8 Cara Orang Lain Menilai Kita. Periksa dan Perbaiki!

Orang lain menilai kita dari apanya, sih?

Setiap hari kita menilai orang lain.

Kita menilai tetangga kita yang halaman rumahnya tak terurus. Kita menilai orang tua yang mengambil jajanan dari tangan anaknya di minimarket. Kamu mungkin pernah menggeleng-gelengkan kepala saat ada bocah dengan motor jambrong ngebut tanpa pakai helm.

Nggak papa, itu biasa. Malah alami. Sebagian kita malah cukup berbakat, sampai-sampai orang dalam penelitian di Kansas University, bisa menebak tipe kepribadian dengan melihat jenis sepatu.

Kita sering menilai orang lain, dan orang lain pun sering menilai kita. Dalam hal ini: menilai kamu.

Kamu boleh aja cuek dan bilang “be yourself”. Atau “Don’t judge book by its cover”. Tapi, nyatanya be yourself nggak bisa membuka hati papanya pacarmu. Walaupun kamu bilang “nilai orang dari hatinya!” orang siap memandangmu dengan tatapan sinis bahkan sebelum kamu sempat buka mulut.

Ya, kadang-kadang kamu perlu membuat orang terkesan. Kamu perlu membuat orang menilai dirimu sebagai orang baik dan berbudi.

Tapi orang menilai kita dari mana sih? Apa saja kebiasaan kita yang menentukan berapa rating kita di mata orang lain?

 

Perilaku bawah sadar adalah pusat kendali kita. Ia berbicara dengan bahasa yang kita tidak sadari. Perilaku ini menjadi bagian tak terpisahkan dari kita, sehingga kita bahkan melakukannya secara otomatis.

Berikut adalah 8 cara orang lain menilai kita.

 

1. Bagaimana kamu memperlakukan kasir dan pedagang.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

Gimana cara kamu bicara dengan kasir atau orang jualan? Kamu senyum nggak? Apakah kamu bilang terima kasih? Atau kamu mengambil plastik belanjaan dari tangannya tanpa berkata apa-apa?

Perilaku kamu terhadap orang-orang seperti ini mengindikasikan kebaikan hatimu. Kalau kamu menyapa dengan ramah, dan berterima kasih sambil senyum, orang lain akan menilai kamu sebagai orang berhati lembut dan hangat.

Banyak orang-orang yang hanya baik sama yang ia anggap setara atau lebih baik. Bermuka manis di depan bos atau klien, tapi kalau sama kasir/pedagang/resepsionis dianggapnya kayak batu.

Hati-hati, di proses seleksi karyawan kadang-kadang perilaku kamu dilihat sejak kamu memasuki gedung. Cara kamu berbicara pada satpam dan resepsionis bisa aja dinilai sama HRD. Apa kamu mau kompetensimu diabaikan karena sikapmu yang kurang menghargai?

Lagian, kan nggak susah juga sih memperlakukan orang lain dengan baik.

 

2. Seberapa sering kamu ngecek hape.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

Di mana posisi hapemu kalau ngobrol dengan orang?

Di saku, di tangan, atau di meja? Lalu, seberapa sering matamu melirik ke arah hape?

Paling geregetan kalau ngobrol sama orang, namun matanya bolak balik ngelirik ke arah hape. Bahkan saat nggak ada notifikasi, orang itu membuka kunci layar, seolah takut terlewat sesuatu.

Kamu kayak gitu nggak? Kalau iya, mungkin sudah saatnya kamu introspeksi diri. Sering ngecek hape saat bicara menandakan kamu kurang menghormati orang, nggak bisa jadi pendengar yang baik, dan nggak punya kontrol diri. Orang jadi illfeel deh.

Maka, kecuali menunggu kabar penting, simpan ajalah hapemu di kantong. Lagipula kalau memang penting kan orang pasti nelepon. Lagipula menyembunyikan ponsel saat bicara bisa meningkatkan kualitas obrolan lo.

 

3. Ada perilaku tak terkontrol atau nggak.

Ketika kamu gugup, apa yang kamu lakukan? Perilaku tanpa sadar seperti memainkan rambut, menggigit kuku, atau memainkan kancing baju bisa membuatmu dinilai gugup dan tak terkontrol.

Penelitian dari Universitas Michigan menyebit bahwa orang-orang yang mudah gugup biasanya perfeksionis, dan situasi tak sempurna membuat mereka gampang bosan dan frustrasi.

 

4. Kapan kamu bertanya.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

Komunikasi yang bener adalah komunikasi dua arah. Artinya yang ngomong bukan hanya satu orang, tapi dua orang saling berbicara. Dari sinilah kamu dinilai.

Kalau kamu mampu bicara seperlunya dan balik bertanya ke lawan bicara, kamu akan dinilai sebagai orang dengan kepribadian kuat. Selain itu kamu dinilai mampu menjaga percakapan agar terus berjalan seimbang. Kamu dianggap asik diajak ngobrol lama.

Siapa sih yang suka sama orang yang nggak berhenti ngomong?

Nyerocos terus tanpa berhenti, memotong ketika orang bicara, dan nggak peduli dengan orang lain. Apalagi kalau yang kamu bicarakan hanya tentang kamu dan kamu. Itu namanya egois.

 

 

5. Kekuatan jabatan tangan.

Saat berjabatan tangan, seberapa kuat tanganmu menggenggam?

Kuat dan yakin, atau lemes kayak kangkung dijemur? Ketika kamu menjabat tangan dengan letoy, orang menganggap kamu kurang percaya diri.

Sebaliknya kalau jabatan tanganmu kuat dan yakin. Sebuah penelitian dari universitas Alabama menyebut bahwa orang dengan jabatan tangan yang kuat cenderung lebih pede, lebih terkontrol, dan mudah diajak ngobrol.

 

6. Ketepatan waktu.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

Saat janjian sama temen atau pacar, siapa yang dateng duluan? Kamu atau orang lain?

Datang terlambat saat janjian menandakan kamu kurang menghormati orang lain, nggak menghargai waktu, malas, dan suka menunda pekerjaan. Memang sih dateng telat bisa aja terjadi karena ada kendala di perjalanan, atau ban kendaraannya bocor.

Kamu usahain dateng ke mana-mana tepat waktu. Kalau ternyata orang lain yang dateng telat, ya positive thinking aja. Tanyain kenapa telat.

 

7. Tulisan tangan.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

 

Beberapa orang punya hobi membaca kepribadian lewat tulisan tangan.

Seni membaca tulisan tangan sederhana cukup mudah: tekanan pada kertas menandakan seberapa keras sifatmu, kemiringan menandakan introvert atau ekstrovert, dan kerapian tulisan menandakan kamu orangnya tersusun.

Walaupun penelitian nggak membuktikan hubungan tulisan tangan dan kepribadian, nggak ada salahnya berhati-hati dengan tulisan tanganmu. Siapa tau kan ada yang iseng membaca tulisanmu, dan kamu malah dinilai berantakan.

Kalau memang penting, ya ketik aja biar aman.

 

8. Kontak mata.

bagaimana cara menilai kepribadian orang, bagaimana cara menilai kepribadian seseorang, bagaimana cara menilai orang, bagaimana cara menilai orang lain, bagaimana cara menilai seseorang, bagaimana cara menilai watak seseorang

Kontak mata itu penting! Saya pernah menulis satu halaman khusus tentang kontak mata di sini.

Intinya sih kontak mata harus seimbang. Kalau terlalu lama orang takut, nggak kontak mata menandakan kamu nggak pede. Alihkan pandangan mata setiap 3 detik. 3 detik, berhenti. 3 detik, berhenti. Gitu terus.

Porsi tatapan mata yang pas menandakan kamu ramah, bisa dipercaya, dan tertarik dengan orang lain.

 

Kesimpulan

Nah! Itu tadi 8 hal yang dinilai orang tentang kamu.

Memang 8 hal ini dilakukan tanpa sadar. Kamu mungkin nggak menyadarinya sebelum baca tulisan ini. Kadang-kadang, hal kecil yang kita lakukan bisa berdampak besar. Renungkan lagi; mana yang bisa diperbaiki? Perbaikilah, agar kesan orang lain tentang kamu semakin baik.

sumber

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

Robi Maulana

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

You may also like...