13 Ciri-ciri Psikolog yang Baik dan Cocok Buat Kamu. Biar Nggak Salah Pilih!

cara mencari psikolog yang baik, karakter psikolog yang baik, psikolog yang bagus, ciri psikolog yang baik, psikolog yang bagus di jakarta, psikolog yang bagus di denpasar, psikolog yang bagus di surabaya, psikolog yang bagus di malang,

Apa aja sih ciri-ciri psikolog yang baik dan pasti cocok buat kamu? Ini dia 13 Ciri-ciri psikolog yang baik!

 

Salah satu alasan orang males ke psikolog adalah takut salah pilih. Takutnya proses terapi udah jalan, ternyata kurang efektif. Atau udah jalan, kok lama-lama rasanya si psikolog ini kurang nyaman buat kamu.

Mencari psikolog adalah investasi. Soalnya masa depan jiwa kamu bisa berubah dengan keberadaannya. Kalo kamu dapet psikolog yang baik dan pas, kamu bisa jadi lebih baik dan berhasil menangani masalah atau mungkin fobia yang kamu hadapi.

Iklan!

Nah, kali ini kita akan bahas yes 13 ciri-ciri psikolog yang bisa kamu lihat, untuk menentukan apakah dia bakal pas sama kamu apa nggak.

Siap?

 

 

1. Kemampuan komunikasinya bikin kamu nyaman.

Psikolog yang baik punya kepekaan komunikasi yang tajam. Mereka mampu memahami apa yang orang lain pikirkan dan rasakan

Kalo sama kliennya, psikolog akan memperlihatkan kehangatan, penerimaan, dan berempati pada klien.

Saat kamu sebagai klien bercerita, dia akan mampu mendengarkan kamu dengan seksama, memperhatikan setiap detail ceritamu, dan tampak memahami perasaan yang kamu rasakan.

Saat kamu berbicara sama psikolog nantinya, coba dilihat: Apakah psikologmu tertarik menggali perasaanmu lebih dalam? Apakah kamu merasa diterima dan dipahami? Apakah dia bersikap netral selama proses konsultasi, dan tidak menghakimi kamu?

Jika iya, psikolog ini cocok dengan kamu.

 

2. Kamu ngerasa bisa memercayakan masalahmu ke dia.

Menurut Wampold, waktu yang dibutuhkan seseorang untuk menilai orang lain bisa dipercaya atau nggak adalah 50 milidetik.

Meskipun psikolog sudah memiliki kode etik untuk tidak membocorkan rahasia klien, kadang klien masih ngerasa sungkan untuk membeberkan semua rahasianya. Ini wajar, dan seorang psikolog yang baik akan bisa memaklumi itu.

cara mencari psikolog yang baik, karakter psikolog yang baik, psikolog yang bagus, ciri psikolog yang baik, psikolog yang bagus di jakarta, psikolog yang bagus di denpasar, psikolog yang bagus di surabaya, psikolog yang bagus di malang,

Psikolog yang baik bisa meyakinkan kliennya bahwa dia bisa dipercaya. Penanaman keyakinan ini bisa melalui bentuk komunikasi verbal dan non verbal.

Saat kamu ke psikolog, coba lihat: apakah firasatmu mengatakan kalo kamu bisa percaya padanya? Apakah kamu merasa bisa menitipkan rahasiamu ke dia tanpa dibocorkan ke siapapun?

Jika iya, maka kamu sudah menemukan psikolog yang cocok.

 

3. Bersungguh-sungguh mau membantu kamu.

Satu ciri khas proses konsultasi/terapi akan berjalan baik adalah perasaan bahwa psikolog ini bersemangat dalam membantu kamu. Psikolog yang baik mampu meyakinkanmu bahwa proses penanganan akan berhasil jika kamu mau berusaha.

Ini disebut dengan aliansi terapeutik. Seorang psikolog yang baik akan mampu membentuk semacam aliansi denganmu, siap membimbing kamu dalam proses terapi hingga selesai.

 

Saat kamu menjalani proses konseling atau terapi, coba dilihat: apakah psikolog ini bisa meyakinkanmu untuk keep going on selama proses terapi berlangsung? Apakah dia selalu memantau progres kamu dari waktu ke waktu? Apakah kamu merasa kalo psikolog ini peduli dengan perkembanganmu, dan siap membantumu mencapai tujuan terapi?

Jika iya, psikolog ini cocok dengan kamu.

 

4. Psikolog yang pasti cocok buat kamu akan bisa menjelaskan istilah psikologi dengan lengkap dan gampang dimengerti.

Saat kamu ke psikolog, tujuan utama kamu adalah mengetahui apa sih yang sebenernya kamu alami. Kamu mungkin udah baca macem-macem dari artikel psikologi, tapi mendengar diagnosa yang sebenarnya dari psikolog akan lebih valid dan bisa ditindaklanjuti.

Meski cara mendiagnosa udah pasti bisa dilakukan sama semua psikolog, tapi gak semua bisa menjelaskan hasilnya dengan bahasa yang gampang dipahami.

Maka pertanyaannya adalah: bisakah psikolog menjelaskan diagnosa ke kamu dengan cara yang baik? Bisakah kamu memahami penjelasannya, sekaligus merasa yakin bahwa semuanya akan baik-baik saja?

Penjelasan yang diberikan psikolog harusnya nggak ribet. Penjelasannya harusnya mudah dimengerti sama orang awam, dan kalau bisa menggunakan permisalan atau contoh. Alur penjelasannya juga seharusnya masuk akal; kamu bisa melihat benang merah antara kejadian/penyebab yang mencetus permasalahan kejiwaan kamu, dan kamu bisa memahami kenapa kamu merasakan perasaan yang lagi kamu rasakan.

Kalo psikologmu bisa melakukan hal-hal ini, maka dia adalah psikolog yang bagus untukmu.

 

5. Punya rencana penanganan yang konkret dan kamu bisa mengikutinya.

Sebelum melangkah jauh ke dalam proses penanganan, seorang psikolog akan melakukan asesmen/analisa. Hasil asesmen inilah yang akan dipake untuk mengembangkan rencana penanganan atau rencana terapi, dan dia akan menjelaskannya secara detail ke kamu.

Terapi atau penanganan yang dipilih pun ada dasarnya. Pertimbangan terapi yang dipilih berdasarkan trauma yang mungkin kamu miliki, efektivitas terapi, keahlian dari psikolog, dan faktor-faktor lainnya.

 

Saat kamu datang ke psikolog, bisakah ia membagikan rencana penanganannya ke kamu? Apa pertimbangannya? Dan bisakah dia meyakinkan kamu kalo terapi yang akan dia gunakan aman buat kamu?

Kecuali kamu tau seperti apa rencana penanganan dan alasan ilmiah di balik penyusunan rencana itu, kamu nggak bisa mengambil resiko mengikuti rencana penanganan atau terapi itu.

 

6. Bisa meyakinkan kamu kalo proses terapi ini akan berdampak positif.

Perlu diingat, meskipun aman, proses psikoterapi belum tentu nyaman. Ini seperti tubuh yang jarang gerak terus tau-tau dibawa olahraga. Pasti bakal sakit semua. Tapi kalo mau sabar, pelan-pelan kamu akan beradaptasi dan jadi lebih baik dari sebelum kamu menjalani psikoterapi.

Saya pernah nulis di artikel ini kalo proses terapi psikologi mungkin gak nyaman, bahkan membuat kamu tersiksa. Di fase-fase awal, kondisi klien mungkin akan memburuk. Nggak jarang seorang klien memilih mundur dan gak dateng-dateng lagi ke psikolog, karena proses psikoterapi atau penanganannya nggak nyaman.

Nah psikolog yang baik harus bisa ngejelasin itu. Psikolog yang cocok denganmu akan bisa ngejelasin proses penanganan ke kamu secara bertahap, dan meskipun nggak nyaman, dia menjamin semuanya akan aman.cara mencari psikolog yang baik, karakter psikolog yang baik, psikolog yang bagus, ciri psikolog yang baik, psikolog yang bagus di jakarta, psikolog yang bagus di denpasar, psikolog yang bagus di surabaya, psikolog yang bagus di malang,

Oh iya. Psikoterapi bisa aja berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan. Orang mungkin bisa berprasangka buruk kalo waktu yang lama ini cuma ngerjain klien, alias dilama-lamain supaya biaya yang harus dibayar tambah gede.

Tapi seandainya bisa memilih, mungkin psikolog pengennya klien cuma dateng sekali terus pulang. Proses psikoterapi jangka panjang adalah tanggung jawab besar, dan reputasi karier bisa jadi taruhannya. Kalo psikologmu memilihkan penanganan dalam waktu lama, artinya dia bersungguh-sungguh dalam membantu kamu.

 

7. Dia tajam dalam mengamati perkembanganmu dan selalu membicarakannya denganmu.

Seorang psikolog yang baik akan selalu mengikuti perkembangan psikologis kamu, dan bagaimana kamu merespons terhadap proses penanganan. Ini adalah tanda kalo psikolog peduli denganmu dan mau melihat kamu berkembang.

Ini bisa ditandai dengan memeriksa keadaanmu via teks atau telepon, atau dia bersedia dihubungi di luar waktu pertemuan. Dia juga rutin menanyakan apakah proses psikoterapinya sulit, ada perubahan gak terhadap pikiran atau perasaanmu, atau apa pun masalah yang lagi kamu hadapi.

Kalo psikologmu mau repot-repot melakukannya demi kamu, berarti dia peduli sama kamu.

 

8. Mau mengubah penanganan yang lebih sesuai sama karakteristik kliennya.

Tadi saya bilang kalo proses psikoterapi mungkin nggak nyaman buat kamu, dan kamu perlu bersabar untuk melihat progresnya.

Meski demikian, nggak menutup kemungkinan suatu cara psikoterapi ternyata membuat keadaanmu lebih buruk dari perkiraan si psikolog. Mungkin saja suatu cara terapi ternyata gak cocok buat kamu.

cara mencari psikolog yang baik, karakter psikolog yang baik, psikolog yang bagus, ciri psikolog yang baik, psikolog yang bagus di jakarta, psikolog yang bagus di denpasar, psikolog yang bagus di surabaya, psikolog yang bagus di malang,

Kalo kamu merasakan proses terapi ini nggak mengena pada masalah yang kamu alami, atau nggak memperbaiki yang harusnya diperbaiki dari kamu, kamu harus mengutarakannya ke psikolog.

Psikolog ini yang akan menilai, apakah kekhawatiranmu ini beneran ada yang nggak beres atau karena nggak nyaman aja sama proses terapinya.

Seorang psikolog yang baik nggak boleh terpaku sama satu cara penanganan saja. Gak ada satupun proses penanganan yang bisa pas untuk semua orang. Dan kalo ternyata terapi ini membuat keadaan klien lebih buruk daripada perkiraan, harusnya sang psikolog bisa mengganti cara psikoterapinya dengan yang lain.

 

9. Dia bisa memotivasi kamu untuk terus bertahan selama proses terapi.

Harapan adalah motivator untuk berubah yang hebat. Keinginan yang kuat untuk sembuh atau lepas dari hal buruk bisa menjadi faktor penting dalam menentukan kesuksesan penanganan.

Tadi saya sempet bilang kalo proses psikoterapi mungkin nggak nyaman kan? Nah, di sinilah harapan kamu berperan besar. Psikologmu harusnya bisa memahami itu. Psikolog yang baik akan bisa memotivasi kamu untuk terus bertahan dan bersabar, karena semua yang indah dan baik membutuhkan proses yang panjang.

bipolar disorder pdf, bipolar disorder journal pdf, bipolar disorder wiki, bipolar disorder gejala, bipolar disorder adalah, bipolar disorder apa itu, bipolar disorder adalah penyakit, bipolar disorder bahasa indonesia, bipolar disorder ciri cirinya, bipolar disorder cara mengatasi, bipolar disorder dalam psikologi, bipolar disorder definition, bipolar disorder dsm v, gangguan bipolar itu apa, gangguan bipolar apa itu, gangguan bipolar afektif, gangguan afektif bipolar adalah, gangguan bipolar bisa sembuh, apakah gangguan bipolar bisa sembuh, apakah gangguan bipolar berbahaya, gangguan bipolar dengan gejala psikotik, gejala gangguan bipolar, gejala gangguan bipolar disorder, apakah bipolar gangguan jiwa, gangguan bipolar menurut para ahli, gangguan mental bipolar, gangguan mood bipolar, tes gangguan bipolar online, gangguan bipolar ringan, simtom gangguan bipolar,

Meski demikian, seorang psikolog harus bisa menjaga optimisme kliennya untuk nggak berharap berlebihan. Ini karena bisa aja setelah proses psikoterapi pun, gejala-gejala gangguan kamu muncul lagi. Psikolog yang baik harusnya bisa memprediksi hal ini dan memberitahukannya ke kamu.

Seorang psikolog yang baik harus bisa membantu menjaga optimisme kamu selama proses terapi. Tapi di sisi lain, dia harus mampu menjaga ekspektasi kamu pada titik yang realistis.

 

10. Sensitif terhadap latar belakang kamu.

APA, atau Asosiasi Psikolog Amerika, merekomendasikan terapis dan psikolog untuk menyesuaikan penanganan yang akan digunakan berdasarkan nilai-nilai budaya klien.

Termasuk dalam hal ini adalah menghormati latar belakang budaya klien, hubungan keluarga, agama, dan suku yang dimiliki.

Maka, psikolog yang baik harusnya mempertimbangkan agama dan nilai-nilai yang kamu pegang sebelum memulai proses penanganan.

Misalnya kamu seorang cowok muslim terus psikolognya ternyata cewek. Kalo kamu menjunjung tinggi nilai-nilai agama kamu, kamu boleh kok meminta proses penanganannya nggak melibatkan persentuhan tangan. Psikolog yang cocok dengan kamu akan mempertimbangkan hal itu.

Psikolog yang baik nggak memberikan komentar miring atau ofensif terkait jenis kelamin, ras, orientasi seksual, agama, atau latar belakang keluarga.

Tapi mungkin psikolognya nggak sengaja mengatakan sesuatu yang menyinggung hal-hal itu. Bisa aja karena dia gak tau atau gak sadar. Yaaa kamu kasi tau aja, dia pasti minta maaf kok.

 

11. Dia bisa memisahkan fokus antara masalah pribadi dengan kerjaannya.

Seorang psikolog mungkin aja “membawa” pikiran atau pendapat pribadinya saat mendengar cerita dari klien. Sangat mungkin sisi personal dari psikolog terbawa ke dalam pekerjaan. Meski demikian, ini kurang profesional.

Seorang psikolog yang baik harus bisa menjaga netralitas pikiran dan emosinya saat merespon cerita dari klien. Saat proses konseling mulai jalan, psikolog harus bisa melupakan masalah pribadinya, dan fokus 100% ke masalah klien.

Maka, kalo psikologmu malah bawa-bawa masalah pribadinya saat proses konseling, atau balik curhat, kamu perlu ingetin dia soal ini. Kan kamu udah bayar, masa malah dia yang cerita. Berarti ada cashback dong kalo kayak gitu.

 

12. Semua penanganan dan tindakannya didasari penelitian yang udah teruji.

Psikolog harus bertindak berdasarkan kode etik yang ada dan mendasarkan diagnosanya berdasarkan panduan diagnosis yang udah disepakati Himpunan Psikologi Indonesia (Himpsi).

Proses pendiagnosaan dan kriteria yang dipake harus berdasarkan pengujian ilmiah. Kalo bisa sih berdasarkan update ilmu yang terbaru.

fakta tentang sigmund freud, biografi sigmund freud
Ilustrasi Freud melakukan praktik konseling

Jadi nggak boleh tuh psikolog diagnosa pake ilmu nujum, baca tarot, atau minum air rebusan daki.

Kalo kamu pernah baca-baca tentang cara psikoterapi di internet, kamu boleh kok menanyakan atau mendiskusikannya sama psikologmu. Psikolog yang cocok denganmu harusnya mau membuka pikiran terhadap masukan dari klien, atau sekedar menjelaskan kenapa cara psikoterapi yang kamu baca itu nggak dia gunakan ke kamu.

 

13. Dia selalu update terhadap perkembangan ilmu psikologi.

Dinamika manusia terus berubah, dan penelitian terkait psikologi selalu mengikuti dinamika itu. Berkembangnya penelitian psikologi membuat diagnosa dan cara penanganan bisa berkembang juga.

Seorang psikolog harus mengerti bahwa belajar nggak berhenti meskipun udah dapet gelar. Penelitian dan perkembangan ilmu psikologi harus dipantau terus, supaya jadi psikolog yang andal.

Metode terapi dan asesmen bisa aja ada yang baru, dan alangkah baiknya bagi psikolog untuk up to date sama metode-metode baru itu.

Kalo kamu ke psikolog, kamu boleh tanya lisensi psikoterapi apa aja yang dia punya, dan seberapa jauh pengalamannya terhadap psikoterapi itu. Kamu juga cek di ruang praktiknya, kira-kira ada buku atau majalah psikologi nggak. Kalo ada banyak, psikologmu mungkin seorang yang update sama perkembangan ilmu psikologi.

 


Nah! Itu tadi ya 13 ciri-ciri psikolog yang baik yang bakal cocok sama kamu.

Keberhasilan konseling dan terapi dapat bergantung pada banyak faktor, tapi 13 faktor tadi adalah kualitas-kualitas yang bisa meningkatkan kemungkinan berhasilnya proses konseling kamu.

Nggak ada salahnya meminta rekomendasi dari orang lain. Kalo kamu punya kenalan yang pernah ke psikolog, coba aja tanya kayak apa sih psikolog yang pernah dia datengin itu. Siapa tau memenuhi kriteria.

Kamu juga boleh kok mencoba dateng sekali untuk menilai kecocokan kamu sama psikologmu. Kalo emang kurang sreg, nggak ada salahnya cari yang lain.

Tapi inget, gak semua psikolog bisa memenuhi 13 kriteria ini. Kamu juga harus memakluminya. Tapi selama kamu paham kriteria-kriteria tadi, kamu bisa memutuskan apakah psikolog yang kamu datengin ini cocok sama kamu apa nggak.

 

Disadur dengan tambahan dari Psychologytoday.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *