10 Emosi Hebat (dan Bagaimana Mendapatkannya)

Jika jiwamu adalah taman, apa isi taman itu?
Untuk membangun diri yang hebat, kita perlu mengisi diri kita dengan emosi-emosi yang hebat pula.
Dengan rutin mengisi diri dengan emosi-emosi berikut ini, kamu akan menyadari ada perubahan besar dalam diri dan hidupmu.

Apa saja?

1. Rasa Kasih Sayang

Siapa yang menebar angin, dia akan menuai badai.
Siapa yang menebar kasih, dia akan menuai kasih pula.

Maka bila kamu ingin terlihat menarik dan disukai, pancarkan rasa kasih dari dirimu.

Dengan memancarkan rasa kasih, kamu akan disukai banyak orang. Kamu akan balik disayangi.
Bahkan, bila kamu konsisten memancarkan kasih, orang yang lagi emosi pun bisa luluh.

Caranya: 

Cara paling mudah bisa menggunakan hapemu.

Kamu pastinya punya instagram dan facebook kan?
Sering scroll-scroll kan?

Coba setiap temen-temenmu upload foto, kamu like deh.
Jangan cuma like, kasih juga komen yang bagus. Puji fotonya, atau kasih komentar yang lucu.
Kalau nggak tau mau nulis apa, kasih aja emoji kayak , , , , atau .

Lakukan dengan niat ingin mengasihi teman-temanmu.
Bila mereka terlihat bahagia, niatkan diri untuk ikut berbahagia.
Sampaikan doamu untuk mereka, kayak: “langgeng terus yaa” atau “sukses yaa”… gitu-gitu.

Cepat atau lambat, rasa kasih itu akan tersampaikan.
Tidak lama lagi, Kamu akan memanen kasih sayang dari teman-temanmu.

 

 

2. Perasaan Penuh Syukur

Kamu adalah buah perkataanmu. Setiap kata yang kamu ucap, akan berbalik ke dirimu.
Ketika kamu mensyukuri hal sederhana, kamu membuka diri untuk hal-hal yang lebih besar.
Perlu diingat, syukur berbeda dengan puas. Justru ketika kamu bersyukur, kamu jadi lebih semangat untuk meraih hal-hal yang lebih baik.

Orang kalau sering bersyukur, wajahnya penuh senyum.
Nggak pernah patah semangat, malah selalu mendukung orang lain.

Beda kan sama orang yang sering mengeluh? Mukanya ditekuk, sorot matanya muram.
Kalau ada masalah dikit, gampang jatoh.

Caranya:

Temukan 5 benda di sekitarmu. Pegang benda-benda itu.
Ingat-ingat manfaat yang sudah kamu dapat dari lima benda itu…
dan bayangkan apa jadinya kalau mereka hilang atau rusak.

Lihat juga orang-orang yang tidak memiliki apa yang jadi milikmu.
Bukankah hidupmu sedikit lebih mudah daripada mereka?

Setelah itu, ucapkanlah syukur kepada Tuhan, yang telah menitipkan karunia-Nya padamu.

 

3. Penasaran

Apa kehebatan anak-anak yang orang dewasa jarang miliki?
Rasa penasaran. Anak-anak punya rasa ingin tahu yang besar, membuat mereka selalu bertanya dan menyelidiki. Mereka tidak akan lelah hingga menemukan jawaban.

Rasa penasaran bagus dalam menghadapi masalah.
Ketika orang lain menyerah kalah, rasa penasaran dapat membantu menciptakan pertanyaan.
Dari pertanyaan besar, akan lahir jawaban besar.

Caranya:

Niatkan dalam diri untuk merasa penasaran.
“Aku ingin penasaran”. Lalu, lihatlah sekeliling.

Mulailah bertanya dalam diri. Kenapa, apa, bagaimana. Tanyakan apapun yang tidak kamu ketahui.
Kamu nggak perlu menanyakan hal itu ke orang lain. Cukup hatimu aja yang tahu.
Untuk mencari jawabannya, cari saja di internet.

 

4. Penuh Gairah

Kamu lihat deh orang-orang yang penuh semangat.
Badannya tegak, matanya bersinar, dan energinya seolah nggak habis.
Hidup mereka pun selalu optimis, dan memandang hidup sebagai kebaikan.

Asik ya, ngeliat orang yang kayak gitu?

Caranya: 

Bicaralah lebih cepat, bergeraklah lebih cepat.
Dengarkan lagu dan bergoyanglah bersamanya.
Semangat itu akan muncul!

 

5. Komitmen

Bruce Lee pernah bilang:

“Aku tidak takut pada orang yang punya 10.000 tendangan, tapi aku takut pada orang yang melatih satu tendangan 10.000 kali”

Nggak ada gunanya mencoba semua hal tapi nggak menguasainya.
Pilihlah satu tujuan, dan bayarlah tujuan itu dengan keringatmu.

Semua usaha yang mau kamu lakukan, semua perubahan yang kamu inginkan, nggak ada gunanya kalau kamu nggak komit.

Kalau kamu berkomitmen, kamu akan bangun walaupun sudah jatuh.
Walaupun kayaknya kamu nggak kunjung mengalami kemajuan, kamu nggak akan menyerah.

Inilah pembeda orang sukses dengan orang gagal.

Orang sukses bertekad untuk terus berusaha ketika orang lain bilang nggak bisa.

Caranya: 

Untuk menumbuhkan komitmen, pilihlah satu kebiasaan baru dan lakukan setiap hari.
Baca buku kek, nulis kek, atau latihan yoga sederhana.

Kebiasaan baru ini harus berdampak positif pada dirimu dan dampaknya bisa terlihat dari waktu ke waktu.
Lakukan kebiasaan ini walaupun kamu malas.

Satu kebiasaan baru bisa mengubah hidup seseorang.
Ketika kamu komitmen pada satu hal, komitmen itu akan menular pada aspek-aspek lain dalam hidupmu.

Tapi, ada kalanya komitmen bisa menghalangi perubahan pada hidupmu.
Lalu bagaimana caranya agar komitmen yang benar?

 

6. Fleksibel

Kalau ada satu hal yang membuatmu disukai orang, itu adalah ketika kamu jadi orang yang fleksibel.
Kamu menerima masukan dari orang lain, kamu menerima orang lain apa adanya.

Jadilah orang yang lentur.
Betul bahwa kita nggak boleh menyerah ketika mengalami masalah.
Tapi, bukan berarti kita harus berusaha dengan cara yang itu-itu saja!

Kamu perlu terbuka dengan masukan orang lain, kamu perlu terbuka dengan ilmu baru.
Kamu perlu beradaptasi dengan perubahan. Ini cocok bila dipadukan dengan rasa penasaran dan komitmen.

Ketika kamu penasaran, lalu fleksibel, lalu berkomitmen untuk mempelajarinya…

Kamu akan berkembang melewati tahap yang tak terbayangkan.

Caranya:

Fleksibilitas akan muncul bila pikiran sudah terbuka.
Awali saja dengan rasa penasaran. Tanyakan pada diri, apa yang jadi masalahmu.
Temukan jawabannya, dan terapkan jawaban itu dalam menyelesaikan masalah.

 

7. Yakin

Saya suka olahraga. Dan, satu olahraga favorit saya adalah push-up.
Satu hal yang menarik saat saya push-up. Ketika saya ragu bisa menyelesaikan satu set (20 kali), pasti push-up itu akan berhenti di tengah jalan.

Misalnya di rep ketujuh atau kesembilan, saya merasa nggak yakin, otomatis tangan saya merasa kelelahan dan panas.

Tapi, di hari lain, ketika saya yakin bisa menyelesaikannya, dua set bisa dilakukan tanpa masalah. Capek sih, tapi berhasil.

Ketika kamu ragu, kamu fokus pada kemungkinan gagal dan membesarkannya.

Tapi, ketika kamu yakin, tubuhmu akan mengikuti keyakinanmu. Kalaupun ada kemungkinan-kemungkinan gagal, kamu akan mengabaikannya dan maju terus.

 

Caranya:

Katakan pada dirimu: “aku yakin”.
Dalam beragama pun, kamu memulainya dari niat untuk meyakini, kan?
Keyakinan akan muncul dari niat ingin meyakini.

Katakan berkali-kali, agar keyakinan itu benar-benar muncul dan hidup.

Lalu, untuk yakin terhadap sesuatu, lakukan hal yang paling sederhana dari sesuatu itu berkali-kali.
Lakukan yang paling mudah, namun bertahap tingkatkan ke yang lebih sulit, sedikit demi sedikit.

 

8. Vitalitas

Mens sana in corpore sano.
W main ke sana, u main ke sono.

Kadang-kadang kita merasa gelisah. Mood kita nggak enaaak terus.
Salah satu sebabnya bisa jadi karena tubuh kita nggak terjaga.

Di dalam tubuh yang sehat, terdapat jiwa yang kuat.

Kalau tubuh kita fit, perasaan kita juga kena imbasnya.

Caranya:

Makanya, mulai banyakin gerak. Sampai pada batas tertentu, bergerak justru memberikan kita semangat.
Bergerak yang cukup memberikan sirkulasi darah yang lancar ke otak. Jadi, membantu konsentasi juga.

Tidurmu juga dicukupin 6-7 jam. Kalau kurang bikin sakit.
Kalau kelebihan pun bikin males ngapa-ngapain.

 

9. Ceria

Ketika kamu ceria, bukan berarti jalanmu harus melompat-lompat kayak di film kartun.
Atau dikelilingi burung-burung yang cantik.

Ceria berarti kamu menyadari bahwa hidupmu indah dan penuh nikmat, demikian kuatnya hingga kamu memancarkan rasa senang itu ke orang lain.

Caranya: 

Rasa ceria yang besar akan muncul setelah rasa syukur, penasaran, gairah, dan komitmen berhasil kamu dapatkan.

Namun sementara kamu bisa memulai dengan murah senyum kepada orang lain.
Bahkan saat kamu sedang sendirian, tersenyum saja sendiri selama lima detik.
Pejamkan matamu dan bayangkan sesuatu yang menyenangkan.

 

10. Kontribusi

Seseorang baru disebut bernilai ketika dia memberi arti dalam hidup orang lain.
Semakin banyak orang yang meraup manfaat darinya, semakin berharga orang itu.
Benar apa betul?

Sadar atau nggak, jiwamu menyadari hal ini lo.
Contohnya ketika kamu menolong orang, kamu merasa baik kan?

Ada perasaan senang ketika kamu berhasil membantu orang lain.
Rasanya bahagia kalau ada yang mendapat manfaat dari diri kita.

 

Caranya:

Lakukan kebaikan-kebaikan kecil setiap harinya untuk orang lain.
Kalau kamu bisa konsisten memberi kepada orang lain dengan skala yang terukur, kamu akan mengetahui bahwa jiwamu berharga, dan hidupmu punya arti bagi dunia.

You may also like...