Waktu baca yang dibutuhkan: 5 menit

Kamu mungkin sedang mempersiapkan skripsi. Atau sedang dikejar tugas yang bertumpuk. Atau mempersiapkan presentasi buat meeting, yang penting banget buat kerjaanmu.

Saya bisa membayangkan deg-degannya. Debaran yang bikin dada terasa sesak. Tangan yang basah. Atau gelisah dan bikin kamu gak bisa diam.

Ketika tekanan sudah semakin kuat, apa yang bisa dilakukan?

Iklan!

Berikut ini beberapa penelitian dari bidang psikologi tentang cara mengatasi tekanan. Kamu juga bisa menggunakannya di kehidupan sehari-hari.

Siap?

 

Ubah pandanganmu terhadap tekanan

 

Apa pandanganmu terhadap kesulitan hidup?

Sebagian orang memandang kesulitan sebagai sesuatu yang dihindari. Seandainya bisa dihindari, maka sebisa mungkin jenis orang ini akan menghindarinya. Ini namanya mindset negatif.

Tapi ada juga yang melihat kesulitan dan tekanan sebagai tantangan. Ketika kelompok ini menemukan sesuatu yang sulit, mereka justru tertantang menyelesaikannya. Kalo ini mindset positif.

bertahan menghadapi tekanan, bertahan menghadapi cobaan, bertahan menghadapi masalah, bertahan menghadapi krisis,

Sebuah penelitian psikologi menemukan bahwa ketika orang bermindset positif menjalani hari penuh tantangan, bisa menjalaninya dengan semangat, performanya lebih bagus, dan di akhir hari lebih semangat. Hal sebaliknya terjadi pada orang bermindset negatif.

Maka, hal pertama yang perlu kamu ubah adalah mindset kamu terhadap tantangan.

Kalo kamu menemukan tekanan, misalnya maju ngomong presentasi, jadi pemimpin upacara, atau jadi ketua panitia, lihatlah itu sebagai kesempatan buat jadi lebih baik.

 

 

Nonton film horor

 

Kalo kamu butuh penanganan cepat terhadap tekanan, misalnya besok harus presentasi atau jadi pembicara, malam ini cobalah nonton film horor.

Hah?

Penelitian membuktikan bahwa pasca menonton film horor, otak kita menenangkan diri. Otak kita juga mengalami proses rekalibrasi, alias penyesuaian diri terhadap situasi. Ini karena film horor memberikan wujud nyata dan serem yang “layak ditakutkan”, membuat situasi semacam presentasi atau nembak gebetan jadi gak seberapa.

Nonton film horor ternyata memberikan kesenangan. Sama kayak makan pedes. Baca selengkapnya di sini!

 

 

Lihat sisi lucu dari tantangan ini

 

Penelitian lain menemukan bahwa melihat sisi lucu dari suatu tantangan, tekanan, atau masalah akan mengurangi stres sedikit demi sedikit. Tapi kelucuan itu bukan di menertawakan diri sendiri ya. Soalnya humor yang menertawakan diri sendiri justru secara perlahan bikin tambah stres.

 

 

Katakan hal baik pada dirimu

 

Coba ingat-ingat kelebihan yang kamu punya, lalu katakan kelebihan-kelebihan ini pada dirimu sendiri.

Sebuah penelitian menyebut bahwa rasa yakin dan percaya pada diri sendiri bisa membantu mengurangi cemas dalam menghadapi tekanan.

Dalam penelitiannya, penulis menyebut bahwa orang yang pesimis dan merendahkan kemampuannya sendiri justru malah gagal beneran. Keyakinan terhadap kemampuan diri mengurangi kecemasan terhadap tekanan, sehingga kemungkinan gagal juga berkurang.

Suka pesimis? Ada cara buat membantu mengurangi rasa pesimis itu. Cek di sini yes!

 

 

Biarkan Waktu Membuktikan Kemampuanmu

 

Terkadang daripada overthinking, lebih baik membiarkan waktu membuktikan apa yang sudah kamu miliki.

Ini karena, menurut penelitian, seseorang yang diletakkan di dalam tekanan justru akan memperlihatkan siapa dia sebenarnya.

Para peneliti di jurnal ini menemukan bahwa ketika dua orang diminta membagi sejumlah uang dalam waktu cepat, seseorang yang punya sifat egois akan keliatan egoisnya, dan yang prososial akan keliatan prososialnya.

Hal serupa juga bisa terjadi di kehidupan sehari-hari. Misalnya saat menjelang ujian. Kalo emang kamu udah belajar, ya kamu sebaiknya tenang aja. Waktu yang menekan akan memperlihatkan kemampuan aslimu.

Dan penelitian lain menyarankan kamu juga harus membiasakan diri dengan kecepatan dan tekanan ujian. Soalnya, semakin sering orang dituntut membuat keputusan cepat, semakin bagus dia dalam membuat keputusan.

 

 

Mintalah Dukungan

 

Cara lainnya dalam mengatasi tekanan adalah dengan minta dukungan dari orang terdekat. Penelitian menemukan bahwa dikirimi pesan/chat dari orang terdekat saat sedang menghadapi tugas sulit bisa membuatmu merasa lebih kuat.

bertahan menghadapi tekanan, bertahan menghadapi cobaan, bertahan menghadapi masalah, bertahan menghadapi krisis,

Chat yang memberikan penguatan seperti “kamu pasti bisa” atau “semangat” bisa mengurangi tekanan darah selama proses persiapan dan pengerjaan tugas.

Jadi, kalo kamu sedang merasa tertekan karena tugas atau hal lainnya, mintalah dukungan dari orang-orang yang kamu sayangi. Itu bisa membantu mengurangi tekanannya.

Tapi kalo misalnya orang yang paling kamu sayangi udah nggak ada, atau lagi nggak dihubungi. Ini gimana dong?

Bayangkan saja ia lagi ada di dekatmu. Lagi tersenyum melihat kamu, atau duduk di sebelah sambil menenangkan kamu.

Penelitian lain menemukan bahwa membayangkan orang terdekat sedang berada di dekatmu juga memberikan efek yang sama. Visualisasi memberikan efek yang sama, karena reaksi tubuh kita gak membedakan imajinasi sama kenyataan.

 

 

Bayangkan Kamu Sudah Berhasil

 

Ada orang yang hancur saat tekanan mengejarnya. Tapi sebaliknya, ada juga yang justru berkembang dan melesat saat dihadapkan dalam situasi penuh tekanan.

Kok bisa?

Sebenernya ada banyak faktor yang menentukan hal ini; tapi salah satunya adalah ini: mereka yang berhasil mengatasi tekanan  karena mereka udah membayangkan keberhasilannya.

Teman saya Arif pernah menulis artikel terkait hal ini di mental imagery. Intinya sih, salah satu cara mengurangi tekanan adalah dengan membayangkan kamu sudah berhasil.

Sebuah penelitian meminta para partisipan untuk memainkan sebuah game. Partisipan ini dijanjikan sejumlah uang kalo menang. Tapi ada syarat tambahan: Mereka wajib membayangkan mereka udah memenangkan uang ini, mereka cuma perlu mempertahankan aja.

Hasilnya?

Ketika tekanannya semakin tinggi, mereka justru lebih tahan terhadap stres dan performanya stabil. Imajinasi ini membantu mereka untuk tidak rontok dalam tekanan.

 

 

Masuklah ke Dalam Zona “Flow”

 

Ada sebuah fenomena luar biasa yang sering dialami orang-orang di level tertinggi.

Nama fenomena ini  adalah flow. Flow ini adalah situasi di mana kamu tenggelam dalam asiknya sebuah aktivitas, sampe kamu lupa waktu dan tempat. Seolah nggak ada yang mengawasi kamu, dan lampu sorot hanya tertuju padamu.

Para atlet yang berkembang di bawah tekanan selalu merasakan zona ini. Di dalam flow, mereka benar-benar mengabaikan semuanya, jadi cuma fokus pada satu hal.

Sayangnya, cara memasuki zona flow ini hanyalah lewat latihan bertahun-tahun. Ketika seseorang udah melatih suatu hal selama bertahun-tahun, otaknya baru bisa berkonsentrasi lebih baik dalam hal yang udah ia latih.

Misalnya pemain bola. Alasan kenapa pemain bola bisa cuek sama fotografer, ribuan pasang mata, dan jutaan penonton di tv adalah karena mereka udah latihan dari kecil. Ketika waktunya perform, konsentrasi ke bola jadi jauh lebih mudah, bahkan sampe lupa segalanya.

 

Nah, itu tadi yes beberapa cara menghadapi tekanan versi PsikologiHore. Kamu mau coba yang mana nih?

Apapun yang lagi kamu kejar saat ini, semoga kamu sukses menjalaninya ya!

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

One Reply to “Cara Bertahan Menghadapi Tekanan”

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)