Waktu baca yang dibutuhkan: 8 menit

Kamu pelupa? Kamu pasti melakukan seenggaknya salah satu kebiasaan ini! Ketahui dan kurangi kebiasaan itu sekarang juga.

10 Kebiasaan Penyebab Pelupa:

 

Chusnul belakangan ini pelupa banget.
Kadang dia bingung nyari hape sampe keliling rumah, padahal hape itu tadi di kantong jaket.
Pernah dia harus berurusan sama polisi karena STNK-nya ketinggalan di tas yang satunya.

Kemaren hape yang ketinggalan, hari ini STNK. Besok sekalian kepala aja yang ditinggal di rumah!” kata Ibunya Chusnul malam itu.
Chusnul cuma bisa nyengir sambil menggaruk kepalanya.
Tanpa sadar, setumpuk ketombe putih menggelinding dari rambutnya (apaan sih).

Chusnul bingung, padahal dia dulu nggak teledor.
Tapi kok sekarang dia susah mengingat hal kecil ya?

Apakah kamu juga mengalami nasib serupa dengan Chusnul?
Nggak apa-apa, memang banyak kok orang yang pelupa di dunia ini.
Ada beberapa kebiasaan yang bikin kamu jadi gampang lupa, yang bikin otak kamu susah inget hal-hal kecil.

Tapi nggak apa-apa! Berikut ini saya jabarkan beberapa kebiasaan yang bikin kamu gampang lupa.


1. Stres

Coba inget-inget terakhir kali kamu kena sebuah masalah besar.

Pasti susah fokus ke hal-hal lain, kan?

Ya, faktor-faktor kayak stres dan cemas berlebih membuat kamu susah fokus. Terus juga, menghambat otak kamu dalam mengingat informasi baru. Ketika kamu stres atau cemas, perhatian kamu tertuju ke sumber stres itu terus. Rasanya gelisah kalau masalah itu belum selesai.

Karena perhatian yang selalu tertuju ke sumber stres, makanya otak kamu jadi susah buat fokus ke hal lain. Jadinya gampang lupa deh sama informasi-informasi baru.


2. Kurang Tidur

Tidur adalah hobi saya. Kalau sudah malem, biasanya saya sangat menikmati momen-momen berbaring di kasur sambil nunggu ngantuk. Enaaak banget.

Selain itu, tidur juga penting untuk kesehatan.

Kalau kekurangan jam tidur, otak kamu jadi kurang istirahat. Ketika kurang istirahat, bawaannya jadi gelisah, stres, dan susah fokus. Kalau sudah gitu, ujung-ujungnya jadi gampang lupa.

Makanya, tidur yang cukup ya. Untuk dewasa, tidur yang cukup adalah 6-8 jam.

Bermimpi dalam tidur ternyata adalah tanda bahwa otak kamu oke lo. Cek di sini deh!


3. Keseringan Main Gadget

 

kebiasaan yang bikin pelupa
main hape terus!

 

Salah satu penyebab pelupa adalah keseringan main gadget.

Loh, kok bisa?

Ketika kita mainan gadget, kita dibombardir oleh belasan aplikasi yang berebut meminta perhatian kita.
Coba deh kalo kamu mainan hapemu, pasti kamu berpindah-pindah aplikasi kan?

Selain itu, informasi yang tersedia di sosmed (kayak instagram/twitter) cenderung informasi yang dangkal. Maksudnya, informasinya tidak sebanyak dibandingkan artikel atau buku. Dibaca 10 detik, selesai.

Otak yang terbiasa memproses informasi yang singkat, akan kaget ketika dihadapkan dengan informasi panjang. Soalnya konsentrasinya nggak biasa dipaksa lama.

Banyaknya sosmed juga membuat kamu gelisah untuk selalu ngecek notifikasi.
Coba inget-inget kalo kamu lagi di kelas, atau lagi baca handout.

Pasti deh, dalam sejam kamu ngecek hape.
Minimal sekali lah, itu udah hebat banget.

Adanya perasaan “menagih” ini bikin konsentrasi kamu gampang buyar.
Kalau konsentrasi sudah buyar, ujung-ujungnya apa anak-anaaaakkkk????

YES! Jadi pelupa.

Sama google juga!
Kemudahan mengakses informasi dari google membuat kamu (kita ding) malas membongkar memori di otak. Daripada repot mengingat, mending cari di google.

Kebiasaan dikit-dikit googling ini membuat memori-memori lama di otak jadi terhapus.
Habisnya, nggak dibongkar-bongkar! Makanya jadi hilang.

So, usahakan untuk tidak terlalu bergantung sama gadget.
Kalau lagi ngelamun nunggu antrian atau lagi di kendaraan umum, bawalah buku.

Atau kalau lagi di kamar mandi. Nggak usahlah bawa hape. Nanti kecemplung gimana?
Bawa buku aja.

Bukunya bukan buat dimandiin, tapi buat dibaca. Hehehe


4. Kurang Gerak

Olahraga adalah kenikmatan. Serius.

Ngos-ngosan dan bikin badan lengket, tapi badan rasanya lebih seger.
Mood juga jadi lebih bagus.

Nggak cuma bagus buat tubuh, olahraga juga oke buat otak. Jadi penelitian di Kedokteran Harvard  bilang bahwa berolahraga secara rutin mampu membesarkan hippocampus. Hippocampus ini adalah bagian di otak yang membentuk memori.

Jadi kalau hippocampusmu terlatih, memori otak kamu jadi lebih kuat.
Hal ini juga berlaku buat orang-orang tua juga lo.
Jadi, nggak ada kata terlambat untuk memulai kebiasaan olahraga!

untuk tahu cara memulai kebiasaan baru, cek di sini deh.
artikel lain juga ada:


5. Sering Kesepian

kebiasaan yang bikin pelupa

Sering kesepian ternyata bikin kamu pelupa.
Kok bisa?

Ternyata perasaan kesepian yang kronis, bisa berujung ke rasa cemas, depresi, dan pola tidur yang kacau. Kurang kasih sayang juga melemahkan otak. Semua ini mempengaruhi fungsi dan kesehatan otak.

Kalau kamu sering kesepian, pergilah keluar dan carilah teman.
Daripada dibiarin malah bikin kamu pelupa lo~


6. Jarang Membaca

tips agar tidak lupa, cara mencegah pelupa, pelupa
perbanyak membaca! sumber: pexels

Kenapa membaca?

Selagi kamu membaca, seenggaknya ada tiga fungsi yang dilakukan otakmu: visi, bahasa, dan pembelajaran asosiatif. Seolah otakmu melakukan push-up, sit-up, dan jogging.

Dan juga, ketika kamu membaca buku, katakanlah novel, kamu membayangkan adegan-adegan itu di kepalamu kan?

Bahkan ketika kamu kesulitan membayangkan, kamu akan berhenti dan berkonsentrasi lebih keras. Latihan konsentrasi ini juga membuat memori kamu lebih tajam.

Hal sebaliknya terjadi ketika kamu jarang membaca. Yaaa kalau kamu jarang membaca, bagian otak yang berfungsi untuk berpikir nalar, mengingat, dan menggali ingatan akan menjadi tumpul. Abisnya jarang dilatih.


7. Ngerokok

Tidak ada satupun efek baik dari merokok.
Fakta ini tidak bisa dibantah, bahkan teman-teman saya yang perokok pun setuju (hampir semua temen saya perokok).

Tidak puas hanya merusak paru-paru dan gigi, rokok juga menggugurkan sel-sel di otak.

Menurut penelitian tentang “manfaat” rokok untuk otak, nikotin dan 42 karsinogen lain di rokok berperan terhadap rusaknya sel-sel otak.

Hal ini, tentu saja, berakibat pada berkurangnya kemampuan memori.

“ngomong apa kamu????? justru kalo sudah ngerokok kita jadi kuat kerja/ngetik/mikir!” 

Ya itu karena kamu udah kecanduan rokok mz~
Rasa candu yang terpenuhi dari rokok membuat kamu nyaman.
dan rasa nyaman ini yang sebenarnya membantu kamu bekerja lebih kuat.

Buktinya kalo nggak ngerokok jadi nggak bisa mikir kan?


8. Keseringan Nonton Video Porno

Kebiasaan nonton video porno dan masturbasi punya banyak efek buruk pada otak.
Saya sebutin beberapa di antaranya:

  1. Perilaku impulsif – Mudah marah, jadi sering bertindak tanpa dipikir
  2. Perilaku kompulsif – Kehilangan kontrol diri, beraktivitas tapi sering ling lung
  3. Mood yang cepat sekali berubah. Sebentar hepi, sebentar marah.
  4. Sulit mengambil keputusan.
  5. Sisi seksnya jadi tidak masuk akal, tidak terpuaskan oleh seks biasa.
  6. Merusak kemampuan berempati dan sayang menyayangi.
  7. Pemalas
  8. Susah konsentrasi
  9. Gampang lupa

Kok bisa?

Jawabannya adalah: karena candu porno dan masturbasi merusak otak bagian depan alias lobus frontalis.

Lobus frontalis ini punya banyak fungsi.
Di antaranya adalah mengontrol penalaran, proses berpikir, pengekspresian, kognisi tingkat yang lebih tinggi, dan bahasa ekspresif.

Kok bisa vokep ngerusak lobus frontalis?

tips mencegah pelupa, kenapa kita pelupa, cara mencegah lupa
kurang-kurangin lah~

Penjelasannya panjang (akan saya buat artikel khusus deh, janji! UPDATE: SUDAH SAYA BIKIN DI SINI), tapi intinya gini:

Ketika kamu nonton bok*p dan melakukan masturbasi, otak kamu “menembakkan” hormon dopamin ke seluruh tubuh. Hormon ini mengatur rasa senang.

Semakin sering kamu nonton video porno, jumlah dopamin yang ditembakkan otakmu akan semakin sedikit.
Otakmu capek dengan “gempuran” rangsangan porno yang muncul, dan akan kelelahan.
Kalau kelelahan, otak kamu nggak memproduksi dopamin.

Kamu “ketagihan” dopamin, sehingga kamu mencari cara untuk memuaskan ketagihan itu. Maka, kamu akan mencari lebih banyak lagi video bok*p dan lebih banyak masturbasi.

Dopamin ini berfungsi juga untuk konsentrasi, motivasi, dan pembentukan memori.
Ketika kamu kekurangan dopamin, kamu akan jadi males, susah konsentrasi, dan susah mengingat.

Maka dari itu, hilangkanlah kebiasaan nonton video porno dan masturbasi. Serius.


9. Makanan yang Nggak Bernutrisi

Apapun yang baik untuk tubuh, akan baik untuk otak.
Apapun yang nggak sehat untuk tubuh, nggak sehat juga buat otak.

Makanan kayak junk food ternyata juga mempengaruhi memori kita lo.

Sebuah penelitian dari Cambridge menemukan bahwa tikus yang mengkonsumsi makanan berlemak tinggi, lebih lama keluar dari labirin dibandingkan ketika mereka mengkonsumsi makanan yang biasa.

Penelitian lain dilakukan oleh Universitas Tufts pada 2008. Subyek yang melakukan diet rendah nutrisi ternyata melakukan tugas-tugas berkaitan dengan memori lebih buruk dibandingkan dengan subyek yang melakukan diet sehat.


10. Multitasking

tips mencegah pelupa, kenapa kita pelupa, cara mencegah lupa
multitasking ternyata bisa bikin otak pelupa juga~

Belajar sambil main hape sambil ngemil sambil nggaruk pantat sambil denger lagu sambil mbenerin baju sambil mikirin mantan, bisa nggak?

Bisa, belajarnya nggak masuk ke otak.

Melakukan banyak tugas memaksa otak membagi-bagi fokus.
Ketika perhatianmu terbagi, otakmu mengalami stres. Ketika sudah stres, memori susah diproses.

Selain itu, “gempuran” tugas yang berubah-ubah membuat otak kamu susah mengolah informasi dan menyimpannya di memori.

Makanya, cobalah untuk fokus ke satu kerjaan dulu aja.
Terutama kalau lagi belajar!
Singkirkan hal-hal yang mengganggu konsentrasi.


http://www.oprah.com/health/how-reading-can-improve-your-memory

http://www.thetruthseeker.co.uk/?p=57486

http://www.huffingtonpost.com/2011/06/30/memory-loss_n_886378.html

https://www.bustle.com/articles/84320-what-causes-forgetfulness-in-young-people-7-reasons-you-keep-losing-your-keys-explained

5 Replies to “10 Kebiasaan Yang Bikin Kamu Jadi Pelupa

Ada komentar? Mau nanya? Silakan tulis di sini :) (kalo mau tau dibales apa nggak, cek email kamu ya)