Waktu baca yang dibutuhkan: 16 menit

Butuh judul skripsi dan penelitian? Beberapa judul ini bisa kamu jadikan inspirasi.

 

Artikel ini adalah lanjutan dari 50 Judul Skripsi Psikologi (Terbaru 2017)

Setelah lama nggak menulis tentang judul-judul penelitian psikologi, kali ini saya menyempatkan waktu mengumpulkan sejumlah judul yang mungkin bisa jadi sumber inspirasi kamu.

Beberapa judul di bawah ini kepikiran oleh saya sendiri setelah melihat fenomena yang lagi hangat. Sebagian lagi saya dapet dari jurnal-jurnal psikologi Indonesia.

Iklan!

Judul di bawah ini mungkin nggak banyak, tapi udah saya seleksi tipis-tipis. Saya kurangi penelitian berbasis eksperimen karena skripsi psikologi mau ngejar eksperimen biasanya susyah.

Kualitatif juga sedikit, karena biasanya skripsi maunya cepet gak pake ngetik transkrip. Tapi kalo mau ntar saya bantu cariin. Kasi tau aja kaka~

Ada sih beberapa penelitian berbasis eksperimen yang saya baca dan kayaknya menarik juga, tapi nggak saya tulis. Kabarin/komen aja kalo mau saya tambahin.

 

 

Psikologi Sosial

1. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menelaah Informasi pada (Kelompok A) dan (Kelompok B)

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kamu yang mengikuti perkembangan politik pasti udah kenyang sama informasi hoax. Kamu mungkin mampu ngebedain mana yang hoax dengan yang bukan, tapi sayangnya nggak semua orang bisa begitu.

Ini bisa keliatan dengan maraknya hoax beredar di sosmed dan whatsapp. Nggak jarang kita menemukan cerita kepanikan yang bersumber dari hoax, yang sebenernya bisa dicegah dengan berpikir kritis.

Nah coba deh kamu telaah kemampuan berpikir kritis dalam membedakan hoax dengan berita asli pada dua kelompok berbeda. Kelompoknya apa? Terserah kamu.

Skala berpikir kritis bisa dikembangkan pake teori berpikir kritis/critical thinking. Untuk meneliti kemampuan mengkritisi hoax, kamu perlu memodifikasi aitem menjadi pernyataan yang terkait oleh respon seorang subyek saat menemukan satu berita/gambar.

Contoh skala berpikir kritis ada di sini.

Di skala YCTD (klik link tadi) ada skala kayak gini:

I tend to make a decision hastily without considering a matter carefully.

Kamu bisa modifikasi menjadi:

Setelah membaca informasi di sosial media, saya membaginya ke orang lain.

Orang yang kritis tentu nggak langsung membagikan apapun yang dia temukan ke orang lain, kan? Itu contoh satu. Kamu bisa bikin sendiri nanti.

Referensi menarik bisa dilihat di sini, tapi inget, modifikasi.

 

2. Well-Being Pemilik Akun Berbasis Roleplay

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kamu pasti pernah ngeliat akun-akun ava korea di fanbase atau di menfess twitter.

Akun-akun roleplayer kayak gini cukup marak di twitter. Akun roleplayer sendiri adalah akun yang “bermain peran”, alias menjadi orang yang berbeda di dunia maya. Bisa memerankan idol yang mereka senengin, atau karakter film/buku yang mereka suka.

Kamu bisa meneliti well-being pemilik akun berbasis role-play ini. Ini studi kualitatif, jadi ya harus wawancara mereka. Tanya alasan kenapa bikin akun rp, terus gimana pengaruh akun rp terhadap mood mereka, terhadap studi/kerjaan mereka.

Enakan kualitatif sih, soalnya alasan orang mainan rp tuh macem-macem.

Referensi menarik:

http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/mankom/article/view/6988

 

3. Kadar Cinta pada Pasangan Ditinjau dari Triangular Theory of Love (Kualitatif)

 

Ada sebuah teori tentang cinta dari Sternberg, namanya Triangular Theory of Love. Sternberg menyebut bahwa cinta terdiri dari tiga komponen: keintiman, gairah, dan komitmen.

Lebih jauh, Sternberg menyebut bahwa ada delapan jenis cinta yang dibentuk dari kombinasi tiga komponen tadi. Misalnya ada non-love (tidak ada cinta), infatuated love (cinta yang penuh nafsu badani), dan consummate love (cinta sempurna yang intim, bergairah, dan setia).

Nah kamu bisa meneliti kadar cinta pada sejumlah pasangan pake teori Sternberg ini. Kamu bisa meneliti seperti apa jenis cinta yang terdapat pada satu kelompok pasangan. Yang jadi tantangan adalah jenis cinta Sternberg ada 8, yang ditakutin adalah kalo pake kuantitatif nanti penjabarannya terlalu luas.

Kalo emang pengen kuantitatif, coba berangkat dari satu jenis cinta, misalnya consummate love pada pasangan berusia lanjut atau consummate love pada pasangan yang dijodohkan. Jadi jenis cintanya cukup satu aja.

Kalo emang pengen meneliti semua jenis cinta sekaligus, ya pake kualitatif aja. Jadi tolak ukur menilainya yaaa dari wawancara.

 

4. Dyadic Coping dan Optimisme Kesembuhan pada Pasangan Pasien dengan Penyakit X

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Dyadic Coping adalah strategi coping yang dilakukan oleh dua orang pasangan. Pasangan ini nggak selalu suami-istri sih; bisa berupa rekan kerja, pelatih-atlet, atau dokter-pasien.

Kamu bisa meneliti tingkat dyadic coping dengan optimisme untuk sembuh pada subyek dengan penyakit atau kelainan tertentu. Apakah dukungan dari pasangan dapat memengaruhi optimisme pasien? Kamu bisa teliti di situ.

Referensi menarik:

https://www.researchgate.net/publication/232506978_Dyadic_Coping_and_Its_Significance_for_Marital_Functioning

 

5. Schadenfreude

 

Schadenfreude, dibaca sha-den-froi-de, adalah situasi ketika seseorang seneng ngeliat orang lain susah.

Nah kalo misalnya orang lain mengalami suatu kesialan, dan kamu seneng ngeliat dia apes, itu namanya schadenfreude.

Apa penyebab schadenfreude?

Rendahnya self-esteem menjadi salah satu alasan. Ketika seseorang yang rendah diri bertemu orang lain yang lebih sukses, tentu dia makin minder. Ketika orang yang lebih sukses ini mengalami sedikit kegagalan, “kejatuhan kecil” si orang sukses ini membuat si rendah diri jadi terhibur.

Rasa iri juga memiliki peran. Peneliti menemukan bahwa rasa iri menjadi elemen kuat schadenfreude pada orang-orang profesional di suatu bidang yang kompetitif. Bisa juga terjadi pada orang-orang dengan kaya yang saling menunjukkan pencapaian.

Schadenfreude dalam bentuk ringan adalah tertawa saat orang lain jatuh, salah bicara, atau hal sepele lainnya. Dalam bentuk yang parah dan toxic adalah alienasi alias pengucilan, bisa juga online bullying, dan macam-macam lainnya.

Kamu bisa meneliti intensitas schadenfreude pada suatu komunitas yang kompetitif. Kamu bisa berangkat dari suatu hipotesa, misalnya self-esteem bermain peran, dan kamu mau membuktikan hipotesa itu.

Kalo mau kualitatif saya ada ide nih. Saya kemaren sempet kepikiran schadenfreude pada jagat diskusi politik di media sosial. Kan kamu bisa liat tuh betapa beringasnya reaksi para pendukung capres tertentu ketika oposisi bikin salah. Apakah ini schadenfreude? Apa yang melatarbelakanginya?

Referensi: https://pdfs.semanticscholar.org/6d0e/f29178d6e1937b1057c56889cdd2fd5d7905.pdf

 

 


Psikologi Klinis

 

1. Hubungan Mindfulness dalam Beribadah dengan Kemampuan Regulasi Diri

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kabat-Zinn (1994) menyebut mindfulness sebagai kemampuan untuk berkonsentrasi penuh pada saat kini, dengan sengaja, dan mengabaikan seluruh prasangka.

Dengan mindfulness (gak tau bahasa Indonesianya) kita bisa berkonsentrasi penuh sampai emosi kita jadi netral. Karena emosi yang netral, semua pikiran jelek jadi terhambat, dan kita sendiri jadi tenang.

Mindfulness punya manfaat yang positif.  Hayes & Feldman (2004) menyebut bahwa mindfulness punya potensi menghilangkan kecemasan, khawatir, marah, takut, dan macam-macam reaksi overthinking lainnya.

Kamu bisa membuat penelitian kualitatif tentang ini. Kamu bisa meneliti adakah hubungan antara intensitas ibadah yang mindful, alias konsentrasi penuh, terhadap kemampuan regulasi diri seseorang? Kalo misalnya dia ibadah tapi nggak khusyuk-khusyuk amat, apakah dia tetep bisa meregulasi diri?

Ada beberapa skala dan pembahasan yang bisa kamu liat tentang mindfulness di:

Skala MAAS

FFMQ

Freiburg Mindfulness Inventory

Kapan-kapan mindfulness saya bahas di inspirasi variabel deh ya.

 

2. Hubungan Intensitas Mengakses Instagram dengan Body Image

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ada penelitian dari Fardouly dkk (2018) tentang pengaruh Instagram terhadap body image pada remaja di Amerika dan Australia.

Hasilnya menyebut bahwa penggunaan Instagram beresiko meningkatkan kemungkinan objektifikasi diri, dan membanding-bandingkan diri dengan selebriti dunia maya. Selain itu juga ditemukan bahwa remaja perempuan yang intens menggunakan Instagram merasa ada yang kurang dengan tubuhnya.

Kamu bisa melanjutkan penelitian ini di Indonesia. Untuk pembanding, coba aja gunakan dua sampel; misalnya satu dari sekolah non-asrama, satu lagi sekolah asrama yang membatasi penggunaan ponsel.

Kamu bisa lihat jurnal penelitian psikologi tentang Instagram di sini.

 

3. Intensitas Penggunaan Smartphone dan Well-Being pada Mahasiswa/Siswa

Kamu bisa meneliti hubungan antara seringnya make smartphone dengan kesejahteraan pada sekelompok subyek. Yang paling gampang sih ke siswa atau mahasiswa.

Kalo rasanya terlalu biasa, atau well-being terlalu sering, coba kaitkan ke arah yang lebih spesifik, semisal jenis konten yang dikonsumsi dengan kecenderungan well-being. Misalnya kalo sering ngefollow akun motivasi dikaitkan sama kecenderungan eudaimonic well-being.

Referensi menarik :

https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13633

 

4. Pengaruh Perhatian Terbagi Terhadap Kesadaran Situasi

Ada penelitian bagus yang saya temui, tentang pengaruh perhatian terbagi terhadap kesadaran di lingkungan sekitar. Jurnal ini meneliti kesadaran situasi pengendara mobil kalo fokusnya terbagi sama orang lain.

Tapi jurnal ini melengkapi eksperimennya pake simulator khusus. Jadi kecuali kamu punya alatnya, kamu perlu mengganti subyek atau salah satu variabel.

Kalo misalnya dosen kamu tanya,”mengukur kesadaran situasi nggak bisa pake skala”, di jurnal ini ada teorinya kok.

Papernya bisa kamu cek di sini yes: https://doi.org/10.14710/jp.17.1.87-96

 


Psikologi Pendidikan

 

1. Authoritative Parenting Style Dan Prestasi Belajar

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Prestasi belajar emang penting buat siswa. Kalo dapet ranking tentu orang tua bakal bangga. Makanya orang tua kadang ngebela-belain bayar les atau privat biar anaknya lebih pinter.

Tapi pola asuh orang tua mempengaruhi prestasi belajar nggak yha?

Kamu bisa coba meneliti gaya parenting orang tua dan pengaruhnya ke prestasi belajar. Jurnal yang saya temukan adalah authoritative parenting style.

Kalo psikologi pendidikan kan enak, subyeknya gampang ditemui. Mungkin sebaiknya siswa SMA kali ya.

Jurnalnya bisa kamu liat di sini.

Authoritative Parenting Style bisa kamu liat juga di sini.

 

2. Pengaruh Orientasi Tujuan dan Persepsi Siswa pada Kompetensi Guru Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa

 

Ini buat kamu-kamu yang ngefans betul dengan prokrastinasi.

Prokrastinasi adalah judul paling umum muncul, bersama dengan stres dan self-esteem. Kelebihan judul umum adalah teori Bahasa Indonesianya banyak, kekurangannya ya dosen kadang menolak dengan alasan udah pasaran.

Prokrastinasi biasanya dikaitkan sama kedisiplinan, tingkat stres, self-control, regulasi diri, lokus kendali, atau konformitas.

Jurnal yang saya temui mencoba mengaitkan prokrastinasi dengan persepsi siswa pada kompetensi guru. Dengan kata lain, bisa gak sih persepsi terhadap kecerdasan guru mempengaruhi alasan/tingkat kemalasan mereka dalam belajar?

Perlu dicatat, di penelitian ini ternyata nggak ada pengaruh antara orientasi tujuan dan persepsi siswa pada kompetensi guru terhadap prokrastinasi akademik siswa. Artinya prokrastinasi siswa tidak dipengaruhi sama persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru.

Tapiii perlu diingat pula kalo peneliti di jurnal ini punya metode survei yang agak lemah. Mungkin pelaksanaannya dilakukan pas jam istirahat atau pas mau pulang. Makanya, ditulis di jurnal, kebanyakan siswa nggak menjawab secara serius, jadi distribusi jawabannya nggak rata.

Kamu bisa kembangkan jurnal ini dengan memastikan proses pengisian kuesioner berjalan baik, dan kamu perlu memastikan siswanya kooperatif.

Jurnalnya bisa dibaca di sini.

3. Dampak Efikasi Diri Terhadap Beban Kognitif Dalam Pembelajaran Berbasis Online

Tadi saya menemukan jurnal psikologi tentang dampak efikasi diri terhadap proses belajar matematika.

Di jurnal itu, dicoba diteliti dampak keyakinan siswa terhadap kemampuannya belajar matematika, emosi mereka selama belajar, dan beban kognitif yang muncul selama belajar.

Pernah nggak kamu merasakan pelajaran yang sedemikian berat, sampe-sampe selesai jam pelajaran itu kamu merasa capek, suntuk, dan menghela nafas panjang? Itu artinya kamu baru aja belajar pelajaran yang beban kognitifnya berat.

Beban kognitif itu apa? Beban kognitif adalah usaha yang harus dilakukan oleh memori untuk memproses informasi yang diterima pada rentang waktu tertentu.

Ibaratkan kipas CPU laptop kamu yang mendadak bunyi saat kamu main game berat, atau hape kamu yang ngehang saat kebanyakan ngidupin aplikasi. Nah itu beban kognitifnya kepenuhan.

Efikasi diri, alias keyakinan atas kemampuan diri sendiri, terbukti bisa mempengaruhi reaksi siswa terhadap pelajaran. Misalnya kalo kamu yakin bisa belajar bahasa Inggris, proses belajar akan jadi lebih gampang dan kamu lebih seneng belajar bahasa Inggris. Kalo kamu nggak yakin bisa matematika, proses belajar dan jadi lebih ribet.

Sementara emosi akademik adalah emosi yang muncul selama proses belajar mengajar akademik terjadi. Ini bisa mencakup bosan, marah, bingung, dan lain sebagainya.

Di penelitian ini ditemukan bahwa efikasi diri bisa memprediksi emosi akademik. Contohnya, ketika seseorang udah yakin bisa menguasai pelajaran matematika, maka proses belajar matematika jadi lebih menyenangkan. Emosi akademik pun mampu memprediksi beban kognitif  siswa; kalo senang belajar matematika, beban kognitifnya jadi ringan.

Penelitian ini diujikan menggunakan matematika sebagai konteks mata pelajarannya.

Kamu bisa mencobakan mata pelajaran lain, mungkin mata pelajaran yang ada praktiknya atau belajar berbasis online melalui aplikasi. Atau bisa juga menguji perbedaan beban kognitif berdasarkan teknik mengajar tertentu.

Atau melakukan penelitian eksperimen menggunakan teknik mengajar tertentu, dan diprediksi perbedaan beban antara sebelum dan sesudah teknik itu digunakan.

Sumber Jurnal Dampak Efikasi Diri terhadap Beban Kognitif dalam Pembelajaran Matematika dengan Emosi Akademik sebagai Mediator

 


Psikologi Industri dan Organisasi

 

1. Career Adaptability sebagai Variabel Prediktor untuk Memprediksi Kesuksesan Pekerja Lepas

Di kota besar bekerja jadi freelancer alias freelancer adalah pilihan berkarir yang dilirik. Tidak hanya bebas menentukan jam kerja sendiri, freelancer bisa berlibur kapanpun dia mau.

Ada freelancer yang sukses dan bisa kerja sambil liburan.  Ada juga yang akhirnya menyerah dan gagal sebagai freelancer. Jadi pekerja lepas emang nggak gampang, dan berbagai faktor seperti kemampuan beradaptasi bisa jadi penyebabnya.

Career adaptability atau kemampuan beradaptasi karir adalah konstruk psikososial yang menggambarkan kemampuan individu dalam mengantisipasi tugas, transisi, dan trauma dalam peran kerjanya, yang pada taraf tertentu, mungkin akan mengubah integrasi sosialnya (Savickas, 1997).

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Career adaptability juga bisa berarti kemampuan meregulasi diri dan kapasitas seseorang dalam menghadapi situasi tidak familiar, kompleks, dan tidak jelas yang datang dalam bentuk pekerjaan, transisi pekerjaan, dan trauma kerja (Savickas dan Profeli, 2012).

Berhubung pekerja lepas proyeknya selalu ganti dan kadang jumlah proyeknya naik turun, makanya seorang pekerja lepas perlu beradaptasi untuk bisa survive dan sukses.

Tapi pertanyaannya, apakah kemampuan beradaptasi ini memang penting untuk seorang pekerja lepas? Apakah pekerja lepas yang udah sukses punya kemampuan ini?

Dari sini kamu bisa membuat hipotesa bahwa career adaptability diperlukan untuk seorang pekerja lepas. Kamu bisa temukan freelancer di cafe, coworking space, atau cari aja komunitas onlinenya.

Kamu perlu membuat dua kelompok sampel; yang satu adalah mereka yang baru memulai karir pekerja lepas (setahun-dua tahun), kliennya masih sedikit (kategorikan lagi sedikit itu seberapa), dan lain-lain. Dan kelompok satunya adalah mereka yang sudah sukses sebagai pekerja lepas.

Tantangannya sih mencari freelancer yang bersedia ngisi kuesioner. Kalo pekerja lepas dirasa sulit, coba aja profesi lain kayak sales atau entrepreneur.

Referensi:

https://www.academia.edu/37485530/Career_Adaptability

Contoh skala career adaptability

 

2. Rasa Syukur Sebagai Variabel Prediktor Kecenderungan Turnover

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ada jenis-jenis pekerjaan tertentu yang kecenderungan turnover-nya tinggi. Biasanya kerjaan yang dikejar target kayak sales atau yang kondisi kerjanya kurang kondusif kayak operasional pabrik.

Nah, karyawan yang gonta-ganti sebenernya membuang waktu dan sumber daya perusahaan. Makanya perusahaan perlu memprediksi karyawan/calon karyawan mana yang berpotensi turnover, supaya memperkecil kemungkinan keluar masuknya karyawan di perusahaan.

Caranya? Dilihat dari kemampuannya bersyukur. Aziz dkk (2017) menyebut bahwa rasa syukur dapat membantu mengurangi perasaan bosan yang biasanya menjadi pemicu stres bagi para pekerja serta meningkatkan kepuasan bekerja (Lanham, dkk., 2012), mendorong perilaku prososial di tempat kerja (Bartlett & DeSteno, 2006; Bono, Emmons, & McCullough, 2004; McCullough, Tsang, & Emmons, 2004), memotivasi orang untuk bekerja sama dan bertanggung jawab secara sosial (Andersson, Giacalone, & Jurkiewicz, 2007) dan memberikan persepsi positif di tempat kerja (Watkins, Grimm, & Kolts, 2004).

Lalu, secara moral, syukur dapat menstimulasi orang untuk menghargai dan memahami orang lain (McCullough, Kilpatrick, Emmons, & Larson, 2001). Syukur juga bisa memlihara hubungan interpersonal yang harmonis (Algoe, Haidt, & Gable, 2008).

Perilaku semacam ini akan menimbulkan emosi positif pada diri karyawan, sehingga kemungkinan dia buat bertahan di tempat kerja semakin gede.

Kamu bisa periksa jurnal rasa syukur di https://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I12017.33-43.

 

 

3. Hubungan Antara Loyalitas Terhadap Merk dengan Impulsive Buying

 

Kenapa orang ngantri buat bisa beli iPhone terbaru? Kenapa orang rela ngabisin duit berjuta-juta demi ngedapetin baju/sepatu merk Supreme?

Itu karena mereka loyal terhadap brand. Semakin loyal individu terhadap suatu merk, semakin besar kemungkinannya untuk membeli produk tertentu.

Gimana ya kalo misalnya loyalitas itu sampai pada tahap impulsive buying, alias belinya nggak pake dipikir lagi?

Walaupun emang sih itu merugikan konsumen, tapi itu adalah kesempatan menggiurkan bagi mereka yang membuat bisnis.

Kamu bisa tuh meneliti tentang loyalitas merk terhadap impulsive buying. Bisakah loyalitas kemudian menciptakan kecenderungan belanja impulsif? Adakah faktor lain yang mempengaruhinya?

Tips: Kalo kamu kesulitan menarik benang antara loyalitas merk ke impulsive buying, coba baca lagi tentang konsumsi hedonik di jurnal ini.

Jurnal terkait impulsive buying:

https://www.academia.edu/7485308/Impulsive_buying

Impulsive buying dan kesadaran brand

 

4. Gaya Hidup Brand Minded Dan Intensi Membeli Produk Fashion Tiruan Bermerk Eksklusif Pada Remaja Putri

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ini judul jurnal bikinan kakak tingkat saya dulu. Tahun 2015 sih, tapi masih relevan kok buat dianalisa di tahun 2019.

Jadi jurnal kakak tingkat saya ini menganalisa tentang gaya hidup yang mementingkan merk dan kemungkinan seseorang buat membeli produk versi KW-nya. Penelitian ini difokuskan pada remaja putri di Surabaya.

Kesimpulan dari penelitian ini sih menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara gaya hidup brand minded dengan intensi membeli produk fashion tiruan bermerek eksklusif pada remaja putri. Karena hasil menunjukkan tidak ada hubungan, berarti gaya hidup brand minded tidak berpengaruh terhadap intensi membeli produk fashion tiruan bermerek eksklusif pada remaja putri.

Tapi kamu bisa melakukan pengembangan dengan memfokuskan ke merk tertentu aja, jadi nggak terlalu lebar. Misalnya kalo di anak muda tuh kayak merk Supreme gitu. Atau kamu bisa juga ngefokusin ke remaja cowok.

Jurnalnya bisa kamu intip di sini

 

 

5. Keterikatan Kerja Menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9

 

UWES-9 alias Utrecht Work Engagement Scale-9 adalah skala yang masih baruuuu banget diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Jadi yang make masih belum banyak. Kamu bisa menggunakan UWES-9 dengan tujuan membantu membuktikan validitas dan reliabilitas UWES-9 versi Indonesia ini.

UWES-9 sendiri dipake untuk menganalisa keterikatan kerja. Keterikatan kerja alias work engagement ini adalah pikiran positif dan energi yang seseorang limpahkan ke pekerjaannya.

UWES-9 bisa kamu gunakan untuk menganalisa keterikatan kerja pada profesi yang berat dan penuh tantangan. Misalnya kayak misionaris yang masuk pedalaman, ustad/pengajar yang menangani orang-orang berkebutuhan khusus, pengajar SLB, dan lain-lain. Dipake ke karyawan kontrak juga bisa sih.

Referensi menarik:

https://doi.org/10.14710/jp.17.2.204-217

 

 


Bonus: Psikologi Olahraga

 

1. Metode Kognitif dan Behavioral untuk Mengelola Stres dan Rasa Sakit Akibat Cedera pada Atlet

 

Ini saya nemu jurnal bagus lagi nih tentang psikologi olahraga. Penelitian ini mencoba mengelola rasa sakit dan stres yang terjadi akibat cedera.

Rasa sakit akibat cedera nggak cuma bisa dilakukan lewat obat. Sarafino (2008) menyebut bahwa ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam proses mengendalikan rasa sakit dan stres: operant conditioning, relaksasi dan feedback, distraction, imagery dan redefinition.

Metode-metode kognitif behavioral ini sementara baru dicobakan di atlet basket. Kamu bisa mencoba melakukannya ke atlet cabang olahraga lain.

Perlu diingat, bahwa penelitian ini sifatnya eksperimen, jadi kamu perlu sabar dalam mendampingi subyek penelitian kamu. Kamu juga perlu memahami step by step penanganan yang terjadi. Ini perlu dikonsultasikan ke dosen pembimbing dan ke peneliti sebelumnya sih.

Referensi: https://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I12017.63-76

 

2. Strategi Coping Pelatih-Atlet dalam Mengurangi Stres pada Atlet Cabang Olahraga X

 

Dulu saya pernah membuat penelitian tentang kedekatan pelatih-atlet dan kaitannya dengan kemampuan menangani stres.

Penelitian saya hipotesanya ditolak, karena meski pelatih dan atlet tergolong akrab, kedekatan ini tidak berarti bila keduanya tidak melakukan strategi coping bersama-sama. Terus juga, tingkat stres pada tiap cabang olahraga sebenernya berbeda-beda, jadi nggak bisa dipukul rata.

Tugas kamu adalah mencari tahu strategi coping pelatih-atlet yang dilakukan bersama-sama, dengan memfokuskan pada cabang olahraga tertentu. Kalo difokusin maka hasil penelitiannya lebih reliabel.

Referensi: https://www.researchgate.net/publication/232506356_Understanding_the_Coach-Athlete_Relationship

 


NAH! Itu tadi yes beberapa contoh judul dan penelitian tentang psikologi yang bisa jadi sumber inspirasi kamu. Please jangan tiru/jiplak judul-judul di atas. Cukup dibaca aja buat bahan pertimbangan, dan kamu kembangin sendiri.

Sebelum kamu putuskan judul skripsi, pastikan kesanggupan kamu dalam menemukan subyek, tingkat kerumitan pembuatan skala/asesmen, durasi penelitian yang diperlukan, dan kemudahan dosen terkait untuk ditemui.

Kadang kita idealis mau bikin penelitian yang keren, tapi ujung-ujungnya malah kagok dan bikin kelulusan jadi lama. Padahal orang tua kamu pengennya cepet lulus kan.

Bukan berarti asal nulis penelitian sih. Cuma ya itulah, pertimbangkan matang-matang.

Ya udah, semangat menulis skripsi ya kesayangan-kesayanganku~ Sukses!

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

31 Replies to “Contoh Judul Skripsi dan Penelitian Psikologi – Update 2019

  1. thank you udh buat refrensi skripsi. boleh saya bertanya >.< ? kebetulan saya sedang membuat skripsi dengan judul HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA
    TERHADAP ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
    DENGAN SELF EFFICACY tetapi masih kesulitan dalam menemukan keterkaitan dari kedua variabel tersebut, jadi galau :((

    1. Halo Diyah :)))

      Judul ini sudah di-acc dosen belum? Kayaknya istilah revolusi industri 4.0 ini bukan istilah populer. Takutnya waktu nyebar skala, kamu harus ngejelasin dulu revolusi industri 4.0 itu apa.
      Apalagi variabel x-nya berupa persepsi, rasanya itu bukan sesuatu yang bisa diukur.

      Coba lihat jurnal tentang competitive readiness atau kesiapan berkompetisi deh.

      1. penelitian fenomena memang biasanya bertujuan untuk menggali lebih dalam. kalo menggali lebih dalam, hubungan atau perbedaan (kuantitatif) kurang mencukupi. dan kualitatif adalah cara yang lebih pas untuk itu.

  2. Kalo misal variabel Y nya tentang flow akademik anak akselerasi, itu kan faktor”nya tdk trlalu detail kak..untuk variabel X nya mungkin kakak bisa memberikan sedikit masukan??trimakasih..🙏

  3. Kakk. Judul yang berkaitan sama well being work place apa ya?? Pengen banget ambil itu, cari2 variabel tapi belum nemu

    1. mencari variabel x bisa diliat lagi sasarannya ke siapa. apa kamu mau mengukur faktor pembentuk well being dalam diri karyawan, atau melihat kemampuan perusahaan menciptakan rasa well-being. dari sini aja variabelnya udah mulai beda.

      kalo misalnya ke karyawan, mungkin aja dipengaruhi sama kemampuan beradaptasi, komunikasi interpersonal, resiliensi, motivasi kerja, dll.
      kalo perusahaan, mungkin well-beingness bisa muncul dari beban kerja, k3, keadilan transaksional/interaksional/informasional, dll.

      periksa dulu dari sana, kalo sekiranya bisa dihubungkan sama well-being, maka buatlah hipotesis.

      kalo misal ini semua masih kurang cocok, cari aja jurnal tentang well-being, terus baca faktor pembentuknya apa aja.

      misalnya jurnal ini ada di halaman 573..

  4. Kak aku udah kepikiran untuk buat tentang pemain game online seperti mobile legend dll, tapi blm tau judul ap yg tepat? 😭😭

  5. Halo kak terima kasih banyak sudah membuat web ini🙏 Saya ingi bertanya dan minta solusi tepatnya hehe, saya ingin mengambil fenomena tentang celebrity endorsment tapi masih bingung untuk mengambil variabelnya, kalau dengan kontrol diri dan perilaku konsumtif itu sepertinya sudah banyak, rencananya saya mengambil hubungan kontrol diri dengan perilaku konsumtif dalam membeli produk celebrity endorsment melalui instagramstrories. Kira kira kalau seperti itu bagaimana kak?

    1. kalo yang mau kamu cari tau adalah hubungan antara tingkat membeli karena diendorse seleb, mungkin judul yang lebih pas adalah “hubungan antara tingkat fanatisme terhadap selebriti dengan intensi membeli produk endorsement.

      ini kalo kamu mau mencari tau adakah hubungan ngefans seleb dengan beli produk yang dia endorse. variabelnya adalah fanatisme sama intensi membeli.

      atau bisa juga ke perbedaan intensi membeli pada produk endorsement dan non-endorsement. jadi diliat apakah produk endorsement lebih mungkin dibeli atau nggak.

      atau kontrol diri dengan keputusan membeli produk endorsement. mungkin ini paling pas sama maksud kamu kali ya? jadi apakah seseorang bisa mengontrol diri dalam membeli produk yang diendorse.

  6. Kak kalau judul tentang fatherless baiknya dikaitkan sama pendidikan atau perkembangannya ya ? Penasaran tapi masih bingung karena belum banyak yg pake variabel itu

  7. kaka minta tolong bantuanya aku, mau ambil judul tentang hubungan beda agama cm bingung nyusun kata2nya gmn yg pas. please bantu jwb kak. maksih

    1. kata-kata yang pas itu maksudnya judulnya ya? kalo judul saya juga gak kepikiran.. saya rasa subyekmu bakalan sedikit jadi coba ke kualitatif ya.
      keharmonisan atau tingkat religiusitas mungkin bisa.

  8. kak mau nanya.. jadi aku mau ambil judul tentang hubungan antara body dissatisfication dengan harga diri, tapi kayaknya uda banyak penelitian uyang ambil topik itu… nah pengennya ditambah satu variabel lagi.. nah kira kira kalau dimasukkan variabel shyness itu masuk ga ya kak? atau mungkin ada masukan lain kak? terima kasih…

    1. bisa disambungin kayak gini:
      social comparison -> body dissatisfaction -> harga diri
      atau
      intensitas penggunaan sosial media -> social comparison -> body dissatisfaction
      atau
      thin-ideal internalization sebagai variabel prediktor dari body dissatisfaction.

  9. kak aku mau neliti tentang orang yang pacaran, tapi aku masih belum bisa nentuin variabelnya mana yang X dan mana yang Y. boleh beritahu contohnya kak?:)

    1. sudah liat2 jurnal tentang hubungan pacaran? kamu bisa start dari sana.
      saya gak bisa ngasi contoh karena kamu belum menyebut fenomena/masalahnya.

      1. fenomenanya tuh kenapa sih saat ini bahkan dari dulu banyak orang yang memutuskan untuk berhubungan status (pacaran) apa yang melatarbelakanginya..

        1. kayaknya kalo itu yang dicari, gak perlu penelitian deh.

          coba ini nih hubungan antara gaya kelekatan dengan persepsi terhadap hubungan asmara.
          diliat aja ada hubungan nggak antara gaya kelekatan (antara dia dengan orang tua) dan persepsi dia tentang pacaran, pacaran itu penting apa nggak dsb.
          bahasa sederhananya gini: orang kalo di rumah kurang dapet perhatian atau kurang deket sama orang tua, dia jadi bucin apa nggak. punya tendensi posesif apa nggak.

  10. Halo kak, saya mau buat penelitian tentang werther effect (efek peniru). Fenomena yang saya baca-baca diinternet itu, terkait dengan meniru perbuatan suicidal dari selebriti. Tapi saya masih bingung apa yang mesti saya teliti lebih lanjut. Mohon pencerahannya kak

    1. kalo dikaitkan sama keputusan pembelian produk gimana? mungkin bisa lebih spesifik misalnya ke baju aja, jadi keputusan beli baju karena meniru artis idola.

  11. Kak aku mau neliti ttg ojek online, ojek pengkolan dan angkot.
    Tp msh bingung antara kedisplinan, sikap berkompetisi, atau agresivitasnya?
    Kalau kakak mau pilih apa? Atau ada yg lain?

    1. kesiapan berkompetisi kayaknya lebih seru sih. atau kalo mau, coba liat jurnal2 kemampuan beradaptasi.
      mungkin ojek pengkolan atau angkot nggak mau mencoba online karena minim kemampuan beradaptasi. terus bandingin aja sama driver ojol.
      jadi variabel satu tapi diliat perbedaan antara dua subyek.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)