Virus Corona Datang, Dampak Psikologisnya Kayak Apa Sih?

virus corona di indonesia, virus coronavirus gejala, virus corona terbaru, virus corona cara menghindari, dampak coronavirus, dampak corona di bidang sosial, dampak corona bagi masyarakat, dampak psikologis corona virus, dampak psikologis corona, dampak psikologis orang yang dikarantina,

Dampak psikologis virus corona, ada nggak ya? Berikut ini dampak psikologis yang mungkin akan terjadi seandainya virus corona mewabah di Indonesia.

Di media sosial dan berita manapun kita bakal menemukan topik tentang coronavirus ya.

Virus yang penyebarannya cepat banget ini memang menakutkan, apalagi sekarang WHO udah menetapkan coronavirus disease alias COVID-19 ini sebagai pandemi.

Kalo udah disebut pandemi, berarti persebarannya udah level dunia dan serentak di berbagai daerah.

Meski serem, sayangnya pemerintah pusat (sejauh artikel ini saya tulis) kayaknya kurang serius dalam menanggapi hal ini. Saya gak mau sotoy terhadap alasannya sih, tapi yang jelas respon kurang serius ini juga awalnya dilakukan oleh negara kayak Italia dan Amerika Serikat.

Iklan!

Saya jujur takut kalo corona kemudian gagal diantisipasi, terus menjadi parah dan menyebabkan lockdown harus diberlakukan.

Selain melumpuhkan perekonomian, dampaknya juga terasa bagi psikologis kita.

Coronavirus emang virus yang mengganggu saluran pernapasan. Tapi persebarannya yang cepet tetep aja akan berujung ke psikologis kita yang terdampak??

Yes, lockdown punya dampak bagi kita nantinya. Seenggaknya itulah yang disebutkan dalam beberapa penelitian psikologis terkait karantina diri.

Pemahaman terhadap dampak psikologis dari karantina coronavirus ini memang masih dalam tahap awal, tapi kita bisa berkaca dari penelitian terdahulu.

Untuk itu, kuy kita liat, kalo lockdown ternyata beneran diberlakukan, apa aja dampaknya buat kita dan gimana cara mengantisipasinya.

 

Dampak Psikologis Coronavirus

 

Dampak Psikologis Corona pada Mereka yang Dikarantina

Kalo COVID-19 udah menyebar (amit-amit jangan sampe kejadian), maka langkah-langkah dasar kayak karantina, isolasi diri dan membuat jarak sosial mau nggak mau harus diberlakukan.

Penelitian terkait dampak psikologis dari karantina memang udah ada. Dan hasil penelitian ini seolah memberikan wejangan bahwa efek psikologis dari penyakit apapun yang mengharuskan karantina, dalam hal ini coronavirus, harus ditangani secara serius.

Fakta ini disorot dalam sebuah artikel berjudul Dampak Psikologis Karantina dan Cara Menguranginya .

Dari penelitian ini, disebutkan kalo orang-orang yang sakit dan dikarantina akan berdampak negatif terhadap kesehatan mental. Meski orang yang sakit tapi nggak dikarantina juga mengalami dampak negatif, tapi efek negatif pada orang yang dikarantina terlihat lebih lama.

Meski begitu, dampak negatif karantina ini sebenernya bisa dikurangi.

Beberapa cara di antaranya adalah terus memberikan informasi yang jelas, memasok barang-barang kebutuhan secara rutin, dan tetep terhubung sama temen dan keluarga.

Terus juga, peneliti ini menulis bahwa mengurangi kebosanan dan meningkatkan frekuensi komunikasi harus jadi salah satu prioritas penting.

Tapi yang belum diteliti oleh penelitian ini adalah dampaknya pada kita-kita yang nanti mungkin harus menjalani isolasi diri. Atau setidaknya, dengan kebijakan saat ini untuk menjaga jarak satu sama lain.

 

 

Dampak Psikologis pada Kita yang Tidak Terinfeksi

 

virus corona di indonesia, virus coronavirus gejala, virus corona terbaru, virus corona cara menghindari, dampak coronavirus, dampak corona di bidang sosial, dampak corona bagi masyarakat, dampak psikologis corona virus, dampak psikologis corona, dampak psikologis orang yang dikarantina,

 

Satu hal yang sangat mungkin kita rasakan bersama adalah stres. Laman dari CDC menyebut sebagian tanda stres terkait wabah penyakit menular, di antaranya:

  • Ketakutan dan kecemasan terhadap kesehatan kamu dan orang yang kamu sayangi
  • Perubahan pola makan dan pola tidur
  • Susah tidur dan konsentrasi
  • Kondisi kesehatan yang memburuk
  • Penggunaan alkohol, rokok, dan obat-obatan

Sementara, beberapa cara mengurangi dampak stres terkait coronavirus ini di antaranya:

  • Kurangi melihat, membaca, atau mendengar berita, termasuk sosmed. Informasi terkait corona yang terus diulangi bisa bikin kita terganggu.
  • Tetep jaga kesehatan. Ambil nafas panjang, meditasi, dan olahraga ringan di rumah. Makan makanan yang sehat dan untuk sementara fokus pada jam tidur yang cukup dulu.
  • Tanyakan kabar temen-temenmu. Saling kuatkan satu sama lain.
  • Lakukan aktivitas yang menyenangkan di dalam rumah.

Satu hal yang mungkin akan membesarkan hati kita, kalo memang nanti kita harus menjalani karantina di rumah sakit atau mengisolasi diri di rumah, adalah kita harus inget bahwa tindakan kita ini bener dan mulia.

Dengan membatasi kontak sama orang lain, kita udah membantu mengurangi persebaran virus ini. Kalo semakin banyak orang yang sadar, proses penyembuhan akan lebih gede dibanding mereka yang terkena.

Dengan gitu maka pandemi ini akan makin cepet berlalu.

 

 

Bantuan Psikologis yang Bisa Diberikan untuk Coronavirus

 

Selain menerapkan langkah-langkah untuk memperlambat penyebaran virus, daerah yang terdampak wabah juga harus mengerahkan fokus tambahan untuk mengatasi dampak psikologis.

Gimanapun, ketakutan dan kecemasan akan hinggap di benak semua orang. Bahkan pada mereka yang nggak terkena sekalipun.

Sebuah penelitian terbaru memperlihatkan langkah-langkah yang dilakukan Provinsi Sichuan di China pada Februari kemaren.

Kalo penelitian tentang karantina tadi menyebutkan dampak psikologis yang mungkin ditimbulkan oleh coronavirus, maka tanggapan Sichuan dalam makalah ini menggambarkan cara merespon coronavirus. Dan ini bisa ditiru sama pejabat terkait di negara kita.

Di sana, dinas kesehatan mereka menerbitkan semacam petunjuk self-help dalam menghadapi Coronavirus. Buku manual ini ditulis oleh ahli kesehatan mental. Mereka juga membuka layanan telepon khusus bantuan psikologis yang selalu beroperasi sepanjang waktu.

Penulis penelitian ini menyebut bahwa, “Karena pasien yang tidak kritis disarankan untuk tidak datang ke rumah sakit selama wabah, hotline psikologis dan konsultasi online memainkan peran penting dalam menjaga kesehatan mental warga dalam wabah ini.”

 

 

Bantuan dan Layanan Terkait Virus Corona

 

Katanya Menkominfo bakal segera merilis chatbot Whatsapp khusus untuk informasi Corona Virus. Kalo udah rilis ntar saya tulis di sini.

Untuk daftar rumah sakit rujukan, kamu bisa klik di sini.

Dampak psikologis wabah corona virus ini emang bisa dirasakan pada orang-orang yang masih sehat. Terus juga perekonomian bakal terganggu, apalagi buat mereka yang kerjanya dibayar harian dan gak bisa kerja dari rumah.

Para pekerja kesehatan pun pasti bekerja sambil dihinggapi kecemasan dan ketakutan. Mereka di luar sana bekerja sambil mempertaruhkan nyawa dan kesehatan mereka sendiri.

Yah, semoga pandemi ini segera berlalu, dan kita semua dikasih kesehatan terus.

7 Replies to “Virus Corona Datang, Dampak Psikologisnya Kayak Apa Sih?

  1. Selamat pagi kak robi, kak saya mahasiswa semester akhir saya ingin sekali mengangkat judul tentang corona, karna saya berdomisili di suatu pesantren disini banyak anak yg di karantina bukan hanya pengurus namun juga anak yg rumahnya luar jawa. Apakah saya bisa mengangkat ini sebagai judul skripsi saya jika objeknya memakai anak pndok untuk sempelnya, jadi kak bagaimana ya enaknya judul yang harus saya ambil,🙏🏻 tolong bantuin ya kak🙏🏻 terimakasih

      1. Tapi kak, bukankah penelitian itu dilakukan seharusnya setelah virusnya sudah selesai ya? Gimana kak?

  2. Bang saya berencana ngambil judul skripsi pengaruh perceived social support terhadap Psychological Well Being mahasiswa perantauan yang melaksanakan karantina mandiri selama pandemi covid-19. Menurut Abang apa yg lebih baik saya kurangi/tambahi agar lebih terfokus? Di satu sisi penelitian tt pengaruh PSS thd PWB sudah ada, hanya aja kebanyakan permasalahannya akademik. Mohon pendapatnya bang🙏 terimakasih

    1. ini bagus kok. karantina mandiri dan covid 19 juga termasuk permasalahan baru kan, jadi harusnya akan muncul temuan baru dari penelitian kamu ini, terlepas dari variabelnya pernah dibahas di skripsi lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *