal, atau habis masa remaja.

Penyebab gangguan kepribadian borderline ini masih belum jelas. Tapi kayaknya sih kombinasi dari faktor genetik, kelainan di otak, pengaruh lingkungan, dan salah gaul.

Penelitian juga bilang bahwa kemungkinan mengalami gangguan borderline lima kali lipat lebih besar jika punya kerabat dekat dengan gangguan serupa.

Ada juga yang bilang gangguan borderline bisa dipicu tumpukan kejadian yang traumatis.

Namun, kita nggak bisa asal menyatakan seseorang kena gangguan borderline. Diagnosa ini harus melalui uji medis lebih dulu. Soalnya, gangguan ini punya beberapa kriteria yang mirip sama gangguan identitas atau gangguan penyahgunaan alkohol, dan banyak kemungkinan lain.

Jadi walaupun ada seseorang di dekatmu punya ciri-ciri kayak di atas, sebaiknya jangan langsung bilang dia borderline ya.

 

Penanganan Borderline

Ada beberapa penanganan yang bisa dilakukan untuk gangguan borderline. Bisa dengan psikoterapi, bisa dengan kombinasi obat.

Beberapa psikoterapi yang bisa dilakukan adalah:

  • Dialectical behavior therapy (DBT). DBT adalah jenis terapi psikologis yang didesain khusus untuk menangani gangguan kepribadian borderline. DBT isinya kayak seperangkat teknik melatih diri, di antaranya teknik mengelola emosi, menahan stres, dan teknik meningkatkan hubungan dengan orang lain. Terapi ini bisa individu, bisa kelompok.

 

  • Schema-focused therapy. Terapi terfokus skema ini membantu kamu dalam memahami kebutuhan-kebutuhan yang nggak pernah terpenuhi, yang membawa kamu terjerumus dalam pola hidup negatif. Terapi ini membantu kamu memahami kebutuhan terpendammu dan memenuhinya dengan cara yang sehat, untuk mengubah pola hidup negatif ini jadi positif. Bisa dilakukan sendiri ataupun kelompok.

 

  • Mentalization-based therapy (MBT). Terapi berbasis mentalisasi adalah jenis terapi bicara yang membantu kamu mengenali pikiran dan perasaan dengan cepat, dan dengan segera menciptakan persepsi berbeda terhadap situasi tersebut.Misalnya kamu dihadapkan pada situasi yang bikin bad mood. Nah, MBT membantu kamu untuk segera mengubah pikiran jadi positive thinking, jadi bad mood kamu bisa ditahan. MBT ini memfokuskan pada “mikir dulu baru ngomong”.

 

  • Systems training for emotional predictability and problem-solving (STEPPS). STEPPS adalah terapi 20 minggu yang melibatkan kamu untuk bekerja dalam kelompok. Biasanya anggota keluarga, pasangan, atau temen juga diikutkan di terapi ini.Biasanya terapi yang ini adalah terapi tambahan selain terapi-terapi tadi. Ibarat makan, terapi ini kerupuknya gitu deh.

 

  • Transference-focused psychotherapy (TFP). Juga disebut terapi psikodinamika. TFP membantu kamu memahami emosi dan masalahmu dengan cara mengembangkan hubungan dengan psikolog.Transference meminta kamu menyebutkan apapun yang terpikir olehmu. Apapun. Kemudian, kamu dan psikolog akan bersama-sama menerjemahkan pola yang muncul, dan nanti akan menemukan akar masalahnya.

 

Pengobatan

Walaupun nggak ada obat yang khusus untuk menangani borderline, tapi ada sih obat-obatan tertentu yang membantu mengurangi gejala yang muncul kayak depresi, impulsif, agresi, atau kecemasan.

Obat yang diberikan di antaranya antidepresan, antipsikotik, atau obat yang menstabilkan mood.

Obat semacam ini nggak bisa dibeli sembarangan, harus ada resep dari psikiater.

 

Rawat inap

Kalau sudah membahayakan orang lain, penanganan ini akan dilakukan di rumah sakit. Jadi pasien dirawat inap. Pilihan rawat inap ini akan melindungi pasien dari menyakiti orang lain, juga menjaga pasien dari pikiran dan tindakan bunuh diri.


2.6 Gangguan Kepribadian Histrionik

gangguan kepribadian histrionik

Definisi Gangguan Kepribadian Histrionik

Gangguan Kepribadian Histrionik adalah gangguan kepribadian yang dicirikan oleh tindakan mencari perhatian yang berlebih. Gangguan kepribadian ini mulai muncul di fase dewasa awal. Termasuk dalam gangguan kepribadian ini adalah perilaku menggoda yang nggak pantes, dan kebutuhan berlebih untuk diterima orang lain. Orang histrionik sendiri punya karakter ceria, lebay, antusias, dan genit.

Gangguan kepribadian histrionik terjadi empat kali lebih sering pada perempuan. Untuk presentasinya, sekitar 2-3% dari populasi. Meski demikian, hanya 10% dari pemilik gangguan histrionik yang kemudian menjalani penanganan medis.

Gangguan histrionik masuk di kluster B, alias kluster untuk gangguan cemas dan lebay.

Karakter utama dari gangguan ini adalah keinginan untuk jadi pusat perhatian. Mereka berpenampilan yang mencolok dan seringkali nggak pantes, berlebihan dalam berperilaku dan menunjukkan emosi, dan haus stimulasi seksual.

gangguan kepribadian histrionik

Orang dengan gangguan kepribadian histrionik menunjukkan perilaku yang provokatif secara seksual. Mereka juga menunjukkan emosi dengan cara meniru-niru tokoh, entah itu tokoh betulan atau tokoh film, dan juga mereka gampang dipengaruhi orang lain.

Karakter lain yang juga muncul adalah sifat egois, merasa bahwa semesta berputar untuk dirinya, selalu ingin dipuji, dan dalam memenuhi kebutuhan mereka berani memanipulasi orang lain.

 

Apa bedanya narsisistik dengan histrionik?

Sampai sini kamu mungkin bertanya: bukannya suka mencari perhatian itu karakternya orang narsisistik?

Ya, memang betul keduanya punya kesamaan di situ. Orang narsisistik dan histrionik sama-sama suka jadi pusat perhatian. Tapi, hal yang perlu digarisbawahi adalah gangguan histrionik menggapainya dengan cara bersikap lebay.

Bersikap lebay yang kayak gimana? Misalnya dalam menanggapi sesuatu yang mengagetkan, dia pura-pura pingsan (misalnya lo ya). Kalau dia marah misalnya, dia berakting dengan berteriak-teriak memarahi orang lain di muka umum, sampai semua orang ngeliat.

Apakah orang narsisistik bersikap begitu? No. Narsisistik memang mencari perhatian, namun secara spesifik yang ia inginkan adalah pujian dan perasaan bahwa dirinya penting. Ini akan kami bahas sebentar lagi.

 

Ciri-ciri

Orang dengan gangguan kepribadian histrionik punya ciri-ciri

  • merasa tidak nyaman jika tidak diperhatikan
  • merasa ingin selalu menjadi “sumber hiburan” orang lain
  • genit
  • bersikap provokatif untuk memastikan dirinya jadi pusat perhatian
  • terkenal drama dan overacting
  • kalau melakukan apa-apa selalu khawatir pendapat orang lain
  • gampang dipengaruhi
  • bersikap intim bahkan pada teman biasa
  • punya gaya bicara yang meniru-niru tokoh nyata atau tokoh dalam film
  • menggunakan fisiknya untuk menarik perhatian

 

Penyebab

Penyebab pasti gangguan kepribadian histrionik masih belum diketahui. Namun, ilmuwan yakin bahwa gangguan histrionik adalah hasil bentukan lingkungan dan genetik.

Ada juga kasus di mana dua orang dengan histrionik masih punya hubungan darah yang dekat. Ini menciptakan dugaan bahwa histrionik sebagian dibentuk dari genetik. Di sisi lain, anak yang orang tuanya histrionik bisa memunculkan perilaku meniru orang tuanya.

Adalagi dugaan lain: histrionik muncul dari kedisiplinan yang kurang dibentuk dan perilaku lebay yang dituruti oleh orang sekitar. Anak bisa saja menciptakan perilaku histrionik, karena mungkin itulah satu-satunya cara mendapatkan perhatian dari orang tuanya.

 

Penanganan Histrionik

Penanganan histrionik termasuk sulit, soalnya pemilik gangguan ini tidak menganggap histrionik sebagai gangguan. Selain itu proses penanganannya juga tidak menyenangkan.

Namun jika si pemilik gangguan ini memutuskan untuk berubah, ada beberapa terapi dan pengobatan yang bisa digunakan.

Psikoterapi adalah penanganan yang paling sering dan paling efektif. Penanganannya melibatkan seorang psikolog, ngomongin perasaan dan pengalaman di masa lalu.

Kalau kamu mengalami depresi dan kecemasan, psikologmu mungkin akan merujukmu ke psikiater, untuk mendapatkan resep obat antidepresan.

 


2.7 Gangguan Kepribadian Narsisistik

 gangguan kepribadian narsisistik

Definisi Gangguan Kepribadian Narsisistik

Gangguan kepribadian narsisistik dicirikan dengan pola perilaku yang menganggap dirinya paling penting, kebutuhan dipuji yang berlebihan, dan tidak mampu memahami perasaan orang lain.

Orang yang memiliki gangguan narsisistik seringkali menghabiskan waktu memikirkan gimana caranya mendapatkan kekuasaan atau kesuksesan, atau memikirkan tentang penampilan mereka. Orang narsisistik sering juga memanfaatkan orang-orang di sekitar untuk keuntungan mereka sendiri. Perilaku semacam ini udah muncul di fase dewasa awal, dan terjadi di berbagai macam situasi.

Narsisistik diambil dari mitologi Yunani tentang seorang bernama Narcissus, jomblo yang mencari cinta sejati. Namun walaupun banyak cewek suka sama dia, Narcissus menolak. Malah, cewek yang datang ditolaknya.

Sampai suatu hari, Narcissus melihat sesosok indah di pantulan air. Narcissus terpana, jantungnya berdebar. Sosok di pantulan air inilah “belahan jiwa” yang selama ini dia cari.

Karena jatuh cinta dengan sosok itu, maka Narcissus menceburkan diri ke dalam kolam. Akhirnya karena nggak mau keluar dari air, Narcissus mati di dalam kolam.

Sebenarnya, siapa sosok di pantulan air? Mukanya sendiri.

Walaupun mungkin nggak seperti Narcissus, namun ciri utama narsisistik adalah mencintai dirinya sendiri, secara berlebihan.

 

Grandiose dan Anxiety

Beberapa ilmuwan membagi narsisistik jadi dua: narsisistik grandiose dan narsisistik anxiety.

Grandiose adalah narsisistik yang selama ini kita bayangkan. Ya mereka menggembar-gemborkan kelebihan mereka sendiri, ingin diperlakukan spesial, ingin dipuji, dan lain sebagainya. Mereka ingin hal itu, dan dengan terang-terangan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.

Sementara, narsisistik anxiety adalah versi “mengkerut” dari grandiose. Seperti grandiose, mereka juga ingin diperlakukan spesial, mau dipuji, dsb dsb. Bedanya, mereka nggak melakukan apa-apa untuk mendapatkannya.

Yaaa mereka kelihatannya biasa aja, namun dalam hati mereka marah ketika nggak diperlakukan istimewa. Makanya narsisistik anxiety sering terlihat marah besar untuk sebab yang kadang kita sendiri anggap sepele.

 

Ciri-ciri Gangguan Kepribadian Narsisistik

Ciri-ciri orang narsisistik di antaranya:

  • percaya bahwa dia punya sesuatu yang spesial, unik, beda, pokoknya lebih baik dari orang lain
  • punya self-esteem yang rapuh, menghargai dirinya berdasarkan seberapa besar orang menyukainya
  • marah jika orang di sekitar cuek dan nggak ngasih apa yang dia inginkan
  • iri dengan kesuksesan orang lain
  • meletakkan kebutuhan mereka di atas kebutuhan orang lain, dan ingin orang lain memakluminya
  • biasanya sudah terkenal egois
  • punya kebiasaan memanfaatkan orang lain

 

Penyebab

Penyebab narsisistik sendiri belum diketahui. Namun seperti gangguan kepribadian yang sebelumnya udah kita bahas, faktor genetik dan lingkungan punya peranan.

Narsisistik juga dicurigai muncul karena perlakuan istimewa sejak kecil, namun pendapat ini dianggap masih kurang kuat.

Untuk menyebut seseorang mengalami narsisistik, perlu diagnosa dari psikolog atau psikiater dulu. Jadi walaupun katakanlah ada temenmu yang punya ciri-ciri di atas, jangan langsung bilang dia narsisistik ya.

 

Penanganan Narsisistik

Penanganan narsisistik sendiri bisa dikatakan sulit. Ini karena orang narsis nggak menganggap narsisnya sebagai masalah. Bahkan kalau orang di sekitar terganggu pun, orang di sekitarnyalah yang dia anggap bermasalah.

Kalau akhirnya si narsis ini mau bekerjasama, terapi yang digunakan biasanya terapi psikoanalisa dan terapi CBT. Kalau si narsisistik ini punya kecenderungan membahayakan orang lain, dia berkesempatan menginap di rumah sakit. Ini supaya proses terapi bisa dijalankan lebih intens. Tapi jarang sih yang rawat inap.

Obat khusus untuk narsisistik nggak ada, tapi psikiater mungkin akan meresepkan obat kalau dia depresi, cemas, atau mengalami gangguan mood lain.

 

Kluster C lanjut di sini ya!

 

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

Robi Maulana

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

You may also like...