Waktu baca yang dibutuhkan: 8 menit

Kali ini kita akan cari tahu tentang komunikasi interpersonal, aspek-aspeknya, ciri-ciri komunikasi interpersonal, serta alat ukur komunikasi interpersonal.

 

 

Definisi Komunikasi Interpersonal

Mari kita intip definisi komunikasi interpersonal menurut para ahli.

  • De Vito (2009) mendefinisikan komunikasi interpersonal sebagai proses pengiriman dan penerimaan pesan di antara dua orang atau lebih, formal maupun informal. Komunikasi interpersonal dimengerti sebagai umpan balik yang saling berkaitan satu sama lain dengan tujuan untuk membantu seseorang meningkatkan efektivitas pribadi dan efektivitas antara pribadi. Komunikasi interpersonal mengharuskan pelaku untuk bertatap muka antara dua orang atau lebih dengan membawakan pesan verbal maupun non verbal sehingga masing-masing bisa memahami satu sama lain dan berinteraksi secara efektif.
  • Rogers (dalam Rakhmat, 2012) mengatakan bahwa makin baik komunikasi interpersonal, maka makin terbuka seseorang mengungkapkan dirinya dan makin positif persepsinya terhadap orang lain melebihi persepsi dirinya.
  • Tubbs dan Moss (2008) mengartikan komunikasi interpersonal sebagai sebuah proses komunikasi antara komunikan dan komunikator yang ditandai dengan terwujudnya saling pengertian, kesenangan, saling mempengaruhi, hubungan sosial yang baik, juga adanya tindakan nyata sebagai umpan-balik. Komunikasi diharapkan dapat mengurangi dampak buruk yang timbul pada kelompok yang berkaitan dengan kejenuhan dalam pekerjaan.
  • Cangara (2005) menyatakan bahwa komunikasi interpersonal sangat penting untuk meningkatkan hubungan antar individu, menghindari dan mengatasi konflik pribadi, mengurangi ketidakpastian, berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan orang lain, mengendalikan perilaku, memberi motivasi, sebagai pernyataan emosi, dan memberikan suatu informasi.

Jadi, intinya: komunikasi adalah sebuah proses pemberian dan penerimaan pesan dari satu orang ke orang lain. Komunikasi ini bisa antar dua orang atau lebih. Komunikasi ini juga nggak melulu lewat kata-kata, tapi juga dari bahasa tubuh dan ekspresi.

 

komunikasi interpersonal melibatkan tatap muka. sumber: pexels.com

 

Apa bedanya komunikasi interpersonal sama komunikasi lain?

Bedanya adalah: komunikasi interpersonal memerlukan tatap muka. Komunikasi interpersonal dilakukan untuk menyampaikan dan menerima pesan secara “real-time“, jadi umpan balik bisa diterima segera setelah kamu menyampaikan pesanmu.

Misal kamu haus, pengen minum. Terus temen kamu punya air nih.

Kamu bilang deh ke temen kamu,” Gofur, minta minum dong”, karena kamu ingin menyamakan persepsi bahwa kamu haus dan pengen minum. Sambil pasang muka kayak kehausan.

Ketika temen kamu ngeliat ekspresi wajah kamu yang kehausan + kamu bilang kamu minta minum,  otomatis temen kamu ngerti dong kalo kamu haus. Kamu dikasi air deh sama dia.

Kata-kata dan ekspresi wajah kamu menampilkan sebuah pesan. Pesannya apa? Pesannya kalo kamu haus.

Temenmu awalnya gak tau kalo kamu haus. Tapi waktu pesan ini diterima sama temenmu, dia jadi paham kalo kamu haus. Di sini persepsi dia udah sama dengan persepsi kamu.

Komunikasi kamu berhasil deh!

Selain untuk memengaruhi seseorang, komunikasi interpersonal juga digunakan untuk lebih akrab dengan orang lain, menyampaikan informasi, mengatasi konflik, dsb.

 

TAKEAWAYS:

  • Komunikasi interpersonal adalah komunikasi antar dua orang atau lebih, secara tatap muka.
  • Penyampaian pesan ini lewat kata-kata, gerak tubuh, dan ekspresi wajah.

 


Aspek-aspek Komunikasi Interpersonal

senyum, salah satu tanda efektivitas komunikasi interpersonal. sumber: elitedaily.com

DeVito (2012) mengatakan ada lima aspek dalam  komunikasi interpersonal yang efektif. Apa aja?

  • Openness (Keterbukaan). Artinya tiap pihak bersedia membuka diri atau membagi informasi tentang dirinya yang biasanya dirahasiakan, dan juga bersedia mendengarkan pesan dari lawan bicara secara terbuka dan merespon dengan jujur. Gak ada yang disembunyikan.
  • Empathy (Empati). Artinya kemampuan individu untuk memahami lawan bicara berdasarkan sudut pandang lawan bicaranya tersebut. Kemampuan ini membantu individu untuk mengerti apa yang dilalui oleh lawan bicaranya secara emosional. Jadi ikut merasakan perasaan orang lain gitu.
  • Positiveness (Sikap positif). Mengacu pada kemampuan individu dalam menggunakan pesan yang positif. Memuji hal-hal positif yang dimiliki oleh lawan bicara, mengekspresikan kepuasan dalam berkomunikasi dengannya, tersenyum, menjaga kedekatan posisi tubuh pada saat berbicara, dll.
  • Supportiveness (Sikap Mendukung). Terdiri dari dukungan yang terucap maupun yang tidak terucap, seperti senyuman atau anggukan kepala. Memperlihatkan sikap mendukung dengan bersikap : deskriptif bukan evaluatif,  spontan bukan strategik, dan provisional bukan sangat yakin.
  • Equality (Kesetaraan). Komunikasi interpersonal akan lebih efektif bila suasananya setara. Artinya, harus ada pengakuan secara diam-diam bahwa kedua pihak sama-sama bernilai dan berharga, dan bahwa masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang penting untuk dibagi.
    Dalam suatu hubungan interpersonal yang ditandai oleh kesetaraan, perselisihan dan konflik lebih dillihat sebagai upaya untuk memahami perbedaan yang pasti ada daripada sebagai kesempatan untuk menjatuhkan pihak lain.
    Kesetaraan tidak mengharuskan individu untuk menerima dan menyetujui begitu saja semua perilaku verbal dan nonverbal pihak lain. Kesamaan kepribadian bertujuan agar masing-masing pihak yang berkomunikasi merasa dihargai dan dihormati sebagai manusia yang memiliki suatu yang penting untuk dikontribusi kepada orang lain.

 

TAKEAWAYS

Komunikasi Interpersonal dibangun atas:

  • Saling terbuka
  • Saling memahami perasaan
  • Menunjukkan sikap menikmati berkomunikasi dengan lawan bicara
  • Menunjukkan sikap “memihak” lawan bicara saat berkomunikasi
  • Menganggap lawan bicara adalah orang yang layak diajak berkomunikasi

Ciri-Ciri Komunikasi Interpersonal

Gimana sih ciri-ciri komunikasi interpersonal yang baik?

komunikasi interpersonal yang efektif.

Jika dikembangkan dari aspek-aspek tadi, maka ciri-ciri komunikasi interpersonal yang baik adalah:

  • Rasa Saling Percaya. Masing-masing pihak memercayai satu sama lain. Kalo kedua pihak saling percaya, maka tidak ada yang disembunyikan. Pesan bisa disampaikan dengan maksimal. Gak ada yang ditutup-tutupi. Lawan bicara pun bisa memercayai pesan yang diberikan, tanpa perlu merasa curiga.
  • Berempati. Masing-masing pihak bersedia menjaga perasaan satu sama lain. Selain itu juga memahami perasaan lawan bicara. Jadi walaupun ngomong blak-blakan, tetep direm supaya gak menyakiti lawan bicara.
  • Dukungan. Komunikasi interpersonal yang efektif menampakkan kedua pihak yang saling mendukung satu sama lain. Mendukung di sini keliatan dari kedua pihak yang saling menyetujui pendapat satu sama lain.
    Terus kalo pendapatnya salah, apa masih disetujui juga?
    Mendukung bukan berarti setuju dalam segala hal. Mungkin ada beda pendapat, tapi perbedaan ini gak jadi perselisihan. Justru pendapat itu coba dicari jalan tengahnya. Termasuk dalam sikap suportif ini adalah pemberian kritik yang membangun dan nggak menyakiti perasaan.
  • Aura Positif. Komunikasi interpersonal yang efektif terasa nyaman dan positif. Rasa nyaman dan positif ini keliatan dari ekspresi wajah kedua pihak yang santai, tersenyum, dan kata-kata yang digunakan terdengar menyenangkan.
  • Kesetaraan. Pernah ngerasain dianggep remeh sama lawan bicara? Komunikasi Interpersonal yang efektif gak bakal terasa kayak gitu. Di komunikasi interpersonal yang efektif, kamu akan merasa dihargai sama lawan bicara kamu. Kamu akan didenger, dan kamu bakal dimintain pendapat, bahkan dia akan memuji pendapat kamu. Kamu dianggap setara sama lawan bicara kamu.

 

TAKEAWAYS

Komunikasi interpersonal yang efektif keliatan dari:

  • Kedua pihak yang saling percaya
  • Saling mencoba memahami perasaan satu sama lain
  • Saling memperlihatkan dukungan satu sama lain
  • Komunikasi terasa nyaman dan positif
  • Dianggap setara oleh lawan bicara

 


Skala Komunikasi Interpersonal

Adakah skala komunikasi interpersonal?

 

Sebenernya tergantung sih kamu apanya yang mau kamu teliti.

Yang diteliti dari komunikasi interpersonal biasanya sih dua macem: kemampuan subyek atau efektivitas komunikasi interpersonal.

Kalo yang mau diukur adalah kemampuan komunikasi interpersonal subyek, maka kamu bisa pake Interpersonal Communication Inventory punya Bienvenu.

Inventori Bienvenu terdiri dari 54 aitem, dengan tiga pilihan jawaban (ya, tidak, kadang-kadang).

Dasar teori yang dipake Bienvenu beda sama yang saya sebutin di atas. Soalnya, Bienvenu mengukur skill komunikasinya.

Atau bisa juga pake Interpersonal Communication Scale punya Jared Campbell. Skala punya Campbell ini cuma tujuh aitem, jadi bisa diisi secepat kilat.

Valid nggak tuh?

Alpha Cronbach-nya lumayan, 0,729. Tapi mending nggak pake ini deh, soalnya aitemnya dikit.

Kalo misalkan saya mau ngukur komunikasi interpersonal customer service atau komunikasi interpersonal atasan, apakah pake skala di atas?

Nggak.

Dua alat ukur di atas adalah untuk mengukur kemampuan komunikasi interpersonal diri sendiri.
Saya belum nemu sih jurnal tentang alat pengukuran komunikasi interpersonal untuk orang lain.

Nanti kalo ada saya tambahin di sini deh. Ingetin aja di kolom komentar.
Kebanyakan sih akhirnya bikin skala sendiri, berdasarkan teori yang saya sebutin tadi.

Tapi kayaknya inventori punya Bienvenu bisa dimodifikasi deh. Jadi untuk mengukur kemampuan orang lain gitu.

Tanya dulu aja sama dosen pembimbingmu, kira-kira dibolehin apa nggak.

 

Mau kepo variabel penelitian yang lain? Cek di sini deh.


Potensi Penelitian

Gimana nih potensi penelitian untuk komunikasi interpersonal?

 

Prospeknya cerah, masih banyak sisi komunikasi interpersonal yang bisa kamu gali.

Kebanyakan peneliti membuat penelitian berupa persepsi pelanggan terhadap kemampuan komunikasi interpersonal customer service dan hubungannya dengan loyalitas pelanggan.

Ada juga yang mengukur kemampuan komunikasi interpersonal atasan dengan kecenderungan burnout pegawai di sebuah instansi.

Kamu bisa tuh ngukur hubungan komunikasi interpersonal dosen pembimbing dengan tingkat prokrastinasi mahasiswa dalam melakukan bimbingan. Gokil ini mah.

Atau hubungan antara loneliness dengan kemampuan komunikasi interpersonal seseorang. Hipotesanya adalah semakin jarang dia bersama orang lain, semakin buruk kemampuan dia berkomunikasi.

Atau kamu bisa ngukur tingkat kecanduan seseorang terhadap sosmed dan kaitannya sama kemampuan komunikasi interpersonal.

Dampak komunikasi bisa memengaruhi banyak hal kok, jadi masih banyak yang bisa kamu utak-atik.


Nah!

Itu tadi ya sekilas tentang komunikasi interpersonal.

Kalo kamu tertarik buat neliti lebih jauh, ngobrol yuk di sini. Share juga progresmu udah sampe mana.

Kalo kamu mau ngecek variabel-variabel yang lain, mampir aja ke sini. Nggak sakit kok.

See you!

 

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

5 Replies to “Definisi Komunikasi Interpersonal

    1. Halo Sinta, terima kasih sudah mampir 🙂

      judulnya The Interpersonal Communication Book.
      Versi terjemahannya judulnya komunikasi antarmanusia, penerbitnya karisma publishing.

    2. Halo Sinta, terima kasih sudah mampir 🙂
      Judul buku DeVito versi terjemahan adalah Komunikasi Antarmanusia, penerbitnya Karisma Publishing dari Jakarta tahun 2011 cetakan ke-5.

      Judul aslinya adalah The Interpersonal Communication Book, penerbitnya Pearson Publishing dari New York. Cetakan pertama tahun 1976, cetakan terbaru ke 14 tahun 2016.

  1. hallo kebetulannya saya sedang meneliti tentang komunikasi interpersonal ini yang dikaitkan dengan stres mahasiswa yg sedang menyusun skripsi. yang saya ingin tanyakan di sini di buku versi inggrisnya saya menemukan terdapat 14 aspek tapi di jurnal2 penelitian mereka bikin 5 aspek dan dari penjelasannya yang anda paparkan di artikel ini juga hanya 5 aspek. Apa alasannya ya? terimakasih sebelumnya

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)