Waktu baca yang dibutuhkan: 5 menit

Kamu dan pasangan baru saja bertengkar hebat. Pertengkaran itu mungkin membuat kamu sama dia hampir berpisah. Tapi untunglah kalian bermaafan, dan hubungan kalian berhasil terselamatkan.

Tapi mungkin hubungan kamu dengannya jadi renggang. Dan kamu mau membuat hubungan ini membaik lagi.

Gimana caranya?

Iklan!

 

Perkara yang berlalu jangan diungkit lagi.

Setelah sebuah hubungan berhasil diperbaiki, kamu dan dia harus sama-sama setuju untuk nggak mengungkit lagi masalah yang udah berlalu.

Penyebab pertengkaran kemaren, entah siapapun yang salah, sebaiknya nggak usah diungkap lagi. Nggak usah disindir-sindir lagi. Udah, tutup buku. Moving on.

Hubungan kamu lebih penting dibandingkan sindir-sindiran.

Seseorang yang saya kenal pernah marah besar ke suaminya, akibat sering dihardik karena perkara kecil. Setelah berantem dikit, si suami akhirnya memeluk dia dan minta maaf. Si suami ini kemudian berubah, jadi lebih halus, dan keduanya nggak mengungkit lagi pertengkaran itu. Happily ever after.

Tuh kan? Pertengkaran memang bikin stres, tapi kalo kamu melihat pertengkaran sebagai momen untuk memperbaiki hubungan, ini bisa membuat hubungan kamu lebih dalam dan lebih hangat dari sebelumnya.

 

 

Kesalahan yang kemaren jangan diulang lagi.

Seseorang pernah bertanya ke saya tentang cara minta maaf ke pasangannya. Dia bilang dia udah berkali-kali berbohong, dan kali ini kebohongan ini sudah nggak ditolerir lagi.

Ada yang bilang kalo kesabaran seseorang ada batasnya. Dan saya setuju sama ini. Seseorang yang paling sabar pun bisa meledak marah. Dan marahnya biasanya ganas. Don’t play with others’ patience. Jangan mainin kesabaran orang.

Kalo dia bilang dia marah sama perbuatan salahmu, maka berhenti dong! Jangan dikira habis minta maaf terus dia lupa sama perbuatan kamu.

Setelah minta maaf dan hubungan kamu terselamatkan, maka hentikan melakukan sesuatu yang bikin dia marah.

 

 

Belajarlah lebih sabar.

Jika pertengkaran terjadi lagi, mungkin susah untuk bersabar. Kepala jadi panas kan?

Tapi cobalah untuk menahan kata-kata yang udah di ujung lidah. Ambillah nafas panjang, atau bilang ke pasangan untuk menunda membicarakan ini selagi emosi masih tinggi.

Kata-kata yang sudah terucap nggak bisa ditarik lagi, dan kalo kamu salah berkata, hubungan kamu bisa terancam.

 

 

Jangan meributkan hal-hal kecil.

Hubungan kalian masih dalam tahap perbaikan. Pertengkaran kecil bisa membuat keretakan itu membesar lagi.

Maka, tahan diri untuk nggak meributkan perkara kecil. Kayak telat balas chat, telat ngejemput, atau apa deh yang remeh temeh.

Kamu nggak harus memenangkan semua pertengkaran, kamu nggak bisa mendapatkan semua yang kamu mau. Maka, ketika pacar nggak bersikap 100% sesuai dengan kemauan kamu, tahanlah sedikit.

 

 

Manjakan dia.

Selain minta maaf dan memperbaiki diri, kamu harus memanjakan dia selama beberapa waktu.

Kasi dia sesuatu yang dia suka. Ajak dia kencan di tempat yang bagus dan romantis. Kalo dia minta sesuatu, beliin.

Minta maaf aja nggak cukup untuk memperbaiki hubungan. Harus keluar duit juga.

 

 

Dengarkan pasanganmu.

Kalau dia kayaknya masih ada rasa marah, coba pancing dia buat cerita.

Tanya aja, apakah masih ada rasa marah di hatinya. Kalo kemudian dia mulai bercerita maka dengerin dengan bener. Kalo dia lagi ngomong, atau ngomel, biarin aja dulu dia ngomong. Siapa tau ternyata persepsi kamu sama dia berbeda. Siapa tau apa yang dia maksudkan selama ini ternyata beda dengan pandangan kamu.

Kalo kamu susah ngedengerin pasangan, ikuti tipsnya Simon Sinek: berlatihlah untuk tidak bicara sampai lawan selesai bicara.

Saya pernah menulis tips komunikasi psikolog yang bisa kamu cobain. Siapa tau dengan menjadi pendengar yang lebih baik, hubungan kamu semakin cepat kembali kayak dulu lagi.

 

 

Pastikan, bukan berasumsi.

Katakanlah hubungan kalian masih agak retak nih. Meskipun udah baikan, mungkin masih ada sedikit rasa sensi antara kamu dan dia.

Dan dia melakukan sesuatu yang bikin kamu jengkel.

Daripada marah-marah duluan, atau kebawa emosi, tanyakan dulu maksudnya dia melakukan hal itu. Pastikan dia nggak sengaja melakukannya. Daripada berasumsi kalo dia cari perkara, kan belum tentu juga.

 

 

Ingat kalau prosesnya butuh waktu.

Anyway, adakah kata-kata yang pas untuk memperbaiki hubungan sama pacar? Menurut saya nggak ada.

Perasaan manusia bukan kayak benda, yang mungkin bisa diperbaiki dengan satu cara. Beda orang beda cara, beda orang beda kata-kata.

Jadi nggak ada cara praktisnya.

Tentu saja hubungan kamu dan dia bisa balik seperti sediakala. Tapi nggak secepat itu.

Kalo kamu udah berusaha memperbaiki hubungan tapi dia masih diem, ya kamunya sabar dong. Kamu harus mengerti kalo mungkin dia masih marah, atau masih tersinggung sama perkataanmu.

Makanya, kamu harus tahan diri. Turunkan harapanmu, ingat kalo perbaikan hubungan pun ada prosesnya.

 

Sejodoh apapun dua orang pasangan, nggak ada dua orang yang cara pikirnya sama persis.

Kebanyakan pasangan melihat konflik sebagai tanda-tanda keretakan suatu hubungan. Meskipun emang sih konflik terus menerus adalah salah satu cirinya, tapi nggak selalu kok.

Daripada melihat konflik sebagai ancaman, mungkin harusnya kita melihat pertengkaran sebagai momen perenungan. Kita harus melihat ini sebagai kesempatan untuk jadi lebih baik bagi pasangan kita, dan bersikap lebih serius dalam menjaga keutuhan hubungan.

Dan ketika kamu dan pasangan berhasil bermaafan, maka bersyukurlah, karena hubungan kalian masih punya kesempatan untuk jadi lebih baik dari sebelumnya.

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)