Waktu baca yang dibutuhkan: 6 menit

Kata-kata motivasi emang asik, tapi efeknya akan ilang dalam waktu beberapa jam saja. Motivasi paling kuat sebenarnya dari dalem diri, karena apapun yang terjadi, apapun halangan yang kamu temui, kamu akan bisa melalui semuanya.

Tapi gimana caranya memotivasi diri dari dalem?

Jawabannya ada di hal-hal kecil yang kamu lakukan. Dengan melakukan sedikit modifikasi pada kebiasaan-kebiasaan kecil, kamu akan bisa melakukan banyak hal, bisa memotivasi diri, bahkan tetap melakukan hal itu bahkan walaupun kamu lagi nggak termotivasi.

Kita sering beranggapan kalo mau memulai sesuatu, harus ada motivasinya dulu. Harus terbakar dulu baru bisa mulai.

Sebenernya nggak juga. Motivasi sering muncul ketika justru kita udah mulai jalan.

Kamu pernah nggak iseng ngeberesin sprei kasur, lalu ujung-ujungnya berakhir dengan ngeberesin seluruh kamar? Nah, gitulah. Tubuh kita agak mirip sama kendaraan. Kita nggak bisa langsung tancap gas di gigi lima, mulai dari gigi satu dulu. Nanti sedikit demi sedikit kita naikin gas, sampe ngebut.

cara memotivasi diri, cara memotivasi diri untuk diet, cara memotivasi diri untuk olahraga, cara memotivasi diri dalam belajar, cara memotivasi diri agar tidak malas, cara memotivasi diri sendiri dalam bekerja, cara memotivasi diri agar lebih giat belajar, cara memotivasi diri sendiri, cara memotivasi diri agar giat belajar, cara memotivasi diri agar semangat, cara memotivasi diri agar diet berhasil, cara memotivasi diri agar percaya diri, cara memotivasi diri agar sukses,

cara memotivasi diri, cara memotivasi diri untuk diet, cara memotivasi diri untuk olahraga, cara memotivasi diri dalam belajar, cara memotivasi diri agar tidak malas, cara memotivasi diri sendiri dalam bekerja, cara memotivasi diri agar lebih giat belajar, cara memotivasi diri sendiri, cara memotivasi diri agar giat belajar, cara memotivasi diri agar semangat, cara memotivasi diri agar diet berhasil, cara memotivasi diri agar percaya diri, cara memotivasi diri agar sukses,
motivasi yang kuat akan muncul kalo kamu udah mulai jalan

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Mau sebanyak apapun kamu nyimpen quote motivasi di hape, mau sesering apapun kamu nontonin video motivator, semua akan menguap begitu saja kalo kamu nggak mengambil langkah.

Langkah-langkahnya gimana?

Dalam buku The Motivation Myth: How High Achievers Really Set Themselves Up to Win, Jeff Haden menulis:

 

Tentukan target mau ngapain.

Target di sini berupa perubahan diri, misalnya mau lari maraton, nabung uang tiap bulan, mau belajar ilmu tertentu, dan lain-lain.

Sebuah target perlu punya titik finish yang jelas, biar kamunya tau perjalanannya. Kalo misalnya kamu mau belajar bahasa Jepang. Sampai mana belajar bahasa Jepangnya? Sampe bisa nulis kanji? Sampe bisa nonton anime tanpa subtitle? Atau cukup sampai bisa baca tulisan aja?

Atau kamu mau ngurusin badan. Kamu mau turun berapa kilo? Berapa lama deadlinenya?

Kalo targetnya jelas, nanti perjalanannya jelas juga. Lebih bagus kalo target ini ada angkanya. Tapi gak harus sih.

Robert Kiyosaki di bukunya (lupa judulnya) pernah nulis juga,”tentukan kenapa kamu mau mengambil langkah itu, dan apa yang terjadi kalo kamu nggak ambil langkah itu”.

Kenapa sih kamu perlu banget meraih target ini? Misalnya kamu mau karena nanti kamu jadi lebih seksi, lebih sehat, lebih ganteng, lebih kaya, dsb dsb.

Terus apa yang terjadi kalo kamu nggak mengambil langkah itu? Apakah nanti kamu jadi miskin? Jelek? Nggak laku? Ditinggal pacar? Tulis aja.

 

Temukan langkah yang harus ditempuh untuk mencapai target tersebut.

cara memotivasi diri, cara memotivasi diri untuk diet, cara memotivasi diri untuk olahraga, cara memotivasi diri dalam belajar, cara memotivasi diri agar tidak malas, cara memotivasi diri sendiri dalam bekerja, cara memotivasi diri agar lebih giat belajar, cara memotivasi diri sendiri, cara memotivasi diri agar giat belajar, cara memotivasi diri agar semangat, cara memotivasi diri agar diet berhasil, cara memotivasi diri agar percaya diri, cara memotivasi diri agar sukses,

Ibaratnya kamu udah nentuin mau pergi ke mana, maka sekarang kamu milih lewat jalan mana dan kendaraannya apa.

Dari sini kamu bisa riset, kira-kira kalo mau mencapai target tertentu, apa aja yang perlu kamu lakukan.

Misalnya kalo kamu mau menargetkan belajar suatu ilmu, maka berapa jam yang perlu kamu luangkan dalam sehari? Apa aja tahapan belajarnya?

Untuk yang ini, kamu perlu baca-baca sedikit tentang targetmu. Kalau bisa, temukan planning yang udah ditetapkan sama ahlinya. Misalnya kalo mau diet, cari program diet. Kalo mau lari maraton, cari program lari maraton.

Ambil yang paling sesuai sama kamu. Kamu gak perlu cari yang paling bagus, cari yang sesuai sama kamu aja.

Untuk hal ini, ambil waktu untuk riset. Kalo jalan udah jelas dan kamu mulai mengambil rute, biasanya kamu mulai semangat.

 

Sering banget mainan hape? Mungkin ini penyebabnya.

 

Rancang planning harian secara spesifik.

cara memotivasi diri, cara memotivasi diri untuk diet, cara memotivasi diri untuk olahraga, cara memotivasi diri dalam belajar, cara memotivasi diri agar tidak malas, cara memotivasi diri sendiri dalam bekerja, cara memotivasi diri agar lebih giat belajar, cara memotivasi diri sendiri, cara memotivasi diri agar giat belajar, cara memotivasi diri agar semangat, cara memotivasi diri agar diet berhasil, cara memotivasi diri agar percaya diri, cara memotivasi diri agar sukses,

Buat program yang bisa jadi kebiasaan harian. Misalnya kamu mau nurunin berat badan. Pasti harus olahraga dong. Daripada menulis “olahraga” di jadwalmu, tulis olahraga apa aja dan berapa menit.

Misalnya kamu mau lari. Lari berapa kilo? Berapa lama? Jam berapa? Hari apa aja?

Misalnya kamu mau belajar sesuatu. Maka di program harianmu, tulis aja,”belajar xxx selama satu jam dan tes selama 15 menit.” Dengan gitu semua jadi jelas.

Setelah itu, mulailah.

 

Atur ulang jadwalmu.

Ketika kita memutuskan untuk menambahkan sesuatu, berarti ada hal lain yang harus dilepaskan.

Periksa jadwal harianmu, dan lihat kira-kira apa yang perlu diganti, atau kebiasaan atau jadwal apa yang kudu dihilangkan. Paling gampang dikorbankan biasanya waktu luang buat main hape atau tidur-tiduran.

 

Tambahkan program barumu ke dalam jadwal harian.

Ini jelas ya. Setelah kamu membuang beberapa kegiatan harian yang kira-kira perlu dikurangi atau dihilangkan, kamu tinggal masukin program barumu ke waktu kosong di jadwal harian.

 

Action! Kerjakan program barumu.

Di hari-hari pertama mungkin sulit rasanya menghabiskan waktu satu jam untuk belajar sesuatu yang kamu nggak ngerti sama sekali. Atau berat buat melakukan 10 push up.

Tapi nggak masalah. Periode awal emang yang paling berat. Nggak papa kok kalo sesekali kamu beristirahat, asal jangan berhenti aja.

Di bagian inilah banyak orang tersingkir. Ada yang malas terus akhirnya berhenti, dan ada yang terus melanjutkan. Kamu di bagian mana?

 

Lagi menjalankan aktivitas yang kamu males banget? Ini 9 Cara Bertahan dalam Aktivitas yang Kamu Nggak Suka

 

Perbaiki masalah atau bentrok di jadwalmu.

Secerdik apapun kamu membuat schedule, pasti ada kejadian nggak terduga yang bisa mengganggu jadwalmu. Bagian ini akan keliatan di minggu pertama atau kedua kamu membuat jadwal. Di sini, ambil waktu untuk membuat evaluasi dan penyesuaian.

 

Adaptasi dengan hasilmu.

Sampai sini, gimana proses yang kamu jalani? Apakah kamu kesulitan untuk keep-up, atau jadwalnya ternyata terlalu gampang sampe-sampe perubahannya nggak terasa?

Di bagian ini kamu bisa menyesuaikan programmu. Kamu bisa bikin yang lebih sulit, atau kamu bisa mempermudahnya. Tapi inget, jangan mempermudah karena kamu males. Modifikasi program supaya bisa kamu jalani dengan lebih sesuai sama tubuh atau pikiranmu. Kalo terasa terlalu gampang, ya naikin levelnya dong.

Nah, intinya dari cara memotivasi diri dari dalem adalah api kecil yang meledak terus menerus. Lakukan sedikit demi sedikit tapi konsisten.

Sama kayak kendaraan. Yang bikin kendaraan bermotor bisa jalan adalah karena ada ledakan kecil-kecil di dalam mesin, yang menggerakkan roda hingga sampai ke tujuan. Bayangin kalo ledakannya gede terus gak ada ledakan lagi. Apa yang terjadi coba?

Selain itu, seiring perjalanan kamu mencapai target, coba deh lihat ke belakang dan catat progresmu. Apakah kamu udah berhasil mengalami kemajuan? Kalo iya, pasti kamu jadi lebih semangat kan?

Untuk berhasil mencapai target besar, kita harus melakukannya secara konsisten. Nggak papa kalo mulai dari yang simpel, yang penting terarah dan tiap hari.

Siap?

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)