Waktu baca yang dibutuhkan: 6 menit

Ilmu psikologi terus berbenah, meneliti berbagai hal untuk kebaikan kehidupan kita.

Namanya manusia ya banyak masalah kan ya. Dan masalah yang sering dihadapi kita adalah mengejar kebahagiaan. Mengejar hidup hepi.

Siapa sih yang nggak pengen bahagia? Orang psikologi juga mau kali. Makanya para peneliti psikologi berusaha mengupas lebih banyak tentang kebahagiaan, dan memberikan hasilnya pada umat awam kayak kita-kita.

Iklan!

Makanya kali ini kami mengumpulkan beberapa penelitian terbaru dari psikologi terkait kebahagiaan. Hasilnya bisa kamu praktekin sendiri nih.

Cus kita liat!

 

 

1. Nyari temen itu susah dan kamu harus santai.

 7 Penelitian Psikologi Terbaru tentang Kebahagiaan (Hasilnya Bisa Kamu Praktekin Sendiri!)

Pernah ngerasa kesepian gak sih? Atau kamu ngerasa temen kamu tambah lama tambah sedikit?

Mungkin kamu perlu mulai nambah temen. Tapi nyari temen baru gak semudah kelihatannya.

Malahan, sebuah penelitian dari penelitian dari Journal of Social and Personal Relationships menyebut bahwa seorang remaja butuh waktu 120 jam untuk mengubah seorang kenalan menjadi temen.

Kalo orang dewasa lebih lama lagi: 164 jam. Artinya, kalo dalam sehari waktu ketemuan kamu sama rekan kerja/temen sekelas adalah 8 jam, kamu perlu waktu sekitar 20 hari untuk jadi temen.

Makanya kalo kamu baru  pertama kali masuk dalam komunitas dan kamu agak susah diterima, itu wajar. Jumlah waktu yang diperlukan emang nggak sedikit.

Kenalan emang banyak, tapi kalo temen emang susah nemuinnya. Malah, pertemanan kayak bibit taneman yang harus dirawat dulu biar tumbuh.

 

 

 

2. Kalo kamu ngerasa mengerti orang lain, kamu keliru.

 7 Penelitian Psikologi Terbaru tentang Kebahagiaan (Hasilnya Bisa Kamu Praktekin Sendiri!)

Penelitian ini mencetarkan kita (saya sendiri yang nulis aja terkaget-kaget).

Saya selalu ngerasa bisa memahami orang lain, saya bisa mengerti perasaan orang lain.

Tapi penelitian terbaru menemukan bahwa orang-orang yang punya rasa percaya diri tinggi, pedean, cenderung lebih sulit dalam berempati sama orang lain.

Kita (saya sih) cenderung ngerasa mengerti orang lain, dan kadang kita bertindak atau berbicara sekenanya tanpa memahami perasaan orang lain. Tanpa sadar orang lain bakal tersinggung apa nggak.

Terus gimana dong?

Penelitian ini bikin kita harus mikir bahwa kita perlu belajar lebih baik tentang memahami orang lain. Kamu bisa memulainya dengan bertanya secara langsung tentang apa yang orang lain rasakan.

 

 

3. Tidur nyenyak bisa mengobati pedihnya kesepian.

 penelitian psikologi

Tadi kita udah ngebahas kalo membuat pertemanan yang akrab butuh waktu 100 jam lebih.

Kalo kesepiannya sekarang, gimana dong?

Kesepian emang bikin hati jadi sedih. Kesepian bisa bikin stres, bikin gampang sakit, bikin kita jadi pelupa juga.

Cara paling bener dalam mengobati kesepian emang nyari temen baru sih. Tapi kamu juga bisa melakukan pengobatan pertama dengan bobok nyenyak.

Sebuah penelitian dari Nature Communications menyebut bahwa orang yang ngantuk dan kurang tidur cenderung lebih rapuh dan lebih tersakiti sama kesepian.

Sementara, orang yang boboknya cukup dan nyenyak cenderung lebih kuat terhadap kesepiannya. Orang yang tidurnya cukup lebih gampang berkomunikasi, membuat pertemanan menjadi lebih mudah terjalin. Terus juga bisa berempati lebih baik terhadap orang lain, lebih bisa mengelola emosi, dan lebih tahan banting.

 

 

4. Nongkrong lebih akrab kalo hape dimasukin kantong.

 penelitian psikologi, penelitian tentang psikologi

Entah itu ngedate sama pacar, nongkrong sama temen, atau reunian sama kawan lama, sebaiknya hindari buka-buka hape.

Ini udah didukung penelitian. Nongkrong sama temen atau pacar jadi kurang seru kalo salah satu mulai pegang-pegang hape.

Jadi ada  penelitian dari Journal of Experimental Social Psychology yang meneliti tentang gimana mainan hape mempengaruhi quality time bareng temen atau keluarga.

Sebagian disuruh pegang-pegang hape, sebagian lagi disuruh menyimpan hapenya.

Hasilnya menyebutkan bahwa mereka yang fokus sama temen-temen di sekitar, ngobrol, dan having a good time, lebih hepi dibandingkan mereka yang sibuk sama instagram.

Kesimpulannya gampang sih. Kalo udah ngumpul, yaudah gausah pegang-pegang hape. Siapa yang ketauan megang hape, sita hapenya dan suruh dia bayarin makan temen-temen yang lain. Mantap gak tuh?

 

 

5. Keberagaman membuat orang-orang lebih baik.

 penelitian tentang psikologi

2018 diwarnai dengan bermacam-macam keributan.

Ada tagar #UninstallGojek yang didasari sama homophobia, ada keributan tentang sebuah agama yang gak dibolehin bangun tempat ibadah, belum lagi keributan bertemakan politik yang rasanya gak abis-abis.

Rasanya kok makin lama kita makin jauh dari kebhinnekaan ya?

Padahal dari penelitian, disebut bahwa orang-orang yang hidup di dalam lingkungan yang beragam cenderung lebih toleran, lebih penolong, dan lebih ramah sama orang asing.

Tuh, sebenernya hidup dan berinteraksi dengan beragam orang bikin kita jadi makhluk yang lebih baik.

Lebih jauh, penelitian lain menemukan bahwa keberagaman, entah itu  terkait ras, agama, ataupun jenis kelamin, membuat suatu organisasi mampu membuat keputusan yang lebih mateng. Orang-orang di dalamnya jadi lebih open-minded.

Ini juga berlaku dalam bisnis. Perusahaan yang lebih diverse cenderung lebih mantap secara finansial dibanding mereka yang karyawannya homogen secara rasial ataupun jenis kelamin. Kalo bisnis kamu digedein pun, kamu bisa beradaptasi dengan lebih baik, soalnya tim kamu lebih paham tentang budaya dari berbagai daerah.

 

 

6. Mengikuti Gerakan Pasangan Bikin Hubungan Jadi Lebih Intim!

 

Di artikel tentang ciri-ciri orang yang suka sama kamu, kami pernah nyebutin kalo gerakan yang ditiru adalah tanda kalo seseorang menyukai kamu.

Hal ini berlaku sebaliknya; kalo kamu menirukan gerakan pasangan kamu, hubungan kalian jadi lebih akrab dan intim.

Sebuah penelitian dari Sharon-David dkk menganalisa 325 partisipan (yang semuanya punya pasangan), dan diminta melakukan sinkronisasi gerakan sama pasangannya.

Sinkronisasi di sini berupa menyamakan langkah kaki, gerakan tangan saat ngomong, bersepeda bareng pake sepeda tandem, dan lain-lain.

Hasilnya, ditemukan kalo sering melakukan gerakan yang sinkron, yang selaras dan seirama, membuat hubungan jadi lebih mesra.  

Sebenernya menirukan gerakan dan gaya bicara adalah cara kita bersosialisasi. Semakin kita akrab dalam suatu lingkungan, semakin kita menirukan aspek-aspek dari lingkungan itu.

Tapi penelitian terbaru tentang sinkronisasi ini bisa jadi solusi memperbaiki hubungan kamu yang retak,atau membuat hubungan yang romantis jadi lebih mantep.

 

 

7. Mengejar kebahagiaan justru bisa bikin kurang bahagia

penelitian tentang psikologi, penelitian psikologi

Mayoritas dari kita mengejar kebahagiaan dalam hidup. Kamu mungkin berusaha nyari duit yang banyak, yang tujuan akhirnya pun hidup bahagia.

Tapi sebuah penelitian bilang, kalo terlalu fokus sama mengejar kebahagiaan, kamu sendiri bakal jadi kurang hepi lo.

Sebuah penelitian dari Kim dan Maglio (2018) menyebut bahwa menjadikan kebahagiaan sebagai tujuan akhir, justru akan membuat kamu nggak bahagia. Lebih jauh, kamu bakal merasa waktu kamu untuk mengejar tujuan terasa nggak pernah cukup. Rasanya malah gak nyampe-nyampe.

Terus gimana dong?

Kim dan Maglio di dalam penelitiannya menyarankan, kurangi memikirkan tujuan akhirnya. Nggak perlu khawatir tentang kamu bakal dapetin tujuan akhir kamu atau nggak.

Sebaiknya, kamu lebih fokus sama apa yang ada saat ini aja. Rasakan aja kebaikan dari hal-hal yang ada sekarang. Itu akan bikin kamu lebih hepi, plus mengurangi stres.

 


NAH!

Itu tadi tujuh penelitian terbaru di psikologi tentang kebahagiaan. Jadi, kamu mau praktekin yang mana nih?

Author: Robi Maulana

Dalang sesungguhnya di balik PsikologiHore. Suka ngopi tapi kopi nggak suka sama dia.

3 Replies to “7 Penelitian Psikologi Terbaru tentang Kebahagiaan (Hasilnya Bisa Kamu Praktekin Sendiri!)

  1. Hallo kak, saya mau nanya soal mencari teman baru, saya tertarik tapi bingung harus pakai judul apa yang sesuai kesitu. Saya mau memakai hubungan kak. Mohon bantuan nya kak. Terimakasihh🙏

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *