Waktu baca yang dibutuhkan: 3 menit

Kamu mungkin perlu menghapus game-game mengasah otak dari handphonemu. Manfaat mereka masih dipertanyakan.

Dan tentu aja, banyak game beredar di dunia smartphone. Game yang katanya mengasah otak sekarang bertebaran bisa di-download gratis.

Tadi saya iseng mengetik “brain games” di Play Store. Dan ternyata lumayan banyak juga game untuk melatih otak. Ada 100 lebih.

Game-game ini, di deskripsi mereka, menjanjikan cara yang asik dan seru untuk menghabiskan waktu luang.
Selain menghibur, game-game inipun menjanjikan kamu otak yang lebih tajam dan cerdas.

Well, well, well… asik dan seru? Mungkin iya.

Tapi game-game ini tidak membuat otakmu lebih tajam, ataupun lebih pintar.

Semakin lama kamu memainkan game mengasah otak, kamu akan jago memainkan game-game tersebut. Tapi ya segitu aja. Otakmu tidak akan berkembang seperti yang mereka janjikan.

Kenapa?

Ini karena latihan-latihan yang bersifat mental (dalam hal ini, game mengasah otak) sifatnya “tidak nyambung” dengan aktivitas kita sehari-hari.

Aktivitas sehari-hari apa sih yang mengharuskan kita mencari persamaan kata?
Aktivitas kita yang mana sih yang mengharuskan kita menjumlahkan kotak-kotak sampai 2048?

Jika kita ingin meningkatkan kemampuan otak dalam suatu aktivitas, ya kita harus melatih diri dengan aktivitas tersebut.

Seseorang yang mengasah otak dengan main game, sama kayak orang yang belajar bela diri tapi nggak pernah sparring.
Keahliannya nggak bisa dipakai di dunia nyata, karena memang tidak biasa “dihadapkan” dengan situasi yang serupa dengan keadaan sehari-hari.

baca juga:

Kesimpulan tadi diambil oleh sejumlah peneliti, yang mencoba membuktikan “benar nggak sih game pengasah otak bisa mengembangkan otak?”

Para peneliti yang dipimpin Daniel Simons dari University of Illinois, menetapkan sejumlah standar penilaian – pre-test post-test, menciptakan kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dan melakukan studi pustaka terkait penelitian-penelitian yang sudah ada.

Hasilnya?

Para peneliti ini melihat bahwa penelitian sebelumnya ini kualitasnya buruk. Kurangnya kontrol terhadap kondisi partisipan adalah salah satu alasannya. Selain itu, peneliti sebelumnya tidak menyertakan catatan tentang manfaat main game terhadap kondisi di kehidupan nyata.

Jadi, sejauh ini kalaupun ada penelitian tentang manfaat main game mengasah otak, penelitian itu kurang (dan masih belum) bisa dipercaya.

Terus gimana dong? Masa nggak boleh main game mengasah otak?

Yaa tentu saja boleh. Game-game seperti itu memang asik dimainkan. Tapi jika yang kamu harapkan adalah peningkatan kemampuan otak, maka kamu bisa memperbanyak membaca buku. Bisa juga dengan melatih kemampuan di bidang yang kamu mau.

Lagian, review dari Simons dan teman-teman masih dilakukan sampai sekarang kok. Di masa depan, mungkin akan ada bukti-bukti baru terkait pelatihan otak. Atau akan muncul game mengasah otak yang benar-benar bermanfaat buat otakmu.

Apa pendapatmu tentang game mengasah otak? Boleh dong share di komentar 🙂

sumber:

http://psi.sagepub.com/content/17/3/103.abstract

Brain training exercises just make you better at brain training exercises

 

 

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)