Overthinking dan Cara Mengatasinya

overthinking artinya, overthinking arti, overthinking itu apa, overthinking artinya apa, overthinking akut, overthinking dan cara mengatasinya, overthinking di malam hari,

Coba inget-inget: pernah ngalamin hal-hal di bawah ini gak?

  • Kepikiran instastory/status seseorang yang kayaknya nyindir kamu. Kamu mengingat-ingat hal salah apa yang kamu lakuin ke dia, kamu mikirin sebaiknya kamu bales apa nggak, dan semacamnya.
  • Atau kalo misalnya besok mau interview. Meskipun persiapan udah mateng, mungkin kamu kepikiran bakal ditanyain apa, reaksinya si pewawancara gimana, bajunya pantes apa nggak, macem-macem lah.
  • Atau nggak bisa tidur karena kepikiran kata-kata menusuk dari temenmu. Kamu kepikiran hal-hal buruk yang pernah terjadi sama kamu sebelumnya, terus kamu kepikiran kenapa hidup kamu gini amat, dan semacamnya… sampe bikin kamu nangis terisak-isak.

 

Itu tadi contoh dari berpikir berlebihan, atau bahasa kerennya: overthinking.

Overthinking sebenernya normal. Ini adalah cara leluhur kita di jaman primitif untuk mencari solusi menghadapi ancaman. Di masa prasejarah, tentunya overthinking ngebantu banget; predator dan hewan liar bisa mengancam kapan aja.

Iklan!

Sekarang overthinking sudah gak dibutuhkan lagi,kehidupan kita kan udah aman. Tapi, overthinking sebagai insting alamiah kita tetap ada sampe sekarang.

Overthinking ini sekarang justru jadi masalah kita, karena bikin pikiran kita jadi terdistraksi. Apalagi kalo bikin stres dan sakit.

Ada beberapa cara yang bisa membantu kamu mengurangi kebiasaan overthinking. Kalo kamu lakukan, seenggaknya kebiasaan overthinking kamu bisa berkurang. Siap?

 

Daftar Isi

Kenapa kita overthinking?

Kita udah membahas cara mengurangi overthinking dan ciri-ciri perilaku overthinking.

Tapi kenapa ya kita suka berpikir berlebihan? Kok bisa ya pikiran kita suka menakut-nakuti diri sendiri secara nggak terkontrol?

Pada dasarnya kecemasan di otak kita tercipta untuk melindungi kita dari pengalaman yang nggak nyaman. Pengalaman nggak nyaman ini bentuknya macem-macem: kritik, penolakan, kegagalan, rasa malu, rasa sakit, dan lain-lain.

Dan kita cenderung menyamakan perilaku “mikirin masalah” dengan “memecahkan masalah.”

Padahal memikirkan sebuah masalah, tanpa ada niat untuk memecahkannya, hanya bikin kita makin khawatir. Kita sering khawatir atau overthinking masalah yang gak bisa kita selesaikan. Kita juga mikirin urusan orang secara berlebihan, atau memusingkan masa lalu yang udah lewat.

Fokus pada masalah nggak membantu menyelesaikannya. Itu cuma memperparah ketakutan kita dan bikin kita lebih cemas.

Overthinking juga punya akar pada sifat perfeksionis. Ini merupakan dampak dari standar tinggi yang kita tetapkan untuk diri sendiri, nggak menoleransi kesalahan, dan membesar-besarkan dampak dari sebuah kesalahan kecil.

Makanya, pada perfeksionis, kesalahan kecil kadang bisa jadi beban pikiran. Mereka para perfeksionis merasa terobsesi dengan itu, dan akhirnya mengkritisi diri sendiri.

Perfeksionis juga cenderung punya pikiran kaku. Pokoknya menurut dia, cara melakukan sesuatu yang benar itu cuma ada satu. Cara ngelipet baju itu yang bener cuma satu. Kalo mau pergi traveling itu peralatan harus lengkap. Kalo kurang satu, perjalanan berantakan.

Sifat kaku dan pikiran “yang bener cuma satu” ini menciptakan tekanan besar pada diri sendiri. Kita memaksa diri untuk terus menerus melakukan dan memilih hal yang benar, dan ini bikin stres bosq.

 

Cara Mengurangi Overthinking

Segera sadari kalo kamu lagi overthinking.

Hal pertama yang perlu kamu lakukan saat lagi overthinking adalah kamu harus sadar kalo kamu lagi overthinking.

Ketika kamu mulai mencemaskan hal yang sepele, mengkhayalkan suatu narasi di otak kamu, atau mengarang-ngarang perdebatan sama seseorang yang kamu benci di dalam otakmu, itu kamu lagi overthinking.

Ini adalah langkah pertama sekaligus yang krusial. Menyadari kalo kamu sedang overthinking akan mencegah kamu ngelamun lebih jauh. Ini sekaligus membantu kamu untuk segera melakukan tips-tips berikutnya.

 

Alihkan perhatian dari sumber kekhawatiranmu.

Alihkan perhatian dari sumber overthinkingmu!

Ketika overthinking mulai kumat, lakukan sesuatu yang akan menyedot fokusmu. Bermainlah game, berjalanlah keluar, bergerak, mandi, atau apapun yang seenggaknya membantu kamu melupakan sejenak sumber kekhawatiranmu.

Catatan tambahan: Tips ini sebaiknya nggak dilakukan saat lagi kerja. Dan pengalih perhatian ini kalo bisa bukan sesuatu yang negatif atau bikin candu ya. Jadi kalo pengalih perhatiannya adalah drugs, alkohol, atau rokok, maka cari pengalih perhatian yang lebih positif atau nggak gunakan tips ini sekalian.

 

Tuliskan kekhawatiranmu.

Kalo mengalihkan perhatian juga nggak berhasil, maka tulislah kekhawatiran kamu di selembar kertas.

Misalnya gini:

Kamu kepikiran perkataan mantan yang masih nggak kamu terima sampe sekarang.

Maka tuliskan secara detail apapun yang dia katakan, kayak apa kejadiannya, perasaan kamu gimana, apa yang bakal kamu katakan ke dia seandainya kamu bisa memutar waktu, pokoknya apapun yang terpikirkan olehmu.

Kalo semua udah tertulis, sedikit demi sedikit kamu akan merasa lebih jelas dan lega.

Overthinking adalah sesuatu yang gelap dan berantakan. Kamu terjebak di dalamnya karena kamu cuma bisa ngeliat dari satu sudut pandang yang sempit, sementara pikiran negatif itu terus datang dan memborbardir emosi kamu.

 

Menuliskannya di kertas akan mengurai gelap dan berantakan itu, dan kamu bisa membacanya berkali-kali hingga kamu bisa melihat apa yang kamu pikirkan dari perspektif berbeda.

Menulisnya di kertas juga menciptakan “ruang tahanan” bagi pikiran negatif kamu ini, jadi dia nggak muncul di kepala kamu terus.

 

Berikan otakmu waktu untuk overthinking.

Kalo overthinking ini muncul berkali-kali dalam sehari, mengalihkan perhatian dan nyatet terus-terusan bisa bikin kamu jadi susah beraktivitas dong.

Kalo mikir berlebihannya sering muncul, kamu perlu sisain waktu dalam sehari untuk overthinking dan merasa khawatir sepuasnya.

Di waktu overthinking ini, biarkan otakmu melamun dan berpikir berlebihan sepuasnya. Dan kamu nggak boleh melakukan hal lain; jangan sambil pegang hape, jangan sambil beraktivitas. Pokoknya ngelamun aja!

Atur waktu sekitar 15-20 menit. Kalo waktunya udah abis, kamu harus balik ke aktivitas sehari-hari kamu.

 

Maklumi kekurangan dan kesalahanmu.

Overthinking bisa dateng dalam berbagai bentuk. Beberapa di antaranya adalah mengkritik diri sendiri, menyalahkan diri sendiri atas kesalahan di masa lalu, atau nggak memaafkan orang lain yang udah berbuat jahat sama kamu.

 

Kamu manusia biasa yang pernah berbuat salah dan punya kekurangan. Maafkan diri kamu sendiri, dan biarkan dirimu berusaha berubah jadi lebih baik.
Bukankah kesalahan dan kejadian pahit itu bisa bikin kamu jadi lebih bijak?

 

Kurangi internet dan sosial media.

Sebagian kita berusaha mencari penenangan dengan buka internet dan sosmed. Tapi informasi online di timeline terlalu banyak, dan kebanjiran info-info terbaru akan membuat otak kamu yang udah overthinking malah semakin kewalahan.

Jadi kalo kamu terlalu banyak mikir, internet akan memberi makan kekhawatiran kamu lebih jauh. Jadi, tahan keinginan untuk melakukan aktivitas online berikut ini:

Hindari sosial media.

Sosial media alias sosmed sarangnya perbandingan sosial. Kalo kamu ngeliat timeline liburan dan mesra-mesraannya temen kamu, kamu akan merasa lebih terpuruk.

Semua orang di sosmed membagikan hal-hal baik; tempat makan, tempat jalan-jalan, atau tempat kencan, padahal di balik itu ya mereka sama aja kayak kamu. Mereka juga punya masalah. Dasar mereka nggak ngasi liat aja di sosmed.

Hindari juga baca-baca berita online.

Hal lain yang biasa dilakukan orang adalah baca-baca berita. Kadang meskipun kita nggak nyari, notifikasi Android akan ngirimin kita sejumlah cuplikan berita, dan itu bikin kita tertarik buka.

Berita yang seringkali muncul adalah berita buruk. Perang, bencana, penyakit… rata-rata memberitakan tentang masalah, bikin kita jadi ikut-ikutan kebawa pola berpikir fokus ke masalah ini.

 

Cari kegiatan yang menenangkan

Overthinking juga bisa diredakan dengan meningkatkan aktivitas yang menenangkan pikiran dan tubuh. Kamu bisa melakukan meditasi, olahraga, mendengarkan musik yang rileks, pijat, aromaterapi, dan sebagainya.

 

Tanamkan pikiran bahwa kamu nggak perlu jadi sempurna

Kebanyakan overthinking terjadi karena kita ingin semuanya sempurna. Jadi perfeksionis dan high achiever emang bagus, tapi kamu harus inget bahwa kebanyakan mikir dan mempertimbangkan akan menghambat kamu.

Inget bahwa good enough is fine! Jadi cukup bagus juga hal yang baik. Toh nggak semua orang akan memperhatikan dengan terlalu detail. Tanamkan di dalam diri bahwa progres dan berkembang akan membuatmu jadi lebih baik. Kalaupun gagal juga nggak masalah, kamu nggak akan mati juga. Seenggaknya kamu udah mencoba.

 

Nah, itu tadi beberapa hal yang bisa dicoba untuk mengurangi overthinking kamu.
Tadi kita sempet bahas di poin pertama, bahwa langkah pertama mengatasi overthinkingadalah menyadari kalo kamu overthinking.

Nah sekarang saya akan bahas dikit tentang tiga bentuk overthinking yang kerap muncul. Tiga ciri-ciri ini kerap muncul kalo kamu lagi berpikir berlebihan. Dengan tau ciri-cirinya, kamu bisa segera menyadari kalo kamu lagi “kumat”.
Siap?

 

3 bentuk overthinking yang paling sering muncul

Berlarut-larut memikirkan kesalahan yang udah berlalu.

Kamu ngelamun memikirkan sebuah kesalahan yang pernah kamu lakukan. Adegan demi adegan kesalahan itu terulang terus dalam benakmu, dan kamu membayangkan lebih lanjut tentang respon apa yang harusnya kamu lakukan saat itu.

Kamu kemudian mikirin tentang betapa bodohnya kamu, betapa besarnya kesalahan yang kamu lakukan. Kamu juga mulai membayangkan efek-efek buruk yang akan segera datang. Kamu membayangkan wajah orangtua kamu yang merah padam, dan konsekuensi lainnya yang kira-kira bakal muncul.

 

Kamu kemudian menyalahkan diri sendiri dan memikirkan apa yang seharusnya kamu lakukan.

 

Menganalisa sesuatu sampe bingung sendiri

Bentuk overthinking lainnya adalah analysis paralysis. Apaan tuh?

Misalnya kamu mau beli hape.

Kamu pengennya hape yang kameranya tajem, nggak ngehang, memorinya gede, ada klaksonnya, bisa berenang, kamar mandi dalem, ada AC dan terasnya luas.

Akhirnya setelah baca-baca artikel, dan liat review di yutub, kamu nemu tiga yang menarik.
Karena belum yakin, akhirnya kamu liat review dan artikel lagi, ehhh tapi ternyata ada lagi yang lebih murah. Ada lagi yang kameranya lebih bagus. Ada lagi yang nambah tiga ratus ribu dapet yang memorinya lebih gede.

 

Akhirnya karena kebingungan sendiri kamu gak jadi-jadi beli hape.

Inilah bentuk lain dari overthinking, yaitu menganalisa sesuatu secara berlebihan sampe kebingungan sendiri.

 

Khawatir berlebihan terhadap sesuatu yang belum pasti

Ini di kulit ada merah-merah, apaan ya?

Kalo aku pake kemeja warna merah gini kira-kira calon mertua suka gak ya?

Ini daritadi badan anget, virus corona apa ya?

Kamu merasa nggak yakin tentang sesuatu, yang kemudian kamu pikirin berlebihan sampe jadi khawatir sendiri. Kamu kemudian mencari tau lebih lanjut, tapi informasi yang kamu dapetin nggak menenangkan.

Kunci dari bentuk overthinking jenis ini adalah terlalu fokus pada kemungkinan terburuk, lalu memperbesarnya di dalam imajinasimu.

Overthinking nggak membantu kita membuat keputusan atau menyelesaikan masalah. Sebaliknya, malah membuat kita terus menerus memikirkan aspek tertentu dalam masalah itu, bikin kita nggak mampu bertindak. Ini juga meningkatkan stres, susah tidur, dan jadi susah berkonsentrasi.

Overthinking juga membuat kita sulit menghargai diri sendiri. Berlarut-larut terhadap kemungkinan terburuk dan terus mengenang kesalahan yang sudah berlalu bisa bikin kita melupakan hal-hal baik yang kita punya. Kalo kebiasaan ini nggak juga dihilangkan, akan berujung pada menyalahkan dan mengkritik diri sendiri. Dan ini nggak baik buat kesehatan mentalmu.

Dilansir dari:
Sharon Martin
US News
Forbes

2 Replies to “Overthinking dan Cara Mengatasinya

  1. Thx kak, artikelnya buat aku jadi tau kalo aku tu overthinking. Soalnya aku tu suka kepeikiran terus kalo misalnya ulangan jawab soalnya salah karena keliru padahal tau jawabannya yg benernya apa. Kadang ngerjaiin soal yg susah terus mikirnya lama banget, eh alahasil gak selesai ngerjain soalnya. Kalo udah kaya gitu sampe rumah pun kepikiran terus, sampai takut rengking ku jadi turun.

  2. Thx this blog so help me
    I’m overthink. Dan yaa aku suka nyalahin diriku sendiri karena masalah2 yg ada, semua. Padahal aku tau sendiri gada manusia yang sempurna dan kesalahan itu juga bukan murni semua kesalahanku.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *