Waktu baca yang dibutuhkan: 10 menit

Apa itu fobia? Mengapa seseorang mengalami fobia? Lalu, bagaimana cara mengatasi fobia?

DAFTAR ISI: Klik untuk melompat

Saya punya seorang sahabat. Ganteng, gagah, dan cukup cerdas (buat ukuran saya mah lumayan pinter).

Suatu hari, teman saya ini main ke rumah.
Masuklah ia ke kamar saya, dan kami ngobrol banyak.

Iklan!

Saat ia asik bercerita, mendadak ia berhenti ngomong.
Ia melihat ke bawah dengan cemas, lalu ia melompat dari kursinya.

Tau nggak kenapa?
Ada anak kucing main di sekitar kakinya!

Setelah momen yang hebring itu, ia lalu bercerita pada saya tentang ketakutannya.
Dia bilang, dia sudah mengalami fobia kucing sejak kecil.
Kalau lihat kucing, rasanya ingin loncat, lari ke hutan, atau berteriak di pantai.

Atau memecahkan piring biar ramai.

Kena bulu kucing saja, rasanya mual dan berkeringat.
Dan beneran, sejak momen anak kucing itu, kaosnya basah oleh keringat.
Dia juga terus-terusan ngelirik ke arah pintu atau jendela.

Tadi dia bilang dia kena fobia.
Fobia itu apose? Kenapa seseorang bisa mengalami fobia?
Adakah cara mengatasi fobia, tanpa perlu ke psikolog?

Marilah kita bahas!

1. Apa itu fobia?

Fobia adalah rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. Takut memang wajar.
Namun, pada penderita fobia, ketakutannya jauh lebih besar dibandingkan bahaya yang mungkin muncul.

Pemilik fobia tidak hanya mengalami takut, namun bereaksi berlebihan. Kita mungkin saja takut sesuatu.
Namun, bila kita mengalami fobia, bisa sampai gemetaran, pusing, sulit berpikir, bahkan ada yang pingsan.

Fobia suntik, misalnya. Orang pun kadang takut disuntik karena rasanya sakit. Wajar.
Tapi, kalau orang dengan fobia suntik, melihat jarum suntik langsung gemetar, panik, dan ingin kabur.

gangguan fobia, fobia, penyebab fobia, fobia adalah, takut kucing

Takut ketinggian juga sama.
Wajar lah takut ketinggian kalo kamu berdiri di pinggir jurang tanpa pengaman.
Namun, pada penderita fobia ketinggian, mereka akan pusing dan mual bahkan bila naik tangga.

Fobia juga terjadi pada sesuatu yang biasa banget, yang ada di kehidupan normal.
Orang dengan gangguan phobia akan mengalami ketakutan pada sesuatu yang orang lain tidak pikirkan.
Misalnya, menyetir. Atau naik lift. Atau masuk ke tempat ramai.

Ini tentu saja mengganggu tugas dan pekerjaan mereka sehari-hari.

Oh iya, orang dengan fobia masih punya kontak dengan realitas. Artinya, ia menyadari bahwa ketakutannya berlebihan dan tidak pada tempatnya.

Fobia sangat bervariasi, dan bisa muncul pada usia yang berbeda-beda.
Fobia binatang paling sering muncul pada masa anak-anak, sementara fobia yang muncul karena serangan panik dan trauma muncul pada masa dewasa.


2. Penyebab Fobia

Penyebab fobia bisa macem-macem.

Ada yang disebabkan oleh kejadian masa kecil. Kalau kamu pernah terkurung di tempat tertutup, bisa aja kelak kamu mengalami claustrophobia.

Bisa juga karena proses meniru orang lain. Kalau dari kecil kamu melihat keluargamu takut laba-laba, mungkin aja kamu ikut takut laba-laba.

fobia, penyebab fobia, gangguan fobia, takut laba-laba, arachnophobia

Pada fobia yang kompleks seperti agoraphobia dan fobia sosial, penyebabnya agak sulit digali. Ada teori yang bilang kalau faktor genetik dan produksi kimiawi di otak juga berperan.


3. Jenis-jenis fobia

Fobia jumlahnya luar biasa banyak. Istilahnya pun macam-macam dan susah diinget.

Namun, buku pedoman gangguan psikologi klinis dan psikiatri, DSM, membagi fobia jadi tiga:
Fobia spesifik, fobia sosial, dan agoraphobia.

3.1. Gangguan fobia spesifik

Adalah ketakutan berlebih pada satu objek atau situasi tertentu. Misalnya fobia unggas, fobia di tempat tertutup, atau fobia hewan-hewan kecil.

Pemilik fobia akan bereaksi secara lebay terhadap suatu hal. Tidak hanya reaksi psikologis, namun juga reaksi fisiologis. Reaksi psikologis berupa cemas, khawatir, panik berlebih. Pada reaksi fisiologis, pengidap fobia berkeringat dingin, gemetar, dan susah diajak bicara.

Fobia juga bisa terjadi pada obyek yang berbahaya seperti mantan, hewan berbisa, dan tempat tinggi.
Namun, perlu dibedakan antara takut dan fobia.
Seseorang dikatakan memiliki phobia kalau ketakutan itu mengganggu gaya hidup, menghantui, dan bikin stres.

fobia, gangguan fobia, penyebab fobia, jenis-jenis fobia

Kamu bisa aja takut lipan/kelabang. Semua juga gitu. Tapi kalau ngeliat mainan mirip kelabang udah takut, dan kalau ngeliat gambar kelabang aja udah keringet dingin, itu bisa dibilang fobia.

Orang yang sekadar takut masih mampu melawan rasa takutnya, dan menghadapi ketakutan itu.
Kalau fobia nggak sanggup. Dia akan mengerahkan segala usaha untuk menghindari ketakutannya.

Intinya, bedanya fobia dengan takut adalah:

  • reaksinya berlebihan
  • usaha untuk menghindari yang berlebih
  • panik saat menghadapi sumber ketakutan

3.2. Gangguan fobia sosial

Fobia sosial adalah ketakutan berlebih saat berada di situasi sosial.
Situasi sosial ini bisa berupa kencan, seminar, pesta, atau presentasi di depan kelas.

Cemas atau takut memang wajar. Namun, penderita fobia akan berusaha menghindarinya sebisa mungkin.
Kalaupun menghadapi, mereka stres dan mengalami kepanikan luar biasa. Bisa juga mendadak sakit, pusing, keringat dingin, bahkan pada situasi sosial yang masif, jatuh pingsan.

Sebenarnya apa yang ditakutkan oleh fobia sosial?
Penderita fobia sosial takut sesuatu yang mereka katakan atau lakukan akan membuat dia terlihat bodoh dan hina.

Penderita fobia sosial biasanya berawal dari kepribadian yang pemalu. Pernah, pada suatu kali dalam hidupnya, ia ditertawakan dan dipermalukan di depan banyak orang. Peristiwa ini kemudian menciptakan rasa trauma yang besar, yang berujung pada munculnya fobia sosial.

Image result for scared gif tumblr

Fobia sosial ini pastinya ngeganggu banget.
Penderita phobia sosial umumnya kesulitan menyelesaikan tugas yang perlu bersosialisasi. Mereka umumnya pun sulit kuliah, sulit memiliki hubungan, dan tidak mampu bekerja di kerjaan yang butuh ketemu orang.

Fobia sosial pun bervariasi. Semakin banyak situasi yang ia takutkan, semakin besar gangguan fungsinya. Pada fobia sosial yang parah, bahkan mereka tidak mau berinteraksi dengan siapapun sehingga tidak berani keluar rumah.

Anyway, penderita fobia sosial lebih sering terlihat pada cewek daripada cowok. Mungkin karena beban sosial pada cewek lebih banyak dan tekanan sosial (kapan nikah? kapan punya anak?) lebih besar.

3.3. Agoraphobia

Agorafobia berasal dari bahasa Yunani, berarti “takut pada pasar”. Meski begitu, agorafobia berarti ketakutan berada di tempat terbuka dan ramai.

Penderita agorafobia merasa ketakutan dan panik bila berada di:

  • Tempat yang penuh sesak
  • Tempat yang sulit untuk menyelamatkan diri bila terjadi bahaya
  • Tempat yang susah untuk mendapatkan bantuan bila terjadi sesuatu.

Contoh tempat yang ditakutkan agorafobia adalah mall yang rame, jembatan, naik bus, kereta api, mobil, bahkan pada kasus parah, tidak berani keluar rumah.

Penderita agorafobia ada yang memiliki gangguan panik, ada yang nggak.

Penderita agorafobia + gangguan panik akan berkeringat dingin, gemetar, pucat pasi, dan pusing bila berada di tempat yang nggak aman.

Ketika mereka berada di tempat ramai, mereka akan cemas terus menerus. Ketika mereka gagal mengendalikan diri, mereka bisa saja diserang kepanikan.

Kepanikan ini nggak bisa diprediksi, sehingga agorafobia yang sudah berpengalaman biasanya memlih membatasi aktivitas. Ada juga yang mau bepergian, tapi harus ditemani. Tapi, ada juga yang memaksa diri meskipun mereka cemas bukan main.

Related image

Penderita agorafobia tanpa gangguan panik bisa saja mengalami sedikit pusing dan pucat, but that’s it.
Penderita tanpa gangguan panik masih bisa tetap bepergian tapi harus ditemani.

Karena harus selalu ditemani, agorafobia tanpa gangguan panik justru malah lebih mengganggu.

Mereka jadi tidak bisa mandiri dan selalu bergantung pada orang lain. Ini akan menghambat aktivitas orang lain dan juga aktivitas mereka sendiri.

3.4 Jenis-jenis fobia lainnya

Udah tau kan ya kalo fobia dibagi menjadi tiga bagian besar.
Tapi rasanya kurang kan kalo ngomongin fobia tapi nggak ada jenis-jenis fobia lain?

Walaupun kamu nggak bakal inget, nggak ada salahnya untuk tahu “perintilan” fobia lain. Nih.

Nama fobiaArtinyaNama fobiaArtinya
Phasmophobiafobia hantuClaustrophobiatakut tempat tertutup
Felinophobiafobia kucingXenophobiatakut dengan orang/ideologi berbeda
Philophobiafobia jatuh cintaTriskaidekaphobiatakut angka 13
Plutophobiafobia jadi orang kayaHippopotomonstrosesquipedaliophobiatakut melihat kata panjang
Parthenophobiafobia cewekIatrophobiafobia dokter
Phalacrophobiatakut mengalami kebotakanLigyrophobiafobia suara keras
Pyrophobiafobia apiLygophobiatakut gelap
Ablutophobiatakut mandiAnuptaphobiatakut jomblo selamanya
Acrophobiatakut ketinggianAphenphosmphobiatakut disentuh

Beberapa dari kamu mungkin protes: trypophobia kok gak ada bos?

Image result for trypophobia definition

Trypophobia, katanya, adalah ketakutan melihat lubang atau pori-pori kecil.

Sebenernya trypophobia bukan fobia betulan.
Trypophobia sendiri adalah istilah yang pertama kali muncul di forum online, nggak tau siapa dan di mana.

Intinya, semua orang pasti merasa jijik melihat pori-pori dan atau lubang.
Tapi kan nggak ada kecemasan yang muncul?

Rasa jijik ini diyakini sebagian ilmuwan sebagai insting warisan leluhur kita.
Lubang-lubang kecil pada buah dan atau pada sarang tawon adalah tanda bahaya,
Sementara lubang-lubang kecil di kulit bisa ditandai sebagai bentuk penyakit kulit.

Karena hanya sebatas jijik dan mual, maka trypophobia tidak bisa dianggap fobia.
Walaupun, mungkin saja ada orang yang benar-benar takut dengan lubang dan pori-pori.

Tapi, buat uji nyali, ketik aja trypophobia di google.


4. Cara Mengatasi Fobia

Akui saja, fobia itu mengganggu.
Kadang fobiamu dijadikan bahan tertawaan sama temen-temen,
bahkan kamu digangguin oleh sesuatu yang kamu takutkan.

Mungkin kamu malu dengan fobia yang kamu miliki, dan aktivitasmu jadi dibatasi oleh fobia.

Jadi, apakah kamu mau menyembuhkan fobiamu?

Ini beberapa cara menyembuhkan fobia.

4.1. Terapi Paparan

Terapi paparan adalah metode menghilangkan fobia, dengan cara menghadapinya.

Serem?

Nggak juga, toh terapi paparan punya tahapan-tahapan.

  1. Terapi paparan dimulai dari kamu menceritakan fobia yang kamu miliki.
  2. Kemudian, kamu harus tahu kenapa kamu fobia hal itu, dan apa yang membuatmu takut.
    Setelahnya, kamu perlu ingat rasanya malu dan terganggu oleh takut yang nggak masuk akal ini.
    Tujuannya adalah untuk membulatkan tekad.
  3. Baru, setelah itu kamu hadapi sesuatu yang kamu takutkan. Kucing misalnya.
    Kamu harus berada di dekat kucing sejauh 10 meter, selama lima menit.
    Kamu mungkin akan gemetar, pusing, dan ketakutan, tapi perasaan ini akan segera hilang.
  4. Setelahnya, mendekatlah sejauh 7 meter. Lima menit.
    Perasaan takut ini mungkin akan muncul lagi, tapi nggak papa. Nanti hilang.
  5. Semakin lama semakin dekat, hingga kamu berani menyentuh dan mengelus kucing  itu.

Kalau selama proses ini kamu terlalu takut, kamu boleh pegang lengan pacar atau teman.
Yang nggak boleh adalah berhenti di tengah proses terapi.

Terapi serupa juga bisa dilakukan pada orang dengan fobia sosial.

Pada fobia sosial, penderita memulainya dengan berbicara pada orang lain.
Setelahnya, pemilik gangguan fobia ini harus berkenalan dengan seseorang di tempat umum.
Final test, pemilik fobia harus memecahkan satu benda di tengah-tengah supermarket. Pokoknya, sampai semua orang melihat.

Terapi paparan ini boleh kok dilakukan sendiri. Berdua lebih bagus, jadi ada yang memantau.
Paling baik ya sama psikolog atau terapis.

4.2 Terapi hipnosis

Datang ke hipnoterapis, ceritakan fobia dan penyebabnya, lalu kamu disembuhkan lewat hipnoterapi.
Selesai deh.

Untuk proses penyembuhan dalam hipnosisnya saya kurang ngerti sih.
Tapi ya paling kayak yang sering kamu lihat di TV.

Hasil hipnoterapi ini bisa permanen bisa nggak, dalam arti mungkin saja fobia ini bisa kumat lagi.
Tergantung hipnoterapis dan pemilik fobia sih.
Kalau sumber masalahnya bener-bener tepat, biasanya fobia bisa hilang selamanya.

4.3 Flooding

Flooding adalah “membanjiri” diri dengan sesuatu yang kamu takutkan.
Misalnya kamu fobia kucing, ya kamu akan ditempatkan di ruangan yang penuh kucing.
Kamu akan dibiarkan berada di sana sampai takutmu hilang.

Kok ekstrem banget? Nggak bahaya tuh?
Tergantung ke penyebab fobianya sih.

Kalo penyebab fobianya cuma kejadian sepele di masa kecil, terapi ini boleh dilakukan.
Kalo penyebabnya adalah trauma yang menyakitkan, biasanya nggak boleh.

4.4 Desensitisasi

Desensitisasi adalah “mengacaukan” ketakutan penderita fobia.

Misalnya kamu takut darah.
Kamu mungkin akan diperlihatkan darah, tapi kamu sambil dipijet, dikipas-kipas… pokoknya dibuat nyaman.
Nanti saat rasa takut itu muncul, kamu harus fokus pada sumber kenyamanan ini.

Dengan melawan ketakutan vs rasa nyaman, kamu jadi sulit fokus sama ketakutanmu.
Perasaan takut itu akan berkurang.

Di tahap akhir, kamu akan menghadapi ketakutanmu tanpa diberi rasa nyaman.
Kalau fobianya sudah nggak muncul, berarti kamu sembuh.

4.5 EMDR (Eye Movement Desensitization and Reprocessing)

EMDR pernah saya bahas di PTSD.
Terapi ini bisa digunakan pada penderita PTSD, dan juga pada penderita fobia, karena biasanya PTSD juga dapet fobia.

Sama kayak desensitisasi, terapi ini “mengacaukan” ketakutanmu dengan sesuatu yang lain, dalam hal ini gerakan mata.

Misalnya kamu fobia apa yaaa… hmmm fobia kucing (lagi)

Kamu akan diminta mengingat kucing, dan kejadian yang menyebabkan kamu fobia kucing.
Apabila ketakutan dan kecemasan mulai muncul, psikolog atau terapis akan menggerakkan jarinya, dan matamu harus mengikuti gerakan jari tsb.

Kamu harus tetap mengingat kucing, sambil mengikuti gerakan jari terapis.

Semakin lama, ketakutanmu akan terpisah dari obyek yang kamu takutkan.

Terapi ini butuh waktu yang nggak sebentar sih, tapi hasilnya permanen kok.


Nah! Itu tadi penjelasan tentang fobia.
Semoga ngebantu kamu yes.

 

3 Replies to “Apa Itu Fobia? Gejala, Jenis-jenis fobia, dan Cara Mengatasinya

  1. Pingback: MANUSIA DAN PENDERITAAN – Blog bebas

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)