Waktu baca yang dibutuhkan: 13 menit

Bagaimana sih cara memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas? Kali ini kami akan mencoba menjawabnya.

 

Udah Lebaran nih. Kita udah ketemu banyak kenalan dan keluarga, bersilaturahmi, dan udah icip icip kue.

Lebaran tentu bukan cuma salaman, THR, dan makan-makan. Lebaran juga tentang bermaaf-maafan.

Tapi pernah nggak sih kamu bermaafan sama orang secara lisan, tapi di dalam hati kamu masih belum memaafkan? Hayoooo pernah nggak?

Manfaat dari bermaafan justru didapatkan oleh mereka yang memaafkan. Ini karena memaafkan bisa meringankan beban di hati kamu, membuat kamu jadi lebih sehat dan nggak berkubang dalam luka.

Pada 2014 pernah juga dilakukan penelitian psikologi pada 160 orang yang hatinya pernah dilukai. Ternyata, pada satu kelompok yang diminta memaafkan, mampu menyelesaikan tes kebugaran tubuh lebih baik dibandingkan yang belum memaafkan.

Artinya, memaafkan itu juga baik buat tubuh kamu.

Tapi barangkali kamu bukan seorang pemaaf. Kamu punya kebiasaan mengingat-ingat hal buruk yang pernah dilakukan orang. Di lisan mungkin kamu memaafkan, tapi kalo ada kesempatan buat salty, kamu mungkin bakal menggunakannya untuk melampiaskan rasa sakit hatimu.

Emang gimana sih caranya biar bisa memaafkan orang lain?

Kali ini kami akan ngasi tau kamu cara memaafkan. Siap?

 

“Forgiveness is giving up all hope of a better past.” – Jack Kornfield

 

Kenapa Aku Susah Memaafkan?

Sebelum kita belajar memaafkan orang, yuk kita pahami dulu kenapa kita sulit memaafkan.

 

Kebiasaan mengenang masa lalu

cara memaafkan suami, cara memaafkan orang lain, cara memaafkan pelakor, cara memaafkan orang yang telah menyakiti kita, cara memaafkan pasangan, cara memaafkan masa lalu suami, cara memaafkan orang, cara memaafkan ayah, cara agar memaafkan orang lain, cara belajar memaafkan, cara agar bisa memaafkan kesalahan orang lain, cara memaafkan sahabat yang berkhianat, cara memaafkan pasangan yang berselingkuh, cara memaafkan pasangan yang berbohong, cara agar bisa memaafkan orang lain, cara memaafkan dengan ikhlas, cara memaafkan orang yang menyakiti hati kita, cara ikhlas memaafkan, cara ikhlas memaafkan seseorang, cara memaafkan kesalahan teman, cara memaafkan kesalahan pacar, cara memaafkan orang lain dengan ikhlas, cara memaafkan orang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang yang menyakiti kita, cara memaafkan teman, cara terapi memaafkan, cara untuk memaafkan orang, cara untuk memaafkan kesalahan orang lain, cara untuk memaafkan orang lain, cara untuk memaafkan suami, cara mudah untuk memaafkan orang, bagaimana cara untuk memaafkan pacar,

Ketika seseorang berbuat salah sama kamu di masa lalu, mungkin kamu mengingat dan memutar kejadian itu di otak terus menerus.

Kamu mungkin mengulang-ulangi terus kejadian itu selama berjam-jam. Bahkan mungkin kamu berkhayal kembali lagi ke masa lalu, memikirkan apa yang harusnya dilakukan saat itu.

Kamu mungkin sempet melupakan kejadian itu beberapa lama. Tapi kalo kamu liat cengirannya di instagram, atau berpapasan sama dia, rasa kesal itu hadir lagi.

Memaafkan terasa sulit ketika kita punya kebiasaan mengungkit luka lama. Luka yang dikorek terus pasti sembuhnya lama kan?

Sebenernya, suatu kejadian tidak mengenakkan hanya melukai kita sekali doang. Bahkan mungkin terjadinya cuma sebentar. Tapi ketika kita mengenangnya terus menerus, menceritakannya sama orang, sambil terus nyalahin si pelaku, maka memaafkan jadi sulit dilakukan.

 

Kamu merasa berhak marah

Ketika kamu disalahi oleh orang lain, tentu wajar kalo kamu jadi ngerasa marah.

Apalagi kalo kesalahannya agak fatal, dan temen-temenmu setuju bahwa kamu adalah korban. Marah rasanya adalah respon paling tepat.

Tapi hanya karena marah adalah respon wajar, kadang-kadang orang memilih untuk terus menerus marah/ngambek pada si pembuat kesalahan.

Misalnya pasangan kamu bilang kalo dia mau tidur lebih awal. Ehhh ternyata dia malah begadang mainan HAGO. Kamu ngerasa dibohongi dong?

Boleh nggak marah? Boleh banget. Tapi kadang karena ngerasa berhak marah, seseorang justru malah lebih memilih untuk ngambek berhari-hari, atau mungkin nyindir tentang kesalahan itu dalam obrolan, ketimbang berpikir untuk menyelesaikan masalah.

Akhirnya rasa marah menjadi alasan kamu untuk tetap bertahan dalam sebuah perkara.

 

Ego yang tinggi membuatmu sulit memaafkan

Kadang seseorang punya ego sedemikian tinggi, sampai-sampai susah berempati sama orang.

Saat kamu disalahi, kamu mungkin merasa begitu tersakiti, sampai nggak mau mendengar penyesalan dan kata maaf dari orang lain. Kamu merasa sangat berhak untuk nggak memaafkan, karena kamu pantas diperlakukan lebih baik.

Atau kamu mungkin seneng playing victim, karena ini bikin kamu lebih diperhatikan dan bikin kamu jadi pihak yang teraniaya. Hayooo kamu seneng playing victim nggak?

Egoisme tinggi membuat orang enggan mendengar alasan dan permintaan maaf. Ego yang tinggi membuat seseorang bisa merasa sedemikian spesial, sampai-sampai tidak memaafkan adalah hukuman paling pantas untuk mereka yang pernah bersalah terhadapnya.

Ini bisa bikin masalah dan salah paham sepele jadi berlarut-larut.

 

Si pelaku nggak merasa menyesal

Alasan lain kenapa susah maafin orang… ya karena orang itu nggak menyesal.

Kamu udah berusaha maafin kesalahan dia, kamu udah nggak mengungkit-ungkit. Ehhhh mentang-mentang dimaafin terus, dianya malah nggak kapok-kapok. Kesalahannya malah diulang terus.

Ada lagi tuh orang yang ngerasa perbuatannya nggak salah. Dia malah nuduh kamu lebay dan drama.

Atau kalaupun minta maaf, minta maafnya dilakukan secara ogah-ogahan. Cuma demi menyelamatkan muka di antara teman kerja, misalnya.

Tentu saja ini bikin kamu males memaafkan dong. Akhirnya kamu memilih nggak memaafkan dia, dan memutuskan hubungan sama dia.

 

Kamu merasa berhak balas dendam

cara memaafkan suami, cara memaafkan orang lain, cara memaafkan pelakor, cara memaafkan orang yang telah menyakiti kita, cara memaafkan pasangan, cara memaafkan masa lalu suami, cara memaafkan orang, cara memaafkan ayah, cara agar memaafkan orang lain, cara belajar memaafkan, cara agar bisa memaafkan kesalahan orang lain, cara memaafkan sahabat yang berkhianat, cara memaafkan pasangan yang berselingkuh, cara memaafkan pasangan yang berbohong, cara agar bisa memaafkan orang lain, cara memaafkan dengan ikhlas, cara memaafkan orang yang menyakiti hati kita, cara ikhlas memaafkan, cara ikhlas memaafkan seseorang, cara memaafkan kesalahan teman, cara memaafkan kesalahan pacar, cara memaafkan orang lain dengan ikhlas, cara memaafkan orang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang yang menyakiti kita, cara memaafkan teman, cara terapi memaafkan, cara untuk memaafkan orang, cara untuk memaafkan kesalahan orang lain, cara untuk memaafkan orang lain, cara untuk memaafkan suami, cara mudah untuk memaafkan orang, bagaimana cara untuk memaafkan pacar,

“Mata dibalas mata” mungkin adalah motto hidupmu.

Kamu merasa kalo orang menyinggung perasaanmu, kamu berhak balas menyinggung perasaannya. Kalo antrianmu diserobot, kamu merasa berhak marah di tempat umum atau membuat thread “Twitter do your magic”.

Kebiasaan kayak gini bisa bikin kamu susah memaafkan salahnya orang. Kamu merasa bahwa setiap salah wajib dihukum.

Kamu jadi terpikir untuk membalas kesalahannya, dan nggak berhenti sampai dendam kamu terbayar lunas.

Yang jadi masalah adalah kalo si orang yang salah ini nggak ngerasa bersalah. Akhirnya, dia nggak rugi, malah kamu yang stres gara-gara nyimpen dendam.

 

Nah, itu tadi beberapa alasan kenapa seseorang susah banget memaafkan.

Terus kalo udah tau alasannya, gimana nih caranya biar lebih ikhlas memaafkan?

 


Bagaimana Cara Memaafkan Orang Lain dengan Ikhlas?

 

Untuk bisa memaafkan dengan lebih ikhlas, ada beberapa cara yang bisa kamu coba :

 

Ingatlah bahwa kita semua pernah salah

Kamu pernah bohong untuk kepentingan pribadi. Kamu pernah salah. Kamu pernah menyakiti orang lain.

Orang lain juga sama. Mereka bisa salah. Tugas kamu adalah memahami itu. Yaaa siapa tau dianya nggak sengaja.

Sekarang bayangin deh kalo misalnya kamu yang bikin salah. Terus kamu merasa bersalah dan minta maaf. Kamu pasti mau dimaafin kan?

Pasti mau kan?

Makanya, kalo orang lain udah minta maaf, ya kamu maafin dong. Perlakukan orang sebagaimana kamu ingin diperlakukan.

Kita semua bisa berbuat salah, tapi nggak semua bisa memaafkan. Inget, memaafkan adalah tentang diri kamu sendiri. Bisakah kamu berbesar hati untuk memaafkan orang lain?

 

 

Katakan “ya sudahlah…” di dalam hati

Cara barusan tadi efektif kalo orang yang salah itu meminta maaf.

Nah, gimana kalo dianya nggak menyesal? Kalo nggak mau minta maaf?

Sebel emang kalo dianya salah dan dia nggak sadar. Tapi mengingat-ingat kesalahannya terus nggak membuatmu merasa lebih baik.

Lagian kalo kamu terus mengenang kejadian menyakitkan yang udah berlalu, kamu membiarkan rasa sakitnya terus ada.

Rasa sakit dan kerugian kadang tidak hanya datang dari perbuatan itu sendiri. Kamu yang nggak kunjung merelakan juga berperan membuat sakitnya terus ada.

Kalo luka dikorek terus, kapan sembuhnya?

Makanya, relakan kesalahan yang udah terlanjur terjadi. Katakan dalam hati,”ya sudahlah…” tiap kali pikiran tentang kesalahan itu muncul.

Toh kejadiannya udah lewat, dan kamu nggak bisa balik ke masa lalu kan?

Merelakan kesalahan orang lain, atau merelakan kejadian buruk yang udah berlalu, akan membantu mengurangi sakit hatimu.

 

 

Hentikan pikiran untuk membalas dendam

Jika orang lain melakukan kesalahan, kamu selalu bisa memilih untuk nggak ngebales.

Saya sering ngeliat orang pacaran yang melakukan “balas dendam” ke pacarnya untuk kesalahan sepele. Misalnya si pacar pergi sama temen tapi nggak bilang, terus besoknya dia juga ikut kayak gitu, pergi juga dan sengaja nggak bilang, dalam rangka balas dendam.

Balas dendam bahkan untuk kesalahan  sepele akan membuat hubungan jadi keruh. Inilah yang bikin sebuah hubungan jadi toxic, karena kedua pasangan berusaha mengimbangi rasa sakit yang pasangannya torehkan.

Kalau memang sulit memaafkan, setidaknya pilihlah untuk tidak balas menyakiti.

Dengan memilih untuk nggak ngebales, kamu udah bersikap lebih dewasa dan lebih baik dibanding si pembuat salah. Kamu juga berhasil mencegah sebuah perkara jadi berlarut-larut.

Lagian merencanakan balas dendam nggak akan membawa positive vibes dalam hatimu. Kamu udah punya cukup banyak masalah, nggak perlu ditambah lagi dengan berpikir untuk ngebales kesalahan orang.

Lagian kenapa membalas? Kok kamu merendahkan diri dengan sengaja berbuat salah?

 

 

Biarkan waktu membantumu memaafkan

cara memaafkan suami, cara memaafkan orang lain, cara memaafkan pelakor, cara memaafkan orang yang telah menyakiti kita, cara memaafkan pasangan, cara memaafkan masa lalu suami, cara memaafkan orang, cara memaafkan ayah, cara agar memaafkan orang lain, cara belajar memaafkan, cara agar bisa memaafkan kesalahan orang lain, cara memaafkan sahabat yang berkhianat, cara memaafkan pasangan yang berselingkuh, cara memaafkan pasangan yang berbohong, cara agar bisa memaafkan orang lain, cara memaafkan dengan ikhlas, cara memaafkan orang yang menyakiti hati kita, cara ikhlas memaafkan, cara ikhlas memaafkan seseorang, cara memaafkan kesalahan teman, cara memaafkan kesalahan pacar, cara memaafkan orang lain dengan ikhlas, cara memaafkan orang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang dengan ikhlas, cara memaafkan seseorang yang menyakiti kita, cara memaafkan teman, cara terapi memaafkan, cara untuk memaafkan orang, cara untuk memaafkan kesalahan orang lain, cara untuk memaafkan orang lain, cara untuk memaafkan suami, cara mudah untuk memaafkan orang, bagaimana cara untuk memaafkan pacar,

Iya, saya tau merelakan dan memaafkan orang nggak gampang. Semakin besar kesalahan, semakin kamu butuh waktu untuk memaafkan. Dan itu nggak apa-apa.

Kalau terasa berat, ingatlah waktu akan menyembuhkan lukamu perlahan. Kalau kamu perlu menjaga jarak dari dia, maka lakukan aja sampe perasaan kamu tenang. Sampai kamu siap menerima dia lagi dalam hidup kamu.

Kamu boleh katakan itu ke orangnya. Mau lewat WA kek, ngomong langsung kek, terserah. Bilang aja kalo perbuatan yang dia lakukan bikin kamu tersinggung, bikin kamu sakit hati, macem-macem. Lalu, jagalah jarak sementara sampai perasaan kamu balik normal.

Menjaga jarak bukan berarti memusuhi lo.

Sekarang gini, bisa gak sih menyembuhkan luka kalo korengnya selalu dikorek-korek?

Menjaga jarak adalah opsi terakhir bila kesalahan dia sulit ditolerir, dan dianya nggak ngerasa bersalah. Kurangi dulu aja komunikasi sama dia. Kalo kamu follow-followan sama dia di sosmed, mute aja dulu semua postingan dia. Gak usah diunfollow/diblok, mute aja.

Mungkin cara terbaik adalah menjauh dulu dari mereka, sampai sakit hatinya berkurang dan kamu siap memaafkan.

 

 

Bayangkan jika kamu harus hidup tanpa dia

Gunakan tips ini kalo kamu memang memilih jaga jarak sama orang yang menyakiti kamu.

Orang yang berbuat salah ke kamu mungkin pernah memberikan hal-hal baik juga. Ya nggak?

Kalo kamu memilih untuk terus menerus nggak memaafkan, emang kamu yakin dia bakal hidup selamanya?

Takutnya nih ya, sebelum sempet memaafkan, dia pergi ninggalin kamu selama-lamanya. Kamu bakal nyesel banget nggak sempet ngobrol lebih lama buat dia, kamu bakal benci diri kamu sendiri karena sedemikian bodoh untuk tidak memaafkan sebuah kesalahan sepele.

Terus inget-inget lagi, apakah kesalahan yang dia buat jauh lebih besar dibanding kebahagiaan yang pernah dia kasi?

Misalnya anggaplah orang tua menyakiti perasaan kamu. Kamu mungkin berhak marah, tapi inget juga dong hal-hal baik yang udah beliau kasi. Becandaannya, makanan yang beliau masakin, hape yang beliau beliin, dan baju yang beliau setrikain.

Masihkah kamu mau marah terus, padahal kesalahannya lebih kecil dari kebaikannya?

Kalo kesalahannya cuma sedikit, kenapa kamu sedemikian kekanakan untuk terus mengingatnya?

 

Sometimes it’s okay to NOT forgive

Dari tadi kok kesannya saya menghakimi kamu karena nggak memaafkan, ya?

Iya iya, ada juga sih kesalahan yang terlalu besar sampe sulit dimaafkan. Ada kesalahan yang membawa kerugian sedemikian besar ke kamu dan keluarga kamu, mungkin.

Atau kamu berurusan sama pelakor, yang mungkin tak hanya membawa kerugian buat kamu, tapi juga ke keluarga dan anak-anak kamu.

Jika memang kesalahannya fatal, dan memang kerugiannya sampai ke ranah materil, maka bisa dipahami kalo kamu sulit memaafkan. Dan itu wajar.

Dan pada kasus-kasus tertentu, nggak papa kok nggak maafin orang. It’s okay.

Tapi please hilangkan keinginan mendendam dalam hatimu. Kurangi menceritakan kepahitan itu ke orang lain. Cobalah merelakan masa lalu yang udah terjadi, dan fokus memikirkan hal terbaik yang bisa kamu lakukan saat ini.

 

Nah, itu tadi cara-cara memaafkan kesalahan orang lain dengan ikhlas. Inget, pasangan kamu, orang tua kamu, dan temen kamu, mereka semua pernah salah. Mereka bisa menyakiti kamu, sengaja ataupun tidak.

Tugas kamu sekarang adalah memaafkan mereka. Lagipula memaafkan selalu lebih baik dibandingkan memendam marah. Pikiran dan tenaga kamu sebaiknya dipake untuk mikirin yang positif dan bermanfaat aja.

Kalo emang kesalahannya fatal dan bikin trauma, cobalah hubungi psikolog atau konselor. Siapa tau kamu butuh terapi yang didampingi profesional.

 

 

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)