Waktu baca yang dibutuhkan: 16 menit

Butuh judul skripsi psikologi? Beberapa judul ini bisa kamu jadikan inspirasi.

Artikel ini adalah lanjutan dari 50 Judul Skripsi Psikologi (Terbaru 2017)

Setelah lama nggak menulis tentang judul-judul penelitian psikologi, kali ini saya menyempatkan waktu mengumpulkan sejumlah judul yang mungkin bisa jadi sumber inspirasi kamu.

Iklan!

Beberapa judul di bawah ini kepikiran oleh saya sendiri setelah melihat fenomena yang lagi hangat. Sebagian lagi saya dapet dari jurnal-jurnal psikologi Indonesia.

Judul di bawah ini mungkin nggak banyak, tapi udah saya seleksi tipis-tipis. Saya kurangi penelitian berbasis eksperimen karena skripsi psikologi mau ngejar eksperimen biasanya susyah.

Kualitatif juga sedikit, karena biasanya skripsi maunya cepet gak pake ngetik transkrip. Tapi kalo mau ntar saya bantu cariin. Kasi tau aja kaka~

Ada sih beberapa penelitian berbasis eksperimen yang saya baca dan kayaknya menarik juga, tapi nggak saya tulis. Kabarin/komen aja kalo mau saya tambahin.

 

 

Contoh Judul Skripsi Psikologi Sosial

1. Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menelaah Informasi pada (Kelompok A) dan (Kelompok B)

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kamu yang mengikuti perkembangan politik pasti udah kenyang sama informasi hoax. Kamu mungkin mampu ngebedain mana yang hoax dengan yang bukan, tapi sayangnya nggak semua orang bisa begitu.

Ini bisa keliatan dengan maraknya hoax beredar di sosmed dan whatsapp. Nggak jarang kita menemukan cerita kepanikan yang bersumber dari hoax, yang sebenernya bisa dicegah dengan berpikir kritis.

Nah coba deh kamu telaah kemampuan berpikir kritis dalam membedakan hoax dengan berita asli pada dua kelompok berbeda. Kelompoknya apa? Terserah kamu.

Skala berpikir kritis bisa dikembangkan pake teori berpikir kritis/critical thinking. Untuk meneliti kemampuan mengkritisi hoax, kamu perlu memodifikasi aitem menjadi pernyataan yang terkait oleh respon seorang subyek saat menemukan satu berita/gambar.

Contoh skala berpikir kritis ada di sini.

Di skala YCTD (klik link tadi) ada skala kayak gini:

I tend to make a decision hastily without considering a matter carefully.

Kamu bisa modifikasi menjadi:

Setelah membaca informasi di sosial media, saya membaginya ke orang lain.

Orang yang kritis tentu nggak langsung membagikan apapun yang dia temukan ke orang lain, kan? Itu contoh satu. Kamu bisa bikin sendiri nanti.

Referensi menarik bisa dilihat di sini, tapi inget, modifikasi.

 

 

2. Well-Being Pemilik Akun Berbasis Roleplay

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kamu pasti pernah ngeliat akun-akun ava korea di fanbase atau di menfess twitter.

Akun-akun roleplayer kayak gini cukup marak di twitter. Akun roleplayer sendiri adalah akun yang “bermain peran”, alias menjadi orang yang berbeda di dunia maya. Bisa memerankan idol yang mereka senengin, atau karakter film/buku yang mereka suka.

Kamu bisa meneliti well-being pemilik akun berbasis role-play ini. Ini studi kualitatif, jadi ya harus wawancara mereka. Tanya alasan kenapa bikin akun rp, terus gimana pengaruh akun rp terhadap mood mereka, terhadap studi/kerjaan mereka.

Enakan kualitatif sih, soalnya alasan orang mainan rp tuh macem-macem.

Referensi menarik:

http://karyailmiah.unisba.ac.id/index.php/mankom/article/view/6988

 

 

3. Kadar Cinta pada Pasangan Ditinjau dari Triangular Theory of Love (Kualitatif)

 

Ada sebuah teori tentang cinta dari Sternberg, namanya Triangular Theory of Love. Sternberg menyebut bahwa cinta terdiri dari tiga komponen: keintiman, gairah, dan komitmen.

Lebih jauh, Sternberg menyebut bahwa ada delapan jenis cinta yang dibentuk dari kombinasi tiga komponen tadi. Misalnya ada non-love (tidak ada cinta), infatuated love (cinta yang penuh nafsu badani), dan consummate love (cinta sempurna yang intim, bergairah, dan setia).

Nah kamu bisa meneliti kadar cinta pada sejumlah pasangan pake teori Sternberg ini. Kamu bisa meneliti seperti apa jenis cinta yang terdapat pada satu kelompok pasangan. Yang jadi tantangan adalah jenis cinta Sternberg ada 8, yang ditakutin adalah kalo pake kuantitatif nanti penjabarannya terlalu luas.

Kalo emang pengen kuantitatif, coba berangkat dari satu jenis cinta, misalnya consummate love pada pasangan berusia lanjut atau consummate love pada pasangan yang dijodohkan. Jadi jenis cintanya cukup satu aja.

Kalo emang pengen meneliti semua jenis cinta sekaligus, ya pake kualitatif aja. Jadi tolak ukur menilainya yaaa dari wawancara.

 

 

4. Dyadic Coping dan Optimisme Kesembuhan pada Pasangan Pasien dengan Penyakit X

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Dyadic Coping adalah strategi coping yang dilakukan oleh dua orang pasangan. Pasangan ini nggak selalu suami-istri sih; bisa berupa rekan kerja, pelatih-atlet, atau dokter-pasien.

Kamu bisa meneliti tingkat dyadic coping dengan optimisme untuk sembuh pada subyek dengan penyakit atau kelainan tertentu. Apakah dukungan dari pasangan dapat memengaruhi optimisme pasien? Kamu bisa teliti di situ.

Referensi menarik:

https://www.researchgate.net/publication/232506978_Dyadic_Coping_and_Its_Significance_for_Marital_Functioning

 

5. Schadenfreude

 

Schadenfreude, dibaca sha-den-froi-de, adalah situasi ketika seseorang seneng ngeliat orang lain susah.

Nah kalo misalnya orang lain mengalami suatu kesialan, dan kamu seneng ngeliat dia apes, itu namanya schadenfreude.

Apa penyebab schadenfreude?

Rendahnya self-esteem menjadi salah satu alasan. Ketika seseorang yang rendah diri bertemu orang lain yang lebih sukses, tentu dia makin minder. Ketika orang yang lebih sukses ini mengalami sedikit kegagalan, “kejatuhan kecil” si orang sukses ini membuat si rendah diri jadi terhibur.

Rasa iri juga memiliki peran. Peneliti menemukan bahwa rasa iri menjadi elemen kuat schadenfreude pada orang-orang profesional di suatu bidang yang kompetitif. Bisa juga terjadi pada orang-orang dengan kaya yang saling menunjukkan pencapaian.

Schadenfreude dalam bentuk ringan adalah tertawa saat orang lain jatuh, salah bicara, atau hal sepele lainnya. Dalam bentuk yang parah dan toxic adalah alienasi alias pengucilan, bisa juga online bullying, dan macam-macam lainnya.

Kamu bisa meneliti intensitas schadenfreude pada suatu komunitas yang kompetitif. Kamu bisa berangkat dari suatu hipotesa, misalnya self-esteem bermain peran, dan kamu mau membuktikan hipotesa itu.

Kalo mau kualitatif saya ada ide nih. Saya kemaren sempet kepikiran schadenfreude pada jagat diskusi politik di media sosial. Kan kamu bisa liat tuh betapa beringasnya reaksi para pendukung capres tertentu ketika oposisi bikin salah. Apakah ini schadenfreude? Apa yang melatarbelakanginya?

Ini menarik buat jadi judul skripsi psikologi kamu.

Referensi: https://pdfs.semanticscholar.org/6d0e/f29178d6e1937b1057c56889cdd2fd5d7905.pdf

 

 


Judul Skripsi Psikologi Klinis

 

1. Hubungan Mindfulness dalam Beribadah dengan Kemampuan Regulasi Diri

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Kabat-Zinn (1994) menyebut mindfulness sebagai kemampuan untuk berkonsentrasi penuh pada saat kini, dengan sengaja, dan mengabaikan seluruh prasangka.

Dengan mindfulness (gak tau bahasa Indonesianya) kita bisa berkonsentrasi penuh sampai emosi kita jadi netral. Karena emosi yang netral, semua pikiran jelek jadi terhambat, dan kita sendiri jadi tenang.

Mindfulness punya manfaat yang positif.  Hayes & Feldman (2004) menyebut bahwa mindfulness punya potensi menghilangkan kecemasan, khawatir, marah, takut, dan macam-macam reaksi overthinking lainnya.

Kamu bisa membuat penelitian kualitatif tentang ini. Kamu bisa meneliti adakah hubungan antara intensitas ibadah yang mindful, alias konsentrasi penuh, terhadap kemampuan regulasi diri seseorang? Kalo misalnya dia ibadah tapi nggak khusyuk-khusyuk amat, apakah dia tetep bisa meregulasi diri?

Ada beberapa skala dan pembahasan yang bisa kamu liat tentang mindfulness di:

Skala MAAS

FFMQ

Freiburg Mindfulness Inventory

Kapan-kapan mindfulness saya bahas di inspirasi variabel deh ya.

 

2. Hubungan Intensitas Mengakses Instagram dengan Body Image

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ada penelitian dari Fardouly dkk (2018) tentang pengaruh Instagram terhadap body image pada remaja di Amerika dan Australia.

Hasilnya menyebut bahwa penggunaan Instagram beresiko meningkatkan kemungkinan objektifikasi diri, dan membanding-bandingkan diri dengan selebriti dunia maya. Selain itu juga ditemukan bahwa remaja perempuan yang intens menggunakan Instagram merasa ada yang kurang dengan tubuhnya.

Kamu bisa melanjutkan penelitian ini di Indonesia. Untuk pembanding, coba aja gunakan dua sampel; misalnya satu dari sekolah non-asrama, satu lagi sekolah asrama yang membatasi penggunaan ponsel.

Kamu bisa lihat jurnal penelitian psikologi tentang Instagram di sini.

 

3. Intensitas Penggunaan Smartphone dan Well-Being pada Mahasiswa/Siswa

Kamu bisa meneliti hubungan antara seringnya make smartphone dengan kesejahteraan pada sekelompok subyek. Yang paling gampang sih ke siswa atau mahasiswa.

Kalo rasanya terlalu biasa, atau well-being terlalu sering, coba kaitkan ke arah yang lebih spesifik, semisal jenis konten yang dikonsumsi dengan kecenderungan well-being. Misalnya kalo sering ngefollow akun motivasi dikaitkan sama kecenderungan eudaimonic well-being.

Referensi menarik :

https://dspace.uii.ac.id/handle/123456789/13633

 

4. Pengaruh Perhatian Terbagi Terhadap Kesadaran Situasi

Ada penelitian bagus yang saya temui, tentang pengaruh perhatian terbagi terhadap kesadaran di lingkungan sekitar. Jurnal ini meneliti kesadaran situasi pengendara mobil kalo fokusnya terbagi sama orang lain.

Tapi jurnal ini melengkapi eksperimennya pake simulator khusus. Jadi kecuali kamu punya alatnya, kamu perlu mengganti subyek atau salah satu variabel.

Kalo misalnya dosen kamu tanya,”mengukur kesadaran situasi nggak bisa pake skala”, di jurnal ini ada teorinya kok.

Papernya bisa kamu cek di sini yes: https://doi.org/10.14710/jp.17.1.87-96

 


Psikologi Pendidikan

 

1. Authoritative Parenting Style Dan Prestasi Belajar

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Prestasi belajar emang penting buat siswa. Kalo dapet ranking tentu orang tua bakal bangga. Makanya orang tua kadang ngebela-belain bayar les atau privat biar anaknya lebih pinter.

Tapi pola asuh orang tua mempengaruhi prestasi belajar nggak yha?

Kamu bisa coba meneliti gaya parenting orang tua dan pengaruhnya ke prestasi belajar. Jurnal yang saya temukan adalah authoritative parenting style.

Kalo psikologi pendidikan kan enak, subyeknya gampang ditemui. Mungkin sebaiknya siswa SMA kali ya.

Jurnalnya bisa kamu liat di sini.

Authoritative Parenting Style bisa kamu liat juga di sini.

 

2. Pengaruh Orientasi Tujuan dan Persepsi Siswa pada Kompetensi Guru Terhadap Prokrastinasi Akademik Siswa

 

Ini buat kamu-kamu yang ngefans betul dengan prokrastinasi.

Prokrastinasi adalah judul paling umum muncul, bersama dengan stres dan self-esteem. Kelebihan judul umum adalah teori Bahasa Indonesianya banyak, kekurangannya ya dosen kadang menolak dengan alasan udah pasaran.

Prokrastinasi biasanya dikaitkan sama kedisiplinan, tingkat stres, self-control, regulasi diri, lokus kendali, atau konformitas.

Saya udah nulis tentang prokrastinasi di sini. Dibaca yaa :*

Jurnal yang saya temui mencoba mengaitkan prokrastinasi dengan persepsi siswa pada kompetensi guru. Dengan kata lain, bisa gak sih persepsi terhadap kecerdasan guru mempengaruhi alasan/tingkat kemalasan mereka dalam belajar?

Perlu dicatat, di penelitian ini ternyata nggak ada pengaruh antara orientasi tujuan dan persepsi siswa pada kompetensi guru terhadap prokrastinasi akademik siswa. Artinya prokrastinasi siswa tidak dipengaruhi sama persepsi siswa terhadap kemampuan mengajar guru.

Tapiii perlu diingat pula kalo peneliti di jurnal ini punya metode survei yang agak lemah. Mungkin pelaksanaannya dilakukan pas jam istirahat atau pas mau pulang. Makanya, ditulis di jurnal, kebanyakan siswa nggak menjawab secara serius, jadi distribusi jawabannya nggak rata.

Kamu bisa kembangkan jurnal ini dengan memastikan proses pengisian kuesioner berjalan baik, dan kamu perlu memastikan siswanya kooperatif.

Jurnalnya bisa dibaca di sini.

3. Dampak Efikasi Diri Terhadap Beban Kognitif Dalam Pembelajaran Berbasis Online

Tadi saya menemukan jurnal psikologi tentang dampak efikasi diri terhadap proses belajar matematika.

Di jurnal itu, dicoba diteliti dampak keyakinan siswa terhadap kemampuannya belajar matematika, emosi mereka selama belajar, dan beban kognitif yang muncul selama belajar.

Pernah nggak kamu merasakan pelajaran yang sedemikian berat, sampe-sampe selesai jam pelajaran itu kamu merasa capek, suntuk, dan menghela nafas panjang? Itu artinya kamu baru aja belajar pelajaran yang beban kognitifnya berat.

Beban kognitif itu apa? Beban kognitif adalah usaha yang harus dilakukan oleh memori untuk memproses informasi yang diterima pada rentang waktu tertentu.

Ibaratkan kipas CPU laptop kamu yang mendadak bunyi saat kamu main game berat, atau hape kamu yang ngehang saat kebanyakan ngidupin aplikasi. Nah itu beban kognitifnya kepenuhan.

Efikasi diri, alias keyakinan atas kemampuan diri sendiri, terbukti bisa mempengaruhi reaksi siswa terhadap pelajaran. Misalnya kalo kamu yakin bisa belajar bahasa Inggris, proses belajar akan jadi lebih gampang dan kamu lebih seneng belajar bahasa Inggris. Kalo kamu nggak yakin bisa matematika, proses belajar dan jadi lebih ribet.

Sementara emosi akademik adalah emosi yang muncul selama proses belajar mengajar akademik terjadi. Ini bisa mencakup bosan, marah, bingung, dan lain sebagainya.

Di penelitian ini ditemukan bahwa efikasi diri bisa memprediksi emosi akademik. Contohnya, ketika seseorang udah yakin bisa menguasai pelajaran matematika, maka proses belajar matematika jadi lebih menyenangkan. Emosi akademik pun mampu memprediksi beban kognitif  siswa; kalo senang belajar matematika, beban kognitifnya jadi ringan.

Penelitian ini diujikan menggunakan matematika sebagai konteks mata pelajarannya.

Kamu bisa mencobakan mata pelajaran lain, mungkin mata pelajaran yang ada praktiknya atau belajar berbasis online melalui aplikasi. Atau bisa juga menguji perbedaan beban kognitif berdasarkan teknik mengajar tertentu.

Atau melakukan penelitian eksperimen menggunakan teknik mengajar tertentu, dan diprediksi perbedaan beban antara sebelum dan sesudah teknik itu digunakan.

Sumber Jurnal Dampak Efikasi Diri terhadap Beban Kognitif dalam Pembelajaran Matematika dengan Emosi Akademik sebagai Mediator

 


Judul Skripsi Psikologi Industri dan Organisasi

 

1. Career Adaptability sebagai Variabel Prediktor untuk Memprediksi Kesuksesan Pekerja Lepas

Di kota besar bekerja jadi freelancer alias freelancer adalah pilihan berkarir yang dilirik. Tidak hanya bebas menentukan jam kerja sendiri, freelancer bisa berlibur kapanpun dia mau.

Ada freelancer yang sukses dan bisa kerja sambil liburan.  Ada juga yang akhirnya menyerah dan gagal sebagai freelancer. Jadi pekerja lepas emang nggak gampang, dan berbagai faktor seperti kemampuan beradaptasi bisa jadi penyebabnya.

Career adaptability atau kemampuan beradaptasi karir adalah konstruk psikososial yang menggambarkan kemampuan individu dalam mengantisipasi tugas, transisi, dan trauma dalam peran kerjanya, yang pada taraf tertentu, mungkin akan mengubah integrasi sosialnya (Savickas, 1997).

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Career adaptability juga bisa berarti kemampuan meregulasi diri dan kapasitas seseorang dalam menghadapi situasi tidak familiar, kompleks, dan tidak jelas yang datang dalam bentuk pekerjaan, transisi pekerjaan, dan trauma kerja (Savickas dan Profeli, 2012).

Berhubung pekerja lepas proyeknya selalu ganti dan kadang jumlah proyeknya naik turun, makanya seorang pekerja lepas perlu beradaptasi untuk bisa survive dan sukses.

Tapi pertanyaannya, apakah kemampuan beradaptasi ini memang penting untuk seorang pekerja lepas? Apakah pekerja lepas yang udah sukses punya kemampuan ini?

Dari sini kamu bisa membuat hipotesa bahwa career adaptability diperlukan untuk seorang pekerja lepas. Kamu bisa temukan freelancer di cafe, coworking space, atau cari aja komunitas onlinenya.

Kamu perlu membuat dua kelompok sampel; yang satu adalah mereka yang baru memulai karir pekerja lepas (setahun-dua tahun), kliennya masih sedikit (kategorikan lagi sedikit itu seberapa), dan lain-lain. Dan kelompok satunya adalah mereka yang sudah sukses sebagai pekerja lepas.

Tantangannya sih mencari freelancer yang bersedia ngisi kuesioner. Kalo pekerja lepas dirasa sulit, coba aja profesi lain kayak sales atau entrepreneur.

Referensi:

https://www.academia.edu/37485530/Career_Adaptability

Contoh skala career adaptability

 

2. Rasa Syukur Sebagai Variabel Prediktor Kecenderungan Turnover

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ada jenis-jenis pekerjaan tertentu yang kecenderungan turnover-nya tinggi. Biasanya kerjaan yang dikejar target kayak sales atau yang kondisi kerjanya kurang kondusif kayak operasional pabrik.

Nah, karyawan yang gonta-ganti sebenernya membuang waktu dan sumber daya perusahaan. Makanya perusahaan perlu memprediksi karyawan/calon karyawan mana yang berpotensi turnover, supaya memperkecil kemungkinan keluar masuknya karyawan di perusahaan.

Caranya? Dilihat dari kemampuannya bersyukur. Aziz dkk (2017) menyebut bahwa rasa syukur dapat membantu mengurangi perasaan bosan yang biasanya menjadi pemicu stres bagi para pekerja serta meningkatkan kepuasan bekerja (Lanham, dkk., 2012), mendorong perilaku prososial di tempat kerja (Bartlett & DeSteno, 2006; Bono, Emmons, & McCullough, 2004; McCullough, Tsang, & Emmons, 2004), memotivasi orang untuk bekerja sama dan bertanggung jawab secara sosial (Andersson, Giacalone, & Jurkiewicz, 2007) dan memberikan persepsi positif di tempat kerja (Watkins, Grimm, & Kolts, 2004).

Lalu, secara moral, syukur dapat menstimulasi orang untuk menghargai dan memahami orang lain (McCullough, Kilpatrick, Emmons, & Larson, 2001). Syukur juga bisa memlihara hubungan interpersonal yang harmonis (Algoe, Haidt, & Gable, 2008).

Perilaku semacam ini akan menimbulkan emosi positif pada diri karyawan, sehingga kemungkinan dia buat bertahan di tempat kerja semakin gede.

Untuk referensi judul skripsi psikologi kamu, bisa periksa jurnal rasa syukur di https://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I12017.33-43.

 

 

3. Hubungan Antara Loyalitas Terhadap Merk dengan Impulsive Buying

 

Kenapa orang ngantri buat bisa beli iPhone terbaru? Kenapa orang rela ngabisin duit berjuta-juta demi ngedapetin baju/sepatu merk Supreme?

Itu karena mereka loyal terhadap brand. Semakin loyal individu terhadap suatu merk, semakin besar kemungkinannya untuk membeli produk tertentu.

Gimana ya kalo misalnya loyalitas itu sampai pada tahap impulsive buying, alias belinya nggak pake dipikir lagi?

Walaupun emang sih itu merugikan konsumen, tapi itu adalah kesempatan menggiurkan bagi mereka yang membuat bisnis.

Kamu bisa tuh meneliti tentang loyalitas merk terhadap impulsive buying. Bisakah loyalitas kemudian menciptakan kecenderungan belanja impulsif? Adakah faktor lain yang mempengaruhinya?

Tips: Kalo kamu kesulitan menarik benang antara loyalitas merk ke impulsive buying, coba baca lagi tentang konsumsi hedonik di jurnal ini.

Kalo kamu mau menggunakan impulsive buying sebagai judul skripsi psikologi kamu, ini ada jurnal terkait impulsive buying:

https://www.academia.edu/7485308/Impulsive_buying

Impulsive buying dan kesadaran brand

 

4. Gaya Hidup Brand Minded Dan Intensi Membeli Produk Fashion Tiruan Bermerk Eksklusif Pada Remaja Putri

 

skripsi psikologi sosial, skripsi psikologi kuantitatif pdf, skripsi psikologi ugm, skripsi psikologi ui, skripsi psikologi sosial kuantitatif, skripsi psikologi kualitatif, skripsi psikologi pendidikan, skripsi psikologi eksperimen, skripsi psikologi anak, skripsi psikologi agama, skripsi psikologi abnormal, skripsi psikologi body image, skripsi psikologi budaya, judul skripsi psikologi cinta, contoh skripsi psikologi, contoh skripsi psikologi kualitatif, contoh skripsi psikologi sosial, contoh skripsi psikologi pendidikan, contoh skripsi psikologi pdf, skripsi psikologi dengan metode eksperimen, skripsi psikologi download, skripsi psikologi industri dan organisasi pdf, skripsi psikologi kebermaknaan hidup, skripsi ilmu psikologi, skripsi psikologi loyalitas pelanggan, skripsi psikologi media sosial, skripsi psikologi minat membeli, skripsi psikologi olahraga, skripsi psikologi tentang ocb, skripsi psikologi pio, skripsi psikologi perbedaan, skripsi psikologi regulasi diri, skripsi psikologi perkembangan remaja, skripsi psikologi tentang relawan, skripsi psikologi tentang pernikahan, skripsi psikologi tentang pola asuh, skripsi psikologi tentang remaja, skripsi psikologi tentang kepercayaan diri, judul skripsi psikologi yang unik,

Ini judul jurnal bikinan kakak tingkat saya dulu. Tahun 2015 sih, tapi masih relevan kok buat dianalisa di tahun 2019.

Jadi jurnal kakak tingkat saya ini menganalisa tentang gaya hidup yang mementingkan merk dan kemungkinan seseorang buat membeli produk versi KW-nya. Penelitian ini difokuskan pada remaja putri di Surabaya.

Kesimpulan dari penelitian ini sih menyebutkan bahwa tidak ada hubungan antara gaya hidup brand minded dengan intensi membeli produk fashion tiruan bermerek eksklusif pada remaja putri. Karena hasil menunjukkan tidak ada hubungan, berarti gaya hidup brand minded tidak berpengaruh terhadap intensi membeli produk fashion tiruan bermerek eksklusif pada remaja putri.

Tapi kamu bisa melakukan pengembangan dengan memfokuskan ke merk tertentu aja, jadi nggak terlalu lebar. Misalnya kalo di anak muda tuh kayak merk Supreme gitu. Atau kamu bisa juga ngefokusin ke remaja cowok.

Jurnalnya bisa kamu intip di sini

 

 

5. Keterikatan Kerja Menggunakan Utrecht Work Engagement Scale-9

 

UWES-9 alias Utrecht Work Engagement Scale-9 adalah skala yang masih baruuuu banget diadaptasi ke Bahasa Indonesia. Jadi yang make masih belum banyak. Skripsi psikologi kamu bisa pake UWES-9 dengan tujuan membantu membuktikan validitas dan reliabilitas UWES-9 versi Indonesia ini.

UWES-9 sendiri dipake untuk menganalisa keterikatan kerja. Keterikatan kerja alias work engagement ini adalah pikiran positif dan energi yang seseorang limpahkan ke pekerjaannya.

UWES-9 bisa kamu gunakan untuk menganalisa keterikatan kerja pada profesi yang berat dan penuh tantangan. Misalnya kayak misionaris yang masuk pedalaman, ustad/pengajar yang menangani orang-orang berkebutuhan khusus, pengajar SLB, dan lain-lain. Dipake ke karyawan kontrak juga bisa sih.

Referensi menarik:

https://doi.org/10.14710/jp.17.2.204-217

 

 


Bonus: Psikologi Olahraga

 

1. Metode Kognitif dan Behavioral untuk Mengelola Stres dan Rasa Sakit Akibat Cedera pada Atlet

 

Ini saya nemu jurnal bagus lagi nih tentang judul skripsi psikologi olahraga. Penelitian ini mencoba mengelola rasa sakit dan stres yang terjadi akibat cedera.

Rasa sakit akibat cedera nggak cuma bisa dilakukan lewat obat. Sarafino (2008) menyebut bahwa ada beberapa metode yang bisa digunakan dalam proses mengendalikan rasa sakit dan stres: operant conditioning, relaksasi dan feedback, distraction, imagery dan redefinition.

Metode-metode kognitif behavioral ini sementara baru dicobakan di atlet basket. Kamu bisa mencoba melakukannya ke atlet cabang olahraga lain.

Perlu diingat, bahwa penelitian ini sifatnya eksperimen, jadi kamu perlu sabar dalam mendampingi subyek penelitian kamu. Kamu juga perlu memahami step by step penanganan yang terjadi. Ini perlu dikonsultasikan ke dosen pembimbing dan ke peneliti sebelumnya sih.

Referensi: https://dx.doi.org/10.20473/jpkm.V2I12017.63-76

 

2. Strategi Coping Pelatih-Atlet dalam Mengurangi Stres pada Atlet Cabang Olahraga X

 

Judul skripsi psikologi berikutnya adalah ini! Dulu saya pernah membuat penelitian tentang kedekatan pelatih-atlet dan kaitannya dengan kemampuan menangani stres.

Penelitian saya hipotesanya ditolak, karena meski pelatih dan atlet tergolong akrab, kedekatan ini tidak berarti bila keduanya tidak melakukan strategi coping bersama-sama. Terus juga, tingkat stres pada tiap cabang olahraga sebenernya berbeda-beda, jadi nggak bisa dipukul rata.

Tugas kamu adalah mencari tahu strategi coping pelatih-atlet yang dilakukan bersama-sama, dengan memfokuskan pada cabang olahraga tertentu. Kalo difokusin maka hasil penelitiannya lebih reliabel.

Referensi: https://www.researchgate.net/publication/232506356_Understanding_the_Coach-Athlete_Relationship

 


NAH! Itu tadi yes beberapa contoh judul skripsi psikologi yang bisa jadi sumber inspirasi kamu. Please jangan tiru/jiplak judul-judul di atas. Cukup dibaca aja buat bahan pertimbangan, dan kamu kembangin sendiri.

Sebelum kamu putuskan judul skripsi, pastikan kesanggupan kamu dalam menemukan subyek, tingkat kerumitan pembuatan skala/asesmen, durasi penelitian yang diperlukan, dan kemudahan dosen terkait untuk ditemui.

Kadang kita idealis mau bikin penelitian yang keren, tapi ujung-ujungnya malah kagok dan bikin kelulusan jadi lama. Padahal orang tua kamu pengennya cepet lulus kan.

Bukan berarti asal nulis penelitian sih. Cuma ya itulah, pertimbangkan matang-matang.

Ya udah, semangat menulis skripsi ya kesayangan-kesayanganku~ Sukses!

Author: Robi Maulana

Yang nulis di PH. Sering ada bahan tulisan tapi buntu di tengah jalan. Sekarang main instagram tapi followernya masi dikit.

304 Replies to “Contoh Judul Skripsi Psikologi – Update 2019

  1. thank you udh buat refrensi skripsi. boleh saya bertanya >.< ? kebetulan saya sedang membuat skripsi dengan judul HUBUNGAN ANTARA PERSEPSI MAHASISWA
    TERHADAP ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0
    DENGAN SELF EFFICACY tetapi masih kesulitan dalam menemukan keterkaitan dari kedua variabel tersebut, jadi galau :((

    1. Halo Diyah :)))

      Judul ini sudah di-acc dosen belum? Kayaknya istilah revolusi industri 4.0 ini bukan istilah populer. Takutnya waktu nyebar skala, kamu harus ngejelasin dulu revolusi industri 4.0 itu apa.
      Apalagi variabel x-nya berupa persepsi, rasanya itu bukan sesuatu yang bisa diukur.

      Coba lihat jurnal tentang competitive readiness atau kesiapan berkompetisi deh.

      1. penelitian fenomena memang biasanya bertujuan untuk menggali lebih dalam. kalo menggali lebih dalam, hubungan atau perbedaan (kuantitatif) kurang mencukupi. dan kualitatif adalah cara yang lebih pas untuk itu.

      2. Halo kak, saya ingin teliti tentang hubungan intensitas mengakses instagram, saya bingung cari variabel Y apa, kata dosen saya coba kaitkan dengan hal yg positif, karena skrg instagram sudah banyak di teliti tetapi lebih ke arah yg negatif, mohon bantuannya kak

        1. coba cari tau tentang manfaat mengakses instagram. kamu bisa tulis2 sendiri dulu (yang kamu tau dan rasakan) terus tambahkan dengan googling sedikit.
          dari sana akan ketemu beberapa variabel kok.

  2. Kalo misal variabel Y nya tentang flow akademik anak akselerasi, itu kan faktor”nya tdk trlalu detail kak..untuk variabel X nya mungkin kakak bisa memberikan sedikit masukan??trimakasih..🙏

  3. Kakk. Judul yang berkaitan sama well being work place apa ya?? Pengen banget ambil itu, cari2 variabel tapi belum nemu

    1. mencari variabel x bisa diliat lagi sasarannya ke siapa. apa kamu mau mengukur faktor pembentuk well being dalam diri karyawan, atau melihat kemampuan perusahaan menciptakan rasa well-being. dari sini aja variabelnya udah mulai beda.

      kalo misalnya ke karyawan, mungkin aja dipengaruhi sama kemampuan beradaptasi, komunikasi interpersonal, resiliensi, motivasi kerja, dll.
      kalo perusahaan, mungkin well-beingness bisa muncul dari beban kerja, k3, keadilan transaksional/interaksional/informasional, dll.

      periksa dulu dari sana, kalo sekiranya bisa dihubungkan sama well-being, maka buatlah hipotesis.

      kalo misal ini semua masih kurang cocok, cari aja jurnal tentang well-being, terus baca faktor pembentuknya apa aja.

      misalnya jurnal ini ada di halaman 573..

      1. Hey kak, saya mengangkat penelitian tentang narsis, tapi masih bingung mau kaitkan dengan variabel apa?. Saya juga pengen subjeknya mahasiswa tapi tdk tau masalah apa yg dihadapi narsis dan saya juga mau ambil metode penelitiannya kuantitatif. Mohon pencerahan dan masukannya kak🙏

        1. ya kalo gitu cari tau lebih banyak dulu tentang narsis. narsis di sini yang kayak gimana, apakah gangguan narsisistik, atau narsis kayak doyan selfie gitu.
          minimal temukan masalah yang lagi hangat atau variabelnya spesifik, atau variabelnya udah dua. jadi saya bisa bantu mikirin.

  4. Kak aku udah kepikiran untuk buat tentang pemain game online seperti mobile legend dll, tapi blm tau judul ap yg tepat? 😭😭

  5. Halo kak terima kasih banyak sudah membuat web ini🙏 Saya ingi bertanya dan minta solusi tepatnya hehe, saya ingin mengambil fenomena tentang celebrity endorsment tapi masih bingung untuk mengambil variabelnya, kalau dengan kontrol diri dan perilaku konsumtif itu sepertinya sudah banyak, rencananya saya mengambil hubungan kontrol diri dengan perilaku konsumtif dalam membeli produk celebrity endorsment melalui instagramstrories. Kira kira kalau seperti itu bagaimana kak?

    1. kalo yang mau kamu cari tau adalah hubungan antara tingkat membeli karena diendorse seleb, mungkin judul yang lebih pas adalah “hubungan antara tingkat fanatisme terhadap selebriti dengan intensi membeli produk endorsement.

      ini kalo kamu mau mencari tau adakah hubungan ngefans seleb dengan beli produk yang dia endorse. variabelnya adalah fanatisme sama intensi membeli.

      atau bisa juga ke perbedaan intensi membeli pada produk endorsement dan non-endorsement. jadi diliat apakah produk endorsement lebih mungkin dibeli atau nggak.

      atau kontrol diri dengan keputusan membeli produk endorsement. mungkin ini paling pas sama maksud kamu kali ya? jadi apakah seseorang bisa mengontrol diri dalam membeli produk yang diendorse.

  6. Kak kalau judul tentang fatherless baiknya dikaitkan sama pendidikan atau perkembangannya ya ? Penasaran tapi masih bingung karena belum banyak yg pake variabel itu

  7. kaka minta tolong bantuanya aku, mau ambil judul tentang hubungan beda agama cm bingung nyusun kata2nya gmn yg pas. please bantu jwb kak. maksih

    1. kata-kata yang pas itu maksudnya judulnya ya? kalo judul saya juga gak kepikiran.. saya rasa subyekmu bakalan sedikit jadi coba ke kualitatif ya.
      keharmonisan atau tingkat religiusitas mungkin bisa.

  8. kak mau nanya.. jadi aku mau ambil judul tentang hubungan antara body dissatisfication dengan harga diri, tapi kayaknya uda banyak penelitian uyang ambil topik itu… nah pengennya ditambah satu variabel lagi.. nah kira kira kalau dimasukkan variabel shyness itu masuk ga ya kak? atau mungkin ada masukan lain kak? terima kasih…

    1. bisa disambungin kayak gini:
      social comparison -> body dissatisfaction -> harga diri
      atau
      intensitas penggunaan sosial media -> social comparison -> body dissatisfaction
      atau
      thin-ideal internalization sebagai variabel prediktor dari body dissatisfaction.

  9. kak aku mau neliti tentang orang yang pacaran, tapi aku masih belum bisa nentuin variabelnya mana yang X dan mana yang Y. boleh beritahu contohnya kak?:)

    1. sudah liat2 jurnal tentang hubungan pacaran? kamu bisa start dari sana.
      saya gak bisa ngasi contoh karena kamu belum menyebut fenomena/masalahnya.

      1. fenomenanya tuh kenapa sih saat ini bahkan dari dulu banyak orang yang memutuskan untuk berhubungan status (pacaran) apa yang melatarbelakanginya..

        1. kayaknya kalo itu yang dicari, gak perlu penelitian deh.

          coba ini nih hubungan antara gaya kelekatan dengan persepsi terhadap hubungan asmara.
          diliat aja ada hubungan nggak antara gaya kelekatan (antara dia dengan orang tua) dan persepsi dia tentang pacaran, pacaran itu penting apa nggak dsb.
          bahasa sederhananya gini: orang kalo di rumah kurang dapet perhatian atau kurang deket sama orang tua, dia jadi bucin apa nggak. punya tendensi posesif apa nggak.

          1. kak saya ada ide untuk dikaitkan dengan ‘tingkat religiusitas’ gitu, tapi variabel yang mendukung apa ya kira-kira? mohon pencerahannya kak

          2. kecenderungan mencontek, prokrastinasi, kedisiplinan, regulasi diri, locus of control, tingkat kecemasan, self-compassion, bullying di media sosial, verbal agression… banyak kan

          3. Kalo seperti itu, itu termasuk penelitian kuantitstif apa kuslitstif ya kak ?
            Soalnya kalo pakek kuantitatif, nyaris responden dengan latar belakang seperti itu susah
            Kalo seumpama di jadikan kualitatif
            judulnya yg tepat gimana ya kak ?
            Terimakasih kak 🙏

          4. yang mana?

            gaya kelekatan dengan persepsi terhadap hubungan asmara?

            kuantitatif bisa kok. yang penting subyek masih punya orang tua/wali, dan punya pasangan.

          5. hai kak, kembali lagi ingin bertanya hehe.

            kalau ingin meneliti tentang kebermaknaan hidup pelaku konversi agama gimana kak?

            kira-kira variabel yang mendukung apa saja ya, oh ya saya niatnya kuantitatif

  10. Halo kak, saya mau buat penelitian tentang werther effect (efek peniru). Fenomena yang saya baca-baca diinternet itu, terkait dengan meniru perbuatan suicidal dari selebriti. Tapi saya masih bingung apa yang mesti saya teliti lebih lanjut. Mohon pencerahannya kak

    1. kalo dikaitkan sama keputusan pembelian produk gimana? mungkin bisa lebih spesifik misalnya ke baju aja, jadi keputusan beli baju karena meniru artis idola.

      1. Kak, aku mau ngangkat judul skripsi “pengaruh persepsi masyarakat terhadap pendidikan ibu rumah tangga yang tidak bekerja” apakah judul ini bisa diajukan kan? Respon kakak sangat membantu saya.

        1. persepsi masyarakat dan pendidikan kayaknya bukan variabel psikologi deh.

          persepsi masyarakat itu diganti motivasi/konformitas aja, pendidikan diganti dengan minat melanjutkan studi. Tapi hipotesa kamu apa ya?

  11. Kak aku mau neliti ttg ojek online, ojek pengkolan dan angkot.
    Tp msh bingung antara kedisplinan, sikap berkompetisi, atau agresivitasnya?
    Kalau kakak mau pilih apa? Atau ada yg lain?

    1. kesiapan berkompetisi kayaknya lebih seru sih. atau kalo mau, coba liat jurnal2 kemampuan beradaptasi.
      mungkin ojek pengkolan atau angkot nggak mau mencoba online karena minim kemampuan beradaptasi. terus bandingin aja sama driver ojol.
      jadi variabel satu tapi diliat perbedaan antara dua subyek.

      1. Kemampuan beradaptasi lebih nantang kak.
        Trus judulnya enaknya apa ya kak?
        Mohon dibantu kasih pencerahan judul hehe

        1. perbedaan kemampuan beradaptasi terhadap teknologi pada driver transportasi online dan supir angkutan konvensional

          tulis nama saya di kata pengantar ya

          1. Siap! nti kalo judulnya di acc aku tulis nama kak Robi Maulana
            Makasih ya kak. Nti aku boleh tnya2 lg yaa hehe ^^

  12. kak mau nanya dong, aku pengen meneliti tentang kecemasan tidak memiliki akses smartphone (nomophobia = no mobile phone phobia) karena sebagian mahasiswa atau temen kelasku tu mereka main gadget terus daripada dengerin dose, dan pas dapet punishment klo ada yg main hape langsung stress gitu. judul yang cocok apa ya kak? makasihhh

    1. coba tanya dosen dulu tentang bolehnya menggunakan fobia sbg judul skripsi. soalnya fobia ini kondisi medis, dan mahasiswa gak boleh menegakkan diagnosa medis pake skala.
      kalo mau pake kecemasan ya gunakanlah kecemasan. cemas sama fobia itu beda.

      terus apa yang mau kamu cari tau dari kecemasan ini? penyebabnya? atau implikasinya?

  13. Hai kak aku mau tanya. Aku pengen ngangkat fenomena tentang resiliensi mahasiswa, jadi kadang mahasiswa ditingkat 5 keatas tu udah mulai pusing bahkan banyak yg pengen nyerah buat kuliah. Apalagi yg jomblo mereka merasa gada support system. Nah variabel lain yg cocok buat fenomena itu apa, dan judulnyaa kak hehehe

    1. hubungan antara persepsi terhadap dukungan sosial dengan tingkat resiliensi mahasiswa.

      jadi diliat lagi ke persepsi masing2 mahasiswa terhadap pentingnya dukungan sosial, terus dikaitkan sama tingkat resiliensinya.
      atau

      hubungan antara dukungan sosial terhadap tingkat resiliensi mahasiswa. ini keknya udah agak biasa sih, tapi coba aja siapa tau bisa.

  14. Kak, terimakasih sudah buat web ini bermanfaat banget, saya mau minta tanggapan kakak nih kak , saya kan mau meneliti mengenai pengaruh keselamatan dan kesehatan kerja terhadap psychological well being? Menurut kakak gimana yaa kak ? Saya masih kebingungan itu pas apa tidak kak. Terimakasih kak

    1. rasanya bisa kok. jadi hubungan antara penerapan k3 di perusahaan dengan psychological well being

      atau hubungan antara persepsi penerapan k3 terhadap psychological well being karyawan
      jadi yang dipertimbangkan adalah persepsi karyawan terhadap cara perusahaan dalam menerapkan k3. kalo karyawan menilai sudah baik, apakah well beingnya terpengaruh? gitu.

      1. Jadi kak masalahnya itu saya pengen lihat apakah well being nya terpengaruh dengan perilaku k3 diperusahannya. Terus saya juga bingung teori nya k3 dari Geller dan pwb nya dari Riff itu bisa ada pengaruhnya apa tidak kak. Terimakasih kak atas jawabannya 🙂

  15. Halo kak
    Kak, saya mau nanya
    Saya mau ambil judul dari fenomena catcalling. Catcalling sering banget dialami oleh hampir semua perempuan, di assalamualaikum-in, suit-suitin, dipanggil-panggil, dan itu seperti hal yang memang wajar terjadi gitu tanpa tau mungkin aja memberikan dampak psikologis bagi sj korban.
    Nah, saya mau neliti apakah catcalling itu memberikan pengaruh pada self esteem pada korban catcalling
    Jadi fokus saya itu pada si korban, bukan pelaku, karena kalau dilihat juga sulit untuk menemukan pelakunya (nggak mau ngaku).
    “Pengaruh catcalling terhadap selfesteem pada korban catcalling”
    Kira-kira bisa nggak kak?
    Atau misalnya
    “Gambaran selfesteem pada korban catcall”
    Pun kalau misalnya hubungan kira kira variabel lainnya apa ya kak?
    Terimakasih kaaak

    1. Iya, kayaknya pengaruh catcalling terhadap self esteem bisa.

      atau hubungan antara strategi coping perempuan yang mengalami catcalling dengan self-esteem. kalo ini variabelnya strategi coping sama self-esteem. catcalling adalah kriteria subyeknya.
      saya rasa penelitian catcalling ini subyeknya spesifik. subyek yang kamu pake harus mengalami catcalling dalam jumlah atau intensitas tertentu.

      soalnya orang yang dicatcall sekali seumur hidup sama yang tiap hari mengalami pasti beda dong dampaknya. kalo sulit mungkin kamu perlu kualitatif atau ganti judul.
      tapi coba tanyain ke dosen lagi ya.

  16. Kak aku mau tanya kalau judul skripsi dengan variabel kohesivihubungan antaratas kelompok dengan social loafing lebih pas untuk subjek komunitas sosial (yang mengalami masalah penurunan produktifitas) atau ke anak sekolah ya?

    1. dyadic coping, ekspektasi terhadap anak, tingkat stres, keberfungsian keluarga, kebermaknaan hidup, optimisme… banyak kan.

      misalnya ekpektasi orang tua terhadap anak autis di sekolah inklusi blabla ditinjau dari keberfungsian keluarga. ngasal aja sih ini tapi coba liat jurnal keberfungsian keluarga dan ekspektasi orang tua. kalo ekspektasi susah, pake harapan atau tingkat optimisme.

      cari jurnal pake ini yes.

  17. kak mau tanya mau bikin skripsi tentang fear of missing out pengguna instagram, tp kayaknya udah terlalu banyak. kalo meneliti perbedaan nya antara remaja sama dewasa dalam fear of missing out gimana ya kak? atau ada saran lain? kayak mau neliti tentang pengaruh internet bagi individu gitu kak

  18. kak mau tanya, jadi aku mau meneliti tentang perilaku phubing, cuma bingung mau dikaitkan sama apa, tadinya mau dikaitkan sama interaksi sosialnya tapi ternyata udh ada. kira2 enalnya dikaitin sama apa ya kak? mohon bantuannya:)

    1. kalo sama intensitas menggunakan sosmed dengan kecenderungan phubbing ada nggak? hipotesanya adalah semakin jarang pake sosmed, perilaku phubbing juga makin jarang.
      atau anonimitas. akun anonim bikin orang lepas dari tanggung jawab makanya dia bisa phubbing sesuka hati. saya pernah tulis di deindividuasi sih, tapi pake variabel anonimitas rasanya bisa.

      ini juga mungkin bisa diintip dulu > https://psikologihore.com/kelakuan-kita-di-sosial-media-dan-kenapa-kita-melakukannya/

  19. Kak, aku mau buat penelitian psikologi ttg Hedonisme pada kalangan kpopers, aku mau kaitkan dgn perilaku konsumtif/shopping behavior. Kira2 judul (kuantitatif) yang sesuai apa yah kak?

    1. hedonistic well being ditinjau dari perilaku konsumtif pada penggemar kpop.

      kalo ditolak, coba persempit konsumtifnya ke barang terkait korea. hubungan hedonis sama konsumtif udah pasti ada jadi urgensi penelitiannya kurang.
      atau coba ini: perilaku belanja produk terkait kpop ditinjau dari intensitas fanatisme terhadap penyanyi kpop.

      1. Kak Robi, aku mau buat penelitian psikologi tentang job crafting dengan subjek mahasiswa yang bekerja part time. Aku baca di google kerja part time disini bisa jualan olshop, guru les privat, dll. Itu bisa gak kak? Terus masih bingung mau dikaitkan sama variabel apa kak. Mohon bantuannya kak

        1. job crafting biasanya kan membuat seseorang lebih mampu melihat value dari kerjaannya ya. mungkin dikaitkan sama well-being bisa. tingkat stres dan burnout juga bisa.

          kalo misalnya variabel y-nya adalah stres atau burnout, maka sebaiknya semua subyek punya profesi yang sama semua. kalo mahasiswa yang kerja part time kan berarti kerjanya bisa macem-macem dan itu tingkat stresnya bisa aja berbeda. dan faktor pembeda dari stres ini jangan-jangan bukan job crafting, tapi faktor lain.

          misalnya subyek job crafting ini diliat pada pekerja relawan. soalnya relawan lebih melihat value dibanding keuntungan pribadi kan. dan kalo semua punya level pekerjaan yang sama, maka faktor internal (job crafting) bisa jadi pembeda level stres pada masing-masing orang.

  20. kak mau nanya saya tertarik meneliti hubungan Schadenfreude dengan self esteem yg kakak jelasin di atas. Biasanya sampel yg tepat itu siapa ya kak? Saya psikologi perkembangan kak mau pake jenis penelitian kuanti

    1. pengguna sosmed bisa kok.
      sebarin skalanya lewat online aja pake google forms.

      temen-temen mahasiswa juga bisa. “kecenderungan senang ngeliat orang lain susah” kan ada di mana-mana.
      backing dengan teori terkait self-esteem pada remaja akhir dan dewasa awal.
      kalo dosen mintanya subyek khusus, kamu bisa cari kelompok subyek yang punya tingkat kompetisi tinggi kayak sekumpulan atlet, atlet pelajar, atau pekerja.

  21. kak kalau misalkan saya meneliti self efficacy dan prokrastinasi akademik enaknya sampel nya kepada siapa ya kak soalnya penelitiannya sudah cukup banyak juga terimakasih kak

  22. Assalamualaikum kk saya mau nanya kalo judul Hubungan antara regulasi emosi dengan intensitas nyeri disminore pada mahasiswi itu bisa gak kak

  23. Kak, aku mau membuat skripsi dengan judul tentang self image terhadap kecenderungan menggosip. kira kira nyambung gak ? atau ada pilihan lain ? intinya nanti skripsiku tentang remaja yang suka menggosip. Terima kasih kak

    1. kecenderungan menggosipnya diukur pake apa?

      kalo cuma diukur seberapa seringnya berarti nggak bisa pake skala dong. jujur saya agak ngeblank sama judul ini… hehehe coba cari dulu deh jurnal tentang menggosip, siapa tau ada faktor yang bisa diteliti.

  24. Kak saya mau nanya penelitian tentang prokrastinasi cuma bingung mau dikaitkan sama apa, . kira2 enaknya dikaitin sama apa ya kak? mohon bantuannya:)

  25. Kak mau nanya kalo cuma akun yang isinya foto2 idola atau kesukaan mereka itu termasuk akun roleplay atau enggak? Makasih

  26. Nyari urgensinya gimana sih kak, tiap ngajuin judul ditolak selalu ditanyain urgensi sama apakah variabel x bisa memprediksi variabel y? Mohon jawaban dan penjelasannya

    1. urgensi bisa ditemukan di fenomena sosial, misalnya wawancara verbal yang kamu lakukan sendiri, berita di koran/online, dan statistik terbaru. semakin banyak fenomena ini kamu temukan, maka semakin tinggi urgensinya untuk diteliti.

      kalo ditanya apakah variabel x bisa memprediksi variabel y, ya kamu perlu dalami lagi variabel y itu. cari tau teori atau penelitian yang pernah menyebut bahwa salah satu faktor yang membentuk variabel y adalah x. kalo dosen kamu kritis, maka senjata kamu adalah teori. apapun pertanyaan dosen, balas dengan teori dan penelitian ilmuwan.

  27. hallo kak, saya mau bertanya jadi lg mau bikin skripsi ttg hope ke mahasiswa semester awal, tapi masih bingung buat cari variabel y. Kalau mau deskriptif juga sudah cukup banyak penelitiannya. ada sarah gak kak?

    1. kemampuan resiliensi/adaptasi pada mahasiswa baru yang merantau ditinjau dari tingkat pengharapan/hope.
      atau hubungkan antara hope dengan kesiapan berkompetisi. periksa dulu aja variabel-variabel tadi, kira-kira bisa gak dikaitkan sama hope.

  28. Bisa gk ya buat judul tentang mengakses intgram berhubungan dengan self esteem ? Tpi masih bngung penyusunannya kak.

    1. ada penelitian yang menyebut bahwa penggunaan instagram memang berdampak kepada self esteem, contohnya di sini. kamu bisa teliti intensitas penggunaannya dan hubungkan sama self esteem subyek.

      tapi rasanya intensitas penggunaan instagram bukan variabel ya. coba tanya dosen kira2 kalo subyeknya aja yang dibedakan boleh apa nggak; misalnya ke remaja putri dan putra gitu. jadi variabelnya satu nggak masalah.

  29. kak aku mau nanya aku kemaren ngajuin judul tentang pengaruh penggunaan barang branded terhadap kepercayaan diri pada mahasiswi di jakarta. tapi katanya urgensi kurang kuat. kira kira gimana ya kak

      1. Kak saya mau tanya kalo mindfulness itu dikaitkan dengan perilaku/gaya hidup hedonis itu kira² bisa tidak kak, kalo hedonis itu lebih cocok variabelnya gimana ya kak, mohon bantuannya

  30. Selamat mlm kak mau nanya, saya mau mengangkat topik penelitian mengenai mental hygiene worker. Kira” cocoknya di kaitkan dengan variabel apa ya?

  31. hallo kak saya mau bertanya, untu judul penelitian Hubungan Antara Loyalitas Terhadap Merk dengan Impulsive Buying itu bisa termasuk penelitian eksperimen tidak ya? misal iya cara menelitinya itu gimana? terimakasih kak sebelumnya

    1. nggak perlu eksperimen. kuantitatif aja, tapi sebar skalanya harus ke subyek yang tepat. karena yang dicari adalah subyek yang loyal terhadap merk, maka carinya ke komunitas penggemar merk sepatu atau baju tertentu. komunitas sneakers atau baju bermerk udah ada kok.

  32. Kaa saya mau ngajuin topik buat proposal tapi saya tertarik sama konsumtif tapi pas baca baca udah banyak , nah saya skrang tertarik sama tipe kepribadian hardiness menurut kakak bagusnya nentuin subyek kemana ya ? Help 🙏

  33. Kak, jadi saya semester ini udh bisa ngajuin judul, dan biasanya dosen2 di fakultas saya itu suka menanyakam fenomena yg terjadi di judul itu, jadi saya butuh bgt judul skripsi yg banyak referensi fenomena nya gitu kak, tolong bantu kak..

  34. Kak saya mau ambil hubungan mindfullness dalam ibadah terhadap tingkat penurunan strees..
    Apa bisa itu kak?

    1. bisa banget! tapi kalo judulnya tingkat penurunan stres, kamu perlu eksperimen. artinya kamu perlu menemukan subyek yang ibadahnya belum mindfull, terus kamu berikan treatment yang membuat ibadah mereka lebih khusyuk, terus bandingkan antara sebelum dan sesudah treatment.

      kalo dirasa eksperimen sulit, penurunnya gak usah, cukup tingkat stres aja. tapi eksperimen lebih bagus sih.

  35. selamat malam kak, aku ambil peminatan fokus ke psikologi klinis. kak aku punya fenomena tentang mahasiswa yang pernah jadi korban bullying di SMA, dan sampai saat ini dia kuliah masih kebayang hal itu bahkan dia sampai menarik diri dari sosialnya dan juga sering berfikir negatif bahwa org lain mengganggap dirinya buruk. kalau aku ambil variabel self esteem, dengan melihat seberapa besar dia menilai diri dia sendiri dengan perilaku bullying dimasa lalu bisa tidak kak atau ada variabel lain yang mungkin cocok? dan kira-kira judul yang cocok apa kak? terimakasih

    1. bisa banget sih. jadi self-esteem dan kecemasan/menarik diri/overthinking pada korban bullying. berhubung ini cuma satu, kamu pake kualitatif ya. tapi kalo masih bisa menemukan korban bullying lain, bisa kok dibawa ke kuanti.

  36. hai kak, saya mau buat penelitian menggunakan metode kuantitatif mengenai well-being. pertanyaan nya itu bisa gak ya kak? kalau bisa ambil data angkanya dari mana ya? kalau tidak bisa mohon pencerahannya kak. thx

    1. bisa. ada kok yang bikin skala well-being kuantitatif. buat berdasarkan faktor-faktor pembentuk well-being yang kamu temui, dan dibuat kayak skala likert biasa.

  37. Kak mau tanya, aku mau penelitian dan fokus ke psikologi klinis. aku punya gambaran tentang mahasiswa yang akan menempuh skripsi dengan loneliness, variabel lain yg cocok apa kak? Saya punya judul, apakah ini tepat kak : hubungan antara tingkat reliensi dengan loneliness pada dewasa muda lajang yang sedang menempuh skripsi. Atau ada judul dan variabel lain kak? Terimakasih.

    1. resiliensi bisa dihubungin ke loneliness kalo masih ada variabel lain yang mengikuti. loneliness sebagai variabel moderator. tapi kan ini skripsi ya, variabelnya cukup dua. jadi salah satu variabel ini gak bisa dipake. soalnya ngga nyambung2 amat.

      tapi apa iya ya kesepian adalah masalah orang yg ngerjain skripsi? hipotesanya apa ya?

  38. Kak, kalau mau buat penelitian tentang orientasi masa depan mahasiswa semester akhir, kira2 judul yang cocok apa ya kak?? Mohon bantuannya

    1. disambungin sama efikasi diri atau lokus kendali mungkin bisa. atau orientasi masa depan (x) dengan hardiness (y), atau kesiapan berkompetisi (x) dengan orientasi masa depan (y)

  39. Assalamualaikum kak, saya mau buat penelitian dg metode kuantitatif. Dosen saya nyaranin ambil variabel dr psi.positif, cuma saya masih bingung kira2 variabel2 psi positif yg terkait dg fenomena skrg yg bagus apa ya ka? mohon bantuannya :’)

    1. kalo hubungan antara rasa syukur (gratitude) dengan tingkat intimasi pada pasangan gimana? subyeknya pasangan yang udah menikah 10-20 tahun.
      jadi hipotesanya adalah rasa syukur terhadap pasangan memiliki korelasi positif dengan tingkat intimasi pada pasangan.

  40. kak, saya kan tadinya mau skripsi dengan judul Hubungan kontrol diri dengan agresi elektronik. tapi terkendala dengan sampelnya kak. kalau ke pengguna media sosial kata dosen terlalu luas. jadi bagus nya gimana kak ? kalau nyari grup chat yang ada fenomena agresi elektronik juga susah kak. mohon pencerahan nya kak

  41. kak mau nanya, kalo mau buat judul tentang permasalahan lgbt itu yg bagus gimana ya? saya masih agak bingung juga permaslahan bagian mana yg mau diteliti, kira” kaka ada saran ga? mohon bantuannya ya kak, terimakasih

      1. Hai kak, aku mau nanya kak. Apa bedanya stress sama kecemasan sosial?
        Indikator apa yg membatasi klu kecemasan sosialnya wajar atau tidaknya? Tolong pencerahannya kak, makasih kak

        1. stres itu tekanan saat menghadapi masalah. kalo kecemasan sosial itu rasa cemas saat harus menghadapi situasi sosial.
          kalo tingkat keparahan lihatnya dari jumlah ciri-ciri yang terpenuhi (saya nggak tau ciri-cirinya apa aja), atau rentang waktu mengalaminya, atau diagnosa menggunakan inventori.

  42. Kakk… Maaf nanya lagi… Judul yg sesuai untuk penelitian kualitatif mengenai hate speech (cyber bullying) gimana ya kak???

  43. Mau nanya dong ka kalo health belief penguguna vape enaknya di kaitkan sama apa yah? Terima kasih

  44. Selamat pagi kak admin..
    Mohon bantuannya, kalo mau penelitian ke psikologi pendidikan di smk pegununan jurusan perhotelan enaknya judulnya gmn ya kak.
    Terimakasih

  45. Kak mau tanyaa dong. Kan di rumahku ada senam lansia ya, nah aku bingung mau meneliti apa dari senam lansia tersebut

      1. Yg dialami dari lansia trsebut banyak yg loneliness, kesenjangan sosial sama buat mengisi aktivitas mereka. Sedangakan dari penelitian sebelumnya lonnelines uda banyak dipakai

  46. Kak, Ada gak Ide judul tentang psikologi berkaitan ddengan Hukum
    apakah mengenai terdakwa, tersangka, ataupun penghuni lapas?
    terimakasi

  47. Hallo kak, boleh saya bertanya 🙂 ? kebetulan saya sedang membuat skripsi dengan judul PENGARUH PERSONA TERHADAP PERILAKU ECCEDENTESIAST DALAM TINGKAT PENERIMAAN SOSIAL tetapi masih kesulitan dalam menemukan keterkaitan dari kedua variabel tersebut, jadi bingung 🙁 plisssssss blss yaaaaaaa

    1. eccedentesiast ini istilah baru ya? saya cari di jurnal-jurnal kok gak ada. coba pake istilah psikologinya. tapi kalo kamu punya jurnalnya/definisi eccedentesiast menurut ahli, kasi tau ya

  48. Kak, jika meniliti topik yang sudah banyak diteliti menurut kakak gimana? Apakah penelitian harus selalu unik untuk ukuran s1? Mohon dijawab ya kak. Terimakasih

    1. Menurut saya sih harus unik, soalnya salah satu tugas mahasiswa sebagai tridharma perguruan tinggi adalah penelitian dan pengembangan. Penelitian adalah sumbangsih kita kepada masyarakat menggunakan ilmu pengetahuan yang udah kita pelajari, bukan cuma syarat lulus kuliah.

      Tapi unik nggak harus super original. Ada tiga aspek yang bisa dicari originalitasnya: variabel x, variabel y, atau subyek.

      Misalnya kita punya topik prokrastinasi. Ini topik super duper basi. Tapi kita bisa mengembangkannya dari “hubungan antara prokrastinasi dengan blablabla” menjadi “kenapa mahasiswa enggan menghentikan prokrastinasi” atau “prediksi prokrastinasi pada karyawan dengan ciri-ciri xxx” atau “penyebab prokrastinasi pada siswa penyintas bencana alam”.

      Kalopun topiknya mau pake yang banyak diteliti, maka kembangkanlah. Selidiki kekurangan penelitian sebelumnya. Lihat sisi yang belum diteliti orang. Temukan subyek yang emang spesifik dan susah dicari.

  49. haloo kak robi.. kak, aku masih bingung cara nentuin variabel x dan variabel y dalam penelitian korelasional itu sebetulnya gimana kak?
    terus aku minta saran kak robi juga dong website jurnal internasional psikologi yang recommended buat nemu judul penelitian korelasional, hehee makasih kakk 🙂

    1. penelitian korelasional kan nyari hubungan antara x dengan y.

      jadi yang perlu dicari adalah ada nggak sih kaitannya variabel x dengan y. kalo x itu variabel yang mempengaruhi, kalo y berarti variabel yang dipengaruhi. misalnya hubungan antara minum dengan tingkat haus di tenggorokan. maka minum itu variabel x, haus itu variabel y.

      hubungan korelasional bisa positif atau negatif. hubungan negatif itu kalo makin tinggi x maka y makin rendah. contohnya: semakin banyak minum air putih, haus makin hilang. ini kan x-nya makin tinggi dan y-nya makin rendah. berarti hubungannya negatif. kalo misalnya makin banyak minum maka semakin haus, maka hubungannya positif. ini karena semakin tinggi x maka y ikut makin tinggi.

      kalo jurnal internasional ada di sini ya

  50. Kak, judul aku hubungan costumer value dengan perilaku konsumtif pembelian produk make-up pada mahasiswa rantau. Gimana menurut kakak ? Dan aku mau nanya kak menurut kk sah sah aja kah kita meneliti variabel perilaku konsumtif dlm psikologi? Soalnya ada statement yg mengatakan “ngapain kamu teliti variabel itu, lagian uangkan uangnya org jadi terserah dia mau apain” gimna mnurut kk ttg statement itu ? Mksh kak

    1. bisa diteliti kok itu. tapi kenapa ke mahasiswa rantau?

      kalo kenapa diteliti, jawabannya ya sebuah penelitian yang baik nggak cuma bermanfaat buat peneliti (kamu) atau lembaga penelitian (kampus), tapi juga publik yang ingin menggunakan psikologi untuk mempermudah hidup. dalam hal ini, bisnis atau usaha yang ingin produknya semakin laris.

      penelitian ini bisa digunakan pebisnis atau ukm yang ingin mengetahui pola perilaku konsumtif pada pangsa pasar mahasiswa perantau. kalo bisnis atau ukm memahami pola perilaku konsumtif pada satu kategori konsumen, maka itu bisa digunakan untuk menciptakan promo atau produk yang saling menguntungkan antara konsumen dan penjual.

      statement itu juga lucu, lagian selama ini kan psikologi emang ngurusin urusannya orang?

      1. Karna kalau kemahasiswa rantau lebih sempit fokus penelitiannya, mahasiswa rantau juga punya jatah uang saku tiap bulannya jdi kalo mereka melakukan prilaku konsumtif pasti berdampak di keuangan mereka kak heheh. Atau gimna menurut kakak ? Dan cara nentuin kriterinya gimna kak ?

  51. Kak kalau aku angkat judul pengaruh motivasi terhadap minat melanjutkan pendidikan s2 bagi ibu rumah tangga. Bisa kak? Fenomenanya banyak terlihat bahwa ada sebagian ibu rumah tangga yang termotivasi untuk melanjutkan pendidikan s2 namun iya tetap tidak bekerja.

    1. iya coba aja. tapi coba ntar hipotesanya diperdalam, kira-kira motivasinya itu apa. misalnya versi mclelland kan motivasi ada tiga, jadi dirinci aja motivasinya ibu rumah tangga yang mana di antara tiga itu.

  52. ka, saya jurusan BK tertarik dengan self acceptance. nah kira” dikaitkan dgn apa ya? terimakasih

  53. Kak mau nanya kalo mau ngajuin penelitian kualitatif tentang asmara judul yg pas apa kak?

  54. Selamat siang, Kak Robi.

    Sebelumnya terima kasih atas informasi yang dipaparkan.
    Sempat ingin mengangkat fenomena industri 4.0 untuk skripsi, tiba2 saya menemukan fenomena lain yakni society 5.0 yang mana konsepnya adalah menjadikan manusia berada di pusat perkembangan teknologi.
    Dalam industri dan organisasi, kira2 adakah variabel yang bisa dikaitkan dengan fenomena tersebut? Mohon pencerahannya, kak.

    Terima kasih.

    1. sumpah saya baru denger ni istilah society 5.0. Ini baru banget sih jadi saya ngak ngerti juga. Tapi tadi baca sepintas ini bukannya baru rencananya Jepang ya, belum diimplementasi? Kalo diteliti di Indonesia apa udah pas?

  55. Hallo kak. saya butuh pencerahan, kak. jadi, fokus saya pada psikologi perkembangan dan tertarik untuk mengambil judul yang kakak saranin di atas yaitu tentang schadenfreude. nah, schadenfreude ini mau dikaitkan dengan kematangan emosi khsususnya pada remaja. apakah memungkinkan untuk mengambil judul tersebut kak? atau ada saran lain dari kakak? kalau bisa tolong kasih tahu juga urgensinya apa kak karena setiap kali bertemu dosen pasti ditanyanya tentang urgensi penelitian yang diambil dan suka bingung menjawabnya.

    1. bagus juga. kalo ditanya urgensinya, coba liat sekarang marak video2 youtube kayak prank-prank gajelas, bullying di sosmed, pokoknya bahagia dari merugikan orang. perilaku semacem itu kan kayak seneng ngeliat orang lain susah? manfaat penelitian ini nantinya membuka jalan untuk meneliti kematangan emosi remaja dan menjelaskan fenomena sosial yang marak terjadi melalui perspektif psikologis.

      maaf ya saya lama balesnya, ehehehe

  56. Assalamu’alaikum kk.. saya mau meneliti yg sasaran subjeknya pada pemadam kebakaran. .tapi blm tau variabel2 yg cocok/ judul yg cocok.. apa kka ada saran ?

  57. kak mau tanya nih, saya bingung untuk judul skripsi saya , saya pinginnya subjek pendaki gunung dan saya juga bingung masalah apa yang dihadapai pendaki tapi yang sering saya baca pendaki gunung mengalami hipotermia , kematian ,hilang . dulu judul saya pas sempro hubungan antara kematangan emosi dengan perilaku prososial pada pendaki usia 17 – 30 tahun.
    saya masih bingung terkait penelitian baik dari urgensi dan fenomena
    jadi saya butuh masukan . terus semisal mau meneliti eksistensi diri pada pendaki dihubungjan dg variabel apa dan urgensinya apa?
    makasih kak.

    1. jujur saya kurang ngerti sama pendaki gunung sih.

      tapi kalo diliat dari urgensinya ya anak2 muda atau minim pengalaman yang terkena risiko dalam mendaki gunung. misalnya kesasar, cedera, kekurangan bekal, kesurupan, atau pingsan.
      selain kesiapan, mungkin faktor kepribadian juga ngaruh.

      ini perlu wawancara lagi sama orang2 yang sering naik gunung, tanya mereka kalo orang2 yang bakalan cedera, jatoh, atau kesurupan itu biasanya karakternya kayak apa. mereka kan udah pengalaman, jadi
      mungkin sebelum naik gunung mereka udah bisa nebak siapa2 aja yang bakal terkena risiko dalam pendakian gunung.

      dari situ kamu bisa ambil hipotesa bahwa orang dengan karakter tertentu cenderung bakal mengalami risiko dalam pendakian.
      contoh judulnya misal “adversity quotient sebagai variabel prediktor dalam mengalami risiko pendakian”

      urgensinya adalah penelitian ini bisa digunakan sebagai rujukan bagi penjaga pos di kaki gunung atau leader pendakian untuk memprediksi orang2 mana aja yang lebih rentan mengalami berbagai risiko pendakian, dan fokusnya diarahkan ke orang2 yang tersebut. atau mungkin nggak dibolehin naik.

      tapi saya daritadi belum nemu risiko pendakian menurut para ahli. ini cari sendiri ya.

  58. halo kak.. saya mau sarannya dong, saya mengangkat penelitian tentang kematangan karir. Tapi saya bingung mau kaitkan dengan variabel apa soalnya sudah banyak diteliti, lebih baiknya gimana ya kak? makasih..

    1. kematangan karir dikaitkan dengan konsep diri gimana?
      atau kematangan karir ditinjau dari gaya kepemimpinan, kayak di sini

      kalo emang udah banyak ya subyeknya aja yang diganti, misalnya anak mantan penghuni lapas anak, penyandang disabilitas, dan yang lainnya yang memiliki tantangan secara sosial.

  59. kak mau minta saran untuk judul skripsi, saya mengambil judul mengenai kecemasan. tapi judul itu sepertinya sudah banyak yang mengambil. fenomena yang saya temukan di lapangan adalah banyak mahasiswa yang memiliki ekspektasi nilai IPK yang tinggi tapi tidak dibarengi dengan usaha yang cukup. berdasarkan hasil wawancara menyatakan bahwa mereka seringkali merasa cemas saat akan bimbingan karena takut dengan revisi dosen, takut harus mengganti variabel dll. kira-kira judul yan tepat untuk dikaitkan dengan kecemasan apa ya kak. mohon bantuannya 🙁 saya sudah ganti julu hampir 4x

    1. saya langsung kasi aja nih

      hubungan antara kemampuan manajemen waktu dan efikasi diri dalam menyelesaikan skripsi

      latar belakangnya: banyak mahasiswa kurang pede mengerjakan skripsi. sejumlah mahasiswa juga tidak memiliki waktu khusus atau teratur dalam mengerjakan skripsi (buktikan dengan wawancara nonformal)
      jurnal pendukung: http://files.eric.ed.gov/fulltext/ED565629.pdf

      hipotesa: kekurangpedean ini disebabkan karena kurang mampunya mahasiswa dalam mengatur waktu untuk belajar, membaca, dan mengerjakan skripsi. artinya: ada hubungan antara kemampuan mengelola waktu mengerjakan skripsi dengan efikasi diri mahasiswa dalam menyelesaikan skripsi.

      gausah pake kecemasan.

  60. Kak mohon bantuannya kebetulan saya ingin meneliti tentang coffee shop dan dikaitkan dengan gaya hidup, tapi masih bingung kira* selain gaya hidup apa lagi yaaa kak?

  61. Kak kalo saya bikin judul penelitian ” Time Disorganization Mahasiswa yang Bekerja terhadap Prokrastinasi Akademik” bisa ga kak? Latar belakangnya karena saya mengalami dan melihat temen-temen saya yang kuliah sambil bekerja agak susah membagi waktu, sehingga berpengaruh sama penyelesaian setiap tugas yang diberikan dosen. Mohon tanggapannya kak

  62. Hi Kak, saya sedang nyusun skripsi dg judul studi perbandingan mengenai intimacy pada pasangan yg menikah melalui proses berpacaran, ta’aruf, dan dijodohkan. Tapi sampai sekarang saya blm nemu subjek yg bisa diwawancarai untuk studi pendahuluannya. Terus saya juga blm menemukan populasi yg sesuai, terutama untuk yg menikah Ta’aruf. Sempat sebar survei sih, dari 75 responden ada 18 org yg nikah taaruf dan domisilinya beda2 dan kebanyakan diluar jakarta, dan untuk yg menikah dijodohkan sama sekali tidak ada yg merespon. Saya udah tanya2 sama teman yg kira2 punya kenalan yg menikah taaruf tapi ga direspon juga. Saya jadi bingung dan kepikiran untuk ganti judul, cuma masih bingung dan belum kepikiran judul/Topik lain. Sempet kepikiran sama emotional abuse, tapi blm tau variabel apa yg sesuai sama emotional abuse. Kalo misalnya saya ttp pakai intimacy tapi dihubungkan ke emotional abuse, kira2 nyambung ga ya?

    1. intimacy ke emotional abuse itu bagus juga. maksudnya kayak nyari tau apakah kalo intim tetep beresiko mengalami emotional abuse, gitu kan ya? itu menarik juga. mungkin yang perlu dicari tau juga adalah perbedaan pola intimasi dan pengaruhnya ke intensitas emotional abuse.

      kalo yang perbedaan intimasi itu kayaknya sih ya cari pasangannya ke komunitas ngaji atau komunitas taaruf yang biasa ada di sosmed. atau kalo emang dirasa susah, “perbedaan intimasi” diganti jadi ekspektasi intimasi aja. jadi diliat kalo orang yang belum nikah, baik yang taaruf maupun yang berpacaran, punya perbedaan ekspektasi intimasi terhadap nikah nggak sih. apakah bener taaruf itu nikah mengharapkan ibadah, atau terselip motivasi ingin hubungan yang intim juga?

      kalo yang belum nikah kan target yang bisa diambil bakal lebih gede.

      tapi tanya ke dosen lagi sih. intinya, judul kamu dua2nya bagus.

  63. Hai kak mau minta saran, jadi saya mau judulu mengenai fenomena pengaruh game online terhadap sekelompok siswa yg anggap saja dikatakan cerdas karena untuk masuk dalam kelas tersebut harus melalui proses tes yg kemudian diambil berapa rangking anggap saja dari rangking 1 smpe rangking 30. Nah masalahnya saya bingung harus melabeli apa. Jika anak gifted rasanya harus ada keterangan IQ anak2 tersebut.

    1. Ini pengaruh ke apanya, ke kecerdasannya gitu ya maksudnya?

      Kalo untuk memberi label ke subyek sih cukup label kelasnya aja yang dicantumin, misalnya siswa akselerasi, siswa kelas bertaraf internasional, atau label apapun yang digunakan sama pihak sekolah.

  64. Assalamualaikum kak, saya mau neliti ttg Spiritualitas tapi masih bingung apa yg mau diangkat kaitannya dg situasi terkini. Sebenarnya sudah mencari dan nemu Self Altruisme dalam meningkatkan spiritualitas, disini bingung objeknya dmana dan kayak apa. Bagaimana kak, adakah solusi lainnya? Terima kasih

    1. bukan kebalik ya, spiritualitas memengaruhi perilaku altruistik? hipotesanya orang yang spiritualitasnya tinggi akan memiliki perilaku altruistik. Coba tes ke komunitas relawan aja, komunitas relawan kan cenderung lebih altruis. Nanti diliat aja apakah nilai spiritualitasnya sejalan dengan perilaku altruistiknya.

  65. Hai lagi kak terimakasih untuk inspirasi judul skripsinya. Saya tertarik mengenai schadenfreude, terimakasih kak.

  66. Kk mau nanya dong selain loyalitas merek yang lebih up to date atau fonomena baru apa lagi ya kak? Soalnya variabel saya tentang impulsif buying terus saya kaitkan sama gaya hidup hedonis dan dosen mintanya ganti variabel.
    Terus kalo kita ngambil tentang media sosial atau shopping holic gitu nyambung gak sih kak

    1. loyalitas terhadap merk itu masih relevan lo, tinggal target sama latar belakang masalahnya aja yang dikembangin
      kesadaran brand juga bisa. kesadaran brand baik itu disambungin ke loyalitas merk maupun ke impulsive buying sama2 bisa kok.

  67. Makasih banyak kak sangat bermanfaat sekali. Kak, saya baru saja menulis skripsi. Awalnya judul skripsi saya pengaruh kecerdasan emosional thdp prestasi belajar. Tapi saya kesulitan untuk memulai krn fenomena yg saya dpt kurang. Kemudian setelahmembaca tulisan kk saya tertarik tentang schandefreude. Tp bingung mau dihubungkan dengan apa. Mohon bantuannya kak. Makasih banyak

    1. coba cari dua sekolah yang tingkat kompetitifnya berbeda, terus teliti schadenfreude dan motivasi berkompetisinya.
      nanti kalo ditanya urgensinya: hipotesa kamu adalah tingkat kompetisi yang tinggi akan meningkatkan kemungkinan siswa memiliki schadenfreude, dan penelitian ini bisa menjadi pertimbangan bagi sekolah untuk mempertimbangkan schadenfreude sebagai sisi buruk dari tingkat kompetitifnya berbeda.

      atau kalo nggak mau sekolah ya cari cabang olahraga atau pekerjaan yang kompetitif. misalnya sales hape.

  68. Hay kak,aku boleh sedikit cerita dan meminta solusi,jadi saya sudah 2x ditolak judul skripsinya. Dan judul sya ini harus tentang psikologis,dari kemarin saya ambil judul slalu aja pasaran. Saya pingin judul sya ini tentang sosial masyarakat gt. Kira2 ada masukan ga ya ka?

  69. Kak mau minta saran ni pengen meneliti orang2 yg gak bisa lepas dari smartphonenya jadi setiap waktu dia selalu memain kan hp,klo hp nya batrai habis,kuota habis,gak ada wifi tu gk bisa pokokny hp itu suatu yg utama bagi hidupnya dan segalanya hrs ada hp kyk lgi kumpul ni sama temen bukanya sharing,cerita tpi mlh fokus ke hp kira2 variabel apa ya ? Terima kasih

  70. Kak, aku mau nganalisis lagunya billie eilish yang bury a friend. Aku mau neliti segi psikologinya. Disitu dijelasin kalo lagunya berisi tentang ketakutan sih. Enaknya neliti apa yak. Nah akunya sih pengen ngangkat tema semacam mengubah rasa takut menjadi keberanian gituuu. Relate gak sih? Kasih saran dong, kira2 judul asal2annya gimana ya kak? Aku pusing bgt huhu.

    1. ini lagu billie eilishnya mau dianalisa liriknya gitu ya? atau kamu mau menganalisa efek terapeutik lagu ini untuk mengubah rasa takut?
      sebaiknya mengubah takut jadi berani ini lebih spesifik lagi, dalam meghadapi apa. jadi kalo spesifik kan pengukurannya lebih valid.

      ini saya ngasal ya: pengaruh lagu bury a friend terhadap kecemasan/ketakutan pada mahasiswa/pasien/pekerja yang mengalami performance anxiety. Misaaaaaal jangan ditiru banget.

  71. Hai Kak ! Aku Neli skrg smstr 7. Aku tertarik mengambil judul ttg prokrastinasi yg mana berhubungan dengan mahasiswa akhir yg menyusun skripsi. Latar belakang seperti yg saya alami sendiri dan juga temen2 banyak faktornya krna males , takut ga di acc , cemas , belum siap , masih lama , ga ada ide dll. Sepertinya kalau penelitian mngenai upaya penanganan mengurangi perilaku prokrastinasi mahasiswa yg sedang menyusun skripsi blm banyak ya. Soalnya blum Nemu pake apa metode psikolog nya yg cocok .. Kira2 bagaimana ya kak mohon pencerahan untuk membuat judul 🙏🙏

    1. Kalo upaya penanganan berarti kan yang diukur efektivitasnya ya. Mending bikin eksperimen sih.
      Upayanya apa? Nah itu bisa dicari tau dari judul2 skripsi yang membahas tentang perbedaan tingkat prokrastinasi antara subyek A dan B, nanti dari sana bakal dapet inspirasi.

  72. Kak mau tanya, saya mau membuat skripsi, tapi saya masih bingung dalam menentukan judul. Tema nya berkaitan dengan Psikologi Olahraga tentang mental atlet ketika menghadapi atlet yang terbilang memiliki trek rekord yang bagus, baiknya gimana ya? banyak gk sih referensinya? dan dalam skripsi tsb apakah harus satu cabang olahraga saja atau bisa untuk semua atlet ya?

    Pilihan tema kedua sih terkait perkembangan mental remaja yang sejak kecil ditinggal orang tuanya bekerja (mksdnya ortunya hanya ada ketika weekend dan weekdays malam).

    Mohon bantuannya kak 🙂

    1. Sebenernya baik atlet satu cabang olahraga ataupun banyak cabang dua2nya bisa. Kalo banyak cabang hasilnya bisa lebih luas, dan kalo satu cabor hasilnya bisa spesifik dengan mempertimbangkan aspek2 yang dituntut dalam cabang olahraga itu. tapi variabel satunya lagi apa ya? Itu kan baru mental atlet aja.

      Terus yang kedua ini rasanya banyak faktor yang akan mempengaruhi, nggak cuma kehadiran orang tua. mungkin sebaiknya cari variabel yang lebih spesifik, misal pola asuh, persepsi kehadiran orang tua, dan lain-lain.

  73. kak robi aku mau nanya kalau mau ngangkat tentang hubungan level Alexithymia dengan sikap shyness bisa engga ya kak. aku ragu soalnya. makasih kak sebelumnya

    1. hipotesanya apa? kayaknya alexithymia ini gangguan ya, apakah subyek kamu nanti emang udah dapet diagnosa atau skala kamu nanti mau digunakan untuk memprediksi gejala alexithymia?

      1. Belum dapat diagnosa ka, jadi sebenernya alexithymia ini adalah trait kepribadian yang sulit mengetahui emosi yang dirasakan. Misalkan semua emosi dia ungkapkan melalui kata “saya sebal”. Atau orang yg tiba tiba nangis tapi engga tau penyebabnya apa. Kalo saya kaitkan dengan orang yang kecanduan gadget menurut ka robi bisa tidak ya kak?

        1. kalo ditariknya ke kecanduan gadget kamu harus bisa jelasin gimana dinamika psikologisnya orang yang mengalami kecanduan bisa mengalami alexithymia.

          cari tau aja dulu faktor-faktor penyebab alexithymia ini dan hubungkan apakah kecanduan gadget bisa menyebabkan faktor-faktor itu. tetep pake teori ya.

  74. Assalamualikum kk, boleh mintak saran, maaf sebelumnya, saya ingin meneliti maaf para mereka yg hdn(hamil diluar nikah) saya ingin tau apa yg melatar belakangi mereka bisa seperti itu, kira2 judul ap yg bisa saya ambil dari masalah tersebut kk, trimakasih kak untk sarannya,

    1. kalo subyek hamil luar nikah sih saya yakin subyek yang bersedia cuma sedikit, jadi mendingan dibawa kualitatif aja. judulnya ya bisa kok pake latar belakang orang-orang yang bisa hamil di luar nikah.
      dan latar belakangnya juga pasti beda-beda, jadi kalo kuantitatif ya susah cari judulnya.

  75. Siang kak,
    kak mau tanya untuk judul skripsi well-being pemilik akun role play itu aku bingung untuk urutan bab 2 nya 🙁

    1. berangkat dari luas dulu (definisi media sosial), dinamika bermedia sosial (cari teori dan penelitiannya), hubungkan ke well being, definisi well-being, arahin lagi ke siapa aja pengguna media sosial, sebutin akun roleplay, terus jelasin akun roleplay itu apa, dan akhirnya hubungkan well-being dengan pemilik akun roleplay dengan hipotesa kamu.

    1. pengaruhnya bisa dibawa ke self esteem atau kecemasan sosial. Kalo mau dibawa ke klinis ya kaitkan aja sama bulimia, gangguan makan, atau body dysmorphic disorder.
      kalo dibawa ke sosial sih bisa dihubungkan antara self compassion dengan body image terhadap korban body shaming.

  76. kak mau tanya. kalau saya mau mengembangkan ide penelitian kakak yang membandingkan kemampuan berpikir kritis diantara dua kelompok tadi. kalo misal saya membandingkan dua kelompok usia/generasi yang berbeda bisa nggak sih? thx

    1. temukan latar belakang masalah yang kuat ya. misalnya generasi millennial dibandingkan baby boomer. di antara kedua generasi itu masalah yang sering muncul apa, latar belakangnya kamu memilih dua generasi berbeda itu apa.

      1. terimakasih buat responnya kak..
        apa kka juga punya referensi/rekomendasi bacaan untuk variabel berpikir kritis?

  77. Hai kak, saya mau minta saran dong jadi saya mau angkat judul tentang suatu karyawan yang udah pensiun. Sarannya kak bagusnya apa yg bagus buat dijadiin judul? Terimakasi

  78. Halo kak, boleh nanya ga?
    Jadi aku tertarik mengangkat judul terkait Corporal Punishment/ Spanking/ Hukuman Fisik dalam mendisiplinkan anak. Bagusnya judul skripsinya apa ya kak? Terus bagusnya kuali apa kuanti?
    Terima kasih kaak

      1. terima kasih kak!

        Ohiya mau nanya lagi kak, kakak ketemu ga alat ukur mengenai corporal punishment? Aku udah nyari tapi susah banget nih kak buat dapetinnya

        1. corporal punishment scale ada kok, di google banyak. jadiin referensi aja jangan diterjemahin.

  79. Hai kak, kalo boleh tau literatur ttg shandenfreude dapat dimana ya kak, terus itu diukurnya pake skala apa?

    1. literatur bisa kamu cari di sini, dan skalanya likert bisa kok, tapi bikin sendiri

      bedanya sama envy adalah kalo envy lebih ke keinginan untuk merusak kebahagiaan orang, sementara schadenfreude adalah kesenangan saat orang lain susah

      1. Terima kasih kak untuk jawabannya. Masih ttg schadenfreude, kira2 variabel positif yang bisa di pasangin sama scahdenfreude apa kak?
        Trs bisa ga schadenfreude di tinjau dari tipe kepribadian? Ekstro dan Intro misalnya. Tapi bingung nnti judulnya gimana?

        1. kalo empati gimana? hipotesanya semakin tinggi empati di dalam diri seseorang maka semakin berkurang frekuensi dia untuk schadenfreude.

          kalo tipe kepribadian sih mungkin aja ya, tapi menarik proses berpikirnya itu yang saya belum mikirin (males mikirinnya hahaha).

  80. Kak, mau minta saran nih buat tugas metpen. Nah, aku tertarik sama judul pengaruh need of dominance terhadap kecenderungan bullying. Karena tiap kali lihat sekelompok siswa waktu SMA dulu, siswa yang sering nge-bully adalah siswa yang keliatan mendominasi di kelompok itu. Tapi agak susah untuk cari referensi literaturnya. Mohon pencerahannya kak

    1. need for dominance ini yang di kebutuhan dasar murray ya?

      kalo susah cari penelitian yang meneliti kedua hal ini, berarti literaturnya diambil terpisah. jadi kecenderungan bullying dan kebutuhan dasar murray ini literaturnya sendiri-sendiri.
      kalo susah cari yang spesifik, kayaknya gak papa pake teori kebutuhan dasar murray secara keseluruhan. contoh jurnal yang pake motivasi dasar ada di sini.

  81. malam kak mau minta saran ni, ak lagi nyari judul skripsi ni tapi bingung sama variabelnya masalah yang ak liat ini tentang anak zaman sekarang atau sebaya yang sangat2 kecenderungan sama hp atau pun sosial media ya karna skrng tekonologi makin berkembang ya yang mana mereka tidak bisa lepas berapa jam dengan hpnya misalnya kayak ketika lagi nongkrong ni pasti pada fokus ke hp masing2 entah chat dari doi,maen game,maen sosmed jadi pada sibuk sendiri yang seharusnya nongkrong ketemu temen2 jadi tempat saling berkomunikasi,sharing tentang pekerjaan,tentang kuliah dll malah komunikasi tersebut jarang dilakukan malah kadang kek canggung gitu kalau misal variabelnya komunikasi interpersonal masuk gak sih kak ,dan digabungin dg variabel apa ya ? terima kasih kak

    1. kak mau tanya ttg hal ini lagi apakah fenomena tsb bisa masuk dalam psikologi perkembangan yaa, dan untuk variabel bisa tidak dikaitkan ttg self awreness terhadap dan komunikasi interpersonal, terimaksih kak

      1. psikologi sosial sih. kalo mau ke perkembangan sih tulis aja “pada remaja/siswa sma” di judul. kaitkan sama teori tentang tugas perkembangan remaja dan masalah perkembangan remaja.

        bagian ini “untuk variabel bisa tidak dikaitkan ttg self awreness terhadap dan komunikasi interpersonal” saya nggak ngerti, kamu typo kayaknya ya?

        1. oiya kak maksudnya disini tu dikaitkan dengan self awreness pada remaja akhir bisa gak ya pada fenomena tsb ?

  82. Kak robi, saya bingung banget ini skripsi saya mau ngambil tema apa dan dimana juga? Saya mahasiswa ilmu keperawatan, tapi saya tertarik dengan dunia psikologi. Tapi dospem saya lebih suka mahasiswanya mengambil tema tentang KMB, jantung atau dunia kegawatdaruratan gitu. Saya tertarik dengan teori segitiga cinta sternberg karena saya baru tau ada teori itu, selama saya kuliah yang sering di bahas tentang hierarki kebutuhan Maslow itu soalnya hehe.. Yang saya pikirkan kalo saya ambil tema love itu, ntar dosen saya tanya apa hubungannya dengan dunia keperawatan, saya jadi bingung mau jawab apa? Meskipun dulu kuliah ada tugas gitu kelompok pada pasutri baru nikah, pasutri yg si wanita hamil, pasutri dg anak balita, pasutri dg anak sd seperti itu. Saya tuh pengen mengangkat tema masalah yang efisien dg waktu sih, dan saya rasa kalo subjek nya pasutri itu lebih efisien dg waktu, tp fokus nya ke pasutri usia berapa ya? Tapi ga tau juga cinta masalah nya dengan apa? Maaf ya kak, ngerepoti hehe makasih kak

    1. halo!
      jujur aja nih saya juga bingung hubungannya cinta sama dunia medis. mungkin kalo mau pake dihubungkan sama psikologi, pake aja teori soal faktor mental pasien dalam mempercepat kesembuhan. misalnya strategi coping pasangan, atau afirmasi diri, atau resiliensi diri.

  83. Halo Bang Robi, saya mau minta saran, saya mengambil peminatan psikologi sosial, mau mengajukam judul terkait sama fenomena hoax yang terjadi di masyarakat, saya tertarik dengan judul penelitian tentang Perbedaan Kemampuan Berpikir Kritis dalam Menelaah Informasi pada (Kelompok A) dan (Kelompok B), saya mau ambil metode penelitian yang kuantitatif, dengan subjek mahasiswa, saya mau meneliti tentang pengaruh/hubungan/ perbedaan antara hoax dengan berpikir kritis berkaitan dengan psikologi sosial, disini saya bingung dengan 2 variabel itu kaitannya dengan psikologi sosial apa, saya gak tau harus buat judul skripsi yang diajukan,minta sarannya dong bang.

    1. saya rasa hoax bukan variabel ya,, karena hoax cuma objek. bukan hoaxnya yang diteliti, tapi perilaku manusia terkait hoax itu. yang bisa diukur dari perilaku terkait hoax bisa intensitas membuat/memercayai/menyebarkan hoax.

      terus juga psikologi sosial itu kan luas. apa aspek yang mau diteliti? apakah konformitasnya, histeria massanya, atau kesadaran kolektifnya… banyak, jadi kamu harus lebih rinci dulu.

  84. hallo kak saya mau nanya judul, tentang psikologi industri tentang subjeknya ambil karyawan di perusahaan start up, aku ambil variabelnya budaya organisasi dan interaksi antar kelompok yang itu gmn kak

    1. bisa sih. tapi interaksi antar kelompok itu antara kelompok siapa dengan siapa sih? di satu perusahaan yang sama atau beda? terus hipotesanya apa?

  85. Maaf kak mau tanya, saya penelitian umtuk tugas ambil judulnya “Hubungan Pemaafan dan Kesejahteraan Psikologis pada Korban Perselingkuhan”.
    Nah untuk subjeknya itu korban perselingkuhan yang telah menikah (selingkuh di pernikahan), kira-kira bisa menemukan subjek dengan kriteria yang sesuai dimana ya kak? Apa ada yang tau suatu komunitas gitu? Kuantitatif penelitiannya dengan subjek 200 orang.

    1. sampe cerai gak? kalo sampe cerai mungkin bisa ke KUA ya, ajukan surat ijin untuk melihat database orang2nya agar bisa dihubungi, dan bawa surat pengantar dari kampus. agak susah sih.

      korban perselingkuhannya gak harus ke pasangan langsung, tapi ke anaknya juga bisa. coba komunitas hamur. ini komunitas untuk orang broken home, mungkin bisa kenalan sama anggota di sana sambil tanya2 apakah orang tua mereka selingkuh juga atau nggak. dari sana bisa minta izin sebar penelitian apa nggak.

  86. halo kak mau minta saran ni antara self awareness,self identity,moral developmen,interpersonal skill yang dapat digabungi dengan kecenderungan gadget apa ya ?

    1. semua kayaknya bisa kok, tapi coba deh penelitian tentang dampak kecenderungan gadget. kalo sekiranya emang udah ada, berarti tinggal dikembangin lagi sama kamunya. gapapa kembangin hipotesa dulu, tapi dasari sama penelitian yang pernah ada.

  87. hallo kak, mohon bantuannya dalam menyusun judul skirpsi antara psikologi umum dikaitkan dengan ilmu tasawuf. apakah bisa membantu ?

  88. Halo kak, saya mau minta saran variabelnya fear of happiness pd wanita berkarier yang suda menikah, saya bingung kak variabel yg mendukung yang cocok utk judul tersebut. Mohon saran kak buat judulnya. Terimakasii

    1. penyebab fear of happiness kan banyak ya.

      misalnya kita pakai satu teori bahwa penyebab foh adalah kecemasan bahwa kalo sudah bahagia, pasti bentar lagi akan mendapatkan musibah. ini kan percaya bahwa sesuatu di luar kitalah yang mengendalikan hidup kita (lokus kendali eksternal). berarti fear of happiness ini bisa dihubungkan sama loc eksternal.

      penelitian lain menyebut kalo avoidant attachment juga mempengaruhi fear of happiness, jadi kamu juga bisa pake itu.

    1. kita sebagai peneliti boleh menyebut ada hubungan antara x dan y, ASALKAN pendapat kita ini: a) didukung sama teori, atau b) didasari penelitian yang sudah ada.

      tapi kita juga boleh menghubungkannya pake logika berpikir, selama di dalam penelitian kita menuliskan proses berpikirnya secara runtut. misalnya gini.

      kamu menduga bahwa rutin minum kopi (variabel x) bisa bikin orang melakukan kayang lebih lama (variabel y). boleh menduga kayak gini, tapi jelasin proses gimana kamu bisa sampe ke kesimpulan ini.
      misalnya kopi diteliti mampu meningkatkan kekuatan otot, bikin pede, dan bikin fokus. sementara kayang, misalnya, membutuhkan kemampuan otot, membantu otak lebih fokus, dan membantu kepercayaan diri. karena kopi (x) mampu memenuhi kebutuhan yang diperlukan selama proses kayang (y), kamu membuat hipotesa bahwa kopi bisa membantu kayang lebih lama (x berhubungan dengan y).

  89. Aku mau nanya dong ka, aku kan mau neliti kematangan emosional dan penyesuaian diri pada mahasiswi yang menikah. Menurut kaka mahasiswi itu udah termasuk yang matang emosionalnya atau belum si ka? Trs ini tuh lebih ke 2 peran atau gimana ya masuknya? Soalnya penyesuaian disini 2 peran istri dan dan mahasiswi. makasih semoga terjawab

    1. balik ke umur lagi sih ya, soalnya kan mahasiswa semester awal masih masuk remaja akhir (18-19) dan dewasa awal. penyesuaian diri dan kematangan emosionalnya masih beda.
      kalo dipersempit ke mahasiswa semester tertentu rasanya lebih bagus. terus persempit juga jenis subyeknya: mahasiswi yang nikahnya waktu masih kuliah (baru aja nikah), atau mahasiswi yang nikahnya dari sebelum kuliah.

      masuknya bisa kayak gini: kematangan emosional seorang mahasiswi akan menentukan kemampuannya menyesuaikan diri sebagai pelajar dan istri.
      atau: kematangan emosional memiliki hubungan positif dengan kemampuan beradaptasi pada seorang mahasiswa yang memasuki kehidupan pernikahan.

  90. Kak aku pengen penelitiannya tuh di pasar tradisional
    Kirakira bagusnya judulnya atau variabelnya apa ya?

      1. Saya tuh udah dspet judul ttg pengaruh bersyukur terhadap kebahagiaan pada pedagang. Tapi tuh bingung fenomenannya apa dan pedagangnya itu apa

        1. Atau skrng tuh lagi happening bgt pembayaran pake ovo dana go pay karena itu ada cashbacknya.
          Atau ttg minuman yg skrng lgi happening bgy minuman boba. Itu bisa pake variabel apa ya?

          1. Atau ada gak si kak sangkut pautnya variabel perilaku makan dengan bahagia?

          2. cari dulu masalahnya, temukan perilaku yang muncul, dan tentukan hipotesamu. gak usah pake istilah psikologi dulu, yang penting kamu punya tebakanmu sendiri dulu. dari situ juga bisa ketemu inspirasi.

        2. rasa syukur dan kebermaknaan hidup pada pedagang yang untungnya tipis atau jarang laku, kayak mainan tradisional atau pedagang tisu di pinggir jalan.

  91. Kak, aku buntu banget ni. Aku pengen neliti tentang anak yang tinggal dengan orang tua yang menikah kembali, kira kira apa ya variabel yg cocok selain menyesuaikan diri?

    1. kalo persepsi terhadap pernikahan (y) gimana? variabel x-nya pola kelekatan, pola asuh, atau komunikasi interpersonal mungkin?

      jadi kalo orang tua bisa berkomunikasi dengan baik sama anaknya, perceraian yang pernah terjadi tidak akan mempengaruhi persepsi anak terhadap pernikahan.

  92. mau tanya kak. mohon bantuannya dong
    ada tema yang pengen saya teliti tapi masih menemui kebingungan.
    tentang celebrity worship syndrome. kira kira yang cocok dikaitkan dengan apa ya? saya kepikiran dikaitkan dengan body image. kepikiran juga dikaitkan dengan ekspektasi terhadap pasangan. atau lebih cocok dengan apa ya?
    karena kalau dikaitkan dengan permasalahan sosial seperti agresi verbal / hate speech / fanwar di medsos sudah banyak penelitiannya. terima kasih kak

    1. ekspektasi terhadap pasangan bagus juga. hipotesanya kan semakin memiliki kecenderungan celebrity worship maka dia akan memiliki ekspektasi tinggi terhadap pasangan gitu kan ya.

      atau pake psychological ownership, yaitu perasaan memiliki sang artis dan gak mau artis itu berpaling. atau ada lagi namanya erotomania, alias keyakinan kalo si artis juga suka sama dia. tapi erotomania ini gangguan patologis sih, boleh diteliti atau nggaknya balik ke dosen pembimbing. mungkin kalo celebrity worship sebagai prediktor kecenderungan erotomania bisa dilakukan. setau saya sih skripsi belum boleh meneliti gangguan patologis, tapi tanya dulu ke dospemnya.

      1. Kalo ekspektasi terhadap pasangan itu variabelnya apa ya kak? Soalnya udah cari tapi nggak nemu

  93. hallo kak boleh minta bantuannya? saya masih kebingungan saya rencana mau mengajukan judul skrispi tengang resiliensi pada korban dating violence tetapi saya msh bingung dengan variabel satunya lagi yang cocok. terimakasih kak.

  94. Hay kak saya mau tanya.
    Disini saya mau minta bantuan kakak semisal saya mau ngangkat masalah temen temen saya yg berkaitan dgn anak kesehatan kususnya jurusan perawat tp mereka berhubungan badan dengan lebih dari satu pria, dan ternyata mereka sempet hamil dan digugurkan kak, dan setau saya cara gugurinnya bukan cara yang wajar, karena mereka lebih ke arah dukun* gitu. Padahal disini sudah jelas bahwa mereka tau bahayanya karena orang kesehatan,sudah tau sebab akibat dan resiko dari itu semua. Nah disini judul apa yang kak yang pas buat fonemena seperti itu..

    1. karena masalahnya kontroversial dan udah pasti subyeknya sedikit, ini masuknya pake kualitatif sih. judulnya mungkin perilaku aborsi pada mahasiswa jurusan a di universitas b. jurusan dan universitasnya mending dirahasiakan, yang tau cukup kamu, dosbing, sama dosen penguji aja.

  95. kak aku dimasukin ke peminatan psikologi pendidikan buat ngerjain skripsi, padahal aku sendiri ngga ngerti tentang psikologi pendidikan dan ngga bisa ganti peminatan huhuhu.
    Aku mau penelitian kuantitatif kak yang subjeknya mahasiswa. Tapi aku ngga paham fenomena” baru di psikologi pendidikan itu apa aja. Sama variabel” di psikologi pendidikan yang masih belum banyak diteliti. Terutama yang sifatnya positif kak soalnya dospemku suka penelitian yng positif” gitu.
    Tolong kasih tahu dong kak hehehehe

  96. hallo kak, boleh minta bantuannya tdk ya, saya rencana mau ambil tentang resiliensi pada korban dating violence tp bingung dgn variabel satunya dikaitkan dgn apa, variabel yang cocok

    1. ini korbannya yang masih mengalami violence atau violencenya udah berlalu?

      kalo yang udah berlalu mungkin persepsi terhadap cinta, artinya setelah dikasari seperti itu apakah dia masih bisa jatuh cinta lagi atau nggak
      kalo yang masih berlangsung mungkin bisa pake optimisme, artinya meskipun dia jadi korban, tapi optimismenya dia (x) terhadap hubungan membantu dia untuk resilien (y)

      ini agak ngasal ya sayanya jadi kalo ditolak dosen ya saya minta maaf. hehe

  97. Halo kak mau tanya jadi aku tertarik untuk ambil skripsi kualitatif mengenai pria biseksual. tapi kebanyakan membahas mengenai penerimaan diri, konsep diri, dan pengalaman coming out. apabila saya menggunakan judul Pengalaman Menjalin Hubungan Sesama Jenis pada Pria Biseksual bagaimana? atau apa ada saran yang lain kak?

    1. kalo emotional burden pada pria biseksual yang belum coming out gimana? jadi mengintip bagaimana dia memendam rahasia kalo dia biseks, strategi copingnya dia, ketakutannya dia, dan semacamnya. lebih seru lagi kalo subyek penelitianmu berasal dari lingkungan yang konservatif.

  98. Halo kak! Minta sarannya dong ka, saya punya judul (kuanti) pengaruh intensitas menggunakan sosial media terhadap timbulnya perasaan insecure dalam diri. Menurut kk gimana ya? Apakah ada masukan? Masih bingung sama judul 🙁
    Terimakasih sebelumnya

    1. boleh juga sih, tapi mungkin insecurenya diperinci lagi aja. insecure terhadap tubuh kah, penampilan kah, gaya hidup kah, atau hubungan. sosial medianya juga apa.

      1. Ka share referensi jurnal tentang pengunaan instagram dan body image itu dong, karna di atas blm dilampirkan.
        Thanks ka! 🙏🏼

    1. saya rasa kualitas pelayanan sudah pasti punya hubungan dengan kepuasan, jadi gak perlu diteliti lagi.

      kalo hubungan antara kelekatan kelompok dengan resiliensi pada komunitas driver ojol gimana? cari tau apa yang membuat driver ojol bisa survive dengan persaingan yang cenderung ketat. hipotesanya adalah kelekatan antar driver ojol membantu mereka menjadi lebih tabah dan kuat dalam nyari konsumen.

          1. carinya dipisah. jurnal resiliensi sendiri, jurnal kelekatan sendiri.

          2. PENGARUH TOTALITAS KERJA DAN MODAL PSIKOLOGIS
            TERHADAP KEPUASAN KERJA DRIVER GOJEK
            DI JAKARTA SELATAN
            kalau itu bisa nggak kak ?
            itu termasuk kuanti atau kualitatif

  99. Assalamu’alaikum
    Kak sy mau tanya. Sy baru mau memulai penelitian tpi sy bingung mau neliti apa. Sy dpat masalah yg mnurut sy bisa diteliti cuman masih bingung sama variabel yg cocok untuk masalah ini, jdi mslhnya itu “kenapa orang biasanya baru mau mngerjakan sesuatu entah itu tugas atau kerjaan kalau waktunya udah mepet atau udh gk lama lgi dikumpul (batas) nya baru dia mau kerjakan”
    Kira” Mnurut kakak varibel yg cocok untuk mslah ini apa yah?

    Mkasih sbelumnya kak

  100. halo kak roby aku mau nanya dong kak kira2 judul aku hubungan antara loyalitas terhadap make up dengan impulsive buying pada peremupuan dewasa awal, kira2 bakal diterima dosen ngga ya kak??

  101. hallo kak aku mau nanya dong kira2 judul yg cocok untuk fenomena pengaruh sosial media terhadap timbulnya insecure pada penampilan apa ya kak? terimakasih

  102. Hallo kak, aku mau meneliti tentang penyesuaian diri anak rantau tapi kata dosen sudah banyak yang meneliti itu jadi kalo mau judulnya harus lebih di spesifikin lagi tapi aku bingung harus gimana? Mohon bantuannya dong kak

  103. Siang kak,
    Maaf kak ingin bertanya rencana saya ingin mengangkat judul hubungan dukungan sosial dan self regulated learning. Nah subjeknya saya sih kepikiran mahasiswa yang kuliah sambil bekerja kak. Menurut kakak gimana ya?

      1. kak kalau mau cari tau variabel itu diukur atau engga dan pakai skala apa bisa dicari dimana ya kak?

        1. kalo suatu variabel punya ciri-ciri dan indikator yang valid maka dia bisa diukur. indikator ini, kalo dalam ranah skripsi, harus dirasakan oleh orang yang mengalami variabel tersebut. ciri-ciri dan indikator ini diambil dari teori ilmuwan.

          kalo skala sih bisa liat dari skripsi atau jurnal orang lain, tapi tetep akhirnya harus bikin sendiri. cuma jadi referensi aja.

  104. Kak mau tanya.
    Kalo judulnya hubungan antara stres kerja dengan motivasi kerja.
    Itu lebih cepat/gampang pake kualitatif atau kuantitatif?
    Makasih kak sebelumnya ^_^

  105. hai kak!
    jadi aku dalam proses pengajuan judul skripsi, dan aku tertarik untuk mengambil penelitian eksperimen mengenai positive psychotherapy. jadi judul yang mau aku ambil itu “Efektifitas sharing ones story terhadap pengurangan stress pada fresh graduate yang mengalami quarter life crisis”. tapi aku masih bingung kak, dan sebagian teman-teman juga tidak menyarankan untuk mengambil penelitian eksperimen karena susah katanya, selain itu referensi unk psikoterapi jenis ini masih kurang. mohon sarannya ya kak, aku harus gimana

    1. judul kamu bagus banget lo sebenernya. tapiiii kelemahan eksperimen adalah kerjaan yang mesti kamu lakukan itu lebih banyak.
      kamu harus nyiapin materi terapi dan mempresentasikannya (kecuali pake punya orang), memastikan subyek selalu hadir di tiap pertemuan, terus bikin pretest dan posttest.
      itu baru eksperimennya. belum skripsinya.

      kalo kamu punya banyak waktu, misalnya dua semester, kamu terusin aja gapapa. tapi kalo pengen cepet lulus ya ganti. atau eksperimen ini pake aja di kuliah s2 ntar.

      stres menghadapi quarter life crisis masih bisa dipake untuk kuantitatif, tapi coba variabel x-nya ganti jadi strategi coping. atau kesiapan berkompetisi.

        1. maaf sebelumnya kak, saya mo nanya lagi ni. jika saya meneliti perbedaan resiliensi psikologis pada individu yang mengalami quarter life crisis ditinjau dari jenis kelamin bisa ga kak?

          1. mungkin bisa, tapi gak tau deh dosenmu bakalan suka apa nggak.
            sementara coba cari pembeda lain deh, cek di faktor2 penentu resiliensi seseorang (saya gak tau ehehehe).

  106. halo kak robi, maaf mau bertanya tentang judul penelitian. kan aku tertarik sama body objectification nih trus mau kaitin sama psikologi klinis kira2 variabel apa yg cocok ya kak? yg urgensinya kuat gtu kak.

    aku juga pengennya perbedaan body objectification pada beberapa etnis di indonesia, tapi bingung pakek etnis yg mana 😞, lebih tepatnya gk nemu argumennya. bantuin dong kak, udah buntu aku kak,,.. please di jawab dong,, makasih

    1. variabel racial identity emang ada sih. tapi variabel ini lahirnya di amerika, yang perbedaan etnisnya lebih terasa. mayoritas dan minoritas mereka juga lebih kentara karena pernah ada sejarah perbudakan.

      kalo dipake di indonesia sih nggak tau ya pas apa enggak. kita nggak punya perbedaan fisik yang mencolok, kecuali pada etnis tionghoa dan temen2 kita di indonesia timur. kalo pengaruh persepsi body objectification terhadap proses akulturasi pada mahasiswa dari indonesia timur gimana? urgensinya adalah proses akulturasi dan adaptasi di budaya rantau bisa dipengaruhi oleh objektifikasi.

      atau persepsi body dissatisfaction terhadap kecenderungan trust terhadap produk kecantikan instan. kan sempet viral kemaren, ada orang yang kulitnya melepuh gara2 pake krim pemutih yang katanya cepet memutihkan. atau meninggal karena minum obat diet. urgensinya udah ada. jadi hipotesanya adalah ketidakpuasan terhadap tubuh membuat orang cenderung lebih percaya terhadap produk kecantikan yang instan.

      1. kak, mau nanya lagi kak, kalau mau hubungin sama klinis cocoknya pakek yang mana kak? makasih

      2. trus kak, kalau untuk variabel trust terhadap produk kecantikan instan sendiri ada jurnal untuk mengukurnya gk kak? kalau ada share dong, aku cari tapi dapetnya cuman brand trust.

        1. kamu bisa pake trustnya aja, terus konteksnya aja yang dijadiin produk kecantikan instan

          jadi cari jurnal tentang trust, terus untuk pengembangan skala ya kamu adaptasi sendiri. dua variabel yang saya kasi itu dua2nya bukan klinis sih, tapi tanya aja dulu ke dosen bisa dilanjut apa gak

  107. Hallo kak, aku mau nanya nih kalo untuk judul penelitian seperti ini kira2 bisa ga ya ?
    “pengaruh membaca ramalan zodiak terhadap locus of control pada remaja putri”

  108. Selamat Malam kak, Saya ngin membuat judul tentang psikologi well being pada manula di panti jompo, kemudian saya punya ide judul “Hubungan Antara Emotional Intelegence Dengan Psychological Well Being Pada Manula Di Panti Werdha X” Kira2 gimana menurut kakak.?

    1. boleh juga.

      sebagai pertimbangan tambahan nih ya: temen saya ada yang neliti di panti jompo, dan skala yang dikembaliin itu kadang ngejawabnya asal-asalan. untuk mencegah kayak gini, jumlah aitemnya nanti dikurangi atau metode penelitiannya pake alternatif lain kayak wawancara. tetep obrolin ini ke dosen kamu yes.

  109. kak untuk yang variable pola asuh autoratif itu masih minim ya refrensinya? apa saya yang sulit menemukan kata kunci yang pas nya yaa hehe

    1. autoritatif maksudnya? mungkin kebanyakan menggunakan keseluruhan pola asuh kali ya makanya susah dicari. tapi ada kok, saya aja nemu barusan.
      kalo masih minim berarti bagus kan, variabelnya jarang diteliti. unik dong.

  110. halo kak, aku mau bertanya.. aku ingin sekali meneliti remaja yang suka pakai produk luar negri atau produk yang bermerek. nah kira-kira variabel yang cocok apa ya kak? oiya aku kepikiran var konfor krn kebnyakan remaja mengalami konfor tp bingung var penghubungnya apa. mungkin ada saran kah kak?

    1. masalahnya apa pada pembelian produk luar negeri? apanya yang mau kamu teliti dari pembelian produk itu?
      konformitas dihubungin sama asertiveness, perilaku konsumtif, agresivitas, macem2 tergantung remajanya di mana dan perilakunya kayak apa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *