Cara Menjaga Pertemanan Walaupun Sibuk Sendiri-Sendiri

Semakin kita beranjak dewasa, teman kita akan makin sedikit.
Kita akan makin sulit mendapat pertemanan sejati, yang jadi teman tanpa kepentingan pribadi.

Apalagi kalau kamu kerja di rumah alias freelance.
Karena jarang ketemu orang, jadi susah dapet temen baru.

Ini membuat kita perluuu banget merawat pertemanan yang udah kita punya.
Teman yang udah akrab perlu dipertahankan, daripada nyari temen baru tapi ada maunya.

Tapi pada akhirnya, kita semua akan sibuk sendiri-sendiri.
Kamu dan sahabatmu yang berjanji selalu bersama, akhirnya harus berpisah dan menghadapi tuntutan kedewasaan. Kamu dan temanmu sejak kecil yang selalu akrab, akhirnya akan memilih jalan sendiri dan nyaris tak pernah bertegur sapa.

Jadi gimana ya caranya merawat pertemanan, meskipun sudah sibuk sendiri-sendiri?

 

1. Rencanakan ketemu rame-rame

Bikin acara reuni justru lebih gampang daripada ketemu berdua. Ini karena, kalau satu orang nggak jadi pergi, acara tetep bisa dilanjutkan. Bandingkan kalau kamu cuma janjian ketemu temen berdua. Kalau dia nggak jadi dateng, kan acara ngumpulnya jadi batal.

Apalagi kalau acaranya dilakukan di luar kota.
Sambil liburan. Aduuhhh kan sayang banget kalo nggak ikut?

 

menjaga pertemanan, menjaga pertemanan yang baik, menjaga hubungan pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan baik, cara menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga hubungan pertemanan, bagaimana cara menjaga pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan dan persahabatan dengan baik, cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik,

 

Untuk memastikan acara itu jadi, mending kamu aja yang ngatur!
Cek kalender untuk lihat hari kosong, lalu chat sejumlah teman untuk merencanakan acara ketemuan.
Setelah beberapa bilang setuju, bilang ke mereka kalau kamu akan bikin grup chat khusus. Grup ini khusus untuk membahas acara lebih lanjut.

Cara kayak gini lebih bagus dibanding membuat grup chat lalu menambahkan orang tanpa izin.
Kan ada tuh orang yang nggak suka dimasukin grup tanpa izin. Kalau dimasukin grup dengan persetujuan, grup itu akan rame dan semangat.

 

2. Berulang

Kadang-kadang kita susah ketemu karena jadwalnya selalu berbenturan. Maka, ketika kamu AKHIRNYA dapet hari yang pas, usulkan sama dia untuk ketemuan rutin. Entah itu seminggu sekali, atau dua minggu sekali.

Kalau rutin, akhirnya jadi kebiasaan. Kalau kebiasaan, akhirnya nanti jadi prioritas.

menjaga pertemanan, menjaga pertemanan yang baik, menjaga hubungan pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan baik, cara menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga hubungan pertemanan, bagaimana cara menjaga pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan dan persahabatan dengan baik, cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik,

 

Sekali lagi, di sini pun kamu harus memegang kendali. Kamu harus menjadi “provokator” ketemuan.
Saya udah sering ngeliat orang-orang yang bilang “ayo kita ketemuan rutin” tapi akhirnya hanya jadi angin lalu.
Ini karena nggak ada yang mau memegang kendali. Semua saling menyerahkan tanggung jawab, sehingga akhirnya nggak pernah ketemuan.

Serius. Urusan kerja memang penting, namun menjaga pertemanan yang baik juga nggak kalah penting.

 

3. Chatting dong

Ya sudah, kalian nggak bisa bertemu. Jadwal juga nggak pernah pas.
Kalau gitu, chatting lah! Atau telepon saja!

Ini cocok untuk menjaga persahabatan jarak jauh.

menjaga pertemanan, menjaga pertemanan yang baik, menjaga hubungan pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan baik, cara menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga hubungan pertemanan, bagaimana cara menjaga pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan dan persahabatan dengan baik, cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik,

 

Kita seringkali susah menjaga pertemanan karena kita sendiri yang enggan berusaha.
Kalau kita nggak ngeyel menjaga pertemanan, nanti temen kita hilang semua lo~
Bahkan menurut ogut, ngeyel adalah sikap terbaik dalam menjaga persahabatan.

Maka, tanyakanlah kabar temanmu lewat chatting. Awali saja dengan mengomentari sesuatu di sosial medianya. Kalau dia balas, tanya lagi kosong atau nggak. Kalau lagi kosong, yaudah ajak ngobrol.

Sekadar ngobrol sedikit sudah bisa menyiram kembali pohon pertemanan yang hampir layu.

 

4. Satukan pertemanan dan kegiatan

Kadang kan males ya ketemuan kalau nggak maksud.
Sebagian orang mikir nongkrong ngopa ngopi nggak ada manfaatnya.

Kalau gitu, coba satukan pertemanan dengan suatu kegiatan. Misalnya ikut kegiatan ibadah. Ajak dong satu temenmu untuk ikut bareng. Nanti kan sekalian ibadah, sekalian ketemu lagi.

menjaga pertemanan, menjaga pertemanan yang baik, menjaga hubungan pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan baik, cara menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga hubungan pertemanan, bagaimana cara menjaga pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan dan persahabatan dengan baik, cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik,

Atau ajak dia buat olahraga sama-sama. Atau minta temenin untuk ngeliat seminar/workshop.

Jadi nggak sekadar ketemu, tapi ada kegiatan bermakna yang didapet.

 

5. Pilih-pilih dulu

Nggak semua pertemanan layak dipertahankan. Ada yang menghambatmu, ada yang membuatmu lebih baik. Pilih siapa temanmu yang layak untuk dijaga pertemanannya.

Selain itu, pertimbangkan lagi: jaga pertemanan lama atau cari yang baru?

menjaga pertemanan, menjaga pertemanan yang baik, menjaga hubungan pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan baik, cara menjaga pertemanan yang baik, bagaimana cara menjaga hubungan pertemanan, bagaimana cara menjaga pertemanan, bagaimana menjaga pertemanan dan persahabatan dengan baik, cara menjaga pertemanan, cara menjaga pertemanan dengan mantan, tips menjaga pertemanan yang baik,

Pertemanan harusnya membuatmu kuat dan bahagia. Antara teman lama dan baru, mana yang membuatmu merasakan kehangatan? Itu harus dipikirkan.

Ketika teman-teman lama nggak ingin mempertahankan hubungan denganmu, mungkin saatnya membiarkan mereka dengan hidupnya masing-masing. Mungkin, udah waktunya buatmu mencari teman baru.

Untuk cara biar cepat akrab sama orang, kamu bisa coba di sini.

 


 

Pada hakikatnya manusia adalah makhluk sosial; kita butuh orang lain agar tetap merasa bahagia dan sehat. Manusia ingin terhubung dengan orang lain. Makanya, bahkan introvert pun “berpegangan” pada sosmed, agar mereka bisa bersosialisasi walaupun menyendiri di kamar.

 

Robin Dunbar, seorang antropolog, membuat studi tentang berapa banyak sih orang yang kita kenal.

Meskipun katakanlah temanmu di Facebook mencapai 3000 lebih, namun kenyataannya nggak semua orang benar-benar kamu ajak berinteraksi. Di dunia nyata, Dunbar bilang, setiap orang rata-rata punya 150 kenalan.

Bahkan, 150 ini terbagi jadi beberapa ring. Ring ini terbagi jadi beberapa tingkatan keakraban.

Ring pertama diisi 3-5 orang yang kamu kenal akrab. Kamu nyambung sama mereka, kamu pernah ketemu orang tua mereka, kamu bisa jadi diri sendiri kalau sama mereka.

Ring kedua diisi sekitar 15 orang. Kamu berteman dengan mereka, kamu menyukai mereka, tapi kamu nggak sering ngobrol sama mereka. Bercanda sama mereka pun kamu agak sungkan.

Ring ketiga diisi 50 orang, yang kamu tahu namanya dan kadang kamu sapa, tapi kamu nggak pernah ngobrol sama mereka. Kalian mungkin saling follow di Instagram/Facebook, tapi di dunia nyata kalian nggak pernah ngobrol satu sama lain.

 

Ring terakhir, diisi sisa dari 150 tadi. Kamu sering lihat mukanya dan kadang kamu tegur, tapi kamu lupa namanya siapa dan kamu nggak follow dia di sosmed.

Kalau orang lain tanya “itu siapa?” Kamu jawabnya temen kampus/kantor, padahal kamu sendiri nggak kenal banget sih.

Nah, sekarang kamu bayangkan wajah-wajah yang mengisi masing-masing ring itu.
Kira-kira siapa yang bisa diakrabin? Siapa yang bisa kamu bikin terhubung kembali? Siapa yang bisa kamu “promosikan” ke ring satu? Mendingan kamu pilih aja dari situ, daripada nyari temen baru yang bener-bener asing.

 


Nah! Demikian tadi yes cara menjaga pertemanan meskipun sibuk sendiri-sendiri.

Sebuah penelitian bilang bahwa saat kita dewasa, teman kita cuma 2-3 orang. Bagaimanapun, punya teman itu baik untuk kesehatan jiwa. Jadi, pertahankan teman-temanmu yang tersisa.

Bukankah dengan adanya teman, hidupmu jadi lebih berwarna?

sumber: https://psychcentral.com/lib/how-many-friends-do-you-need/

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

Robi Maulana

Content writer dan dalang di balik PsikologiHore. Kerjaannya menulis, menggambar, dan menghabiskan stok kopi di dapur.

You may also like...